
Pesta semakin meriah karna kehadiran tamu, satu persatu tamu naik keatas pelaminan untuk memberi selamat kepada kedua mempelai.
Ranti naik keatas panggung beserta puluhan wanita lainya, mereka semua tergabung dalam club mantan Romeo.
Setelah menyalami kedua orangbtua mempelai, puluhan gadis seusia mereka berderet mengantri untuk bersalaman seraya mengucap selamat kepada pasangan kontroversi tersebut.
Pasalnya tak ada yang menduga jika Romeo menjatuhkan pilihan pada wanita yang selalu klise dengannya tersebut.
Apalagi ternyata mereka baru tahu jika Aldi ternyata saudara dari Tari.
Tari mengenal wanita-wanita tersebut, seketika ia menelan ludahnya melihat kengerian, karna ia melihat sekumpulan wanita cantik yang ternyata semuanya adalah mantan pacar sang suaminya.
"Rom loh sengaja ngundang mereka semua?"tanya Tari sambil bergidik ngeri.
"Iya, biar mereka tahu kalau diantara kesekian banyak wanita yang pernah singgah di hati gue, pilihan gue jatuh pada loh Tar, "
Ujar Romeo.
"Ih loh so sweat banget Rom," ucapnya sambil tersenyum nyengir kearah Romeo.
Satu persatu wanita tersebut memberi selamat kepada kedua mempelai, ada yang berucap dengan tulus ada pula yang berucap dengan perasaan dongkolnya.
"Selamat ya Rom," ucap Ranti kepada Romeo.
"Terima kasih ya sudah hadir, " balas Romeo.
Setelah mengucap selamat ke pada Romeo, Ranti pun bealih kepada Tari dengan ucapan ketus,Ranti mengucap selamat kepada Tari.
"Selamat ya,.Tar,"ucapnya dengan nada sinis.
Dan Tari pun membalas dengan ucapan yang tak kalah ketus.
Waktu terus berlalu setelah berdiri selama kurang lebih tiga jam dengan sepatu heelnya, Tari merasa begitu lelah, untung saja mereka sudah berada di penghujung acara.
Selanjutnya pihak keluarga menyarankan untuk mengadakan pesta dansa.
Hanya untuk kalangan dan tamu tertentu yang masih berada di tempat tersebut.
Mendengar pesta dansa, Tari yang merasa lelah seakan merasa bugar kembali.
Musik dansa pun di putar melaui audio ruangan tersebut, dan masing-masing mereka pun bersiap dengan pasanganya masing-masing.
"Sayang ayo kita berdansa," ajak Aldi kepada Aira.
"Aira ngak bisa dansa Mas, "ucap Aira.
"Oh, kamu tinggal mengikuti gerakan mas Aldi saja," ujarnya.
Ehm, Aira menaikan bola mata hitamnya keatas mempertimbangkan keputusanya.
"Ok Mas,"sahut Aira.
Beberapa puluh pasang pedansa sudah masuk di lantai dansa.
Selain kedua mempelai, Doni dan Dasti pun ikut dansa.
__ADS_1
Begitu pun Maya dan Satria, juga Hadi dan Suci, tak ketinggalan ibu hamil yaitu Nadira dan Igun.
Alunan musik Beautiful in white, adalah deretan pertama lagu yang di putar untuk menemani mereka berdansa.
Tari melingkarkan lenganya ke leher Romeo, sementara Romeo melingkarkan tanganya pafa pinggang Tari.
Keadaan mereka begitu dekat,detak jantung Tari memacu cepat, saat mentap mata teduh suaminya.
Ia merasa bahagia, karna telah resmi menjadi istri Romeo, meski ia harus sedikit bersabar atas sikap dingin Romeo terhadapnya, setidak perjuanganya selama ini tidak sia-sia, ia juga yakin jika suatu saat nanti Romeo akan mencintainya dengan tulus.
Tari merebahkan kepalanya pada dada bidang Romeo sembari tersenyum bahagia, karna kini Romeo membalas pelukannya, mereka menghayati lagu sembari berdansa.
Aldi dan Aira juga melalukan dansa, bahkan seolah takut kehilangan istrinya, berkali-kali Aldi mengecup kening sang istri.
"Mas Aldi ngak bosan ya, mencium Aira sampai ratusan kali setiap hari?"tanya Aira.
"Ngak kok, emang Aira bosan ya di cium terus?"Aldi balik bertanya.
"Hm, enggak lah mas, Aira hanya takut jika suatu saat mas Aldi merasa bosan karna kita terlalu sering melakukanya,"ujar Aira yang terlihat kecemasan pada tatapan matanya.
"Ngak lah sayang, cinta yang membuatnya tak merasa bosan, seperti kebiasaan yang sudah mendarah daging mana bisa bosan, seperti setiap hari kita makan nasi, ngak akan terasa bosan, bahkan kalau ngak makan sehari tubuh terasa lemas, seperti itulah perasaan mas Aldi, kamu adalah penyemangat hidup Mas Aldi, " ucapnya sambil kembali mengecup bibir Aira.
Aira tersenyum berbinar sambil merebahkan kepalanya pada dada bidang Aldi.
"Aira bahagia mas, karna bisa mengenal dan memiliki mas Aldi," ucapnya haru.
"Mas Aldi juga bahagia sayang,.mas Aldi tak pernah mencintai dan menyayangi seseorang seperti mas Aldi menyayangi Aira,"balas Aldi.
Mereka pun saling mendekap dalam buain musik dansa.
"Aldi!" Seru Aura yang kini berada di hadapan mereka.
Seketika ia pun melepas pelukannya terhadap Aira.
"Aku mau bicara tentang mama kamu, aku tahu keberadaannya," papar Aura tanpa di tanya.
"Mama? Kau tahu di mana mama ku sekarang?"tanya Aldi bahagia.
Em, Aura mengangguk pelan, "Aku akan memberi tahu dimana mama kamu berada hanya jika kamu mau berdansa dengan ku,"ucap Aura ketus sambil memicingkan matanya pada Aira.
Aldi menjadi dilema, ia tak ingin meninggalkan Aira, tapi ia juga penasaran dan khawatir tentang keadaan Rita.
"Baiklah kalau kau tak setuju dengan tawaran ku," aku pergi saja, ucap Laura yang seperti mendesak Aldi.
Eh tunggu. Aldi menarik tangan Aura.
"Baik lah,"ucap Aldi.
Aira menjadi sedih sekali.
Aldi mendekati Aira," Sayang Mas tinggal sebentar ya," ucap Aldi seraya mengecup kening sang istri dengan lekat.
Aira mengangguk pelan.
Sementara Aura ia merasa senang karna jebakan pertamanya berhasil.
__ADS_1
Aira mundur dari lantai dansa dengan wajah yang sedih.
Tanpa menunggu lagi Aura langsung memeluk Aldi.
"Ayo Di peluk aku,"ucapnya.
Aldi menarik nafas panjang seraya menghempaskanya, jika saja bukan karna ingin mengetahui keadaan ibunya, Aldi tak mungkin mau melakukan semua ini, apalagi ia tahu Aira pasti merasa sakit melihatnya memeluk Aura.
"Katakan pada ku Laura di mana ibuku?"tanya Aldi ketus.
"Hm, ha ha ha, kenapa tergesah-gesah sih Rey, aku juga bisa memberi mu kehangatan yang kau butuh kan," ucap Aura dengan senyum menyeringai.
"Katakan secepatnya jika tidak aku tak bisa melanjutjan ini,"
ucap Aldi tegas.
Mama kamu ada di suatu tempat Rey, dia tak ingin kau hubungi karna ia sedang marah pada mu,.ia menghubungiku ,.ia tak kan mau bicara pada mu, sebelum kau setuju untuk menikah dengan ku, ucap Aura enteng.
"Apa?tak mungkin mama ku sampai seperti itu, pasti kau hanya mengada ngada." Sergah Aldi, ia pun melepaskan pelukanya dan sedikit menjauh dari Aura.
Aura merogoh tasnya untuk meraih handphonenya,ia pun menunjukan pesan dari aplikasi chat dari Rita.
"Nih kalau kau tak percaya," tunjuk Aura di depan mata Aldi.
Aldi membaca pesan tersebut.
"Baiklah jika mama ku bersih keras, biarkan saja dia, yang jelas aku takan bisa menikahimu,"ucap Aldi sambil berlalu dari Aura.
Aura memicingkan matanya,.ia begitu kesal terhadap sikap dingin Aldi.
"Baiklah jika tidak bisa cara halus, akan ku paksa kau untuk menikahiku." Aura.
Aura melangkah meninggalkan tempat tersebut.
Sementara Aldi kembali menemui istrinya yang berada di sudut ruangan.
Aira menitikan air matanya,ia tak sanggup melihat suaminya memeluk wanita lainya.
Aldi menepuk pelan pundak Aira, Aira pun menoleh dengan titik air mata yang masih menempel di pipinya.
"Sayang,mas Aldi hanya sebentar pergi, kamu sudah nangis seperti ini," guman Aldi.
"Aira cemburu jika melihat mas Aldi dekat dengan Aura, Aura itu kan cantik sekali, Aira hanya takut mas Aldi akan tergoda dengan kecantikanya, " ucap Aira terbata-bata.
"Aldi merangkul Aira, Tapi bagi mas Aldi, kamu adalah wanita yang paling cantik di dunia ini," ucap Aldi sambil mengecup kening sang istri.
"Benarkah?"tanya Aira.
"Iya sayang, kalau mas mau nikah dengan gadis itu, itu sudah mas lakukan bahkan sebelum kita menikah," Papar Aldi.
Aira pun melepaskan pelukanya, seraya tersenyum kearah Aldi.
"Ayo kita dansa lagi," ajaknya sambil menyapu lembut pipi Aira yang basah oleh air mata tersebut.
bersambung dulu ya, jangan lupa saranya ya, like dan komen juga karna episode berikutnya episode malam pertama, kalian mau yg hot hot pop sampai basah atau hot komedi, di tunggu saranya ya.
__ADS_1