Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
HBD Alia


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat, tinggal seminggu lagi Bagas dan Alita melangsungkan akad nikah, namun belum ada setitik benih cinta pun di hati Bagas untuk sang calon istri.


Sore hari ini, untuk kesekian kalinya ia memakirkan mobilnya di seberang jalan di depan kantor Alia.


Dan untuk kesekian kalinya ia melihat kemesraan Alia dan Ghael.


Alia keluar dari kantornya, baru saja berada di lobi, Ghael sudah menghampirnya dengan seikat buket bunga yang indah.


Ghael pun menyodorkan buket tersebut ke arah Alia, " buket yang indah untuk seorang wanita yang akan menjadi calon ibu dari anak ku," ucap Ghael dengan senyum manisnya.


Alia tersenyum," Ah Abang, terima kasih, tetapi kita kan sudah menikah, jadi ngak perlu juga repot bawain Alia bunga," ucap Alia dengan senang.


"Abang ngak pernah repot kok jika untuk kamu." Ghael.


Alia pun menyambut bahagia buket bunga tersebut.


Terima kasih suami ku," ucap Alia seraya tersenyum mesra kearah Ghael.


"Sama-sama istri ku," keduanya berbalas senyum.


Karyawan yang lain juga keluar dari kantor, karna jam kerja mereka sudah selesai, melihat Ghael yang menyerahkan buket kepada Alia langsung membuat mereka iri dengan kemesraan keduanya.


"Wah Alia. so sweet banget ya dapat laki super ganteng, romantis lagi," bisik salah satu mereka.


"Hm, Iya harusnya dari dulu nerima suaminya, apa sih kurangnya suami Alia, nyatanya sekarang mereka juga bahagia." Rina.


"Makanya, kita jangan terlalu terobsesi dengan sesuatu secara berlebihan, nyatanya Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk kita." Erika.


"Ayo sayang kita pulang," ajak Ghael seraya menuntun Alia.


Ghael menuntun Alia dengan merangkulnya masuk ke dalam mobil, sejak Alia hamil kemudian membuka pintu untuk Alia, Alia memang bersikaf semakin manja terhadap suaminya sejak ia hamil.


Setelah membuka mobil untuk Alia, ia berlari kecil menuju pintu mobil.


Secara perlahan mobil Ghael meninggalkan halaman parkir tersebut.


Bagas melihat hampa kemesraan mereka saat itu.


"Sepertinya untuk bersama Alia sudah tak mungkin, huh, " guman Bagas seraya mengekori kemana Ghael membawa mobilnya pergi.


Bagas memukul stirnya, kemudian menghempaskan pundaknya pada sandaran jok mobil.


'Bagaimana cara agar aku bisa melupakan mu Alia, tanpa harus membenci mu, karna jujur saja hati ku tak akan mampu untuk membenci mu,' batin Bagas.


Bagas menghempas napas beratnya, ia pun memijit pelipisnya untuk meringankan beban berat pada pikirannya.


Sesaat kemudian ia pun membawa mobilnya keluar dari halaman parkirnya saat itu.


***


Sepanjang perjalana Alia merebahkan kepalanya di pundak Ghael.


Sambil menyetir Ghael membelai rambut sang istri yang tercium wangi, sesekali ia mengecup pucuk kepalanya.


Setelah badai yang menerpa rumah tangga mereka di awal pernikahan, hingga nyaris membuat bahtera rumah tangga terpecah belah.


Kini mereka justru di karunia kebahagiaan yang berlipat-lipat ganda dengan hadirnya calon bayi mereka.


'Cinta memang butuh pengorbanan, jika saja waktu itu aku tak tertembak, mungkin saja rumah tangga kami saat ini sudah hancur berantakan, terima kasih Tuhan,aku percaya semua yang ku kerjakan tak ada yang sia-sia,'batin Ghael.


ia pun tersenyum simpul sambil mengusap kepala sang istri.


***


Sesampainya mereka di rumah, Alia justru di kejutkan dengan kedatangan anggota keluarga mereka yang berkumpul.


Entah di sadari atau tidak oleh Alia ,hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke dua puluh tiga tahun.


Seluruh keluarga turut hadir tanpa terkecuali, untuk menyambut kebahagian keluarga besar Satria, karna janin yang di kandung Alia adalah cicit pertama dari keluarga besar Satria.


Aldi dan Aira pun mengadakan syukuran sekalian selamat ulang tahun putrinya tercinta.


Romeo dan keluarga juga menyempatkan hadir, hubungan ke keluargaan mereka akan semakin erat, ketika hadirnya cucu mereka dari pasangan Alia dan Ghael.


Alia masuk ke pintu dan di sambut dengan pecahan balon dengan potongan kertas warna-warni yang kecil yang bertaburan di atas kepalanya.

__ADS_1


"Suprise! selamat ulang tahun Alia!" seru mereka semua.


Alia kaget plus senang melihat keluarganya yang berkumpul untuk memberinya ucapan selamat ulang tahun, ia pun melirik ke arah Ghael yang ada di sampingnya dengan tersenyum.


"Selamat ulang tahun, Sayang," ucap Ghael seraya merentangkan tangannya meminta pelukan Aira.


"Abang! kok ngak bilang sih ada acara," ucap seraya memeluk Ghael.


"Kalau bilang ngak suprise dong," ucap Ghael seraya membelai rambut panjang istrinya kemudian mengecup pucuk kepalanya.


"Selamat ulang tahun untuk istri ku tercinta," ucap Ghael.


"Hm terima kasih, Abag."


"Hm udah dong peluk-peluk sama suami, Bundakan juga mau peluk untuk ucapin selamat ulang tahun," ucap Aira seraya merentangkan tangannya.


Alia tersenyum, ia pun memeluk Aira.


"Selamat ulang tahun, Kak. Semoga selalu sehat dan bahagia," ucap Aira sambil mengurai pelukkannya, kemudian mencium pipi Alia.


"Terima kasih Bunda," ucap Alia.


Alia pun langsung menghampiri Aldi yang juga tersenyum seraya merentangkan tangannya.


Alia pun memeluk Aldi, "Selamat ulang tahun Kak," ucap Aldi seraya mengecup pucuk kepala Alia.


"Terima kasih Ayah," jawabnya.


Dan Alia pun mendapat ucapan selamat dari seluruh anggota keluarga besarnya, Termasuk mertua dan saudara-saudara sepupunya.


Alia di giring menuju ruang tengah, di sana sudah ada tumpung raksasa dengan tinggi satu meter.


"Wah, surprise sekali!" Alia kaget.


"Nah sekarang yang ulang tahun sudah datang, ayo kita baca doa di pimpin oleh suaminya langsung." Aira.


"Abang! doa Bang!" perintah Alia.


"Baik Bunda," ucap Ghael.


Setelah berdoa, kini tibalah pemotongan tumpeng.


Alia pun memotong puncak tumpeng.


Mereka semua pun tepuk tangan seraya mengucapkan selamat ulang tahun.


Alia merasa binggung, potongan tumpeng pertama harus di beri kepada siapa.


"Ayo Alia, potongan tumpeng pertamanya untuk siapa?! seru Tari.


Melihat Alia yang terlihat binggung, Aira pun buka suara.


"Kasih ke suami kamu saja Kak, karna setelah menikah surga ada di bawah telapak kaki suami mu," ucap Alia memberi solusi.


"Iya Bunda," sahut Alia, ia pun menyodorkan tumpeng tersebut kepada Ghael.


Alia menyuapi Ghael, begitupun Ghael yang juga menyuapi Alia.


Yey! terdengar suara tepuk tangan meriah.


"Selamat ulang tahu Sayang, semoga jadi istri soleha dan ibu yang baik untuk anak-anak kita kelak," ucap Ghael seraya mencium kening Alia kemudian mencium perutnya.


Pasangan muda itu terlihat begitu bahagia.


Setelah dari Ghael Alia pun memotong tumpeng untuk anggota keluarga yang lain.


Satu persatu potongan tumpeng berserta lauknya di letakan di atas piring. Hingga anggota keluarga mereka mendapat jatah semua.


Setelah seleasai acara, seluruh anggota keluarga pun berkumpul untuk ngobrol dan bercanda.


Tiba-tiba Heru tercetus ide sesuatu.


"Bang sebentar lagi kamu kan punya anak, sini Papa kasi kejutan," ucap Heru yang berdiri.


Ghael pun menghampiri Heru.

__ADS_1


"Kejutan apa Pa?"tanya Ghael tanpa curiga.


"Sini Bang ikut Papa," ucap Heru seraya tersenyum simpul.


Heru pun membawa Ghael mendekat ke arah kolam berenang, mereka semua pun melihat kearah keduanya.


Tiba-tiba saja.


Byur..


Ghael di dorong ke kolam berenang.


"Ha ha selamat Bang! sebantar lagi jadi calon ayah, itu kejutan dari papa untuk Abang he he! seru Heru mereka pun tertawa.


"Papa!" seru Ghael ia pun berenang ke tepi karna merasa dingin.


Ha ha ha, tawa Heru, tiba tiba terdengar suara orang yang jatuh tercebur kembali ke kolam.


Byurrr, kali ini Heru yang tercebur ke kolam karna di dorong oleh Romeo.


Ha ha ha, mereka pun tertawa.


"Selamat Mas Heru sebentar lagi jadi Kakek, " ucap Romeo ia pun tertawa.


Heru secepanya naik, Ia mengejar Romeo. Romeo berlari tapi di tahan oleh Aldi.


"Ha mau kemana loh Rom," ucap Aldi menahan langkah Romeo.


Heru yang sudah basah pun menarik Romeo di bantu oleh Aldi, hingga tiba di tepi kolam.


Aldi memegang kaki Romeo, sementara Heru menarik kedua tangannya, seperti kambing guling mereka berdua mengayunkan tangan dan kaki Romeo.


"Akh jangan dingin itu! "teriak Romeo.ketika melihat riak-riak air di kolam berenang.


"Ayo Di, kita lembar Romeo ke kolam berenang! Heru.


Satu dua tiga,


Byur..


Romeo pun tercebur ke dalam kolam.


Ha ha ha, Aldi tertawa tapi beberapa saat kemudian ia pun tercebur ke kolam karna di dorang Heru.


"Ha ha ha. kita semua mau jadi kakek! jadi harus ikut nyebur juga."


Istri-istri mereka pun tertawa, melihat kelakuan ketiga saudara.


"Curang Mas! masak kakek-kalek saja Nenek nenek juga dong!" seru Romeo.


"Ya sudah, Yuk tarik istri masing-masing kita ceburkan ke kolam." Heru


"Nagak mau !"teriak tari, Alia dan Tania, mereka pun berlari menjauhi para suami, tapi kedapatan juga.


Akhirnya, Tari, Aira dan Tania juga ikut tercebur di kolam pada malam itu.


Dengan pasrah akhir malam hari tersebut, mereka mengadakan pesta dadakan di kolam berenang, mereka pun bercanda-canda di kolam, sementara anak-anak mereka hanya mentertawakan kejahilan orang tuanya.


Keluarga Satria memang hangat, mereka saling mendukung dan saling mengerti, di tambah dengan hadirnya anggota baru uang sebentar lagi hadir di antara mereka, membuat mereka semua merasakan bahagia.


Alia membawa bathrobe untuk Ghael, agar suaminya tak kedinginan, ia pun menyodorkan bathrobe tersebut.


"Bang! Abang ngak akan ceburkan Alia ke kolam kan?"tanya Alia curiga ia pun melirik ke arah Ghael.


"Ngak dong Sayang, biar aja mereka kedinginan di kolam, kita cari kehangatan yuk di kamar," bisik Ghael seraya mengedipkan satu matanya dengan mesra ke arah Alia.


Alia mengerti dengan kode-kode dari suaminya tersebut.


"Ayo!" serunya sambil tersenyum yang langsung di balas senyum oleh Ghael.


Ghael merangkul istrinya sementara Alia merentangkan lenganya pada pinggang sang suami.


Bersambung, di tunggu selalu ya dukungannya reader he he makasih ya telah membaca sampai di sini


!

__ADS_1


__ADS_2