Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Menati Waktu


__ADS_3

Dua minggu berlalu, kini seminggu lagi Aira dan Aldi menuju hari bahagia mereka.


Aldi selalu sibuk menyiapkan pesta mereka termasuk mengantar undangan, karna keduanya sibuk, mereka justru jarang bersama.


Aira berada di posnya sedang berdiskusi dengan salah seorang anggota lainya.


Tiba-tiba saja ia mendapat pesan singkat ajakan makan siang oleh letnan Airlangga.


Aira segera membuka pesan tersebut karna mengira ada hal yang penting.


✉Tertuntuk bidadariku, Aku tunggu kehadiran mu sayang, di kantin samping markas, I love u tertanda Airlangga.


Aira menggelengkan kepalanya, selama ini ia memang selalu menghindar ajakan kencan letnan muda tersebut, tak ingin memberi harapan, Aira pun bermaksud menemui letnan tampan yang selalu bucin terhadapnya meski sering kali di acukannya.


Aira menstandarkan motor mereka di halaman markas kepolisian kemudian ia menuju kantin.


Aira mengedarkan pandanganya ke sekeliling seraya mencari keberadaan letnan tersebut.


Entah kenapa, ia merasa kantin tersebut terasa berbeda, penuh ornamen-ornamen yang menyerupai emotikon cinta.


Lagi pula tak ada pengunjung satu pun di kantin tersebut, selain letnan Airlangga yang duduk manis di sebuah sudut rangan kantin tersebut.


Senyum manis terukir di wajah letnan muda itu, ketika melihat kehadiran sang pujaan hati.


Aira membalas dengan senyuman simpul.


"Silah kan,"ucap Letnan tersebut seraya menarik kursi untuk Aira.


"Terima kasih letnan, tapi saya pikir perlakuan anda terlalu berlebihan," ucap Aira.


Letnan Airlangga tersenyum simpul.


"Tak ada sesuatu yang terlalu berlebihan untuk seseorang wanita pujaan hati," ucap letnan Airlangga seraya menarik tangan Aira kemudian mencium punggung tangannya.


Aira semakun binggung untuk memulai pembicaraan mereka.


"Terima kasih telah menghadiri ajakan makan siangku kali ini, aku pikir kali ini kau akan menolak ku lagi," papar letnan tersebut.


Aira tersenyum seraya tertunduk.


"Maaf letnan, kedatangan saya kemari tak hanya sekedar memunuhi undangan makan siang dari letnan, tapi juga saya ingin menyerahkan ini," ucap Aira seraya menyodorkan sebuah undangan kepada letnan tersebut.


"Siapa yang menikah. kau ingin mengajak ku ke pesta?"tanya Letnan Airlangga.


Aira tersenyum simpul, "Buka saja Letnan, di sana anda mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan anda," ucap Aira.


Letnan Airlangga memperhatikan undangan super mewah tersebut.


Dengan hati-hati ia membuka sampul dari undangan yang tebal seperti buku tersebut.


Letnan menarik senyuman manisnya ketika melihat nama yang tertera dari undangan, begitu pun beberapa foto kemesraan antara Aira dan Aldi yang terpajang di bingkai undangan.


Setelah beberapa saat bungkam, letnan tersebut kembali menyunggingkan senyumnya seraya menyodorkan tangannya ke arah Aira.

__ADS_1


Dengan senyum pula Aira menyambut jabatan tangan pria tampan, atasannya tersebut.


"Kalau begitu selamat, semoga kali ini kau tak menjatuhkan pilihan yang salah," ucap letnan tersebut kepada Aira seraya mengulum senyumnya.


"Semoga saja letnan, saya yakin kali ini pilahan saya tidaklah salah, karna saya telah mengujinya dengan berbagai ujian cinta," papar Aira seraya tersenyum.


Mereka berdua melepaskan jabatan tangan mereka, Letnan Airlangga merasa jenggah. seketika kepercayaan dirinya pun meluntur.


Seseorang mengantar makan siang untuk mereka, dengan hidangan yang berbentuk love, dari potongan sayur-sayuran hingga potongan daging olahan.


"Silahkan menikmati," ucap letnan tersebut sungkan.


Aira mengganggukan kepala, seraya tersenyum melirik kearah letnan tersebut.


"Hm, apa saya masih boleh menikmati hidangan penuh cinta ini?"tanya Aira dengan maksud menggoda letnan tersebut, agar hubungan mereka tak terasa kaku.


"Tentu saja! karna saya yakin sekarang, cinta tak harus memiliki, jadi nikmati saja," ujarnya seraya tersenyum sembari menikmati bakso berbentuk hati.


Aira tersenyum ketika letnan tersebut membagi dua bakso yang berbentuk hati, yang di pesannya khusus untuk makan siang mereka pada hari ini.


"Maaf letnan, kenapa baksonya, di bagi dua?"pancing Aira.


"Ini artinya patah hati,"cetus letnan tersebut seraya menyunggingkan senyum tipisnya.


" Ayo nikmati saja, karna hanya di hari ini kita bisa makan siang berdua,"tutur sang letnan.


Tanpa ada rasa dendam atau pun sakit hati letnan Airlangga menerima keputusan Aira, keduanya pun menikmati hidangan yang tersaji tersebut.


Letnan tersebut kembali mengamati undangan yang Aira berikan.


"Jadi acaranya pada Sabtu ini?"tanya letnan tersebut.


"Iya begitulah letnan, saya harap anda bisa menghadiri, akad nikah dan resepsinya," ucap Aira.


"Hm, tentu," sahut letnan tersebut.


"Dan satu pagi letnan, saya harap anda tak pergi sendiri,"imbuhnya kembali.


Letnan menarik nafas panjang dan menghelanya," Entalah apakah saya bisa move-on dari kamu dalam waktu kurang dari seminggu,"papar Letnan tersebut.


"Tentu saja, banyak sekali polwan yang cantik, cobalah pilih salah satu di antara mereka, " ujar Aira memberi saran.


Letnan tersenyum, "Semoga salah satu dari mereka ada yang bersedia mendampingi saya," papar letnan merendah kan diri.


"Tentu saja letnan, siapa yang bisa menolak pesona letnan sih?" sanjung Aira.


"Ha hah, bisa saja, buktinya baru saja, cinta saya di tolak, " cetus letnan tersebut.


"Bukan menolak letnan, tapi sudah tak ada lagi ruang di hati saya, untuk pria lain, mungkin anda bisa mencoba peruntungan dengan salah satu anggota kita yang lain." Aira.


Letnan Airlangga hanya menyunggingkan senyum.


"Iya, kalau begitu saya permisi, dan terima kasih atas makan siang romantisnya," imbuh Aira, mereka pun berjabat tangan kembali.

__ADS_1


"Sama-sama, hadiah pertama yang saya berikan adalah doa, semoga rumah tangga kalian sakina, mawardah,warohma,"ucap letnan tersebut tulus.


"Amin," sahut Aira.


***


Waktu terus berlalu hingga hari bahagia bagi Aldi dan Aira hampir tiba.


Aira sedang melakukan ritual pra nikahnya, sejak dua hari yang lalu ia mengambil cuti, guna mempersiapkan keperluan pra nikahnya.


Beberapa ritual sedang di jalaninya, seperti spa, luluran maskeran dan ritual lainya.


Begitu pun Aldi, rumanya sudah di penuhi oleh anggota keluarga dan karib kerabat yang akan menghadiri dua pesta sekaligus.


Esok tepat hari sabtu, acara akad nikah Aldi dan Aira yang berlansung di salah satu masjid, kemudian akan di lanjutkan dengan resepsi pada sore harinya.


Kemudian pada hari minggunya giliran Heru yang melangsungkan resepsi, keluarga Satria benar-benar sibuk, dalam dua hari berturut-turut, mereka akan mengadakan pesta akbar resepsi pernikah kedua putranya, dan itu semua karna Aldi yang tak sabar menikah, hingga memilih waktu yang berhimpitan.


Sudah hampir seminggu Aldi tak bertemu dengan Aira, hal itu membuatnya merasa rindu.


Di sela-sela melakukan ritualnya Aldi menyempatkan diri untuk menelpon Aira.


"Hallo sayang, "sapa Aldi di telpon.


"Iya Mas, ada apa?" tanya Aira.


"Enggak kok, mas Aldi kangen saja," tuturnya.


" Kangen? sabar mas, kurang dari dua puluh empat jam lagi, Aira akan jadi milik mas Aldi,"ujarnya.


"Iya sayang, tapi semakin mendekati waktunya mas Aldi semakin tak sabar, mana si buyung udah minum suplemen lagi selama seminggu ini, biar kuat tempur lagi, soalnya udah lama si buyung vakum,"papar Aldi.


"Hm mulai lagi, ini yang kangen siapa sih? mas Aldi atau si buyung?tanya Aira.


"Kalau boleh jujur sih sibuyung sayang, udah ngak sabar pingin mersa yang berdenyut-denyut," cicit Aldi.


Ia pun tertawa terkekeh.


"Oh itu sih gampang Mas, ketok saja kepala si buyung dengan palu, di jamin pasti seminggu tuh si buyung merasakan berdenyut-denyut, he he" seloroh Aira ia pun tertawa.


"Sadis amat, itu sih bukan cuma berdenyut, bisa koma juga, iya kalau koma, bisa di selamatkan kalau ngak?"sahut Aldi.


"Ha haha, makanya, suruh si buyung sabar dong, tinggal beberapa jam lagi kok."


"Iya deh, kalau begitu sampai jumpa besok sayang, mas Aldi pingin cepat tidur saja, ngak sabar nunggu waktu." Aldi.


"Iya Mas, selamat malam," ucap Aira seraya menutup telponnya.


"Selamat malam sayang, "sahut Aldi.


Bersambug, tetap dulung author selalu ya reader.


Dengan membawa undangan, ia sendiri bermaksud mengantar undangan kepada

__ADS_1


__ADS_2