Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Di frank


__ADS_3

Aira sudah menjerit, dan meronta-ronta saat Aldi membuka paksa bajunya, ia pun menangis sejadi jadi nya.


Aira tak ingin melakukanya bersama Aldi, karna sudah ada benih cinta untuk Romeo di hatinya.


"Tolong lepasin Aira Mas," ucapnya sambil menangis terisak.


Aldi tersenyum puas melihat Aira begitu kukuh mempertahan kan kehormatanya, jujur saja ia khawatir, karna selama ini Aira terlalu dekat dengan Romeo.


Aldi takut Aira hanya di manfaatkan Romeo.


Aira menangis, meringkuk kedinginan.


Aldi melepaskan cengramannya.


"Baik Aira, kali ini kamu Mas Aldi lepaskan tapi jika kau mengulangi kesalahan mu lagi, Maka Mas Aldi akan melakukan nya dengan cara yang lebih kasar," ucapnya tepat di depan wajah Aira.


Aira meringgkuk, selain kedinginan ia juga trauma, karna dulu ia pernah hampir di perkosa.


Aira bangkit dari tempat tidur Aldi dan keluar dari sana dengan langkah yang gontai.


Aira pun masuk dan mengganti baju, saat itu Heru yang baru pulang dan naik kelantai atas melihat keadaan Aira yang keluar dari kamar Aldi.


Aira seperti di perlakukan tak wajar oleh Aldi.


"Aira, kamu kenapa?" tanya Heru.


Aira mengeleng lemah, dan seketika ia pun tumbang di hadapan Heru.


"Aira kamu kenapa ?" tanya nya, sambil menyambar tubuh Aira yang terkulai.


Heru melihat baju yang di kenakan Aira robek, dan wajahnya pucat dengan rambut yang tak beraturan, apalagi ia melihat Aira keluar dari kamar Aldi.


Heru menganggkat tubuh Aira dan membawanya kekamar.


"Aira kamu kenapa ?" tanyanya panik.


"Mbok Jum, Mbok Jum," panggil Heru


Seketika Mbok Jum pun tergesa-gesa menghampiri Heru di dalam kamar Aira.


"Ada apa Mas Heru ?" tanya Mbok Jum.


"Mbok tolong ganti baju Aira, lihat apa ada kekerasan yang terjadi padanya, terutama bagian intim nya," ucap Heru.


"Iya Mas," Mbok Jum pun bergegas melakukan apa yang di perintahkan oleh Heru.


Ia menggantikan pakaian Aira dan memperhatikan bagian tubuh Aira, sepertinya tidak ada masalah, ia pun membuka underwearnya dan semuanya bersih, tanpa noda sedikit pun.


Heru masuk kekamar Aldi.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan sama Aira sampai Aira seperti itu Aldi ?" tanya Heru emosi.


"Aira? ngak gue apa-apain juga," jawabnya santai.


"Tapi kenapa aku melihat Aira keluar dari kamar kamu dalam keadaan kacau, siapa lagi yang melecehkanya selain kamu, baju Aira itu sampai robek," ucapnya semakin emosi.


"Ngak jadi gue apa-apain, belum di sentuh udah nangis dan menjerit-jerit duluan tuh anak," jawabnya santai.


"Oh berarti benar dong kamu yang membuatnya seperti itu, sekarang kamu tanggung jawab, Aira sampai pingsan," sahut Heru kesal.


"Pingsan, kok bisa?" ia pun keluar dari kamar dan menuju kamar Aira.


Mbok Jum sudah selesai mengganti kan baju Aira.


"Bagaimana mbok ? apa Aira baik-baik saja?" tanya Heru.


"Baik-baik saja Mas, ngak ada apa-apa," jawab Mbok Jum.


"Tuh kan orang ngak gue apa-apain kok" sahut Aldi.


"Oh ya mas, sepertinya Non Aira demam Mas, suhu tubuhnya 38 derajat celcius." kata si Mbok.


"Demam ?" kalau gitu ambil obat mbok, berikan Aira obat dulu," titah Heru.


"Baik Mas," jawab si mbok.


"Aldi kamu jaga Aira, tapi jangan macam-macam kamu, kalian belum sah, dan pasti karna kamu dia jadi seperti itu."


Aldi terpaksa begadang menjaga Aira, ia pun berbaring di sampingnya.


Aldi meraba suhu tubuh Aira yang teraba hangat, ia mengambil kompres dan menempelkan nya ke kening Aira.


"Aira, Aira, belum jadi bini aja udah nyusain gue lo, gimana kalau udah jadi bini," gerutunya sambil memasang kompres di kening Aira.


***


Sementara itu.


Romeo sampai di rumahnya, senyum terlukis di wajahnya saat itu, ia pun bersiul.


Nadira melihat kedatangan Romeo ia pun segera menghampiri Romeo, dan langsung kaget karna melihat wajah Romeo yang memar.


"OMG, Romeo ada apa dengan kamu, muka biru lebam, baju basah semua, kamu ngapain sih, pasti beranten gara-gara perempuan itu lagi ya?" tanya Nadira.


Ia pun menghadang Romeo yang ingin menaiki tangga.


Nadira melihat wajah Romeo yang memar dan merabanya," Apaan sih Kak, gue ngak apa-apa kok," katanya menepis tanggan Nadira.


Romeo kembali kekamarnya dan mengganti baju nya, tak lama Nadira membawa kompres untuk mengobati luka lebam Romeo.

__ADS_1


"Sini kakak oles saleb," katanya sambil mengoles salap tersebut ke bagian wajah Romeo.


"Kamu kenapa sih Romeo, Kakak khawatir banget sama kamu, akhir-akhir ini kamu tuh berubah banget, kamu jarang keluar, sekalinya keluar terluka parah seperti ini," kata Nadira sambil menyapu saleb di wajah adik kesayangannya.


"Aku ngak apa-apa kok Kak, udah sana aku mau tidur," tukasnya, ia pun menarik selimut dan pura-pura memejamkan matanya.


Nadira keluar dan menutup pintu kamar Romeo.


Romeo masih teringat dengan adegan yang terjadi antara ia dan Aira.


"Kok gue jadi baper gini yah, padahal gue kan sering melakukanya sama cewekcewek gue yang lain," katanya pada diri sendiri.


"Padahal tadinya gue cuma mau bikin Aldi cemburu, biar dia ngak semena-mena sama Aira, tapi ngapain juga gue peduli sama Aira, dia bukan saudara, bukan pacar, kenapa gue ngak terima ya kalau Aira di sakitin, padahal selama ini gue yang suka permainin perasaan cewek," ucapnya pada diri sendiri.


Romeo menggelengkan kepalanya sendiri


"Apa gue suka ya sama Aira? Ah tapi ngak mungkin lah, dia kan bukan selera gue," tambahnya lagi.


Romeo pun memejamkan matanya.


***


Karna sudah larut malam, mata Aldi pun mengantuk, ia pun meraba tubuh Aira yang panas, dan saat itu terdegar gemicik gigi Aira yang kedinginan, ia pun menggigil.


"Wah Aira kenapa kalau dekat gue suka gitu ya, ada aja alasanya minta peluk," katanya pada diri sendiri, ia pun tersenyum mesum.


Aldi pun menyelimuti Aira dengan selimut tebal kemudian memeluknya.


Aira masih menggigil, tapi dalam keadaan tak sadar.


"Aira bangun Aira," ia pun menggoyang-goyangkan tubuh Aira, tapi ia masih belum sadar, dalam tidurnya Aira mengigau ia memberontak, tangan dan kakinya, bergerak-gerak tak bearturan.


"Aira sadar, Aira," kata Aldi sambil menggoyang tubuh Aira.


Beberapa lama berlalu setelah mengigau, Aira kembali tidur, kini ia tidur dengan lelap karna Aldi memeluknya.


"Maafkan Mas Aldi ya Aira, Mas tidak bermaksud memaksa kamu melakukanya, Mas hanya ingin menggertak kamu dan menakuti kamu agar kamu menjauh dari Romeo." ucapnya pada Aira.


Melihat Aira yang tertidur pulas, Aldi semakin iba, ia juga tak mengerti tentang perasaanya.


Aldi merasa mencintai Tari, tapi ia juga tak mau melepaskan Aira, Aldi sebenarnya kesal pada Aira, tapi entah kenapa wajah polos Aira selalu membuatnya tak tega.


Seperti Heru yang menyayangi Aira, begitu pun Aldi, jauh dari lubuk hatinya, ia merasa sayang dan cemburu saat Aira dan Romeo bersama.


Aldi pun kembali menarik selimut dan membagi nya bersama Aira, ia pun tidur sambil memeluk Aira, dan Aira tak merasa kedinginan lagi.


Mereka sama-sama merasakan hangat, dan melalui malam berdua kembali.


Hai para reader, mampir ke Ig author yuk Lucyv146, disana ada banyak video singkat yang menceritakan kisah dari novel, para author2 kece noveltoon. banyak video dan visual yang bikin kamu baper parah, mau India ada, korea dan cina ada, visual dari indonesia juga aja, di jamin suka deh, author tunggu ya.

__ADS_1


jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya. lope u all


__ADS_2