
Setelah mandi Aira duduk di meja riasnya, ia menggunakan bedak two way cake tipis, maskara dan eye liner untuk mempertegas matanya yang sedikit sipit itu, dengan lipstik berwarna peach.
Rambut lurus, lebat, hitam, nan panjang Aira pun memakai bando dengan logo channel, yang semakin membuatnya manis.
Aira membangun kan Aldi yang masih tertidur.
"Mas Aldi, ayo bangun, sudah di tunggin papa sama bunda Maya," ucap Aira sambil menggoyang-goyangkan tubuh Aldi.
Aldi membuka perlahan matanya dan pangling melihat penampilan Aira pagi itu.
Aldi pun menarik Tubuh Aira agar masuk ke dalam selimutnya.
"Mas Aldi apaan sih? Ayo bangun, " ucap Aira sambil berusaha menahan tubuh Aldi yang kini menimpa tubuhnya.
"Kamu yang bikin mas Aldi ngak bisa tidur semalaman Aira," ucap Aldi, sambil menciumi tubuh Aira yang sudah wangi.
"Mas Aldi masih penasaran Aira," ucapnya sambil menciumi leher Aira yang harum.
Aldi pun berusaha melepaskan kaos yang Aira kenakan, agar bisa menikmati bukit yang kini menjadi primadona nya.
"Mas, nanti saja, sudah di tungguin tu," tolak Aira secara halus.
"Biar saja, ayo Aira kamu jangan pingsan lagi ya," bisik Aldi sambil berusaha menggerayangi isi yang ada di dalam rok Aira, kebetulan saat itu Aira menggunakan rok plisket sehingga sangat mudah untuk di buka.
Aldi pun berhasil melepas segi tiga pengaman Aira, ia benar-benar sudah tak mampu menahanya.
Aira memejamkan matanya, kali ini ia tak ingin mengecewakan Aldi.
Aira pun membiarkan Aldi menyentuh daerah pribadi miliknya, Aira coba menikmati sensasi nya.
Aldi sudah siap tempur kembali dengan meriam sakti mandara guna miliknya.
Sementara Aira, ia sendiri coba menetralisir rasa trauma yang ada pada dirinya.
Aira mengatur nafas untuk membuatnya merasa Rileks.
Setelah beberapa saat Aira pun membuka mata dan kembali kaget saat si buyung berdiri dengan gagah berani di hadapannya.
"Akhh, mas Aldi senjatanya jangan di lihat kan ke Aira dulu dong, Aira jadi takut lagi nih," ucap Aira gemeteran, ia pun kembali memejamkan matanya.
Aldi pun mengambil posisi siap se siap-siapnya untuk memulai gencatan senjatanya.
Dor....dor....dor...,
Bunyi ketukan pintu.
"Aldi!!"
Teriak Satria dari luar kamar.
Aldi yang sudah siap perang itu pun jadi kalang kabut, dan memakai kembali segitiga pengaman nya.
"Ada apaan sih gangguin aja," gerutu Aldi kesal.
"Aldi! kamu sudah bangun?" tanya Pak Satria kepada Aldi.
"Ya kalau Aldi nyahut berarti sudah bangun dong Pa," sahut Aldi dari dalam kamar.
Aldi memakai handuk dan membukakan pintu.
Aira mengurut dadanya," Huh selamat,"
"Cepetan Di, di tungguin dari tadi," gerutu Satria kesal.
"Iya pa, emang ada apaan sih?"
"Loh bukannya hari ini ada rapat direksi, dan mulai sekarang kamu sudah harus belajar bisnis, papa akan perkenalkan kamu sebagai presiden direktur di PT Akcaya kusuma group untuk menggantinkan Heru."
"Iya, Aldi mandi dulu," ucapnya sambil menutup pintu.
Aira merapi kan pakaianya.
"Aira siap kan baju Mas Aldi, hari ini mas Aldi mulai bekerja," ucapnya ketus.
Aldi sangat kesal, sudah dua kali ia gagal untuk unboxing, dan itu merubah moodnya.
Dengan wajah cemberut, Aldi masuk ke kamar Mandi.
Aira merapikan tempat tidur dan mengganti sprei, setelah itu ia pun menyiapkan kemeja untuk Aldi.
Meski merasa segar setelah mandi, tetap saja tak merubah mood Aldi.
Setelah memakai lotion khusus untuk pria, Aldi pun mengenakan kemeja biru tua fit body ,dan celana hitam tm di tambah blezer yang bewarna hitam pula, gayanya kini memang seperti eksekutif muda.
Aira sedang berada di dapur di temani simbok sedang membuat sarapan nasi goreng untuk Aldi.
"Non, bagaimana kelanjutanya setelah Simbok tinggalkan semalam?" tanya Simbok sambil menaik turunkan Alisnya.
"Apanya mbok?" Aira merasa malu.
"Si non pura-pura ngak ngerti," ucap simbok pelan.
Aira tersenyum penuh misteri, membuat simbok penasaran, tapi ia membiarkan simbok dengan kesimpulanya sendiri.
"Mbok, mas Aldi suka nasi goreng yang seperti apa?" tanya Aira sambil meracik bumbu.
"Mas Aldi sukanya nasi goreng seafood, pakai udang sama cumi," jawab si mbok.
"Ih sepagi ini makan yang ambis-amis, pakai telor dan sosis aja ya mbok."
"Terserah dah non,"
"Habisnya Aira sukanya pakai sosis sama telur aja mbok," sahut Aira.
"Masak sih non, kena sosis sama telornya nya mas Aldi aja bisa pingsan," ucap simbok sambil tertawa terkekeh.
"Ah simbok Aira jadi malu." wajahnya memerah.
Sudah lama Aira tak pernah menyentuh dapur, apalagi sampai memasak, untuk mengobati perasaan bersalahnya pada Aldi, Aira pun bermaksud untuk menyiapkan sendiri sarapan untuk Aldi.
__ADS_1
Aldi turun dan mencari Aira.
"Aira!"
Panggilnya, suaranya sampai kedengaran kemana-mana.
Satria turun karna mendengar suara Aldi, begitupun Heru.
"Kenapa sih Di? pagi-pagi sudah teriak-teriak." Tanya Heru.
"Siapa yang teriak, gue lagi cari Aira," suara Aldi dengan sedikit emosi.
"Duh, istri baru hilang sebentar aja udah panik," ucap Satria sambil menepuk pundak anak bungsunya tersebut.
Wajah Aldi masih cemberut, emosinya sedang labil,
"Gimana Di, tadi malam?" Tanya Satria yang menggoda anaknya.
"Apaan sih, mau tahu aja, Papa kan juga pernah muda," ucap Aldi ketus.
"Justru Papa pernah muda, makanya papa heran, kok malam pengantin baru, wajah kamu kayak kain kusut gitu?" tanya Satria bermaksud meledek Aldi.
Mendengar pembicaraan anak beranak itu, si Heru yang masih lajang hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Bapak sama anak sama aja, pagi-pagi udah ngomongin yang begituan," gerutu Heru.
Aira pun keluar membawa dua piring nasi goreng buatanya ke meja makan, dan di sana sudah ada tiga anak beranak.
"Ya, mbok nasi goreng nya cuma dua piring, ternyata papa juga duduk di sana," kata Aira dengan menahan langkahnya.
"Tuan ngak suka nasi goreng non, paling sarapanya Roti dan kopi," sahut simbok.
Mendengar penuturan simbok, Aira pun kembali melanjutkan langkahmya menuju meja makan.
Aldi melihat Aira mendekati mereka, dengan membawa dua piring nasi goreng.
"Aira, dari tadi di cari, ternyata di dapur rupanya." dengus Aldi kesal.
"Aira bikin nasi goreng buat Mas Aldi," jawab Aira sambil menyodorkan nasi goreng ke Aldi.
"Wah cuma buat mas Aldi aja Aira, mas Heru ngak?" tanya Heru.
"Ada dong, sepiring lagi buat mas Heru," ucap Aira sambil mendekat kearah Heru.
"Buat papa ngak ada Aira?" tanya Satria.
"Loh, kata mbok Jum, papa ngak bisa makan nasi pagi-pagi pa," sahut Aira.
"Iya tapi kan papa juga mau nikmatin masakan menantu," ucap Satria sambil menyerup kopinya.
Aira merasa senang, ternyata ayah mertuanya bisa menerima kehadirannya sebagai menantu.
"Nanti malam Aira masak untuk makan malam keluarga ini saja," ucap Aira.
"Ngak usah nanti malam Aira, kapan-kapan saja, malam ini Aira urusin Aldi saja, biar wajahnya ngak cemberut, biasanya sih, kalau penganten baru wajahnya cemberut kayak gitu, libido nya ngak tersalur kan dengan baik dan sempurna." ucap Satria sambil melirik ke arah Aldi, ia pun tersenyum simpul.
Heru pun tersenyum simpul mendengar papanya yang kembali menggoda Aldi.
Tahu aja nih Satria, jangan-jangan cenayang dia, batin Aldi menggerutu.
Melihat wajah Aldi yang semakin cemberut, Heru pun mengalihkan pembicaraan
"Emang Aira bisa masak?" tanya Heru.
"Bisa, tapi masakan rumahan biasa mas," sahut Aira.
Aira memperhatikan wajah Aldi yang masih terlihat kesal.
Aira duduk di samping Aldi.
"Mas nasi goreng ini buatan Aira loh," kata Aira membuyarkan lamunan Aldi.
Aldi pun menyendok nasi goreng tersebut kedalam mulutnya, tapi di lihatnya Aira yang tak ikut makan bersama mereka, Aldi pun angkat bicara.
"Kamu ngak makan?"tanya Aldi.
"Nanti saja Mas," jawab Aira.
"Ya sudah nasi goreng kita bagi berdua saja," ucap Aldi sambil menyuapi Aira.
Satria tersenyum melihat pasangan muda itu, "Kalau di awal-awal nikah emang gitu tuh, seping berdua, tunggu aja setahun dua tahun menikah, ntar juga piring nya nimpuk ke muka," cetus Satria menggoda mereka.
"Nih orang tua kaya nya mantan propokator kali ya," sungut Aldi dengan wajah kecutnya kearah papanya.
Satria hanya terkekeh, saat-saat seperti ini adalah saat yang paling di rindukan nya, bercanda bersama kedua putranya, apalagi kini anggota keluarga nya bertambah karna kehadiran Aira.
"Mama kamu mana Her?" tanya Satria yang baru menyadari ternyata ada yang kurang yaitu istrinya sendiri.
"Ih, istri baru hilang sebentar saja sudah panik," balas Aldi.
"Iyalah panik, kamu sama papa kan 11,12" sahut Heru.
Satria tersenyum simpul, tapi Aldi masih cemberut.
"Aldi mulai saat ini kamu belajar memimpin di perusahan papa yang di sini, sedangkan Heru mengurusi cabangnya yang ada di kota S, dan di sana perusahan saw mill papa juga sedang berkembang, banyak infestor asing yang berniat menanamkan modalnyauntuk menyediakan sendiri bahan mentahnya." Satria.
"Ingat loh Di semakin tinggi jabatan seseorang maka semakin besar tanggung jawab yang di embanya, dan perusahaan ini harus tetap berjaya seperti di tangan Heru, ini semua juga untuk anak cucu kamu." Satria.
Iya Pa,
"Habisin sarapan kamu, nanti kita terlambat," tambah Satria lagi.
Setelah sarapan, Aira mengantar Aldi ke depan pintu.
"Mas Aldi pergi dulu ya Aira, nanti jika mas Aldi sudah pulang, mas Aldi ngak mau dengar kata-kata belum siap ya," ucapnya berbisik di telinga Aira.
"Iiiya, Mas," jawab Aira gugup.
Kalau gitu Mas pergi, ucap Aldi sambil mengecup kening dan bibir Aira.
__ADS_1
"Baru kali gue lihat, Aira dan Aldi mesra-mesraan kayak gitu, bikin ngiri," ucap Heru pada diri sendiri.
Aira kembali menuju kamar ia sendiri binggung, bagaimana caranya agar bisa melayani Aldi nanti sore.
Setelah mondar mandir, Aira tak punya pilihan lain kecuali minta saran simbok.
Aira mencari simbok sampai ke kamar nya dan melihat simbok sedang melipat pakaian.
"Mbok, Mbok mau kemana?" tanya Aira.
"Mau pulang kampung Non," jawab simbok.
"Pulang kampung,?"
"Iya, sekarang putra bungsu Tuan Satria sudah menikah, jadi sudah ada yang ngurusi, simbok sudah ngak di butuh kan lagi Non, tenaga Simbok juga sudah lemah," ucap Simbok sedih.
"Siapa bilang mbok ngak di butuhin disini mbok, Aira masih butuh simbok, butuh nasehat-nasehat simbok, bagaimana caranya agar Aira bisa jadi istri yang baik mbok," ucap Aira haru, ia pun memeluk simbok.
"Aira ngak punya orang tua, sudah sepuluh tahun lebih Aira tak pernah merasakan kasih sayang dan belaian seorang ibu, bagi Aira simbok adalah ibu Aira mbok," ucapnya sambil menangis.
Simbok pun menangis, Simbok juga menyayangi Aira, Aldi dan Heru, karna selama tiga puluh tahun pernikahanya ia tak memiliki anak, ia hanya memilik satu anak angkat dan itu sudah menikah.
"Tolong mbok jangan pergi mbok," ucap Aira sambil memeluk si mbok erat.
"Tapi non,"
"Ngak boleh mbok, mbok harus tetap di sini, mbok harus tetap disini mendampingi Aira, mbok," tangis nya terisak.
Melihat Aira yang begitu menyayanginya, simbok pun menunda kepulangan nya.
"Iya non, mbok tetap di sini sementara waktu, non Aira cari mbok, ada apa?" tanya simbok sambil menghapus air mata Aira.
"Anu mbok, Aira binggung nih," ucapnya lirih.
"Binggung kenapa Non?" tanya simbok heran.
Aira ragu mengatakannya sebenarnya ia sendiri malu menceritakan masalah ranjangnya bersama Aldi.
Tapi jika bukan sama simbok, sama siapa lagi ia minta solusi atas permasalahan yang hidapinya saat ini.
"Mbok Aira belum bisa melayani mas Aldi mbok, Ada ngak obat atau suplemen ya bisa bikin Aira bergairah, jadi Aira ngak takut lagi mbok," ucapnya gugup.
"Hah, tapi non Yakin, mau yang disosis tinggi atau yang sedan-sedang saja?" tanya simbok sambil terkekeh, melihat kepolosan Aira.
"Ya, dari pada Aira di tagih terus sama Mas Aldi, papa Satria juga nyindir-nyindir Aira, mbok, Aira jadi malu, " ucapnya sambil tertunduk.
"Ada Non, nanti si mbok minta mang ujang untuk membeli suplemen nya, tapi hati-hati non, kalau kelebihan Dosis, non Aira bisa lebih liar dan ganas," ucap simbok sambil berbisik.
"Ih ngeri amat mbok,ngak ada yang lebih soft kah?".
"Kalau minumnya sesuai dosis, ya ngak apa non, asal ngak keseringan aman-aman saja."
Aira berpikir sebentar.
"Ehm, ngak apalah mbok, dari pada mas Aldi uring-uringan terus," sahut Aira setuju.
"Kalau gitu, non tunggu di kamar saja, nanti biar simbok yang mengantarkan kekamar non, non Aira mandi dan berdandan yang cantik biar mas Aldi lebih greget," ucap Simbok.
"Ok mbok," Aira pun kembali ke kamarnya.
Matahari sudah sedikit meredup itu tandanya hari sudah sore.
Aira sudah berdandan yang cantik untuk menyambut kepulangan suaminya.
Simbok datang, membawa suplemen yang di pesan Aira.
"Non, ini suplemenya," kata simbok yang langsung masuk ke kamar Aira karna tak di kunci.
"Satu kapsul ini di minum mbok?" tanya Aira sambil menunjuk kapsul yang di bawa simbok.
"Iya non, tapi minumnya nunggu mas Aldi pulang aja, karna reaksinya sekitar 20 menit, lumayan sambil pemanasan," ungkap simbok.
"Kalau di minum sekarang mbok?" tanya Aira.
"Ehs nanti mas Aldi pulang terlambat, ntar non ketar-ketar sendirian lagi," ucap simbok sambil tersenyum geli.
"Aira!"
panggil Aldi yang baru pulang bekerja.
"Nah tuh non mas Aldi sudah pulang, di minum suplemenya sekarang," ucap simbok.
Aira menuruti omongan simbok, tanpa berpikir, ia minum satu tablet pil penambah gairah itu.
Simbok keluar dengan senyum gelinya, melihat tingkah Aira.
Aldi melihat simbok yang keluar dari kamarnya dengan tersenyum geli, membuatnya penasaran, tapi yang lebih membuatnya penasaran adalah segel yang masih utuh yang gagal di tembus olehnya semalam.
Aldi masuk kekamarnya dan menemukan istrinya, sudah berpakaian **** dan menggemeskan.
Aira tersenyum melihat suami yang sudah di tunggu kedatangan nya.
Melihat senyum mesum Aira, Aldi justru merasa kikuk, ia binggung harus memulai dari mana, lirikan mata genit Aira justru membuatnya bertanya-tanya apa yang di makan istrinya itu, hingga perubahanya menjadi 180 derajat.
Melihat Aldi yang mematung, Aira pun memulai pembicaraanya.
"Sudah pulang mas?" tanya Aira dengan suara yang mendesah.
"Iya Aira"jawab Aldi gugup.
Aira mendekati Aldi dan melepas blazer serta membuka satu persatu kancing kemeja Aldi, dengan senyum nakal dan lirikan mata yang menggoda.
Kini giliran lutut Aldi yang gemetaran melihat perubahan drastis pada Aira.
Setelah melepas kemeja Aldi dan melemparkan nya kesembarang tempat, Aira pun merebahkan tubuh Aldi di atas tempat tidur, Melihat ke agresifan Aira, Aldi binggung sendiri.
Aira pun mendaratkan ciuman mesra di bibir Aldi, hingga tubuh Aldi gemetar merasakan sensasi panas dinggin.
Mereka pun saling memangut, mengecup dan mencumbu, kini Aira sendiri yang menarik tubuh Aldi ke atas tubuh nya.
__ADS_1
Bersambung dulu ges,
Apa yang terjadi pada Aira ya? mungkinkah ia salah mengkomsumsi obat, jadi ngak Ml mereka, di episode selanjutnuya, dukung terus author ya like komen yang banyak, hadiah yang banyak vote juga ya biar author semangat up nya.