
Saat mentari mulai meredupkan sinar sang surya, dan hembusan angin lembut menyapa alam.
Kedua insan yang baru resmi menjadi pengantin baru tersebut menikmati pergantian waktu bersama.
Tari dan Romeo berada di kamar mereka, tanpa sungkan lagi Tari merebahkan kepalanya di pangkuan Romeo yang sedang asik mengkutak katik handphonenya.
"Rom, dari tadi main game aja," ujar nya sambil menjangkau rahang sang suami.
"Habis mau ngapain lagi Tar," sahut Romeo dengan tetap memusatkan konsentrasinya pada layar handphonenya tersebut.
"Aih, ada kok permainan yang lebih seru dan menantang," pancing Tari seraya menggigit lembut bibir bagian bawahnya,dengan senyum dan lirikan nakal yang mengarah ke Romeo.
"Malas Ah ntar loh jerit-jerit lagi," guman dengan wajah yang datar.
Tari mengulum senyumnya, bukanya tersinggung dengan jawaban ketus Romeo, ia justru semakin gemes melihat wajah dingin dan sok jutek ala Romeo.
Takayal, Tari bangkit dan duduk di samping Romeo, ia pun langsung menyambar bibir suaminya kemudian menariknya ke bawah, hingga tubuh Romeo berada di atas tubuhnya.
Dengan pasrah Romeo meletakan handphonenya di atas nakas kemudian melayani nafsu buas sang istri.
Bibir mereka beradu dengan gerakan lembu saling memaut dan saling menyesap satu sama lain, sementara kedua telapak tangan mereka saling menggenggam.
Deru nafas mereka pun saling memburu dengan detak jantung yang berpacu cepat, Romeo semakin erat menggenggam telapak tangan Tari saat keduanya mulai merasakan hasrat yang mulai memuncah.
Tangan Romeo menyingkap pakaian yang menutupi tubuh sang istri, dengan perlahan ia menyingkap kain yang menutupi bagian tubuh Tari, hingga membuat Tari menerang sambil meremas rambut sang suami karna merasa tak sabar untuk melakukan penyatuan mereka kembali.
Dengan lembut Romeo langsung melepaskan segi tiga pengaman yang menutupi landasan pacunya.
Dengan sekali tarikan saja segita berenda tersebut sudah terlepas dari tempat semestinya.
Romeo menegakkan tubuhnya untuk melucuti semua penutup tubuhnya, begitu pun Tari, yang langsung bangkit dan dengan segera melepas semua penutup pada tubuhnya.
Keduanya sudah sama-sama bugil dan ini adalah pertempuran ketiga mereka, selama mereka resmi menjadi pasangan yang sah.
Tari langsung merebahkan tubuh Romeo hingga terlentang di atas tempat tidur, dengan perlahan ia memasukan kuda pacu tersebut kedalam landasan pacu miliknya, sembari melu*mat bibir merekah sang suami.
Romeo merem-melek menikmati gerakan panas yang di lakukan Tari, setelah beberapa saat membuat suaminya tergeletak tak berdaya,.ia pun menarik leher Romeo dengan lembut hingga Romeo berada dalam keadaan duduk, namun senjata tersebut masih tertanjap di lubang keramat miliknya.
Romeo hanya bisa pasrah menikmati gerakan gesit Tari yang bergerak naik turun di atas tubuhnya, bibirnya pun tak luput di serang dengan buas oleh sang istri.
Pergulatan di siang hari tersebut membuat tubuh mereka kembali di basahi oleh keringat,setelah kurang- lebih setengah jam berayun di atas tubuh sang suami,sudah cukup membuat Tari memcapai kli*maksnya dan satu hentakan terakhirnya membuat mereka sama-sama mengerang sambil merem-melek menikmati guyuran larva yang membasahi ruang sepit nan gelap tersebut.
Tari tersenyum puas kearah Romeo, dengan manja ia pun memeluk kembali tubuh sang suami.
__ADS_1
Dengan lembut Romeo mengusap rambut basah wanita yang membuatnya selalu merasa puas tersebut.
Tari melepaskan pelukanya kemudian ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, baru saja mengatur nafas dari pergulatan panasnya, mereka mendengar suara ketukan pintu yang kencang.
Tak ayal keduanya pun kalang kabut mencari penutup tubuh mereka.
Romeo memakai kebali busana lengkapnya, sementara Tari, ia langsung berlari kecil menuju kamar mandi seraya memunguti pakaiannya yang tercecer di atas lantai.
Wajah Romeo masih di banjiri oleh keringat, tapi karna ketukan pintu yang tanpa jedah tersebut ia pun buru-buru menghampiri pintu dan membukanya.
***
Aira mengawasi pergerakan Aldi melalui GPSnya, melihat Aldi yang bergerak menuju luar kota, ia pun menjadi panik.
"Aduh mas Aldi kemana nih?"gumanya.
Aira mencoba menghubungi Aldi namun telponnya berada di luar jangkauan.
Aira semakin gelisah, ia pun menarik tas selempang nya seraya bersiap untuk menyusul sang suami.
Dengan tergesa-gesa Aira menuruni anak tangga dan mencari keberadaan mang ujang.
Setelah beberapa saat mencari mang ujang, Aira hanya dapat menui sang istri yaitu mbok Jum.
"Mbok, mang Ujang mana ya Mbok?"tanya Aira sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
"Aduh, ya udah deh Mbok, Aira naik taksi saja deh," ungkapnya kecewa.
"Eh, jangan pesan mas Aldi Non ngak boleh keluar rumah sendirian," ucap Mbok tegas.
"Habis gimana mbok, Aira harus pergi nyusul mas Aldi Mbok, Aira khawatir terjadi sesuatu pada suami Aira,"ucapnya dengan merengek.
"Minta tolong sama mas Romeo aja Non, kan cuma mas Romeo yang bisa bawa mobil di sini,"saran mbok.
Aduh tapi ngak enak gangguin mereka Mbok, mereka kan penganten baru,siapa tahu lagi memadu kasih?" keluh Aira denhan bibir cemberut.
"Eh non,.sore kayak gini mah nanggung untuk indehoi-an, udah enak ngak enak lah, demi keselamatan mas Aldi, yang ngak enak tinggal kasi kucing," celoteh si Mbok.
Ehm,.Aira berfikir singkat, akhirnya ia memutuskan untuk meminta bantuan Romeo dan Tari.
Dengan tergesa-gesa, Aira berlari kecil menuju kamar Tari.
Tanpa aba-aba ia pun mengetuk pintu tersebut tanpa jeda.
__ADS_1
Tok..tok....
pintu di gedor oleh seseorang, Tari yang sedang menikmati quality time bersama sang suami menjadi panik,
"Ish, siapa sih yang gedor-gedor pintu gangguin aja,"dengusnya dengan bibir yang mengkerucut.
"Udah kamu mandi saja biar aku yang buka pintu,kayaknya penting,"ujar Romeo seraya turun dari ranjangnya.
Tari pun turun dari ranjang dan berlari kecil menuju kamar mandi seraya memunguti pakaiannya yang tercecer di lantai.
Pintu terus di gedor seolah ada masalah gawat darurat yang tak bisa lagi di tunda.
Dengan keringat yang masih membasahi tubuh dan wajahnya, Romeo berjalan cepat menghampiri Pintu.
Krek... pintu terbuka dan terlihat lan gadis cantik berwajah imut di hadapanya kini.
"Eh abang," ucap Aira seraya tersenyum tersipu, ia kembali mengulum senyumnya tak kala melihat keringat yang membasahi wajah pria tampan tersebut.
Sebagai orang yang sudah berpengalaman di bidang pertempuran di atas ranjang, tentu Aira bisa memastikan apa yang baru saja terjadi di kamar yang dingin karna AC tersebut.
"Ada apa Aira?"tanya Romeo jengah karna melihat senyum simpul Aira yang seolah mengejeknya tersebut.
"Ehm, Aira mau minta tolong bang, Aira melacak keberadaan mas Aldi melalui GPSnya dan ternyata mas Aldi sedang menuju luar kota."
"Trus apa yang salah? Mungkin saja Aldi ada urusan, " sahut Romeo.
"Bukan begitu Bang, ceritanya panjang banget,dan ngak bisa di jelaskab sekarang karna Aira buru-buru," jawab Aira.
Tari yang berniat mandi pun mengurung niatnya mendengar suara Aira yang berada di depan pintu dan sedang ngobrol bersana Romeo.
Al hasil Tari hanya membersihkan tubuhnya dengan ala kadarnya.
"Tapi kalau Abang ngak bisa, juga ngak apa-apa Aira naik taksi saja Bang." Aira merasa tak enak karna mengganggu waktu kebersamaan mereka.
Aira pun berlalu tapi tanganya di tarik oleh Romeo.
"Eh tunggu! kamu ngak boleh pergi sendiri, " ucap Romeo sambil menarik tangan Aira.
Matanya menatap lekat wajah gadis yang tak lagi perawan tersebut, rasa cinta itu masih saja terasa hingga kembali menggetarkan rasa yang selalu ia tutupi.
Aira menundukan matanya, tatapan mata Romeo membuatnya tak nyaman, pasalnya mereka kini sama-sama memiliki pasangan hidup.
Sejenak keduanya bungkam dengan tangan Romeo yang tetap memegang erat pergelengan tangan Aira.
__ADS_1
Tari melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Romeo menarik tangan Aira entah kenapa masih ada rasa cemburu di hatinya meski ia sendiri tahu jika Aira hanya mencintai suaminya.
bersambung guy, episode selanjut nya juga sudah up loh. jangan lupa terus dukung authornya like, saran kritik, vote dan hadiahnya 😊