Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Baru menyadari


__ADS_3

Mobil berheti di sebuah gang, di sekelilingnya menghampar sawah yang terbentang luas, mata Aira mengedar sekeliling dengan takjub mengangumi keindahan ciptaan sang Maha sempurna.


Di depan mobil ada anak-anak kecil yang sedang bermain kelereng, senyum kecil terbit di bibir Aira, begitu indah masa kecilnya, meski ia selalu bekerja membantu orang tuanya, namun saat itu hidupnya seakan tak ada beban yang harus di tanggung.


Aira turun dari mobil dan menghampiri ketiga anak lelaki tersebut.


"Permisi dek!" sapanya dengan menyunggingkan senyum tipisnya.


Mereka langsung menoleh kearah Aira.


"Eh ada apa Kak?"tanya salah satu dari mereka.


"Kakak mau tanya rumah nomor delapan di mana ya?"tanya Aira.


"Oh itu Kak," sahut mereka seraya menunjuk rumah yang sederhana berlantai kayu.


"Terima kasih ya dek," ucap Aira.


Aira menoleh kearah pak Adi, ia pun menunjuk kearah rumah yang berjarak kira-kira dua samoai tiga puluh meter tersebut.


Aira berjalan menuju rumah tersebut dengan berjalan kaki.


Sementara Pak Adi memarkirkan mobilnya di depan rumah yang di tunjuk oleh Aira.


Dengan perasaan tak menentu, Aira melangkah menuju rumah tersebut.


Di ketuknya pintu rumah yang terlihat teduh tersebut.


Tok..tok..tok..


Sesorang datang menghampiri pintu dan membukanya.


Kreak..."Non Aira," seru pemilik rumah.


Aira menitikan air matanya memeluk simbok.


"Mbok!" seru Aira, seketika air matanya kembali tumpah.


"Non, non kangen ya sama siMbok hingga menyusul sampai ke sini?"tanya si mbok haru.


Aira menangis terisak seraya memeluk si mbok dengan lebih erat.


Hiks hiks hiks, Aira menangis semakin jadi.


Si mbok menangkap ada yang tak biasa ketika melihat orang asing membawa koper Aira.


Si mbok melepaskan pelukannya, "Non ada apa sebenarnya?"tanya si Mbok heran ketika melihat Aldi tak ada bersamanya.


"Hik hiks hiks, mas Aldi sudah menjatuhkan talaqnya ke Aira mbok, Aira ngak tahu harus kemana lagi,"tuturnya sedih.


"Iya Non, si mbok dengan senang hati menerima kehadiran non Aira di sini," papar si mbok.


"Ayo masuk Non," Mbok menarik tangan Aira untuk duduk di kursi ruang tamu.


Pak Adi membawa koper Aira kedalam rumah, Aira berdiri menghampiri Pak.Aldi seraya mengeluarkan uang ongkos taksi, bahkan Aira membayar ongkos tersebut dua kali lipat.

__ADS_1


Pak Adi menerima uang tersebut kemudian menghitungnya.


"Kok banyak banget lebihnya?" tanya Pak Adi setelah selesai menghitung uangnya.


"Ngak apa Pak, saya bersyukur bertemu supir taksi yang baik seperti bapak, ternyata masih banyak orang-orang baik di sekitar saya, "ucap Aira.


"Terima kasih Neng, jika butuh sesuatu, ini nomeor bapak," ucapnya sambil menyodorkan secarik kertas.


"Iya pak terima kasih," ucap Aira.


Pak Adi pun pamit dan berlalu dari hadapan mereka.


Aira kembali mendekati si mbok.


"Mbok, mama Rita meninggal karna Aira tak sengaja mendorong tubuhnya, hingga jatuh terguling ke tanah." papar Aira sedih.


Bulir bening kembali menetes di pipinya.


"Ya ampun Non, Innalilah wa innailahi Rojiun," ucap simbok seraya menetup mulutnya dengan telapak tangannya.


Aira kembali bersedih ia pun menyandarkan kepalanya di pundak simbok.


Malam semakin kelam, petunjuk waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, matanya masih enggan tuk terlelap, Aira membolak balik tubuhnya.


Mas Aldi," gumanya lirih.


Ia begitu rindu pada Aldi, di malam yang sedingin ini harus ia lewati tanpa Aldi mulai dari sekarang dan selamanya.


Aira tak mampu melawan perasaannya, hanya dengan air mata ia mencoba membasuh lukanya.


***


Aldi terlalu larut dalam kesedihan dan penyesalannya.


Ini malam ketiga tahlilan di rumah Aldi, Tari dan Romeo baru saja tiba, Romeo duduk di samping Aldi sementara Tari langsung naik ke lantai atas, ia bermaksud menemui Aira.


Tari mengetuk pintu kamar Aira, seraya memanggil namanya, namun ia tak mendengar suara sahutan.


Ia pun kembali turun kemudian menemui Aira di dapur.


Tari mencari keberadaan Aira di dapur tapi tak juga menemuinya.


Melihat ada Mbok Yun, Tari pun menghampirinya.


"Mbok, Aira kemana sih, kok ngak kelihatan?"tanya Tari.


"Non Aira sudah pergi dari rumah ini, Non, karna mas Aldi sudah menjatuhkan talaq kepadanya,"ucap SiMbok.


"Hah Apa Mbok?"tanya Tari seolah tak percaya.


"Iya Non, mas Aldi menceraikan Aira di hadapan kami," Non. Mbom Jum.


Tari terdiam terbungkam, rasanya ia tak percaya, tapi dua hari ini ia memang tak melihat batang hidung Aira.


"Mungkin Aldi panik dan syok kali mbok, makanya sampai tecetus kata-kata tersebut dari mulutnya, saya yakin mbok, Aldi itu sangat mencintai istrinya," papar Tari.

__ADS_1


Tari kembali terdiam, Apa kepergian Aira aku rahasiakan saja ya dari Romeo, gue takut Romeo meninggalkan gue, dan mencari Aira.


Tari kembali mendekati Romeo, kali ini ada rasa was-was di hatinya terhadap Romeo.


Setelah selesai dari tahlilan, Tari menyandarkan kepalanya pada bahu Romeo.


"Rom, sebentar lagi aku melahirkan anak kita, kamu janji ya Rom, apa pun yang terjadi kamu ngak akan meninggalkan aku," ucap Tari lirih dengan tatapan mata yang menerawang.


"Kamu kenapa sih Tar?ya ngak mungkin lah aku meninggalkan kamu yang akan melahirkan anak aku, tega banget kesan nya."


"Suyukur lah Rom, aku ngak akan kuat bila jauh dari kamu," ucap Tari seraya memeluk erat Romeo.


***


Sudah tiga malam Aldi tak tidur di kamarnya, ia pun baru menyadari jika beberapa hari terakhir, ia tak pernah melihat Aira lagi.


Aldi kembali merasakan kesunyian setelah acara tahlilan selesai.


Kini tinggal ia sendiri di rumah mewah dan beaar tersebut.


Heru tak bisa menghadiri tahlilan Rita karna ia sendiri tengah berada di Malaysia menjenguk Satria.


Aldi berlari kecil menuju kamarnya, karna ada seseorang yang begitu ia rindukan menantinya di sana.


Aldi membuka pintu kamarnya tapi tak menemukan siapa pun di dalamya.


Tempat tidurnya dalam keadaan rapi seperti tak ada yang menidurinya.


Aldi mencari sosok Aira, ia pun menuju kamar mandi untuk menemukan keberadaan Aira.


"Sayang! sayang! kamu di mana?" tanya Aldi seraya menilik di balik pintu kamar yang menuju balkon.


Karna tak menemui Aira di sana, ia pun berinisiatif untuk mencari Aia di dapur.


Aldi turun ke lantai bawah, saat itu ia berpapasan dengan mbok yun.


"Mbok ada lihat istri saya ?"tanya Aldi kepada Mbok Yun.


"Non Aira?" tanya si mbok heran.


"Iya siapa lagi?"


"Oh non Aira sudah pergi Den, katanya ia ada menulis surat untul Aden " ujar si mbok.


"Hah,.pergi kemana Mbok?" tanya Aldi shok,.matanya mulai berkaca-kaca.


Aldi bergegas menuji lantai atas kamarnya.


Ia mencari surat yang di tulis nya dengan tangan sendiri.


Setelah mengedar pandanganya kesegala arah kamar tersebut, Aldi mendapatkan sebuah surat yang berada di bawah botol parfumnya, dengan tangan gemetar ia menarik kertas tersebut dan membacanya.


Titik air mata yang baru saja kering tersebut kebali menetes membasahi pipi.


"Aira!" Serunya sambali menangis sedih.

__ADS_1


Untuk kedua kalinya ia kehilangan orang yang ia cintai.


Bersambung guy, berikan like komentar dan dukungan kainya vote juga boleh.


__ADS_2