Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Depresi


__ADS_3


Romeo merasakan perasan gelisah ia pun memikirkan cara bagaimana agar ia bisa keluar dari tembok tinggi yang mengelilingi pondok pesantren yang berada di tempat terpencil ini.


Setelah melihat sekeliling dan memutar otaknya ia pun menemukan cara untuk kabur.


Waktu makan malam tiba, seluruh santri berkumpul untuk melakukan sholat isya berjamaah yang kemudian di lanjutkan dengan makan malam bersama.


Ustadz Ridho menjambangi kamar santriwan yang baru tiba tadi siang, karna santri tersebut baru dan belum terbiasa hidup di lingkungan pesantren, ustadz Ridho pun bermaksud mengajak Romeo untuk shlolat isya berjamaah.


"Aslammualaikum ya Akhi," ucap Ustadz Ridho.


Karna ucapanya tak di sahut oleh pemilik kamar, ustadz muda tersebut pun kembali mengulangi lagi salamnya.


"Assalamualaikum ya Akhi,"


Tapi tetap tak ada jawaban dari pemilik kamar, karna penasaran ia pun membuka kamar Romeo yang tak terkunci.


Ternyata Romeo tak ada di kamarnya bahkan baju-baju nya pun sudah tak ada.


Ustadz Ridho pun mengabarkan kepada pimpinan pondok pesantren tentang kaburnya Romeo.


Kiyai baharudin langsung memberitakan kepada kedua orang tua Romeo tentang pelaria nya.


Suci menerima telpon dari kiyai baharudin,


-


-


-


"Iya pak Kiyai, maafka putra saya pak, dia memang susah didik, dan terima kasih karna telah menerima kehadiran kami dan putra kami pak, maaf telah mengganggu ketenangan pesantren bapak," ucap Suci kemudian menutup sambungan telponya.


Suci mematung untuk beberapa saat lamunamnya terbang ke atas awang, ia sendiri tak tahu lagi bagaimana cara mendidik Romeo.


Melihat istrinya yang terdiam setelah menerima telpon' Hadi pun membuka suaranya.


"Ada apa Ma?" tanya Hadi dengan mengkerutkan keningnya.


"Romeo kabur Pa, padahal kita aja baru sampai dari mengantar dia, mama udah ngak tahu lagi bagaimana cara mendidik Romeo Pah," ungkap Suci.


"Kita tuh sudah salah dalam mendidik anak itu Ma, kita beri apa yang dia mau, tapi bukan apa yang dia butuhkan, Romeo terlalu bebas, sampai ngak menghargai apa yang kita berikan padanya, mobil papa di jual untuk taruhan, handphone dia juga di jual, sekarang malah bawa kabur istri orang, dan baru saja kita pulang untuk mengantarnya, eh dia malah kabur dari pesantren." decak Hadi, sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Udah ma, nanti juga kalau dia punya anak- istri, ntar dia juga benar sendiri." Hadi.


"Apa kita paksa aja Romeo menikah Pah, mama takut Romeo nekat lagi Pah, " ucap Suci khawatir.


"Ngak usah tergesah-gesah Mah, anak seperti Romeo itu ngak usah di keras Ma, sudah lah Ma, Romeo itu bukan anak kecil lagi, biarkan saja dia, sampai dimana."


"Tapi Pa, Romeo itu anak kita laki-laki satu-satunya, mama ngak mau masa depanya sampai hancur."


"Yang penting dia ngak minum minuman keras dan obat-obatan terlarang aja ma, kalau masalah dia suka dengan gadis mana pun itu terserah dia, papakan juga kawinnya sama janda," ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.


"Hus, iya juga ya Pa, pantesan Romeo nurun," sahut Suci.


"Iya ma ada lagunya tuh,' kucoba-coba melempar manggis, manggis ku lempar mangga ku dapat, ku coba-coba melamar gadis, gadis ku lamar, janda ku dapat,'' nyanyian Hadi kepada suci.


"Ish, tapi mama kan janda resmi Oa, Papanya Nadira gugur dalam menjalani tugasnya, ngak kayak Romeo, si Aira itu kan masih istri sah nya Aldi."


"Iya tapi keadaan nya mungkin hampir serupa, saat mama masih gadis, papa kamukan meminta mahar yang besar kepada papa untuk bisa melamar kamu Na, karna papa masih anak kuliahan, ya ngak mampu memunuhi maharnya, dengan sangat terpaksa harus merelakan kamu, menjadi milik orang lain, eh ternyata jodoh emang ngak kemana, melamarnya waktu gadis, dapatnya malah saat janda," papa Hadi memeluk istrinya.


Suci tersenyum mengingat perjuangan ia dan Hadi dalam meminta restu, hingga mereka bisa berumah tangga.


"Jadi menurut papa terserah Romeo yang penting dia bahagia aja Ma " Hadi.


"Ngak akan, sampai kapan pun, mama ngak akan setuju jika Romeo menikahi Aira meski pun Aira sudah janda."


"Itu Rocker pa, kalau Janda gini lagunya pa, abang suka yang mana perawan atau janda," gelak Suci menyanyikan lagu tersebut.


"Pilih janda dong," ucap Hadi sambil memeluk Suci


Keduanya pun tertawa.


"Udah mah, mending kita tidur yuk, kita cetak adek buat Romeo, " canda Hadi.


"Ish udah tua malu sama mantu," sahut Suci, ia pun merebahkan tubuhnya di samping suaminya.


***


"Tekanan darah Aira tinggi Di, dan menurut dokter faktor utama yang menyebabkan Aira sampai hypertensi adalah stres, mungkin dia tertekan dengan sikaf kamu terhadapnya."


"Mas sudah bilang sama kamu, kamu bisa bicara baik-baik dengan Aira menyangkut masalah rumah tangga kalian Di, ngak usah diam-diam saja, itu justru membuat Aira tertekan, apalagi mama kamu terang-terangan menjodohkan kamu dengan wanita lain."


Aldi menunduk dan menangis, "Tapi gue hanya menggertak Aira mas, biar dia minta maaf duluan, gue juga ngak sanggup jika harus berpisah dengan dia mas," ucap Aldi sambil menangis terisak.


Tubuh Aldi terguncang karna menahan tanggisnya, ia begitu menyesali perbuatanya.

__ADS_1


"Kamu sabar aja Di, mungkin ini ujian buat kalian," papar Heru menenangkan Aldi.


Aldi menghapus air matanya.


"Aku jadi sedih saja Mas, mungkin aku memang bukan suami dan calon ayah yang baik untuk anak ku mas, lihat lah calon anak ku saja lebih memilih pergi, dan yang lebih membuat aku sakit, Aira malah tak mau menerima kehadiran ku Mas," papar Aldi.


"Heru menarik nafas panjang, udalah Di ngak baik menyalahkan diri sendiri, yang terpenting bagaimana cara kamu memperbaiki hubungan kamu dan istri kamu."


Kamu jangan ganggu Aira dulu, biarkan dia sendiri, mungkin semua ini terasa berat baginya, kamu tunggu saja sampai dia siap menerima kehadiran kamu lagi.


Aldi menggangguk, meski ia Rindu untuk bertemu Aira, tapi ia tahan untuk sementara waktu.


Sementara di rumah Aldi,


Dua polisi sedang bicara pada simbok.


"Non Aira ngak ada Pak, ada apa ya?" tanya simbok dengan gemetar ia seperti ketakutan.


"Kami mau menjemput saudari Aira, dan ini surat tugasnya," ucap polisi tersebut kepada simbok.


Simbok membaca surat yang di sodor kan polisi tersebut kepadanya, simbok syok, tanganya gemetaran pandangannya pun menjadi gelap, seketika tubuhnya ambruk.


Waktu menunjukan dini Hari, Aldi masih menunggu di luar kamar Aira, sedangkan Heru menunggu di dalam kamar.


Aldi bangkit dan membuka pintu kamar Aira, ia pun menghampiri Aira yang sedang tertidur pulas.


Dengan hati-hati Aldi mendarat kan kecupan di kening Aira yang terasa hangat.


"Maafkan Mas Aldi Aira," ucapnya sambil meneteskan Air matanya.


Aldi kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Aira, kali ini ia mencium bibir Aira dengan lembut, perasaan rindu pun kembali menyeruak di hati Aldi, ia pun mendekap tubuh Aira dan menciumnya berulang kali di seluruh wajahnya, meski gerakan Aldi sedikit kasar, tapi tak membanggunkan Aira sedikit pun.


Aldi pun merasa khawatir, ia pun mengguncang-guncang tubuh Aira agar tersadar.


Bersambung guys.


...Sebenarnya otor bosan untuk meminta like dan komentar jadi suka-suka kalian aja deh reader, yang penting kalian tetap suka dan ngak bosan sama cerita yang otor suguhkan ( pasrah authornya 😆)...


Nih ada yang suka true story, ini kisah sahabat author sendiri nih, seorang anak indigo, dia pernah hampir stres reader karna melihat mahluk-mahluk gaib yang di sekitarnya, ceritanya langsung di tulis dan di jadikan novel, tapi tentu ngak mutlak ada beberapa bagian yang di tambah dan dikurangin, namanya juga novel.


Judulnya: Persahabatan dunia lain.


__ADS_1



__ADS_2