Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Bukti Cinta


__ADS_3

Romeo dan Doni sampai di rumah sakit mereka mencari ruangan di mana Aira di rawat.


Doni menelpon Aldi untuk menyanyakan keberadaannya, dan ternyata Aira di rawat di ruang VIP, di lantai 3.


Mereka pun menuju ruangan yang di sebutkan oleh Aldi.


Aldi duduk di samping Aira, dan kaget ketika melihat kedatangan Romeo dan Doni.


"Don, ngapain loh bawa dia kemari?" tanya Aldi dengan sinis.


"Eh, sabar sob, kita itu sahabat, seperti kepompong yang merubah ulat menjadi kupu-kupu," tukas Doni menengahi mereka.


"Iya dia memang ulat, ulat bulu," kata Aldi sambil menunjuk Romeo.


"Ngapain loh kesini ?" tanya Aldi dengan sinis kepada Romeo.


"Gue mau jenguk cewek gue lah," jawab Romeo santai.


"Apa loh bilang Rom, cewek lo? ngak salah gue," Aldi mulai emosi.


"Eh loh ngak sadar apa kalau si Aira itu..., sepupu gue." tiba-tiba Aldi melenceng dari maksudnya, karna ada Tari yang tiba-tiba masuk ke kamar tersebut.


Siapa yang memberi tahu Tari, gue ada di sini, batin Aldi.


"Gue, yang memberitahu Tari kalau lo ada disini buat jagain cewek gue," sahut Romeo yang seolah mendengar suara hati Aldi.


Romeo pun tersenyum puas, karna di depan Tari Aldi tak kan bisa berkutik.


Sialan Romeo sempat-sempat nya dia terpikir menelpon Tari, dasar licik, batin Doni.


"Aldi aku temani kamu di sini ya," kata Tari yang menghampiri Aldi.


Aldi hanya menggangguk, mereka semua duduk di sofa kecuali Romeo.


Romeo duduk di samping Aira, meraba kening Aira yang terasa hangat.


"Aira bangun Aira, bang Romeo ada disini," ucapnya di telinga Aira.


Aira mencoba membuka matanya yang terasa berat, ia menerjab-nerjabkan kelopak matanya, agar bisa melihat dengan jelas.


"Bang Romeo," sebut Aira dengan pelan, ia pun tersenyum.


"Iya sayang, abang ada di sini," balasnya sambil membelai rambut di kening Aira.


Mendengar pembicaraan mereka, Aldi semakin emosi.


Aldi berdiri dan menghampiri Romeo, ia pun menarik kerah baju Romeo dan hendak memukul nya, tapi kemudian Aira menangis, mereka pun berhenti dan mendekati Aira.


"Aira, kamu kenapa ?" tanya Aldi.


Aira semakin ketakutan saat Aldi mendekati nya, Aira menutup telinganya dan kembali berteriak, ia pun kembali tak sadar kan diri.


Mereka panik, Aldi dan Romeo kemudian bergantian memanggil nama Aira, agar dia sadar kembali.


Doni dan Tari yang melihat kejadian tersbut menghampiri Aira.

__ADS_1


"Don, tolong panggil suster, si Aira pingsan lagi," titah Aldi.


Aldi dan Romeo pun panik, Tari menghampiri mereka dan menciumkan minyak wanginya ke hidung Aira, beberapa saat kemudian Aira sadar dan kembali menangis saat melihat Aldi.


"Aira ngak mau lihat mas Aldi, Mas Aldi jahat," ucapnya terbata-bata, ia pun memeluk Romeo dengan tubuh yang gemetar.


"Aldi, memang Aldi berbuat apa sama Aira?" tanya Romeo heran, ia pun menatap sinis ke Aldi.


Sementara Aldi dan Tari juga binggung, kenapa Aira berkata seperti itu.


Aira menggelengkan kepalanya, ia seperti orang yang ketakutan, wajahnya memucat di sertai keringat dinggin.


"Aira, mas Aldi salah apa sama kamu,?" tanya Aldi binggung.


Aira kembali menangis, dan Romeo pun memeluknya, Aira seperti ketakutan pada Aldi.


Antara penasaran dan marah, Romeo coba bertanya kepada Aira kembali, apa yang membuatnya begitu takut.


"Aira, jangan takut bang Romeo akan melindungi Aira, katakan saja apa yang membuat Aira takut sama Aldi, tanya Romeo sambil menggenggam tanggan Aira.


Aira menatap mata Romeo, ia ingin memastikan apa peryataaan Romeo sungguh-sungguh akan melindunginya.


Romeo menggangguk kan kepalanya, sebagai isyarat bahwa apa yang dikatakanya itu benar.


Aldi merasa gugup, ia penasaran, sebenarnya apa yang membuat Aira menjadi takut kepadanya.


"Ayo Aira, " Desak Romeo.


"Mas Aldi hampir memperkosa Aira, jawabnya gugup, tubuhnya pun gemetar.


Romeo langsung melepaskan pelukanya terhadap Aira, ia pun menghampiri Aldi, "Bangsat lo Di, tega-teganya kau berbuat seperti itu pada Aira," satu pukulan berhasil mendarat di wajah Aldi.


Aldi tak sempat menghindar, karna ia masih kaget dengan penuturan Aira.


Romeo yang emosi langsung mengarahkan satu pukulan lagi kearah Aldi, tapi berhasil di hindari oleh Aldi, dan kali ini Aldi berhasil membalas pukulan Romeo.


"Rom, lo dengar penjelasan gue dulu, Aira itu salah paham," ucapnya hampir berteriak, sementara Aira dan tari pun menangis melihat mereka, saling adu pukul.


Keributan terjadi, terdengar hingga ke luar, Doni yang mendengar pertengkaran antara Romeo dan Aldi, ia pun berlari masuk dan melerai mereka.


Doni menarik Romeo dan menahanya agar tak memukul Aldi.


"Ada apa sih kalian ini, ngak malu apa bikin keributan di rumah sakit, " bentak Doni emosi melihat keduanya.


Sementara Aira meringkuk menangis, seperti orang depresi, Aira menarik narik rambut nya sendiri.


Melihat itu mereka bertiga berhenti berdebat, mereka pun mendekati Aira yang menjambak-jambak rambutnya.


"Aira kamu kenapa Aira," tanya Doni.


Aira tak menjawab ia hanya menggelengkan kepalanya sambil menangis, dan saat itu Aira pingsan kembali.


"Aira, " Panggil mereka bertiga serempak.


Suster yang datang pun langsung menghampiri Aira dan memeriksanya.

__ADS_1


Mereka bertiga di suruh keluar oleh dua orang suster tersebut.


Aldi dan Romeo masih sama-sama sengit, mereka pun hendak melanjutkan duel mereka yang sempat terhenti.


Sementara Tari mendekat dan menghampiri Aldi, "Aku ngak nyangka kamu sebejat itu Aldi, kita putus sekarang," ucap Tari sambil menampar wajah Aldi.


Aldi terperangah melihat kejadian yang terjadi begitu cepat, ia ingin menyusul Tari tapi di tahan oleh Romeo.


"Mau ke mana lo Al, urusan kita belum selesai," Romeo menarik kerah baju Aldi.


"Urusan apaan, gue ngak ada urusan sama lo Rom, Aira itu calon istri gue, dan ngak ada hubunggan apa-apa sama lo," tunjuknya kepada Romeo.


Romeo yang terlanjur emosi itu pun kembali melayangkan pukulanya ke Aldi, namun di tahan oleh Doni.


"Rom tahan Rom, Aldi ada benarnya, Aira itu calon istrinya, kamu ngak boleh terlalu ikut campur sama urusan mereka," sela Doni.


"Ngak ikut campur kata loh Don, gimama gue bisa diam saja, jika Aira hampir di perkosa sama dia," ungkap Romeo berapi-api.


"Apa kata loh Rom, Aldi melecehkan Aira?" tanya Doni tak percaya.


Doni menatap Aldi yang terlihat gusar.


"Apa benar kata Romeo Di?" tanya nya kecewa.


"Gue ngak bermaksud memaksa Aira, gue hanya ingin mengerjai dan mengancam Aira saja, agar ia tak lagi dekat dengan Romeo," sahut Aldi.


"Apa Di, tapi loh kan tahu Aira seperti apa, lo pakai kekerasan dan ancaman padanya, itu justru membuatnya kembali trauma, lo ngak benar Di, baru saja lo obati lukanya, sekarang loh kembali menyayat luka itu kembali, kasihan Aira Di, apa loh ngak pikir dampak nya ke Aira Di," tutur Doni menyesali perbuatan Aldi.


Aldi merasa terpojok, karna Romeo menatapnya dengan geram.


Romeo menarik kerah baju bagian depan dan mengangkatnya.


Eh Aldi, jika loh, tak bisa membahagiakan Aira, mending lo lepasin Aira, biar gue yang akan membahagiakanya," ucap Romeo dengan geram kepada Aldi.


Aldi menepis tangan Romeo, "Melepaskan Aira sama loh, jangan mimpi kamu Rom, gue ngak akan melepaskan Aira kepada pria seperti loh, dan satu lagi, gue cinta sama Aira, dan sebentar lagi kami akan menikah, dan Aira akan jadi milik gue sepenuhnya, gue bebas dong berbuat apa saja pada Aira," kata Aldi yang semakin memanasi Romeo.


Romeo kembali hendak memukul Aldi, tapi di tahan kembali oleh Doni.


"Udah Rom, Aldi, kalau loh bedua emang cinta sama Aira, bukan begini caranya, lo berdua tunjukin ke Aira, bagaimana cara mencintai dan menyanyangi yang sesungguhnya, bukan dengan menyakiti hatinya,"


"Dan loh Di, jika lo lebih mencintai Tari dari pada Aira, mending lo lepasin Aira untuk Romeo, dan jika lo lebih memilih Aira, lo harus putus dengan Tari, jika tidak sama saja lo menyakiti kedua perempuan tersebut," tukas Doni.


"Dan loh Rom, jika loh memang cinta sama Aira, loh harus bisa merebut Aira dari Aldi apa pun cara nya," tunjuk Doni kearah Romeo.


"Dah gue mau lihat keadaan Aira," kata Doni, ia pun masuk keruang perawatan Aira.


Meski merasa kesal, tapi Aldi dan Romeo menahan emosinya, mereka berdua pun mengikuti Doni yang masuk keruangan Aira.


Aldi dan Romeo masing-masing berada di kedua sisi Aira, Aira yang terbaring lemah, dengan selang oksigen yang menutupi hidungnya.


Hai reader, terima kasih ya, telah mampir ke karya author yang masih kacang-kacangan ini.


Jangan lupa beri like, komentar, vote dan hadiah untuk mendukung author ya.


satu lagi nih author punya yg spesial, ikuti Ig Author @lucyv 146, di sana kamu bisa lihat video singkat yg di angkat dari novel author2 kece noveltoon loh, visualnya keren2 loh, ada drakor, india dari negri sendiri juga ada, di jamin bikin baper, sekarangkan udah ngak jaman baca novel dari sinopsis aja dong, akan lebih keren jika tonton videonya langsung, kepo in yuk.

__ADS_1


untuk teman2 author yuk gabung di sana, biar novel kamu di bikin videonya, serukan yg berminat chat author ya, langsung Dm ke Ig juga boleh.


__ADS_2