Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Masa Lalu


__ADS_3

Aira kembali tersadar dan saat itu ia melihat Romeo dan Aldi berada di kedua sisinya.


Kepalanya masih terasa pusing, ia pun mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya, hingga membuat ia pingsan.


Aira coba mengatur nafasnya, dan melawan rasa trauma yang pernah di ajarkan Igun padanya.


Aira menarik nafas panjang dan menghempaskanya dengan perlahan hingga hitungan ketika.


Ia juga harus mensugesti dirinya, bahwa semua hanya masa lalu, dan tak kan terulang lagi dalam hidupnya.


Aira mengambil posisi besila dengan jari tangan yang saling mengunci, seperti posisi Yoga.


Setelah beberapa lama melakukan hal itu sendiri, ia pun bisa menetralisir rasa ketakutanya pada Aldi.


Setelah cukup tenang ia pun kembali tidur.


Aira terbangun lagi, dan keadaan terlihat sepi, tak ada siapa pun berada di kamarnya.


Aira mendengar suara di luar kamarnya, ia pun turun dari tempat tidur dan melepas sendiri infusan nya.


Aira keluar dan melihat Romeo dan Doni yang merokoku kemudian menghampiri mereka.


Keduanya kaget, saat melihat Aira yang keluar dari kamarnya.


"Aira kamu kenapa di sini?" tanya Romeo.


"Bang Romeo, berhenti merokoknya, Aira takut "


"Takut kenapa Aira ?" tanya Romeo.


Aira tak menjawab, matanya hanya berkaca-kaca.


Melihat Aira yang terlihat sedih, Romeo pun mematikan rokok nya.


"Iya, bang Romeo berhenti merokok, jangan kan cuma berhenti merokok, berhenti bernafas juga bang Romeo akan lakukan demi Aira, iya ngak bro?" tanya Romeo ke Doni.


"Iya, Aira suruh saja si Romeo berhenti bernafas, biar cepat mampusnya, ngak nyusahin gue lagi," canda Doni.


Tapi Aira tak tersenyum sedkit pun.


Melihat Aira yang diam mereka berdua berhenti bicaranya.


"Aira, Aira kenapa kok Aira takut lihat abang merokok sih?" tanya Romeo.


Aira melihat kearah Doni dan Romeo.


"Sini Bang, Aira tunjukin sesuatu," Aira pun masuk kembali kekamarnya, ia duduk di atas tempat tidurnya kembali, sementara Doni dan Romeo mengikutinya.


Aira melepas kancing salah satu piyama nya.


"Aira kenapa di buka," cegah Romeo.


"Biar Abang bisa lihat sendiri."


Aira melepas kancing yang kedua, kemudian ia membelakangi Romeo dan Doni.


Aira memperlihat bagian bahu hingga pundaknya.


"Astafirullah hal Azim," ucap keduanya serentak.

__ADS_1


Aira menutup kembali pakaianya.


"Aira, luka bakar itu karna apa?" tanya Romeo.


Doni pun perlahan mendekati Aira dan duduk di samping nya, sedangkan Romeo berada di depanya.


"Luka ini karna sulutan Rokok, Aira terus di siksa sama mereka, jika Aira tak mau menuruti ke inginan mereka," ucapnya gemetaran sambil menangis.


"Aira di cambuk dan di sulut dengan puntung rokok, karna Aira menolak melayani seorang pria, Aira di siksa dan hampir di perkosa, hingga Aira pingsan beberapa kali." tambahnya dengan vibra yang semakin sedih.


Aira menatap keduanya secara bergantian, ia yakin jika Romeo dan Doni mau mendengar curahan hatinya, karna selain mereka, Aira tak punya seorang teman pun.


"Mereka selalu memaksa Aira dan menyiksa Aira, jika tidak menuruti kemauan mereka, setelah di siksa dan beberapa kali pingsan, Aira juga ngak tahu apa sampai saat ini Aira masih perawan," ungkapnya sambil menangis tersebu-sedu.


Romeo memeluk Aira," Kamu tenang saja, selama ada bang Romeo, abang ngak akan biarkan seseorang menyakiti kamu," ucapnya sambil menitikan air matanya.


Romeo dan Doni juga ikut menangis mendengar cerita Aira.


"Benar Aira, bang Doni juga, selama ada bang Doni di dekat Aira, ngak ada yang akan menyakiti Aira," katanya lagi, kali ini giliran Doni yang memeluk Aira.


"Kamu tenang saja, Ngak ada yang akan menyakiti kamu di sini," kata Doni sambil menghapus air mata Aira.


Aira kembali menangis sedih, karna rasa trauma itu, ia kembali teringat dengan masa lalunya yang menyedihkan, padahal selama ini Aira sudah coba melupakan kejadian tersebut dengan susah payah.


Melihat Aira yang menangis sedih, hati Romeo dan Doni tergugah.


"Benar-benar biadab mereka, kenapa Aira tak lapor pada polisi saja?" tanya Doni.


"Kalau Aira lapor, nanti mereka bisa menyakiti bapak Aira."


"Kalau begitu, dua orang yang menusuk bang Romeo itu mungkin ingin menculik kamu Aira, karna kamu berhasil lari dan bisa membongkar rahasia mereka," kata Romeo.


"Mungkin juga Rom, kalau begitu, Aira pasti masih di intai sama mereka, itulah sebabnya kenapa Aldi melarang Aira keluar rumah," ungkap Doni.


Aira diam sejenak, kemudian ia melirik ke arah Doni dan Romeo.


"Aira takut, apa yang di lakukan sama Mas Aldi pernah Aira alami, Aira hampir di dibawa ke Amerika dan akan di jual disana, Aira juga sering mendapat pelecehan dari beberapa lelaki yang mengunjungi tempat itu, itu semua membuat Aira takut, " ucapnya sambil menangis.


Mereka berdua saling merilik, antara Doni dan Romeo, mereka begitu simpati terhadap Aira, kehidupan gadis itu terlalu keras, bahkan mereka sendiri tak sanggup membayang kan bagaimana Aira bisa bertahan dalam mempertahan kan harga dirinya.


Mereka juga salut kepada Aira, ia rela disiksa hanya demi mempertahankan kehormatanya, Aira gadis tak mau di lecehkan.


"Sekarang kamu istirahat saja Aira, biar bang Doni dan bang Romeo yang menjaga kamu di sini," kata Doni.


"Iya Aira kamu percaya saja sama kami, kami semua sayang sama kamu, dan akan melindungi kamu," ucap Romeo sambil membelai rambut Aira.


Aira memperhatikan sekelilingnya dan melihat tak ada Aldi.


"Mas Aldi mana bang? Aira mau pulang,"


"Aldi pulang sebentar, kamu kenapa mau pulang?" tanya Doni yang menghampirinya kembali


"Aira ngak mau merepotin mas Aldi lagi," Ia pun menangis.


"Kehadiran Aira hanya menyusah kan kalian saja , Aira rasa nya ngak mau hidup lagi, Aira pingin mati aja," ucapnya sedih.


"Ngak usah gitu Aira, bang Romeo sayang sama Aira," kata Romeo sambil mencium pipi Aira.


Romeo pun memeluk Aira kembali, kali ini ia merasa benar-benar menyayangi gadis itu dengan tulus.

__ADS_1


Melihat tingkah Romeo, Doni merasa kesal meski ia tahu jika kali ini Romeo serius, dan ia tak pernah melihat Romeo terharu hingga meneteskan air mata.


"Aduh sempet-sempet nya lagi lo Rom," sungut Doni pelan.


"Pagar makan tanaman," cetusnya kembali.


Tapi Romeo tak perduli, ia tetap mengusap kepala Aira yang berada di sampingnya, hingga Aira terlelap kembali.


Setelah Aira tidur baru lah Romeo beranjak dari tempat duduknya semula.


"Eh Rom, gue udah bilang sama elo kan, jangan sentuh Aira lagi, dia itu calon istrinya Aldi."


"Gue terharu Don, mendengar cerita Aira, baru kali ini ada perempuan yang bisa nyentuh hati gue, gue nyesel karna sudah sering mempermainkan perasaan perempuan," ucap Romeo lirih.


"Ah jadi lo mau tobat sekarang Rom?"


"Kayak nya," sahut Romeo.


"Masih kayaknya, yang bener bro, tobat ya tobat, ngak usah kayaknya, lagiaan gue udah bilang sama loh dan Aldi kan, jagan mainin perasaan perempuan, jangan mentang menang kalian punya wajah ganteng, duit banyak, banyak yang suka, trus kalian manfaatin, kalian pacarin setelah bosan dan dapat yang baru kalian putusin yang lama, ingat bagaimana jika wanita yang loh sakitin itu orang yang lo sayangi, pasti lo ngak terima kan, "


"Iye bro, gue sadar, sekarang cuma ada satu wanita di hati gue, Aira," ucapnya santai.


"Eh Rom, Aira itu punyanya Aldi, mendingan loh cari perempuan lain saja, ngak usah sama Aira, sebelum loh terlanjur cinta sama dia, Doni"


"Tapi gue emang sudar terlanjur cinta sama Aira Don," ucapnya serius.


Sudalah Rom, lo bisa cari perempuan lain, ngak baik merebut milik orang lain, apalagi punya sahabat loh sendiri, mending kamu buang jauh-jauh perasaan kamu, karna jika lo masih menyimpan hati untuk Aira, lo bakal tersiksa sendiri," tampah Doni lagi.


"Ya gue usahalah, bagaimana caranya, agar Aldi tak jadi menikahi Aira," tambah nya.


"Ah kemaren loh yang maksa Aldi untuk menikahi Aira, sekarang loh mau mencegah pernikahan mereka, makanya Rom, sebelum mengerjakan sesuatu mikir, nhak usah berbuat seenak dekul loh saja, akhirnya loh, menelan ludah yang udah loh buang kan," kata Doni sambil menunjuk Aldi.


"Terserah apa kata lo," jawab Romeo, ia kembali duduk di samping Aira.


***


Aldi berada di depan rumah Tari, karna kemaren ia tak sempat menjelaskan kepada Tari.


Tari keluar dan menghampiri Tari dengan malas, Mau apa kamu kesini, bukanya kita sudah putus?" ucap Tari jutek.


Aldi menarik tangan Tari, ia pun menuntun Tari untuk duduk di kursi yang ada di teras tersebut.


"Yank kamu ngak usah marah gitu dong Yank, kamu denger dulu penjelasan aku."


"Penjelasan apa lagi, jelas-jelas kamu itu mau selingkuhin aku dengan Aira, sampai kamu mau berbuat mesum sama dia kan?" Tari.


"Aku ngak bermaksud begitu, Aira itu salah paham, aku ngak mau dia terlalu dekat dengan Romeo, kamu tahu sendiri Romeo kayak apa." bujuk Aldi.


"Yank, percaya Yank aku cuma cinta sama kamu," tambahnya lagi.


"Nih aku punya yang spesial buat kamu," Aldi pun mengeluarkan sesuatu dari tasnya yang ternyata kalung dengan liontin berbentuk hati dengan inisial RM ( Reynaldi dan Mentari)


Aldi pun mengenakan kalung tersebut pada Tari, dan seketika Tari pun tersenyum.


Yes, ngak jadi putus, batin Aldi .


Aldi tersenyum puas, kali ini ia bisa membujuk Tari kembali.


jangan lupa like dan komen vote dan hadiahnya, biar author semakin semangat up nya.

__ADS_1


Mampir di novel author yg lain yuk, dengan cerita yg lebih seru



__ADS_2