Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Reuni


__ADS_3

"Ayah Bunda, Alia sudah siap!"serunya.


Mereka pun melepaskan pelukannya.


"Ehm, di tunda lagi sayang," ucap Aldi sedikit berbisik.


Aira hanya tersenyum simpul melirik Aldi sementara Alia heran melihat kedua orang tuanya menjadi salah tingkah.


"Ayo sayang," ajak Aira seraya menarik tangan mungil putrinya.


"Bunda bekalan Alia sudah siap?" tanya Alia.


"Sudah sayang, " ucapnya.


Mereka pun masuk kedalam mobil.


"Ngak kerasa ya sayang, anak kita sudah sekolah saja, andai saja kita tak pernah terpisah sebelumnya, aku pasti semakin bahagia menyaksikan tumbuh kembang putri kita, " ujarnya seraya menyesali waktu yang telah berlalu.


"Tenang saja Mas, aku sudah mengumpulkan foto Alia dari dia baru lahir sampai sekarang , fotonya aku jadiin satu Album, karna aku pikir suatu saat nanti kamu pasti ingin melihat tumbuh kembang anak kamu," ucap Aira.


Aldi tersenyum dengan mata yang berembun meraih tangan Aira.


"Kamu memang pengertian, aku benar-benar ngak mau berpisah lagi dengan kalian, biarlah maut saja yang memisahkan kita," ucap Aldi dengan air matanya yang menggenang.


"Iya Mas, semoga saja hanya maut yang akan memisahkan kita," imbunya.


Aldi meraih tangan Aira dan mencium punggung tangannya, Aldi merasa trauma melihat rumah tangga kedua orang tuanya,ia juga tak ingin anaknya punya ayah sambung atau pun ibu sambung, baginya cukuplah Aira dan Alia yang ia miliki meski sebenarnya ia mampu untuk mencari istri yang lain.


***


Romeo keluar dari mobilnya kemudian membuka pintu mobil untuk kedua putranya.


"Ghael! Papa ngak mau di panggil kembali ke ruangan kepala sekolah, jadi kamu jangan ulangi kesalahan kamu!"ancam Romeo kepada putranya.


"Iya Pa," dengus Ghael.


"Lagian kenapa sih kamu metik semua kembang yang ada di taman sekolah bikin malu saja," dengus Romeo.


"Pa, Bang Gael metik kembang sekolah untuk ngerayu cewek-cewek yang ia taksir Pa, "papar Farel polos.


"Hah apa?!"tanya Romeo kaget.


"Diam loh!" seru Ghael seraya melototkan matanya kearah Farel.


Ehm buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kok Ghael makin hari makin mirip gue ya, kecil-kecil saja sudah playboy.batin Romeo.


"Eh Ghael, kalau mau jadi playboy modal dikit dong, masa kembang sekolah semuanya kamu petik untuk merayu cewek, masih bau minyak telon juga, udah mau merayu cewek," dengus Romeo.


"Eh habisnya modalin dong Pa, kasih duit untuk beli kembangnya atau coklat kek," cetus Ghael.


"Apa?!Enak saja, kalau mau punya pacar kerja dulu," dengus Romeo, ia pun menuntun Farel untuk masuk ke dalam kelasnya.


Farel duduk di kelas nol kecil, sedangkan Ghael duduk di kelas 1 SD.


"Farel, jangan nakal ya Nak, belajar yang rajin, nanti pulang sekolah Oma yang akan jemput," ucap Romeo ke Farel ia pun mencium pucuk kepala putranya.


"Iya Pa," sahut Farel ia pun menyalami Romeo dan mencium punggung tanganya.


Farel anak yang kalem, tenang dan pintar tak seperti Ghael yang nakal suka berantem genit pula, sifat dan wajah Ghael mirip sekali dengan sang papa Romeo.


***


Aldi membuka pintu mobil untuk Aira dan Alia.


Mereka pun turun dari mobil.


Alia terkagum-kagum melihat sekolah barunya, sangat berbeda dengan sekolahnya yang berada di kampung.


"Ayah, ini sekolah Alia?"tanya Alia.


"Iya sayang,dulu Ayah dan Bunda juga sekolah di sini, " tutur Aldi seraya menggendong Alia.

__ADS_1


"Ayah, Alia malu di gendong, Alia sudah besar, "papar Alia sedikit meronta.


"Iya Mas, Alia sudah besar masih saja di gendong, nanti dia jadi gadis yang manja lagi." Aira.


"Habisnya Ayah terlalu sayang sama kamu Nak, Ayah kehilangan banyak waktu untuk menggendong kamu,"papar Aldi.


"Gendongnya di rumah saja ya Yah, kalau disini Alia malu," ucapnya jengah.


"Oh begitu, ia sayang,"ujar Aldi seraya menurun kan putrinya.


Ketika mereka mendekati pintu gerbang sekolah mereka pun berpapasan dengan Doni.


"Hai Di,"Doni menepuk pundak Aldi.


Seketika Aldi menoleh kearah Doni.


"Woi Don, anak loh sekolah di sini juga?"tanya Aldi seraya menoleh ke arah gadis cantik yang umurnya sebaya dengan Alia.


"Iya nih,"Doni.


"Alita perkenalkan ini Om Aldi," ujar Doni.


Alita meraih tangan Aldi, kemudian mencium punggung tangan Aldi.


"Tante juga sayang," Doni.


Alita pun menghampiri Aira dan mencium punggung tangannya.


"Hai, namanya siapa?"tanya Aira pada Alita.


"Alita, tante,"sahut gadis kecil yang cantik tersebut.


Aira tersenyum simpul, ia menarik lembut tangan Alia, "Sayang ini teman baru kamu, ayo perkenalkan, " ucap Aira.


"Alita."Alita


"Alia." Alia.


"Sekarang salim dengan Om Doni sayang," Aira.


Doni membungkukkan tubuhnya menghadap Alia.


"Hai gadis cantik, nama kamu siapa?"tanya Doni.


"Reyna Alia, Om," jawab Alia.


"Ehm, Alia itu pasti singkatan dari Aldi dan Aira kan?"tanya Doni.


"Em kok Om tahu?"tanya Alia.


"Tau dong, Ayah sama Bunda kamu kan sahabat Om, jadi kamu dan Alita juga bersahabat, kalian kan seumuran," papar Doni.


"Iya Om," sahut Alia jengah malu-malu kucing.


Alita menghampiri Alia, "Ayo Alia kita jalan bareng ke kelas," ucap Alita seraya memimpin tangan Alia.


Alia tersenyum, ia merasa senang punya teman baru.


Kedua gadis kecil tersebut berjalan beriringan dengan saling memimpin.


Aira, Aldi dan Doni berjalan saling mengobrol.


"Jadi kalian bagaimana?"tanya Doni kepada kedua orang yang ada di sampingnya.


"Ya kita mau nikah lagi Don," sahut Aldi.


"Kali ini gue mau bikin pesta pernikahan yang meriah, "papar Aldi dengan bahagia.


Ketika Alia dan Alita menuju kelas mereka mereka berpapasan dengan Romeo.


"Eh, kok kedua ponakan Om ada di sini sih?" tanya Romeo.

__ADS_1


Keduanya meraih tangan Romeo dan mencium punggung tangannya.


"Kita kan sekolah di sini Om, "sahut Alita.


"Iya, Om tahu kamu, tapi si cantik Alia kok ada di sini, Bundanya mana?"tanya Romeo modus.


"Ada Om sama ayah," jawabnya polos.


"Hah, sama Ayah? hm baru saja nemu jandanya, udah di sambar Aldi lagi,"guman Romeo seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Udah Ya Om, kami mau masuk kelas dulu," ucap Alita.


"Ayo Alia kita masuk kelas," ajak Alita seraya menuntun Alia masuk ke kelas.


Saat tengah asik mengobrol mereka bertiga melihat Romeo yang berjalan kearah mereka.


"Eh, Di anak loh sekolah di sini juga?" tanya Romeo ke Aldi.


"Iya Rom, anak-anak kita kumpul di sini, setidaknya kita bisa bertemu saat mengantar mereka sekolah," ujar Aldi.


I"ya, kita keluarga, tapi ngumpul saja susah," dengus Romeo.


"Ntarlah kita kumpul, nunggu gue nikah?" cetus Aldi.


"Loh nikah sama siapa?"tanya Romeo yang pura-pura tak tahu, matanya melirik kearah Aira.


"Pake nanya lagi, kalau ada calon lain, kenapa gue menduda selama enam tahun? udah gue sama calon bini gue mau ke kelas anak gue." Aldi.


"Ayo sayang," ucap Aldi seraya menggandeng mesra calonistrinya.


"Bukan calon bini , mantan bini tuh!"seru Romeo.


Doni tersenyum kearah Romeo seraya menepuk pundaknya.


"Eh Rom, nih ada pantun buat loh,"


"pergi kepasar menjual getah,


getahnya laku, uangnya ngak ada,


percuma loh ngejar tuh janda,


belum apa-apa udah di tikung aja."


Seloroh Doni ia pun tertawa.


"Buah semangka di belah dua,


duduk berjongkok sambil menyantapnya,


emang cocok tuh duda dan janda,


kalau udah jodoh ngak kemana-mana, "ujar Romeo.


Ha ha ha, Tawa Doni.


"Buah kesemek ada di hutan,"


"tapi loh ngak nyesek kan?" Doni.


mereka tertawa kecil.


"Buah kesemek di belakang rumah,


Ngak nyesek, gua juga udah ada yang punya."Romeo.


Ha ha ha, keduanya tertawa.


Mereka pun pergi dari tempat tersebut sambil ngobrol.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2