Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Kedatangan Tamu


__ADS_3

Alia sudah keluar dari kantornya karna waktu kerjanya juga sudah selesai.


Ketika baru saja keluar dari muka pintu, senyum manis Bagas selalu datang menyapanya.


"Hai Alia," sapa Bagas.


" Hai," balas Alia.


Keduanya tersennyum dan tertunduk.


"Mau aku antar pulang?" tanya Bagas.


" Hm lain kali Yah, karna aku ngak boleh pulang dengan orang lain, sudah ada jemputan" papar Alia.


"Hm iya deh, tapi kalau ngobrol sama kamu bolehkan? biar kita bisa saling mengenal, karna tak kenal kan maka tak sayang" ucap Bagas dengan jengah.


" Hm, " Alia menjawab dengan tersenyum.


Mereka pun ngobrol santai dan ringan, namun dari gerak dan bahasa tubuh mereka terlihat sekali mereka saling menyukai satu sama lain


Sejak beberapa hari ini Bagas selalu menemui Alia ketika Alia pulang bekerja, mereka memang tak ngobrol banyak, hanya saling menyapa, karna Alia selalu di jemput tepat waktu, terakhir mereka bertemu, mereka saling bertukar nomor handphone.


***


Makan malam tiba di rumah mewah keluarga Alia, karna malam ini malam minggu, Alia mengajak sahabatnya untuk menginap di rumah mereka.


Aldi dan Aira turun dari tangga dengan bergandengan mesra, keduanya tampak sedang bercanda.


"Alia, Ayah dan Bunda mu memang selalu tampak mesra ya?"tanya Alita.


" Hm, mereka memang selalu begitu, ngak pernah bertengkar sekali pun," sahut Alia.


Keduanya ikut menuruni anak tangga.


"Besok, Ayah ku mengadakan acara syukuran kelulusan ku, jadi besok keluarga besar ku akan berkumpul dan yang paling penting adalah, Bang Gharel juga akan hadir,"papar Alia.


"Wah, senangnya aku jadi ingin menginap di sini lebih lama lagi," papar Alita.


"Iya, besok kamu nginap di sini lagi, biar bisa lebih dekat dengan calon suami kamu," saran Alia.


"Hm, belum tentu lah, mana tahu Ghaelnya ngak mau sama aku,"ucap Alita meragu.


"Ah, bagaimana mungkin ada pria yang menolak pesona gadis secantik sahabat ku ini,"ucap Alia sembari mencolet dagu Alita.


"Ah kamu, pinter banget mujinya," Alita.


Mereka pun duduk di meja makan, di sana sudah ada Aira dan Aldi.


Alita menghampiri Aira dan bersalaman denganya.


"Alita kamu kapan datangnya?"tanya Aira.


"Baru saja Bunda," ucap Alita.


Alita pun menghampiri Aldi, dan mencium tanganya.


"Alita kamu nginap di sini saja Ya, besok Ayah ngadain acara syukuran," usul Aldi


"Iya Yah, tadi Alia langsung ijin ke papa untuk ngajak Alita nginap di sini," papar Alita.


Mbok Yun menyajikan makanan makanan di atas meja.


"Adek mana Kak?"tanya Aira sembari menyendok nasi ke piring Aldi.


"Masih di kamar Bunda, biasalah Adek kalau dandan kan lama kayak cewek," sahut Alia.


"Bukan kayak cewek Kak, seperti Ayah," sahut Alia mengulum senyum.


"Namanya perawatan Bun, makanya meski tak lagi muda, ketampanan Ayah tetap terjaga," sahut Aldi.

__ADS_1


"Iya deh. Tapi bagi Bunda, Ayah tetap tampan kok meski tanpa perawatan,"sahut Aira menyindir.


"Ayo Alita silahkan dimakan," Aira.


Ketika hendak menyantap makanannya, mereka mendengar seruan salam.


"Assalammualaikum, "ucap beberapa orang secara serempak.


"Waalaikumsallam,"sahut mereka yang ada di ruang tamu.


Aira berdiri dan melihat siapa yang datang bertamu, setibanya di ruang tengah, senyum langsung terkembang di wajahnya.


"Bunda, Papa, "ucap Aira langsung menghampiri dan memeluk mereka.


"Apa kabar Bunda?"tanya Aira dalam pelukan Maya.


"Baik Alhamdullilah Aira," ucap Maya.


Setelah bertahun-tahun tak bertemu, rasa rindu itu perlahan terobati.


Maklum saja, mereka selalu sibuk, sangat sulit mengatur waktu untuk cuti bersama, hingga hubungan mereka hanya terjalin melalui telpon.


Aira pun mengalih pandangannya kearah Satria, yang begitu jauh perubahannya.


Satria begitu kurus, ketampanannya perlahan memudar kini wajahnya mulai keriput dengan rambut yang memutih sebagian.


"Papa!"


Seru Aira seraya memeluk Satria, ia begitu sedih melihat perubahan drastis pada Satria.


Hanya Satrialah tertinggal Papanya, karna Pak Tarman telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.


Tubuh Satria bergetar ketika Aira memeluknya, Satria ia menderita penyakit jantung hingga membuatnya terlihat pucat dan gemetaran.


"Apa kabar Pa?"tanya Aira seraya mencium pipi keriput Satria.


"Baik," suara Satria lirih.


Setelah saling menyambut, dan melepas rindu sejenak, Aldi dan Aira menuntun ke dua orang tuanya menuju meja makan.


Aira menarik kursi untuk Satria, sementara Aldi menarik kursi untuk Maya.


"Bunda sama Papa kapan sampainya?"tanya Aldi.


"Tadi siang tiba dan langsung menuju rumah Hadi, kami sengaja ingin makan malam di sini," papar Maya.


"Kenapa ngak telpon dulu Bunda? kita bisa Jemput." Aira.


"Ngak usah repot, Bunda tahu kamu sibuk," ucap Maya.


"Lalu Bunda kemari siapa yang antar?" tanya Aldi.


"Ghael yang mengantar, mungkin ia sedang menurunkan barang-barang kita di bagasi mobil,"Maya.


"Assalammualaikum," terdengar suara bariton dari arah luar menuju ruang tengah.


"Waalaikum sallam, Mereka semua menyambut kehadiran Ghael.


Ghael langsung masuk dan membawa koper milik Maya dan Satria.


Wajah tampanya muncul seketika di ruang makan tersebut.


"Ghael," ucap Alita lirih, seketika senyumnya terkembang begitu melihat kedatangan sang pujaan hati


Ghael tersenyum ke semua orang.


"Abang!" seru Alia melambaikan tangan.


Ghael pun melambaikan tangan ke arah Alia.

__ADS_1


Ghael menghampiri Aldi dan Aira untuk bersalaman dan mencium punggung tangan keduanya.


"Wah Ghael, lama banget Aunty tak melihat kamu, lima tahun loh, sekarang makin ganteng saja," puji Aira seraya mengusap rambut Ghael ketika Ghael menyalaminya.


"Ah Aunty bisa saja," sahutnya seraya tersenyum.


"Apa kabar Uncle?" tanya Ghael, seraya memeluk dan mencium pipi Aldi.


"Baik, Ghael, bagaimana dengan papa dan mama kamu, kenapa mereka ngak ikut ke sini?"tanya Aldi beruntun.


"Besok katanya, Oma dan Opa masih kangen, jadi mereka di suruh nginap di sana," papar Ghael.


"Silahkan duduk Ghael, Uncle senang karna hari ini kita bisa makan malam bersama," ucap Aldi.


Ghael mencari kursi kosong untuk tempat duduknya.


"Bang sini!" seru Alia seraya menunjuk kursi kosong yang ada di sebelah Alita.


Bukan main senangnya Alita ketika Ghael berjalan mendekat ke arahnya.


Ghael menyodorkan tanganya ke Alita, "Hai Lit apa kabar?" tanya Ghael.


Tanpa menunggu lama, Alita langsung menyabut jabatan tangan Ghael," Baik," ucapnya jengah.


Alita merasa grogi ketika merasakan tangan Ghael yang begitu dingin.


"Abang, ngak tanya kabar ku?"protes Alia karna diantara semuanya hanya dia yang tak di tanya kabarnya.


"Karna wajah kamu makin Cantik, jadi Abang taulah kamu pasti baik-baik saja," sanjung Ghael.


"Ah Abang, bisa saja," ucap Alia jengah.


Keduanya pun tersenyum.


Sementara ada rasa cemburu di hati Alita ketika Ghael memuji gadis lain di hadapannya.


Makan malam yang spesial malam itu, sudah lama keluarga mereka tak kedatangan tamu spesial.


Setelah makan malam tersebut mereka pun ngorol ringan.


"Ghael, bagaimana kalau kamu kerja bersama Uncle, menjadi di rektur di salah satu perusahaan uncle?" tanya Aldi langsung.


"Hm, apa Uncle yakin, saya bisa memimpin perusahaan Uncle?"tanya Ghael.


"Tentu saja, siapa lagi yang bisa meneruskan usaha Uncle, Alia sudah jadi pengacara, sementara Arsyad masih sekolah dan ngak ada niat sedikit pun untuk mengambil jurusan bisnis,"papar Aldi.


"Iya Uncle, nanti saya kompromi dulu sama Papa,"jawab Ghael.


" Oke, Uncle yakin Kok, papa kamu setuju saja, dia kan masih punya Farel dan Arsen, sementara Uncle, paling cuma mengharapkan menantu," ungkap Aldi seraya melirik ke arah Alia.


Ghael tersenyum," Emang Alia sudah punya calon Uncle?"tanya Ghael.


"Ehm, ngak tahu, rencananya Uncle mau cari jodoh untuk Alia dari kalangan pengusaha, "ungkap Aldi.


Deg,


Alia bergeming, rasanya ia keberatan untuk di jodohkan.


"Biar bisa meneruskan usaha Uncle," imbuh Aldi.


Ghael tersenyum kecut.


"Tanya Kakak dulu Yah, mau ngak di jodohin atau jangan-jangan Kakak sudah ada calon."cetus Aira.


"Atau sama polisi aja Kak? pingin juga punya mantu polisi," imbuhnya.


Alia tersenyum simpul.


*Apa orang tua ku bisa menerima Bagas ya?

__ADS_1


**********


Bersambung guys, Author up dikit dulu ya, in Sya Allah senin author crazy up, doain ya moga lancar*


__ADS_2