Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Terlanjur


__ADS_3

Perhatian !!!!!


🌷Part ini mengandung adegan dewasa, yang di bawah umur di skip saja ya, bijak lah dalam memilih bacaan.🌷


Aira hanya mematung ketika Aldi mencium lembut bibirnya, tubuhnya gemetar, dengan aliran darah dan jantung yang semakin cepat.


Perlahan tangan Aldi mulai menyusup masuk ke bukit kembar yang belum pernah terjamah sama sekali itu.


Tangan satunya meremas lembut sisi bukit yang lainya, sedangkan bibirnya masih asik mencumbu bibir empuk dan lembut itu.


Perlahan Aldi menurun kan wajahnya menciumi setiap inci dari wajah Aira, hingga, bibirnya berhenti di salah satu bukit dengan puncak yang bewarna cokat muda.


Hap, Aldi melahap puncak bukit yang masih perawan itu, sedang tangganya masih meremas-remas lembut bagian yang lain.


"Ais, Ah" Terdengar suara lirih di telinga Aldi, dan itu membuatnya semakin bergairah.


Saking tegangnya kepala si buyung sampai keluar dari sangkar segi tiganya, seperti hendak terbang di landasan pacu milik Aira.


Aldi masih asik mengulum bukit kenyal tersebut, lidahnya menari lembut menyapu dan menggigit pelan puncak bukit yang terasa kencang.


Esh, Ahk....Akh..


Keadaan semakin panas, Aldi kembali menarik kain yang menutupi tubuh istrinya dan melepaskannya, kini hanya tinggal segi tiga pengaman Aira saja yang tertinggal.


"Jangan di lepas Mas, " ucap Aira sambil meraih kembali pakaiannya.


Tapi Aldi tak perduli, ia sudah asik sendiri.


Tubuh Aira gemetar karna kali ini Aldi melepaskan pakaian nya satu persatu hingga tanpa tersisa.


Bahkan secara tak sengaja Aira melihat sendiri si buyung milik Aldi yang menurutnya menakutkan.


Bagaimana benda sebesar itu bisa masuk dalam celah sempit milik nya, membayangkanya saja membuat Aira semakin ketakutan.


Setelah melepas semua penutup tubuhnya, Aldi pun menindih tubuh Aira, ia kembali menciumi bibir yang membuat nya merasakan sensasi panas dingin.


Kini tubuh Aldi berada di atas tubuh Aira, Sibuyung semakin tegang, tapi Aldi tak mau menuntaskanya, ia ingin membuat Aira berhairah terlebih dahulu.


"Ahk," ucap Aldi lirih, ketika ia memeluk Aira tanpa ada selembar benang pun yang membatasi mereka, apalagi ketika kedua bukit puncak bukit itu bergeserkan dengan kulit nya, Aldi bergerak maju mundur, untuk merasakan sensai sentuhan dari puncak bukit kembar, sementara bibirnya masih mengulum bibir seksi Aira.


Aira tak melawan sedikit pun, tapi juga tak membalas ciuman Aldi.


"Aira, kenapa hanya diam?" tanya Aldi ketika merasakan tak ada respon apa pun terhadap gerakkanya.

__ADS_1


Aira sudah berkeringat dinggin.


"Ayo Aira, mas Aldi ini suami kamu, ayo Aira, layani mas Aldi," ucap Aldi lirih di telinga Aira.


Aira pun menggangguk pelan.


Aldi kembali menjajalkan bibir nya menciumi Aira semakin ganas, Aira menutup matanya, coba menikmati sensasi seperti yang Aldi rasakan.


Aira sudah berani membalas ciuman Aldi, dan itu yang membuat Aldi semakin panas hingga tak mampu lagi menahan.


Ia yakin jika si buyung nya, saat ini sudah siap dan tak akan berbuat ulah.


Tubuh Aira panas dingin merasakan sentuhan tangan Aldi, yang menyapu lembut dari kedua bukit yang ia remas beberapa saat, kemudian turun perlahan hinnga ke lembah yang masih di lindungi kain berbentuk segi tiga.


Perlahan Aldi melepas kan segitiga bewarna hitam dan berenda itu.


Tubuh Aira semakin teggang, keringat terus mengalir di sekujur tubuhnya, apa lagi tanggan Aldi berhasil menyentuh lembah yang baru di tumbuhi beberapa lembar rambut halus.


Jari Aldi memyentuh pelan bagian gundukan kecil yang diapit dua lembah dan di tengah nya terdapat celah sempit yang basah.


"Ehm, lembut " ucap Aldi saat menyentuh area sensirif itu.


Aldi mengarah kan si buyung untuk masuk ke celas sempit tersebut, sementar mulutnya tak henti-hentinya melahap bukit kembar secara bergantian.


Karna tubuh Aira menegang, si buyung sedikit kesulitan.


"Aira lemas kan tubuh kamu, jika seperti ini akan terasa sakit," ucap Aldi.


Sementara Aira sudah gemetar, keringat dinggin sudah membasahi tubuhnya.


"Aira takut Mas," ucapnya gemetar sambil menanggis.


"Ngak usah takut nanti juga terbiasa," Aldi pun membuka lebar paha Aira agar ia bisa leluasa melancarkan serangannya.


Sementara Aira semakin gemetar, saat merasakan sebuah daging berbentuk rudal dengan ukuran yang tak terbayankang oleh Aira akan sebesar itu.


Aira menangis menggil, saat Aldi memulai seranganya, ia menggigit bibirnya saat si buyung berusaha masuk ke dalam lembah sempit milik nya.


Akh, ucap Aldi ketika sibuyung sudah masuk sebagian, Aira pun memekik tertahan.


Aldi merasakan nikmat saat celah sempit itu mencengram sibuyung erat dengan denyuta-denyutan yang membuatnya merasa kan sensasi panas dinggin.


"Ehm, esh, nikmatnya," ucap Aldi lirih sambil memejam kan matanya.

__ADS_1


Sibuyung masih keluar masuk karna belum mampu meneros dinding suci milik Aira.


"Ehm, eis, akh" desah Aldi ketika ia bergerak dengan irama maju mundur.


"Eus, akh, em Aw nikmat."Aldi menggigit bibirnya, saat celah sempit itu menceram si buyung.


Aldi semakin penasaran, ketika ia mendapati diding yang menghalangi pergerakannya, ia pun coba menerobos dengan mengayunkan gerakan dan menghentakan nya.


"Akh!!!!," teriak Aira, tubuhnya kini gemetaran.


"Udah mas," sakit ucapnya gemetar.


"Bentar Aira, nanggung," ucap Aldi tetap mengontrol pergerakan si buyung, sibuyung masih bermain di area dangkal, ia penasaran dengan apa yang ada di balik dinding, sekali lagi sibuyung mencoba menerobos paksa.


"Akh, udah mas, Aira ngak kuat," ucap nya gemetar,tapi Aldi tak peduli, ia terus mengayunkan si buyung sambil menikmati sensasi hangat nikmat dan berdenyut-denyut.


Aira terus memangis, seketika tubuhnya menggigil, ia kembali ingat dengan kejadian di rumah bordir, di mana ia melihat secara langsung, bagaimana seorang wanita yang di paksa melakukan perbuatan itu hingga membuat wanita tersebut pingsan, itulah yang membuat Aira takut, dan kini ia membayangkan dirinya berada di posisi wanita yang ada dalam bayanganya, tubuhnya pun gemetar, keringat dingin terus mengucur.


Sementara Aldi, ia masih menikmati permainannya, ia kembali mencoba menghentak- hentakan si buyung agar bisa menerobos dinding suci yang membuatnya semakin penasaran.


Aldi begitu bergairah, inilah pertama kalinya ia melakukanya, ia kembali mencoba menerobos dinding, yang menurutnya, tak mudah dan gagal meski beberapa kali telah ia coba.


Aldi mengambil nafas panjang, kali ini dinding tersebut harus bisa di bobol dengan satu kali hentakan maut.


Saat Aldi mengayunkan si buyung tiba-tiba Aira memekik dan seketika itu ia pingsan.


Aldi syok dan si buyung yang tadi nya masuk dengan gagah berani, kini keluar sebagai pecundang yang belum mampu membobol dinding suci milik Aira.


Aldi menghentikan pergerakannya, ia pun mendekati wajah Aira dan menepuk pipinya.


"Aira, Aira kamu kenapa?" tanya Aldi panik.


Aira tak menjawab karna ia kini pingsan, Aldi pun semakin panik tak kala meraba kening Aira yang terasa panas.


"Aduh Aira, gimana sih, belum selesai udah pingsan, pingsan nya nanti aja tunggu mas Aldi selesai unboxingnya," gerutu Aldi.


Tapi Aldi merasa iba, tak kala ia melihat wajah Aira yang memucat, Aldi pun panik.


"Apa yang harus gue lakukan?" tanya binggung.


"Kalau bawa Aira ke rumah sakit, dokter akan memeriksa Aira dan jika sampai ketahuan Aira tak hamil, pasti mama nyuruh gue langsung menceraikan Aira," ucapnya sambil mondar-mandir dengan hanya menggunakan segitiganya.


Aldi pun kembali mengenakan pakaian Aira, ia sendiri panik ketika meraba tubuh istrinya yang terasa panas, Aira pun menggigil.

__ADS_1


Bersambung dulu guys, biar kalian penasaran, berikan like dan komen dan hadiah yang banyak, vote juga biar author semangat upnya.


__ADS_2