Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Terancam batal


__ADS_3

Aira sudah siap dengan gaun putih nan indah, bak putri raja, Aira semakin cantik ketika rambutnya di tata fishtail braid dengan gaya kepang kekinian.


Seorang penata rias khusus di sewa Aldi untuk membuat Aira tampak lebih cantik, padahal ini hanya pertemuan antara ia dan mamanya.


"Say kamu cantik banget say, bikin eke dengki, iri hati sampai dendam kesumat sama kamu say," kata Siska seorang, banci yang menata rambut Aira.


"Ok, nona sudah selesai," kata sang penata rias, ia pun membereskan perlengkapanya dan keluar dari kamar Aira.


Aldi menggunakan jas berwarna putih, warna senada dengan gaun yang Aira kenakan.


Aldi keluar dari kamarnya, dan bertemu dengan Siska.


"Siska, bagaimana sudah selesai?" tanya Aldi.


"Sudah lah bang, Siska gito loh," kata Siska dengan gaya bicara khasnya.


"Ok terima kasih ya Siska," kata Aldi yang tak sabar melihat Aira.


"Eh bang, jangan di lihat dulu calon istrinya, nanti abang malah ngak tahan, trus curi star duluan deh," ucap Siska dengan gaya bicaranya.


Aldi yang penasaran, ia pun menuju kamar Aira.


***


Aira memperhatikan dirinya di cermin, saat itu ia melihat dirinya begitu cantik, bahkan ia hampir tak percaya jika wajahnya bisa secantik itu.


"Mumpung lagi syantik, selfi dulu ah,"


Aira pun berselfi ria, ia memoto dirinya dengan berbagai fose.


Dan ternyata di kamera, wajahnya lebih cantik lagi.


"Wah keren, kirim ke babang Romeo ah, pasti dia suka lihat Aira yang cantik seperti ini," ucap Aira sambil menekan tombol send di salah satu aplikasi chat nya.


"Terkirim yes, bang Romeo balas apa ya? ke Aira setelah ia melihat foto Aira yang seperti ini?" tanya Aira dirinya sendiri.


Aira terlihat bahagia, setelah mengirim gambarnya kepada Romeo.


Si Mbok masuk ke kamar Aira dan kaget melihat penampilan Aira malam ini.


"Wah Non Aira cantik banget, si mbok sampai pangling," puji si mbok yang melihat Aira yang sangat cantik dengan dandanan dan tatanan rambut seperti itu.


Aira menggunakan long dress berwarna putih berbahan sutra, dengan belahan hingga kelutut, dan bagian dada lebih terbuka, hingga memperlihatkan bentuk bukit kembar yang tak terlalu besar itu tapi terlihat kencang.


"Cantik ya mbok?" tanya Aira.


Aira membolak balikan tubuhnya di depan cermin.


"Tapi mbok, jika ini hanya acara makan malam biasa, kenapa Aira di dandan seperti ini?" Tanya Aira heran.


"Ini bukan hanya acara makan malam non, tapi juga acara pertunangan non Aira dan mas Aldi, jawab si mbok," sambil merapikan gaun Aira.


"Tunangan mbok?"


"Kok Aira ngak pernah di beritahu sih?" tanya Aira kaget.


Aldi membuka pintu kamar Aira, kali ini giliran Aldi yang pangling melihat Aira.


Aldi tersenyum puas melihat wajah calon istrinya itu.


Cantik banget Aira, batin Aldi.


Aldi menghampiri Aira, ia semakin kagum dengan wajah cantik sang calon istri.


Aldi tak henti-hentinya menatap wajah Aira.


Aira menjadi sungkan, karna Aldi terus memandang nya, Aira pun menundukan wajahnya.


Mbok Jum keluar dan meninggalkan mereka berdua.


Aldi mengangkat sedikit dagu Aira, agar ia bisa menikmati wajah gadis cantik bak bidadari, yang tak lama lagi akan menjadi istrinya.

__ADS_1


Aldi mendekat kan wajahnya, ia coba untuk mencium bibir merah yang membuatnya penasaran.


Aldi menyentuh bibir indah nan sensual itu, tapi baru sedetik ia menikmatinya, Aira sudah menghindar dan mundur sedikit menjauh dari Aldi.


"Kenapa Aira?" tanya Aldi kecewa.


"Mas Aldi sudah janji, ngak akan menyentuh Aira," jawab Aira.


Aldi mendengus kasar, ia memang pernah berjanji untuk tidak menyentuh gadis itu.


"Ya sudah kita turun, sebentar lagi bapak kamu juga hadir, malam ini kita akan bertunangan." kata Aldi.


"Kenapa Mas Aldi tak penah bilang sebelumnya ke Aira, jika malam ini kita bertunangan?"


"Kamu ngak perlu tahu, kamu cuma jalani saja, semua persiapan mas Aldi yang atur," sahut Aldi.


"Iya, Aira memang tak perlu tahu apa pun, Aira tinggal menjalani dan mernuruti saja semua titah dan perintah mas Aldi." ucap Aira datar.


Saat mereka berdebat, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


Aldi pun membuka pintu dan kaget melihat seseorang yang berada di hadapanya.


"Mama," ucap Aldi sambil memeluk seorang wanita yang ada di hadapanya.


"Aldi, kamu sekarang sudah dewasa Aldi, kamu makin ganteng saja," ucap wanita tersebut.


"Aldi kangen sama Mama," ucap Aldi yang semaki erat memeluk Mamanya.


"Mama juga kangen sama kamu Di," balas sang ibunda.


Beberapa saat kemudian mereka pun melepaskan pelukanya.


"Mana calon istri kamu Di?" Tanya Rita.


Aldi menghampiri Aira, ia pun menarik tangan Aira perlahan menemui mamanya.


"Ini Ma calon istri Aldi,"


Aira tertunduk, ia merasa tak nyaman dengan tatapan mata wanita cantik di hadapanya kini.


"Siapa nama kamu?" tanya Rita ketus.


"Rianti Alfaira," jawab Aira gugup.


"Berapa umur kamu?" tanya nya lagi.


"Tujuh belas tahun," jawab Aira gugup.


" Apa tujuh belas tahun, "


"Kamu masih sekolah?" tanyanya semakin ketus.


Aira hanya bisa mengelengkan kepalanya.


"Tidak sekolah?" ucapnya dengan nada yang lebih tinggi.


"Kamu tidak sekolah, tapi bermimpi jadi istri dari anak saya?" ucapnya sinis.


Aira semakin gugup, wajahnya tertunduk, ia pun hampir menangis.


"Sudah ma, duduk dulu," kata Aldi yang menenangkan ibunya.


Aira juga seperti nya syok dengan penuturan ibunda Aldi yang bertutur kata kasar terhadapnya.


Mereka pun duduk di kursi tamu yang ada di lantai atas.


Mama Aldi semakin emosi, ia menatap Aira semakin tajam.


"Tidak Aldi, hari ini kamu batal tunangan, karna mama ngak akan pernah merestui pernikahan kamu dengan gadis ini."Rita menunjuk Aira.


Mendengar kata-kata Rita, Aira pun langsung pergi dan masuk kekamar, sambil menutup pintu dengan keras, ia pun menangis sendiri.

__ADS_1


Aira terpuruk sendiri di salah satu sudut tempat tidur nya.


"Aku juga ngak mau menikah dengan mas Aldi, tapi mas Aldi yang memaksa ku, aku juga sadar jika aku tak pantas untuk nya," Kata Aira pada dirinya sendiri sambil menangis tersedu-sedu.


Mbok Jum masuk ke kamar Aira, ia mendengar bagaimana nyonya Rita merendah kan Aira.


"Non sabar ya non," kata mbok Jum sambil memeluk Aira.


"Jika saja Aira bisa memilih mbok, Aira juga ngak mau menikah dengan mas Aldi, Aira terpaksa mbok," ucapnya terbata-bata.


"Apalah daya Aira mbok, Aira hanya seorang gadis yang sudah di jual orang tua Aira sendiri demi melunasi hutangnya, selain itu Mas Aldi menikahi Aira juga karna ia kalah dalam taruhan, apa semua itu belum cukup untuk menjatuh kan harga diri Aira, mbok" ucapnya dengan terisak-isak.


" Dan ibunya mas Aldi juga sepertinya merendahkan Aira, ini semua bukan salah Aira mbok, Aira tidak pernah meminta garis nasib Aira seperti ini," ucapnya sambil tersedu-sedu.


Air matanya semakin deras. Aira semakin sedih.


Mbok Jum memeluknya dengan penuh kasih sayang.


"Non Aira benar, tak ada yang bisa memilih nasib kita sendiri non, semua sudah di takdir kan yang di atas, semua bukan salah Non Aira, atau pun suratan takdir, ini salah manusianya sendiri,orang yang selalu merendahkan orang lain, orang yang tega menyakiti gadis tak berdaya seperti non Aira," tutur si mbok tak kalah sedih.


***


Makan malam sudah siap, Suami Rita dan bapak Aira sendiri sudah hadir, mereka ngobrol bersama Heru di ruang tamu.


"Ma, dengerin Aldi dulu Ma, pernikahan Aldi ngak bisa batal ma, karna beberapa hari lagi papa juga akan tiba ke Indonesia, ia bermaksud merencana kan pernikahan Aldi dan Aira Ma," bujuk Aldi.


Aldi pun mengekori Rita.


Mereka pun tiba di ruang tamu.


"Ayo Pa kita pulang, pertunangan ini di batalkan," kata Rita dengan ketus.


Aldi memikir kan cara agar pertunangan dan pernikahanya dengan Aira tak batal.


"Tapi pernikahan Aldi ngak bisa di batal kan Ma," ucap Aldi.


"Memangnya kenapa tidak bisa Aldi?" Tanya Rita dengan nada tinggi.


"Karna...," Aldi binggung harus memberi alasan apa, agar mamanya bisa merestuinya pernikahanya.


"Karna...,"


"Karna apa Aldi? cepat jawab!" suara Rita semakin melengking.


"Karna Aira sudah hamil ma," cetus Aldi.


Heru dan Bapak Aira kaget, mereka pun berdiri.


"Hamil !" kata Rita, Heru dan Pak Tarman secara serempak.


*Bodoh Aldi, kenapa kau berbohong? tanyanya dalam hati.


*Tapi gue ngak tahu lagi harus memberi alasan apa lagi, agar mama merestui pernikahan ku, jika pernikahan ku batal, semua rencana ku akan menjadi berantakan, lagi pula aku tak rela jika Romeo merebut Aira dari ku, *batin Aldi.


jangan lupa tinggalin jejaknya,


like yang banyak,


Komentar yang banyak,


vote dan hadiah yang banyak.


Sambil menunggu Autor up, mampir di novel author yg lain yuk, pastinya lebih seru.



kunjungi Ig author untuk melihat video singkat dari novel para author kece noveltoon yuk. @lucyv146


**


Ma, s

__ADS_1


__ADS_2