Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Ingin Pulang


__ADS_3

Aldi dan Aira sampai di rumah sakit, setibanya di sana mereka langsung menemui Rita.


Aldi sengaja membawa Aira menemui Rita untuk melihat reaksi dari mamanya jika mengetahui jika Aira sedang hamil.


Aira menunggu di luar ruangan, jika keadaan Rita memungkinkan maka ia akan membawa Aira menemui Rita.


Rita duduk di atas tempat tidurnya, sembari menatap keluar jendela.


"Ma," sapa Aldi.


Rita menoleh kearah Aldi dengan wajah yang cemberut.


"Ma, mama kenapa sih Ma?"tanya Aldi yang melihat wajah Rita yang cemberut, ia pun duduk di sampingnya.


"Aldi,  Mama sudah menulis surat wasiat yang menyatakan jika kau adalah pewaris tunggal dari seluruh aset dan uang serta perusahaan yang mama miliki," ucap Rita dengan wajah datarnya, ia pun menyodorkan sebuah surat yang terdapat coretan tangannya.


"Ma, apa ini?"tanya Aldi seraya melihat secarik kertas tersebut.


"Ini adalah daftar aset dan beberapa saham yang di di atas nama kan nama kamu dan Mama, Aldi."


" Seandainya mama mati, secara otomatis kamu lah pewaris semua ini," papar Rita ia pun menatap wajah putranya dengan tatapan berembun.


Rita menyentuh wajah Aldi, ia meraba setiap jengkal dari wajah tampan putranya.


"Aldi kamu sekarang sudah dewasa Nak, "ucapnya sambil membelai wajah Aldi dengan titik air mata yang jatuh secara perlahan.


"Iya Ma, Aldi sudah dewasa, Aldi bukan lagi anak Nama yang manja, sekarang Aldi sudah menikah dan sebentar lagi Aldi akan menjadi seorang ayah Ma," ucap Aldi seraya meraih tangan Rita dan menciumnya.


"Kamu sudah menikah?"tanya Rita heran.


"Ma, apa Mama lupa jika Aldi sudah menikah dan Aira adalah istri "Aldi,"jelasnya lagi.


Aira? Siapa Aira?"tanyanya.


"Tunggu sebentar, Aldi bawa Aira menemui Mama."Aldi.


Aldi keluar untuk beberapa saat kemudian ia kembali lagi bersama Aira.


"Ma, ini Aira, istri Aldi."


Rita melihat kearah Aira sementara Aira tersenyum kearah Rita.


"Aira? Seperti pernah mendengar nama itu," cetus Rita seraya menyeritkan ķeningnya.


"Iya Ma, ini istri Aldi, dan sekarang di dalam rahim istri Aldi, ada calon cucu Mama,"ucap Aldi dengan mata yang berbinar karna senang.


"Cucu? Mama sebentar lagi punya cucu." Rita


Aldi meraih tangan Rita kemudian menempelkannya pada perut Aira.

__ADS_1


"Ini Ma, disini ada calon cucu mama," papar Aldi dengan bahagia.


"Apa benar Aldi, Nama sebentar lagi punya cucu?"tanya Rita dengan wajah bahagianya.


"Iya Ma." Aldi menyakinkan nya kembali.


Rita perlahan menarik senyumnya.


Rita kembali tertunduk lesu.


"Ma kenapa Ma?apa mama tidak bahagia, melihat Aldi bahagia?"tanya Aldi.


Rita menggelengkan kepalanya dengan lemah.


"Begitu banyak waktu yang telah mama habiskan untuk untuk mencari kekayaan dan kepuasan Aldi,hingga mama kehilangan waktu kebersamaan dengan mu," tutur Rita menyesal.


"Sudahlah Ma, Aldi mengerti,Mama melakukan semua itu demi Aldi kan?" tanya Aldi.


"Iya sayang, tapi mama sekarang tak membutuhkan itu semua, memiliki harta tak membuat mama merasa bahagia, justru mama kini merasa kesepian,Mama tinggal sendirian di sini, dan tak satu pun ada yang peduli."ucap Rita.


"Ma, jangan bicara seperti itu, bukanya Aldi setiap hari di sini Ma," ucap Aldi.


"Aldi Mama ingin tinggal bersama dengan kamu,  Mama ngak mau sendirian lagi di tempat ini, Mama ingin punya keluarga yang bahagia, bawalah mama keluar dari sini Aldi, mama bisa mati karna kesepian." rengek Rita.


Aldi dan Aira saling memandang, mereka berdua merasa tak tega melihat Rita yang begitu sedih.


"Iya Ma,Aldi mengerti,tapi mama harus sembuh dulu,"ucap Aldi.


"Mama sudah sembuh Aldi, Mama tidak sakit Aldi,mama bosan disini, kalau kamu ngak mau bawa Mama bersama kamu lebih baik mama mati saja,"ancamnya kembali.


"Eh, jangan Ma, iya iya Aldi akan lakukan apa yang Mama minta, sebentar ya Aldi konsultasi dulu dengan perawat di sini."


"Iya, jangan lama-lama ya Aldi,"rengeknya kembali.


Aldi menghampiri Aira, "Ayo sayang," ajaknya seraya merangkul Aira.


Mereka menemui petugas yang merawat Rita, karna hari sudah sore, Aldi tak bisa menui dokter yang menangani Rita.


"Permisi suster," ucap Aldi ketika menemui perawat Rita.


"Iya ada yang bisa di bantu?"tanya perawat tersebut kepada Aldi.


"Suster saya ingin menyakan kondisi ibu saya, bagaimana perkembangannya?"tanya Aldi.


"Perkembangan Nyonya Rita sungguh signifikan kearah yang lebih baik, namun ada kalanya emosinya tak bisa di tebak, terkadang ia tertawa sendiri,kadang juga menangis sendiri," papar suster tersebut.


"Jadi maksud anda mama saya belum sepenuhnya  sembuh?"tanya Aldi mempertegas.


"Iya Pak begitulah," jawab Suster tersebut.

__ADS_1


"Tapi suster, tak bisakah Mama saya di rawat di rumah saja, saya akan sewa perawat khusus untuk menjaganya,"tawar Aldi.


"Menurut saya itu terlalu beresiko Pak,tapi kami juga tak bisa bersikeras jika ternyata keluarga pasien menginginkannya, hanya saja,jika sesuatu terjadi pada pasien setelah keluar dari rumah sakit ini, maka kami tidak bertanggung jawab," ucap perempuan tersebut.


"Iya suster, saya yakin dengan perawatan di rumah, maka Mama saya akan lebih cepat sembuhnya," ucap Aldi.


"Kalau memang seperti itu, silahkan isi formulir ini, besok pagi jika berkasnya sudah di tanda tangai pihak berwenang, maka anda bisa membawa nyonya Rita," papar suster tersebut.


"Kalau begitu terima kasih suster,"ucap Aldi bahagia.


"Sama-sama Pak," balas Suster tersebut.


Aldi menghampiri Aira," Sayang, kamu ngak keberatankan mas Aldi merawat mama di rumah?"


"Ngak apa-apa kok Mas, Aira justru kasihan melihat mama yang seperti itu." Aira.


Aldi merangkul istrinya seraya mencium pucuk kepala sang istri.


"Terima kasih sayang," ucapnya kepada Aira.


Ehm, Aira tersenyum.


Mereka kembali menemui Rita untuk memberi tahu kabar bahagia tersebut.


Treett treet handphone Aldi bergetar, ternyata panggilan dari Heru, ia pun segera menggangkatnya.


"Hallo Mas ada apa?"tanya Aldi.


Aira memperhatikan ketegangan di wajah suaminya.


Beberapa saat Aldi terdiam menyimak pembicaraan Heru.


"Innallilah hi wainnalilahi rojiun," ucapnya ia Mas, Aldi dan Aira akan segera kesana, ucap Aldi menutup telpon.


"Ada apa Mas?"tanya Aira.


"Mas Heru dapat musibah sayang, mantan pacarnya meninggal di apartment nya," jelasnya.


"Hah kok bisa?"tanya Aira lagi.


"Panjang ceritanya, setelah dari sini kita kerumah sakit ya, temani mas Heru, dia pasti sedih banget, mas Heru dan Clarisa kan pacaran hampir enam tahun, sejak mereka pacaran, mas Heru ngak pernah tuh punya pacar lain, padahal jika mas Heru mau selingkuh, banyak kok perempuan yang suka sama dia," papar Aldi.


"Ehm,.jadi itu yang membuat mas Heru bersikaf dingin terhadap wanita, kasihan banget ya, padahal mas Heru baik banget, lembut dan setia pula, tapi kisah asmaranya malah berakhir tragis," guman Aira.


"Iya sayang, kasihan sama mas Heru, kalau gitu ayuk kita samperin dia di rumah sakit," ajak Aldi.


Setelah menemui Rita sebentar mereka pun menuju rumah sakit.


Bersambung dulu ya guys di tunggu dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2