
Pagi hari ini Aira sudah sibuk untuk menyiapakan sarapan Aldi dan mama Rita di dapur.
Pagi-pagi sekali Aldi harus bangun untuk menyuapi Rita sarapan serta meminum obatnya.
Rita seperti anak kecil yang selalu merengek meminta sesuatu pada Aldi.
"Aldi mama pingin jalan-jalan ke Mall, shopping, cuci mata, dan makan di restoran mewah,"paparnya sambil mengunyah nasi di dalam mulutnya.
"Iya Ma, nanti kalau Mama sudah sembuh," sahut Aldi seraya kembali menyuapi nasi kembali.
"Mama ngak sakit Aldi," kilahnya.
Aldi hanya menggelengkan kepalanya mendengar celoteh-celotehan dari Rita.
"Aldi kapan papa kamu pulang? Apa dia sudah tak merindukan mama lagi?"
tanya Rita.
"Papa masih sibuk, keadaan papa juga sedang ngak baik, baru minggu lalu papa di rawat di rumah sakit karna penyakit jantungnya," papar Aldi.
"Kenapa papa kamu ngak tinggal di sini saja Aldi, tinggal bersama kita, mama rindu sama papa kamu," tuturnya sedih.
Aldi tak tahu lagi bagaimana cara memberitahu Mamanya jika mereka sudah berpisah, karna Rita masih menganggap bahwa Satria masih suaminya.
Entahlah apa yang terjadi pada Rita, terkadang ia seperti orang waras, tetapi terkadang juga ia seperti orang yang lupa segalanya, ia hanya mengingat kenangan manis dari hidupnya.
Sesendok demi sesendok nasi tersebut masuk kedalam mulut Rita, dan akhirnya sepiring habis juga.
Setelah memberi makan nasi, Rita harus mengkomsumsi obatnya.
"Ma, hari ini Aldi ada meeting di kantor, mama ngak usah keluar kamar ya selama Aldi pergi,"ucap Aldi.
Rita mengkerucut kan bibirnya mendengar ucapan Aldi, sebenarnya Aldi kasihan dan tak tega, tapi kali ini ia tak membiarkan Rita berkeliaran tanpa pengawasannya.
Setelah memberi dan memastikan Rita mengkomsumsi obatnya, Aldi pun keluar dan mengunci pintu tersebut dari luar.
Air mata Aldi menetes dengan tangan yang gemetar ia mengunci pintu kamar Rita, rasa iba dan tak tega kembali muncul di hatinya karna harus mengurung ibu kandungnya sendiri.
"Maafkan Aldi, Ma."
"Aldi tak bermaksud mengurung Mama, ini semua karna Aldi begitu menyayangi Mama," guman Aldi.
Aldi berjalan sambil menghapus titik air mata yang perlahan menetes.
Sesampainya di meja makan Aira langsung menyodorkan roti tawar beserta aneka selai ke Aldi.
"Bagaimana keadaan mama Mas?"tanya Aira.
"Masih seperti biasa sayang, ia terus menanyakan papa." Papar Aldi. sedih.
Aira tersenyum simpul, "Sudalah mas, ngak usah di bahas lagi jika memang membuat mas Aldi terluka, " ucap Aira seraya memijit lembut di pundak Aldi.
__ADS_1
"Sayang karna sudah ada Mbok Yuyun, mas Aldi tinggal kerja ya, mas Aldi ada meeting." Ucap Aldi.
"Iya Mas, ngak apa juga, mau sampai kapan mas Aldi ngak kerja," papar Aira.
Aldi meneguk habis minumannya.
"Sayang mas Aldi pergi dulu,"ucapnya seraya bangkit dari kursi meja makan.
"Iya Mas,"
"Kamu hati- hati ya di rumah, mas titip anak mas Aldi yang ada di rahim kamu, sama Mama."
"Nanti siang setelah meeting mas Aldi langsung pulang," paparnya.
"Iya hati hati mas," Aira.
Setelah mencium pipi dan perut Aira Aldi berlalu meninggalkan istrinya.
"Hati-hati ya mas!" seru Aira sambil melambaikan tanganya kearah Aldi yang masuk ke dalam mobil.
Perlahan mobil Aldi menjauh dan menghilang dari ekor matanya.
Baru beberapa lama di tinggal Aldi, Rita sudah berteriak-teriak di kamarnya.
"Aldi! Aldi!" Tok tok tok Rita menggedor pintu.
Aira mendengar suara pintu di gedor oleh Rita, namun ia tak berani membuka pintu, sesuai pesan Aldi.
Rita terus menggedor- gedor pintu tersebut hingga suaranya menarik perhatian seisi rumah.
"Mama Mbok, ia mengamuk menggedor pintu tapi mas Aldi melarang Aira untuk membuka kan pintu untuknya," papar Aira.
Tok tok tok pintu terus di gedor malah semakin kuat.
"Mereka berdua merasa ketakutan.
Bagaimana nih Non, apa hubungi mas Aldi saja?"tanya mbok Yun pada Aira.
"Ngak usah mbok, nanti kalau sudah lelah, paling juga mama berhenti sendiri." Aira.
"Oh ya sudah Non, Mbok kedapur ya, mau lanjutin masak." ucap Mbok Yun
"Iya mbok, Aira juga mau istirahat," tutur Aira seraya meregangkan otot-ototnya.
Aira berjalan menuju anak tangga, kemudian ia menuju kamarnya untuk beristirahat.
Rita terus memberontak ingin keluar dari kamarnya.
Berbagai carapun ia lakukan, mulai memukul pintu dengan benda benda yang ada di sekelilingnya.
Rita memukul botol mimuman yang ada di kamarnya ke daun pintu, hingga botol tersebut pecah.
__ADS_1
Prang, serpihan botol mengenai kakinya dan membuatnya luka.
Namun tak sedikit pun ia meringis.
Karna merasa botol tersebut tak bisa di gunakan untuk membuka pintu, Rita membongkar barang-barang di lemarinya akhirnya ia menemukan palu.
Daun pintu di pukulnya beberapa kali dengan menggunakan palu tersebut hingga rusak.
Setelah bisa mencongkel daun pintu, Rita pun keluar dari kamarnya.
Rita mengedarkan pandanganya kesekelingnya, ia bermaksud mencari keberadaan Aldi hingga naik kelantai atas kamarnya.
Saat mendapati kamar Aldi ia pun masuk membuka pintu yang tak terkunci, dan dilihatnya Aira yang sedang tertidur.
"Hey! Siapa kau?!"teriak Rita menghampiri Aira.
Aira terlonjak kaget, matanya langsung membulat sempurna melihat Rita yang seperti ingin menyerangnya.
"Beraninya kau masuk kedalam kamar putraku?!"
"Mama?" Aira berusaha menghindar, ia pun terjun dari atas tempat tidur.
"Ma, ini Aira Ma, istri Aldi." Aira berlari kecil menghindari Rita yang hendak menyerangnya.
Rita semakin tak terkendali, ia pun berlari mengejar Aira.
Aira berlari keluar kamar seraya berteriak karna Rita mengejarnya.
"Tolong!"teriak Aira, tapi tak ada yang mendengar teriakanya.
Rita menyeringai karna bisa mengejar Aira sebelum Aira turun.
Rita menarik-narik rambut Aira, namun Aira berusaha melepaskan cengramanya.
"Kau yang sudah merebut Aldi dari ku! Eng!" Rita mengerang ia semakin kuat menarik rambut Aira.
"Ampun Ma, jangan sakiti Aira Ma, Aira sedang mengandung."
"Is Beranani nya kau!" Rita menyentak nyentak rambut Aira.
"Sakit Ma!" keluh Aira
Aira berusaha meronta melepaskan cengraman Rita, namun Rita semakin kuat mencengramnya, karna tardesak tanpa sadar ia mendorong tubuh Rita hingga Rita tersungkur terguling dari tangga yang paling atas ke lantai yang paling bawah.
Aldi baru saja tiba, melihat Rita yang hendak menyakiti Aira ia pun sedikit berlari menghampi mereka.
"Ha haha, Mama!"teriak Aldi sambil berlari mendekati Rita yang berguling-guling jatuh dari anak tangga.
Aira syok, ia secara tak sengaja mendorong tubuh Rita.
Aldi menangis ia sempat melihat saat Aira menepis tangan Rita hingga tubuhnya terhuyung dan tersungkur.
__ADS_1
"Mama!" Teriak Aldi yang berusaha menyambut tubuh Rita, tapi Rita keburu jatuh hingga ke lantai bawah.
Bersambung, tinggalkan jejak ya reader untuk mendukung author, like komen vote hadiah juga boleh terima kasih.