
Doni menghampar tikar untuk mereka, sedangkan Romeo pergi kedapur untuk mengambil peralatan makan.
Setelah semua siap, Tari melepas pengait rantang, dan saat penutup rantang terbuka, mereka bisa mencium aroma yang menggugah selera dari masakan tersebut.
"Hm dari baunya saja sudah menggoda," cetus Doni yang seperti tak sabar untuk mencicipi makanan tersebut.
Mereka pun membuka penutup rantang hingga terlihat lah isi dari rantang tersebut.
"Wow, banyak banget Tar, sepertinya enak," ucap Doni sambil mengaut nasi ke dalam piringnya.
"Iya dong, ini gue yang masak loh, spesial untuk kalian berdua," ucap Tari sambil menyodorkan rantang tersebut ke pada Doni dan Romeo.
Melihat Romeo yang hanya diam, Tari berinisiatif menarik piring Romeo dan mengaut nasi untuknya.
"Ngak usah repot Tar, gue bisa sendiri kok," ujar Romeo merasa sungkan atas perlakuan istemewa Tari terhadapnya.
"Udah, loh jangan sok cool ya Rom, biarin saja Tari melakukan tugas nya sebagai calon istri! Iya ngak Tar?" Doni.
Tari tersenyum sambil menyodor kan piring yang sudah terisi nasi kepada Romeo.
"Silah kan Rom, ini gue masak khusus buat loh,"ucap Tari spontan.
Romeo tersenyum sambil mengganggukan kepalanya," Terima kasih ya, seharus nya loh gak usah repot Tar," ucap Romeo sambil menyendok orak-arik tempe.
"Ngak kok, gue memang ingin belajar masak dari sekarang, biar nanti kalau sudah menikah, gue bisa jadi ibu rumah tangga yang baik, " papar Tari.
Romeo dan Doni tersenyum mendengar ucapan Tari," Jadi loh kalau sudah menikah mau ngurus rumah tangga saja gitu? Ngak pingin kerja?" tanya Doni sambil mengunyah makanan nya.
"Iya Don, gue akan fokus mengurusi suami dan anak-anak gue," sahut Tari sambil menggigit bibir bagian bawahnya karna ia sedikit malu melihat Romeo yang tersenyum.
"Wow, so sweat nya, kalau gitu biar gue aja yang nikahin loh Tar, biar tiap hari gue makan enak," ujar Doni sambil tersenyum kearah Romeo.
"Dengerin tuh Rom, kalau loh nikahin Tari, setiap hari loh di kasih makanan enak sama dia, udah cantik, pintar masak pula, perfect banget lah pokoknya," tambah Doni menyanjung Tari di depan Romeo.
Tari merasa senang karna baru kali ini Doni menyanjung dirinya di depan Romeo.
*Memang benar kata simbok, masakan bisa mengubah seseorang, lihat saja Doni, dikasih makan enak, dia jadi jinak, apalagi Romeo nantinya uh.. senangnya melihat yang tersayang begitu menikmati masakan ku* batin Tari
Romeo tersenyum kearah Tari sambil menikmati hidangan yang memang menurutnya enak tersebut.
"Loh ngak makan Tar?" tanya Doni yang melihat Tari tersenyum memperhatikan Romeo, hingga membuat Romeo salah tingkah.
"Udah, Romeo nya jangan loh lihatin terus Tar, ntar malu dia, ngak jadi nambah deh," ucap Doni yang kembali mengaut nasi nya kedalam piring.
"Ah dasar loh saja yang mau nambah," sahut Romeo.
__ADS_1
"Habisnya enak sih Rom, ntar kalau kalian sudah menikah, sering-sering ngundang gue makan ya," cetus Doni.
"Iya, "sahut Romeo spontan.
Kata-kata spontan dari Romeo kembali membuat Tari tersanjung, hari ini ia merasa begitu bahagia, karna sepertinya Romeo sudah mulai menerima kehadiranya.
Selesai makan, Tari tak langsung pulang, ia masih di bengkel untuk menemani Romeo.
Mereka pun ngobrol bersama.
"Keadaan loh bagaimana ?" tanya Tari yang melihat masih ada luka memar di wajah Romeo.
"Ngak apa kok Tar, gue sudah biasa kok, dari SMA gue udah sering berantem, jadi ngak ada yang perlu di khawatirkan, biasalah cowok," paparnya.
"Bagus lah kalau seperti itu, gue begitu khawatir sama loh Rom," ucap Tari.
Romeo hanya tersenyum simpul, entah kenapa saat bersama Tari,
dirinya merasa canggung, padahal sebelum mereka menjalin hubungan, mereka sering kali bertengkar atau ribut kecil setiap kali bertemu.
Pada awalnya, menurut Tari, Romeo itu cowok yang mengesalkan, suka usil dan jahil banget, ia ingat banget ketika pertama kali mereka bertemu dan pertama kalinya juga ia menampar cowok di kampus.
Dan menurut Romeo, Tari itu cewek paling galak, ngak ada yang menarik darinya.
Saat pertama mereka ospek, mereka semua di wajibkan menggunakan pakai serba putih, bagi cowok celana putih dan Kemeja panjang putih, sedangkan cewek menggunakan rok putih selutut dan kemeja putih.
Karna Romeo dan Doni sudah jahil sejak SMA dan mereka bertemu lagi saat di bangku kuliah, kejahilan mereka pun menjadi-jadi.
Selain terkenal suka menggoda cewek kampus, mereka juga sering mengintip pakaian dalam cewek-cewek melalui cermin yang di letakan di sepatu mereka.
Hari itu Tari sudah curiga dengan kegiatan Doni dan Romeo yang selalu berada di depan pintu masuk ruangan kelas mereka.
Saat itu Romeo bertugas menjulurkan kakinya ketika ada mahasiswi yang melintas sambil menyebutkan salah satu warna.
"Hitam Don," sebut Romeo.
"Ok hitam, " sahut Doni.
Saat seorang mahasiswi lewat di depan pintu,.Romeo kembali menjulurkan sepatunya yang sudah di pasangi cermin untuk mengintip pakaian dal*am para mahasiswi tersebut.
"Pink Don!" Sebutnya kepada Doni yang ada di seberang nya.
"Oke pink, udah tiga yang pink Rom, lanjut." Sahut Doni.
Mahasiswi yang lain tak menyadari kenakalan Doni dan Romeo tersebut, mereka lewat tanpa curiga sedikit pun.
__ADS_1
Tibalah seorang gadis yang bernama Dina yang lewat, Dina merupakan salah satu cewek cantik di kampus tersebut, saat ia lewat tanpa ragu Romeo menjulurkan kembali sepatunya.
"Merah, Don!, perasaan kemaren dia juga pakai CD merah, apa ngak di ganti kali Don?" tanya Romeo kepada Doni dengan nada bercanda.
"Iya kali Rom,"sahut Doni sambil tertawa terkekeh.
"Asem Dong," sahut Romeo yang di sambut gelak tawa mereka.
Mereka pun berhenti tertawa, ketika melihat kedatangan Tari, Tari merupakan cewek galak di kelas mereka,.selama melakukan aksi nakalnya, mereka belum pernah berhasil melihat warna CD dari Tari.
"Eh si Tari tuh, hari ini kita harus berhasil melihat warna PD nya," ucap Romeo.
"Tapi loh hati-hati Rom, kalau ketahuan lo bisa mampus,.kita, dia kan jutek banget," Doni memperingatkan.
"Iye tenang saja, serahkan pada Romeo." Ucapnya dengan yakin.
Tari semakin mendekat keraah mereka, Romeo sudah bersiap mengambil posisi.
"Hai cewek kenalan dong, "ucap Romeo sambil menyodorkan tanganya.
Tari menatap Romeo dengan wajah sinisnya, karna ia tahu perbuatan yang mereka lakukan.
Tari pun berhenti sejenak, saat Romeo hendak menjulurkan sepatu yang ada cerminnya tersebut, Tari menginjak sepatu Romeo dengan sepatu pantopelnya, hingga cermin tersebut pecah, tak hanya itu, Tari yang emosi langsung mendarat kan bokem mentah ke wajah Romeo, Karna tak ada persiapan Romeo pun tersandar
Pada dinding dan kembali mendapatkan tamparan keras berulang dari Tari.
"Eh lo apaan sih?" Tanya Romeo yang emosi.
"Loh yang apaan?.sekali lagi loh berani berbuat kurang ajar seperti itu lagi, gue akan lapor lo ke Dekan langsung, biar loh di keluarkan langsung dari kampus ini!" Cecar Tari.
"Coba saja kalau loh berani? Gue yang akan bikin loh keluar duluan dari kampus ini!"Romeo
"Gue ngak takut sama cowok manja kayak loh ya, yang ada gue muak dengan loh cuihh, sok kegantengan loh" cecar Tari sambil membuang ludahnya.
"Eh emang gue ganteng, masalah buat loh, atau jangan-jangan loh naksir sama gue?!" Cecar Romeo sambil meraba wajahnya yang terkena bogem mentah.
"Naksir sama elo? Eh biar kata cuma tinggal lo cowok di dunia ini, gue ngak akan sudi jadi pacar loh, mending gue jomlo seumur hidup," ucap Tari sambil mendorong tubuh Romeo hingga jatuh ke lantai.
Tari berlalu dari mereka, keributan tersebut mengundang perhatian orang yang berada di sekitar mereka, hingga banyak yang menonton, sejak saat itu Romeo dan Tari jadi musuh bebuyutan.
Doni menelan salivanya, melihat Romeo di hajar habis-habisan oleh seorang perempuan , bukanya tak bisa melawan Tari,.tapi mereka berdua punya prinsip untuk tidak berlaku kasar terhadap wanita.
Dan permusuhan mereka sedikit mereda saat Tari menjalin cinta bersama Aldi, meski bertahun-tahun kejadian tersebut terjadi, namun tetap saja Romeo dan Tari tak pernah akur, hinga benih cinta yang tumbuh di hati Tari, bisa membuat mereka bersahabat bahkan sempat berpacaran, dan saat ini mereka juga akan di jodohkan, begitu lah takdir yang menggariskan kisah mereka.
Sampai di sini dulu ya reader.
__ADS_1