
"Bokap gue emang playboy tapi kayak nya beliau playboy yang setia kayak gue," ucap Aldi sambil melirik ke arah Aira.
Tapi Aira cuek aja, ia masih menikmati makanannya.
"Eh kampret, mana ada playboy yang setia, Iye juga setia sih, setiap tikungan ada, gue ngak tertarik tentang loh Di, gue tertarik aja sama identitas Tari." Ucap Doni sambil mengunyah makananya.
"Ya ngak Rom?" tanya Doni pada Romeo.
"Lo aja kali, gue biasa aja tuh," ucap Romeo ketus.
"Eh Rom kalau lo mau melamar Tari lo harus cari tahu siap bapak kandungnya Tari dari sekarang, " ucap Doni sambil menyuap makanan kan mulutnya.
"Emang siapa yang mau melamar dia, sih?"
"Ya elo lah, masak gue?"
"Gue ngak suka di paksa Don, kalau gue ngak cinta, ya gue bilang ngak cinta, dari pada dia berharap terlalu jauh pada gue," ucap Romeo dengan serius.
"Gue ngak maksa, cuma ngasih saran kok, lagian kenapa sih Rom, akhir akhir ini lo kok sensitip sekali ya?" tanya Doni.
Mendengar penuturan Doni, Aldi dan Aira pun beralih ke Romeo.
Tak hanya Doni, bahkan Aldi sendiri merasa perubahan terhadap sikap Romeo, Romeo itu orang yang paling usil, paling jahil dan paling genit diantara mereka bertiga, tapi entah kenapa ia menjadi sosok yang murung, batin Aldi.
Air juga merasakan perbedaan yang sangat siknifikan pada Romeo.
Disaat mereka bercanda-canda, Romeo malah diam saja.
Selesai makan mereka kembali ngobrol.
"Eh Don, dari tadi gue mau nanya sama lo, si Tari kenapa sampai bisa kecelakaan?" tanya Aldi kepada Doni, saat itu mereka hanya berdua duduk di samping Tari, sementara Aira sudah tertidur pulas di Sofa, dan Romeo ia berada di luar ruangan.
"Sejak lo menikah, Tari itu sering ke bengkel, katanya dia merasa kesepian di rumahnya ngak ada orang, ya gitu, karna gue juga banyak urusan, jadi dia lebih sering ngobrol bersama Romeo, mungkin karna sering bertemu, sepertinya Tari pun menyukai Romeo, nah Tadi sore tuh, si Romeo bilang jika ia mau di jodohkan dengan anak pak ustad, seorang wanita bercadar, ya gue bilang dong sama Romeo, jika pilihan orang tuanya itu terbaik, apa lagi jika cewek tersebut tertutup dari atas sampai bawah."
"Eh si Tari sepertinya tersinggung dengan ucapan gue, dia langsung kabur aja, karna melihat ia dalam keadaan emosi, gue khawatir dan ngejar dia, dan ternyata Tari mengalami kecelakaan, gue merasa bersalah banget Al, sama Tari, harus nya gue lebih hati-hati ngomongnya, apalagi saat itu ia masih berharap Romeo menyatakan perasaanya pada Tari."
"Gue rasa si Tari itu kesepian, makanya ia selalu cari perhatian, tapi dasar Romeo, dianya ngak ngerti, atau pura-pura ngak ngerti dengan persaan Tari.
"Jujur ada Di, gue yang dilema melihat mereka berdua, mana si Romeo makin jutek aja, tapi gue rasa Romeo juga punya masalah, dan ngak semua masalah itu bisa di ceritakan ke orang lain, mungkin Romeo merasa lebih nyaman jika masalah tersebut ia pendam sendiri," ucap Doni.
__ADS_1
"Ini semua gara-gara gue kan Don?" tanya Aldi sambil meremas kepalanya.
"Ya bisa di bilang iya, bisa juga tidak Di, karna keputusan yang lo ambil, sudah menyakiti banyak hati, termasuk Tari dan Romeo.
"Gue juga binggung sama loh Di, sebentar lo bilang cinta sama Tari, tapi lo nikahnya sama Aira, serius gue ngak habis pikir, lo tuh udah permainkan banyak hati.
Aldi menarik nafas panjang dan menghempaskanya, Jangan kan lo Don, gue sendiri ngak ngerti sama yang gue rasakan, gue sayang sama Tari, tapi untuk menikah denganya, jujur aja batin gue itu menolak, gue mau memutuskan Tari juga ngak berani Don, lo lihat sendiri seperti apa Tari."
"Dan gue memutuskan menikah dengan Aira juga karna menghindari Tari, Gue beberapa kali hampir kebablasan sama dia, jujur hati gue nolak baget, seperti ada yang salah dengan hubungan yang kami jalani."
"Sudah berapa lama lo merasakan hal itu Di?" tanya Doni.
"Sebenarnya sejak awal udah ada perasaan yang aneh, tapi karna Tari juga, gue putusin semua cewek gue, jujur aja hati gue juga sakit, saat menyakitinya, gue juga binggung, baru kali ini gue merasa seperti itu."
"Masak sih? kok lo ngak pernah cerita sih?" tanya Doni.
"Kan gue udah bilang sama lo, gue saja ngak ngerti sama perasaan gue," ucap Aldi.
"Atau lo sama Tari adalah saudara kembar yang terpisah gitu?"
"Kembar? kalau gue kembar orang tua gue pasti ceritalah," sahut Aldi.
Aldi menatap mata Doni, "Don loh makan boleh sembarangan, tapi kalau lo ngomong hati-hati, ngak lihat apa muka gue sembilan puluh sembilan persen, mirip bokab gue," ucap Aldi dengan menunjuk wajahnya sendiri.
"Kalau gitu, lo sama Tari tes DNA saja, siapa tahu aja loh saudaranya, kasihan Tari Al, di pasti dia ngak mendapat kasih sayang yang sepenuhnya dari keluarga angkatnya."
"Tapi jika ternyata, gue dan dia ngak ada hubungan apa-apa gimana?" tanya Aldi.
"Ya ngak apalah, lo kan banyak duit, paling lo cuma habis berapa." Doni.
"Iya besok nyokap gue kesini, katanya dia mau lihat Tari."
"Nah, nyokap lo pasti penasan Di, ini pasti ada hubungan nya sama keluarga lo, kalau ngak ngapain coba, nyokap lo yang superstar itu menyempatkan dirinya menjenguk Tari, "terka Doni.
"Iya juga sih, besok lah gue coba tanya sama nyokap gue, sekarang gue mau tidur di samping istri gue tercinta, elo jangan ngiri ya." Aldi berlalu dari Tari
"Gue ngak ngiri, tapi lo jaga dong persaan Romeo, lagi pula kalau tidur di tempat seperti ini, ngak usah peluk-pelukan, meski pun kalian itu pasangan yang sah, tapi kalau di depan umum kayak gini ngak perlu mengumbar kemesraan, ntar timbul dosa loh, ntar kalau konak sendiri gara-gara lihat lo sama Aira, gue mau jepit di mana, masak jepitin nya di pintu, ntar putus lagi, " ucap nya sambil tertawa terkekeh.
"Ada-ada loh Don, udah pernah nyoba loh?" tanya Aldi sambil Tertawa terkekeh.
__ADS_1
"Udah ah, gue harus tidur Don, kalau Tari sadar lo bangunin gue ya, " ucap Aldi sambil berbaring di bawah sofa.
Sebenarnya ia bisa saja tidur bersama Aira di atas Sofa, tapi ada benarnya juga kata Doni, sebaiknya ia harus bisa menjaga tenggang rasa di antara sahabatnya, Aldi sendiri tahu jika Romeo mempunyai perasaan cinta terhadap Aira, tapi ia tak menapik, jika itu juga kesalahanya, biar saja waktu yang berlalu menghapus rasa diantara mereka, nyatanya cinta memang tak semudah itu datang dan pergi.
Aldi memejamkan matanya, setelah menikah, ia dan Aira memang tak pernah tidur berjauhan, setiap malam Aira selalu berada dalam dekapannya dan itu membuat Aldi tak terbiasa tidur sendiri, apa lagi sebelum tidur kepalanya selalu meyusup pada bagian leher dan dada istrinya, dan di sana ia bisa memcium aroma khas tubuh istrinya, dan sepertinya itu sudah menjadi candu baginya.
Aldi bangkit dan menghampiri Aira, suara dengekuran halus terdengar di telinga Aldi ia pun menyusupkan kepanya menciumi leher istrinya yang tertidur, beberapa saat Aldi membenamkan kepalanya sambil menikmati aroma khas yang membuatnya selalu rindu.
"Aku ngak bisa membayangkan jika kanu jauh dari ku Aira, aku pasti tak kan bisa memejamkan mataku," ucapnya sambil menyapu lembut rambut Aira.
Setelah selesai dengan rutinitasnya sebelum tidur, ia berbaring kembali dan mencoba untuk memejamkan matanya.
Ada hati yang begitu terluka di luar ruangan, Romeo berdiri sendiri sambil menatap keindahan kerajaan malam, ia sendiri merasa heran, kenapa ia tak bisa melupakan perasaanya terhadap Aira, janji-janji nya dengan Aira, sekali lagi ia bertanya jauh dalam lubuk hatinya, kenapa harus Aira, kenapa baru sekarang ia merasakan rasa sakit yang timbul karna patah hati.
Rasa itu sungguh sangat menyiksa, saat tak lagi mampu membendung perasaanya, Romeo pun menangis sendiri, di sudut gelap, di bawah taburan bintang yang gemerlap, lagi-lagi ia coba untuk menguatkan dirinya untuk tidak menangis, tapi semakin di tahan, air mata itu semakin tak dapat ditahan, akhirnya dengan pasrah ia tumpah kan.
Baru aku tahu cinta itu apa?
Setelah kau putuskan cintaku
Baru aku tahu sakit itu apa?
Setelah ku sadar kau miliku ku lagi.
sampai di sini dulu ya reader,
Like komen, vote, jangan pelit ya sama author, tanpa kamu apalah aku 😊
Eh jangan di skip dulu ya, nih author suka nih baca novel di bawah ini, ngak percaya, lihat aja di kolom komentarnya pasti ada author di setiap episodenyanya mampir ya
Suka dengan genre romance? Tapi bosen dengan yang itu2 aja,
Mampir ke RaKhania, bergenre action romance story
Berkisah tentang seorang detektif cantik bernama Khayla yg menyamar menjadi saudara kembarnya bernama Khania.
Khayla masuk kedalam keluarga kekasih Khania utk mencari misteri kematian saudara kembarnya itu.
__ADS_1
Apakah Khayla akan berhasil? Atau malah terjebak dalam cinta Rakha, kekasih Khania.