Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Suka Duka


__ADS_3

Alia membantu Ghael mengenakan jas.


Wajahnya terlihat pucat.


"Sayang kamu kenapa?"tanya Ghael khawatir.


"Ngak Bang. Cuma perutku rasanya berbeda. " Alia.


Ghael menuntun istrinya untuk duduk. diatas tempat." Kita kerumah sakit saja Ya? ini sudah sampai bulannya.Aku takut terjadi sesuatu, " ucap Ghael sambil menyimbak rambut Alia.


"Iya Bang."


"Kalau begitu ayo kita kerumah sakit."


Setelah membereskan pakaiannya, Ghael menuntun Alia keluar dari kamar.


Mereka pun berpapasan dengan Aldi dan Aira.


"Bang, Kakak kenapa? " tanya Aira khawatir melihat sang putri terlihat pucat.


"Iya Bunda, Abang mau periksa Alia, katanya ia merasa perutnya sudah ngak enak. "


"Ehm, ya sudah. Kalau begitu kita ikut mereka juga. " Aldi.


Mereka berempat pun menuju ramah sakit. Usia kandungan Alia dan Aira hampir sama.Namun Aira belum merasakan adanya tanda-tandanya akan terjadi persalinan.


Mereka pun sampai. Alia langsung di periksa oleh dokter spesialis obgin.


"Bagaimana dok? " tanya Ghael yang lebih khawatir.


"Ada masalah pada kandungan istri anda.dimana posisi plasenta menutupi jalan lahir, dan jalan satu-satunya adalah dengan jalan operasi."


Semua menjadi tegang termasul Alia dan Aira.


Karna syok mendengar berita tersebut, Alia pun mulai merasakan sakit pada bagian perutnya.


"Aduh! Aduh! keluh Aira.


Ketiganya pun beralih memandang kearah Aira.


"Bunda! bunda kenapa? " tanya Aldi yang langsung memeluk Aira.


"Aduh Yah, perut bunda terasa mulas."


Ghael menghampiri Alia.Dan menuntunnya untuk turun dari tempat ia berbaring.Kini giliran Aira yang berbaring di atas tempat tidur pemeriksaan.


Dokter memeriksa.


"Sudah waktunya melahirkan Bu. Karna keadaan bayinya normal. Melahirkan secara nolmal saja ya? " usul dokter.


"Iya memang rencananya mau melahirkan secara normal." Aira


"Baiklah kalau gitu, ibu langsung ke ruang persalinan saja. Sementara putri anda juga harus menjalankan beberapa pemeriksaan sebelum operasi. " dokter.


"Bunda! "sebut Alia lirih yang Khawatir melihat keadaan sang bunda. Padahal Aira juga menghkawatirkan keadaan Alia.


"Alia, kamu jangan khawatir, doa bunda bersama kamu Nak, "ucap Aira sambil menahan rasa sakitnya.


Hm, Alia meneteskan air matanya. Mereka berdua sama-sama berada di posisi genting untuk menyelamatkan nyawa yang ada di rahim mereka.


Mereka hanya bisa saling mendoaakan untuk keselamatan orang-orang yang mereka sayangi.


Yang paling merasa gelisah dan khawatir adalah Aldi.


Iya mengkhawatirkam empat nyawa sekaligus saat itu. Tapi apa daya, meski menghkawatirkan Alia, ia harus tetap menemani Aira, mengingat resiko Aira lebih tinggi, karna melahirkan pada usia empat puluh tahun.


"Bang!urus semua keperluan kakak. Jaga baik-baik, istri Abang ya. Ayah percaya sepenuhnya kepada Abang. " Aldi.


"Iya Yah. Tenang saja, aku ak as n berikan yang terbaik untuk istri ku, " ucap Ghael sbil mengusap punggung Alia.


"Bunda juga jangan terlalu memikirkan Alia. Konsentrasi saja. Abang Yakin Alia akan baik-baik saja. " Ghael.

__ADS_1


"Kalau begitu, ya sudah. Ayah antar bunda ke ruang persalinan. " Aldi.


Aldi mengantar Aira ke ruang persalinan. Aira sudah menahan rasa sakit yang luar biasa.


Sementara pikirannya masih mengkhawatirkan Alia.


"Ayah, Bunda Khawatir dengan keadaan Alia. "


"Bun, yang terpenting saat ini, kamu pikirin saja diri kamu sendiri dan anak yang ada di kandungan kamu. Alia masih muda, cesar itu biasa. Ayah yakin tak terjadi masalah pada Alia. Justru ayah mengkhawatirkan kamu. Lagi pula tensi kamu sempat naik beberapa saat yang lalu. " Aldi.


"Iya Yah. "


Meski di nasehati Aldi, masih saja ia masih terpikir dengan putrinya tercinta.


Mereka pun masuk ke kamar bersalin.


Di sini Aira di periksa tensinya, ia berusaha untuk rileks dan tetap tenang, sambil mengatur napas.


"120/80 Bu. Sebentar saya lakukan VT dulu. " seorang bidan meneriksa Aira.


Aira merasa begitu sakit, tapi ia coba ubtuk menahannya.


Air mata mengalir tak henti, karna rasa sakit yang tak tertahan kan.


"Ayah sakit! " keluhnya pada Aldi.


Aldi mencium kening Aira." Yang sabar ya Bunda Semoga, bunda dapat pahala yang berlimpah, karna memperjuangkan anak dalam kandungan Bunda."


Aldi menangis melihat mimik wajah sang istri yang tampak begitu kesakitan.


Akh, Ehm! keluh Aira.


Aldi terus mengusap kepala istrinya dan menggenggam erat tangannya.


"Pembukaanya sudah lengkap Bu," ucap dokter kandungan kepada Aira.


Beberapa perawat pun mengelilingi Aira masing-masing bersiap dengan tugasnya.


Perjuangan Aira melahirkan secara normal pun di mulai, dalam umur sudah tak lagi muda.


***


Setelah itu ia kembali menghampiri istrinya.


Alia terlihat termenung, tatapan matanya datar.


"Sayang, jangan terlalu di pikirkan.Abang yakin Bunda dan adik kamu pasti selamat," ucap Ghael.


Ehm. Alia hanya menggangguk.


Ghael memeluk istrinya dan membisikan sesuatu kepadanya.


"Sayang, Abang tahu kamu pasti merasa takut kan? Abang akan menemani kamu saat operasi. Jadi kamu ngak akan sendiri," ucap Ghael.


"Hiks hiks hiks, aku ngak takut Bang.Hanya mengkhawatirkan keadaan Bunda. Hiks hiks hiks. " Alia menangis.


Ghael semakin erat memeluk istrinya.


"Sabar Sayang, saat ini kamu dan bunda sedang berjuang di jalan Allah. Jangan pikirkan hal yang buruk, pikirkan saja pahala dan balasan dari Allah, dengan begitu hati kamu menjadi tenang. "


"Hidup dan mati sudah di tentukan, tak ada yang bisa mengubah takdir tersebut. Yakinlah segala yang Tuhan berikan adalah yang terbaik untuk kita, "ucap Ghael sambil mengusap punggung istrinya.


Mendengar nasehat suaminya Alia merasa sedikit tenang.


Mereka pun mengurai pelukannya.


Ghael menatap wajah istrinya yang telah basah oleh air mata.


Ia pun menyapu air mata istrinya tersebut dengan lembut.


"Sekarang apakah pahlawan ku ini sudah siap berjuang? " tanya Ghael sambil menarik kedua telapak tangan Alia dan mengecupnya.

__ADS_1


Alia tersenyum kemudian memeluk suaminya." Asal ada Abang bersama aku, aku pasti kuat menghadapi semua ini. "Alia.


"Tentu Sayang, ucap Ghael sambil mengecup pucuk kepala Alia.


***


Kini mereka berada di ruang operasi.


Alia sedang di bius dan dalam penanganan medis.


Ghael menitikan air matanya melihat, satu persatu kulit perut istrinya di sayat di meja operai.


'Ya Allah, begitu berat perjuangan seorang istri demi melahirkan anak-anak mereka. Ya Allah ampunilah dosa-dosa istriku yang sebelumnya, ia pernah berkhianat dan mengacukan ku.Aku ridho terhadapnya. Aku memaafkannya. maka ampunilah dosa ku dan dosa istri ku.' batin Ghae, ia pun menangis sambil menggenggam erat tanhan sang istri.


Eak eak eak.


Tangis seorang bayi yang memecah kesunyian ruangan tersebut.


Ghael melirik kearah bayi yang tengah menangis tersebut.


"Alhamdulilah laki-laki, "ucap Ghael penuh rasa syukur.


Ghael menatap wajah Alia dengan mata yang tertutup rapat.


"Terima kasih sayang,perjuangan mu tak sia-sia," ucapnya kemudian mengecup kening istrinya.


***


Aira sedang mengejan berusaha dengan sekuat tenaganya.


"Ayo Bu! sekali lagi!" seru seorang suster menyemangati Aira.


Hem! akh!


Teriak Aira sambil mendorong dengan lebih keras.


Oek oek oek


Terdengar suara bayi menangis.


"Alhamdulilah.Laki-laki Pak. "Suster.


Aira merasa lemas, setelah melahirkan ia pun pingsan.


"Bunda! "Aldi seru Aldi panik.


Suster yang membersihkan jalan lahir Aira pun heran, karna terjadi pendarahan yang tiba-tiba.


"Periksa tekanan darahnya.Sepertinya ibu ini mengalami stress pasca melahirkan!"


Aldi semakin khawatir.


"Bunda! sadar Bunda! " seru Aldi panik.


"Tekanan darah pasien 180/ 90" suster.


"Gawat! setelah selesai di besihkan, pindahkan pasien keruangan ICU!"


Aldi begitu syok."Ya Allah selamatkan istri ku, hiks hiks hiks. "


Setelah di bersihkan Aira langsung di bawa menuju ruang ICU.


Sementara keadaan bayinya cukup sehat.


***


Ghael telah selesai mengazankan putranya.


Ia pun tersenyum sambil mencium pipi putranya dengan penuh kasih sayang.


"Kita tunggu Bunda sadar ya sayang. Dia pasti bahagia melihat kamu," ucap Ghael.

__ADS_1


Karna keadaan Alia membaik pasca operasi, ia pun di pindahkan keruangan peawatan.


Bersambung dulu. ya guys. maaf sekarang bolong-bolong upnya. 😘😘😘


__ADS_2