Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Kumpul keluarga


__ADS_3

"Tidak Pa, Aldi ngak setuju jika Tari di jodohkan dengan Romeo!"


"Heru juga," timpal Heru.


"Emangnya kenapa sih ? Om Hadi itu kan sahabat papa, Papa sudah kenal lama dengan beliau."


Aldi dan Heru hanya diam mereka juga tak bisa memberitahu alasan sebenarnya, jika memberitahu sama saja mereka membuka aib Aira dan Aib mereka sendiri kepada Satria.


"Lalu kenapa kamu ngak setuju Di?" Tanya Satria kembali.


"Karna, ehm karna Romeo itu playboy Pa, Aldi takut dia akan menyakiti perasaan Tari." Aldi memberi alasan.


"Alah,.cuma itu alasanya? Bukannya dulu kamu playboy juga, tapi coba lihat, sekarang kamu sendiri ngak mau jauh dari buntut istrimu, "sangkal Satria.


Hehe Aldi Aldi tertawa terkekeh,


"Kok buntut sih Pa, emangnya Aira apaan? Dengusnya.


"Iya kalau di bilang pan*tat nanti di bintangi sama editornya, ngak seru aja mesti pakai kata ganti biar ngak disensor he he." tukas Satria.


"Kamu sendiri Heru, kenapa ngak setuju jika adik mu di jodohkan dengan Romeo?"


Heru menggangat bahunya," Entalah Pa, tapi Tari bisa dapat pria yang lebih baik dari pada Romeo."


Satria menarik nafas panjang dan menghempaskanya.


"Kalau gitu Papa tanya Tari langsung saja," ucap Satria mengakhiri diskusi mereka ia pun berlalu.


Tari dan Aira mencuri dengar pembicaraan mereka, seketika wajah Tari menjadi sedih.


Aira menarik tangan Tari menuju kamarnya.


"Mbak kenapa wajah mbak di tekuk seperti itu?" Tanya Aira sambil mengamati wajah Tari.


"Gue pesimis Aira, Aldi dan mas Heru ngak setuju, lagi pula belum tentu Romeo mau kan?"


"Dari pada patah hati lagi, mending gue ikut mama dan papa ke Malaysia aja deh," ucapnya lesu ia pun duduk di atas tempat tidur.


Aira duduk di samping Tari.


"Eh mbak ngak usah nyerah gitu dong, kalau memang mbak Tari cinta, kenapa ngak di perjuangkan saja."


Tari memalingkan wajahnya menatap wajah Aira dengan sendu.


"Percuma Aira, kalau kita harus berjuang sendirian, kalau nyatanya dia ngak pernah punya perasaan apapun terhadap mbak,, selama ini mbak yang sudah ngejar-ngejar dia, tapi sikaf dia biasa saja, dan mbak yakin kemaren saat dia terima mbak, juga karna dia kasihan sama mbak." tukas Tari.


"Nah itu dia mbak kelemahan bang Romeo, Aira baru tahu apa yang membuat bang Romeo bisa jatuh cinta," ucap Aira dengan yakin.


Tari memicingkan matanya menatap Aira.


"Maksud kamu?"


"Maksud Aira, ngambil hati bang Romeo sebenarnya gampang-gampang susah."


"Ehm?"


"Gini loh mbak menurut pengalaman Aira, awal mula bang Romeo suka dan cinta dengan Aira itu juga karna rasa iba dan kasihan, dan Aira menyadari itu, sebenarnya kami sama-sama ngak punya perasaan apa-apa, Aira curhat sama  dia itu tulus dan murni ngak berharap jika dia punya perasaan terhadap Aira, justu karna perasaan tulus itu, ditambah rasa iba dan simpaty nya terhadap Aira, maka tumbuh lah benih-benih cinta antara kami."


"Awalnya bang Romeo cuma kasihan sama Aira, karna terus di sakiti mas Aldi, kami pun pura-pura pacaran hanya untuk memanasi mas Aldi saja, tapi entah kenapa hubungan yang awalnya cuma pura-pura kemudian berubah menjadi cinta, karna kami sering bersama, Aira juga sering mengungkapkan keluh kesah Aira kepada bang Romeo dan akhirnya kami merasa nyaman bersama."


"Jadi maksud mu?"


"Menurut Aira, bang Romeo bukan type orang yang mudah jatuh cinta, mungkin ia memang punya banyak pacar, tapi bukan berarti wanita-wanita tersebut mampu merebut hatinya."


"Sebenarnya pria seperti dia itu mbak, pria setia, dia akan setia dan bisa berkorban apa saja demi seseorang yang ia sayangi."


"Trus"


"Mbak Tari ambil hati bang Romeo dengan cara membuat dia merasa iba kepada mbak Tari, tapi jangan sekali-sekali menunjukan kalau mbak Tari mengharapkan cinta bang Romeo, soalnya bang Romeo suka ilfeel sama cewek yang agreasif dia lebih seneng dengan cewek yang mempunyai hati tulus."


"Hah? Masih ngak ngerti Aira."


"Aduh mbak, sekarang mbak Tari dekati bang Romeo bukan untuk mengejar cintanya, tapi untuk menarik simpatynya terlebih dahulu, karna setahu Aira bang Romeo ngak suka dengan cewek agresif dan posesif, berusahalah untuk menjadi temanya terlebih dahulu," papar Aira kembali.


"Ehm ribet banget, udah ah mending mbak cari pacar baru aja deh." selorohnya.


"Esh belum apa-apa sudah mau nyerah, mbak Tari yakin mau melepas cowok unik seperti bang Romeo?"tanya Aira sambil mencibir.


"Cowok itu banyak mbak, tapi ngak akan ada se-istemewa seperti bang Romeo." ucapnya sambil tertawa terkekeh.

__ADS_1


Tari menatap Aira lekat menyimak kata demi kata darinya.


"Istimewa?" guman Tari.


"Iya, limited editon mbak."


"Ehm, biasa saja," berusaha menyangkal.


"Ish Bang Romeo itu selain ganteng, romantis, cara dia ngungkapin rasa sayangnya itu beda dengan cowok kebanyakan, dia jarang mengungkapkan dengan kata-kata gombal dan rayuan, tapi jika dia sayang sama seseorang, ia tunjukan dengan sikafnya, tak hanya kata-kata atau hadiah yang mewah, tapi dia akan selalu ada saat kita membutuhkanya, selain itu, ia juga rela berkorban apa saja, meski pada akhirnya harus bisa merelakan seseorang yang ia sayang, untuk mencari kebahagiannya sendiri, bang Romeo juga bukan orang yang egois dan suka memaksa, dan dalam keadaan apa pun, dia bisa menghibur kita, mbak bayangin saja mau cari dimana lagi cowok dengan paket lengkap seperti dia?" seloroh Aira ia pun terkekeh


"Ehm sepertinya kamu masih punya rasa terhadap Romeo ya Aira?" Tanya Tari menyelidik.


"Tentu saja, Aira punya rasa sama bang Romeo, Aira sayang banget sama dia, tapi mbak, sayang itu bukan berarti cinta, Aira sayang sama dia, dan ingin agar dia mendapat wanita yang baik untuk mendampinginya dan membuatnya bahagia, dan Aira yakin mbak Tari mampu merebut hatinya," ucapnya dengan berbinar.


"Kamu yakin Aira?" tanya Tari Ragu.


"Yakin banget mbak, kita boleh berjuang untuk mendapatkan sesuatu mbak, yang penting bukan berjuang untuk menyakiti atau merebut milik seseorang, berjuanglah untuk cinta mbak, dengan ketulusan dan kesabaran, nisca hati pria mana pun akan luluh melihat kesungguhan dan kesetiaan yang mbak Tari miliki," pungkas Aira


Tari menggigit bibirnya," Iya Aira kamu benar, bukan kah kita selalu berjuang untuk mendapat apa yang kita inginkan, selama Romeo belum resmi milik orang, masih ada kesempatan untuk memilikinya." paparnya.


"Nah gitu dong, biar Aira bantu mbak Tari agar bisa dekat lagi sama bang Romeo, 0k toss dulu."


"Makasih Aira," ucap Tari sambil toss.


***


Sore harinya Aira dan Tari berenang di kolam berenang yang ada di bagian samping rumah mereka.


Aira mengenakan pakaian renang dengan pelampung pada bagian kedua lenganya, ia dan Tari berlomba untuk mencapai seberang, suara tawa riang memenuhui ruangan terbuka tersebut.


Maya dan Satria geleng-geleng kepala melihat kedua gadis yang ada di kolam tersebut.


Aira dan Tari masih asik berenang, hingga Aldi dan Heru pulang pun mereka masih asik di kolam tersebut.


"Eh, Aira laki loh udah pulang tuh," ujar Tari menunjuk dengan bibirnya.


"Biarin aja mbak, nanti paling juga mas Aldi menyusul di sini."


Aira mengedar pandangannya dan melihat Heru yang memasuki rumah.


"Mas Heru!" Seru Aira dan Heru pun menoleh.


"Eh Aira kenapa panggil mas Heru sih?"  Tari.


"Biarin saja emang kenapa?"


"Aku ngak enak ah, masih sungkan."


"Ih kenapa sungkan sih? Abang sendiri juga."


"Iya tapi_"


Tari menghentikan kata-katanya karna Heru mulai mendekati mereka.


Aira naik ke atas dan menghampiri Heru.


"Ada apa Aira?" tanya Heru.


"Ehm ngak mas, Aira mau tunjukin sesuatu sama mas Heru," ujarnya sambil menarik lengan Heru, tanpa curiga sedikit pun Heru pun mengikuti Aira mendekati kolam.


Tanpa disadari Heru, ternyata Aira menolak Heru ke kolam.


Byurrr, tubuh Heru tercebur ke dalam kolam.


Haha haha, Aira tertawa melihat Heru yang tercebur dengan masih menggunakan pakaian lengkapnya.


Aira!!


Heru melepas sepatunya dan melemparnya ketepi kolam setelah itu ia juga melepas kemeja dan dasinya.


"Ayo mas Heru kita lomba berenang!" teriak Aira, ia melompat ke kolam.


Sementara Tari menyingkir, ia sungguh masih sungkan untuk dekat-dekat dengan Heru.


Aira dan mas Heru terlihat akrab sekali, padahal mereka kan bukan saudara, kenapa aku merasa sungkan ya kalau ada mas Heru, batin Tari.


Aira memeluk Heru dari belakang, mereka berenang dan menyelam bersama, terdengar tawa Riang dari Aira.


Kapan gue bisa melupakan peristiwa malam itu, agar gue bisa seperti Aira bercanda dan tertawa tanpa sungkan dengan mas Heru.

__ADS_1


Burrrr, suara seseorang yang terjun kedalam kolam membuyarkan lamunan Tari.


"Eh lo kenapa melamun aja?" tanya Aldi sambil menyiram air kewajah Tari.Tari mengkerucutkan bibirnya melihat Aldi yang tiba-tiba ada di hadapanya.


"Ayo gue gendong loh Tar, kita lomba sama mas Heru dan Aira,"ucap Aldi sambil menarik tangan Tari.


Aldi mengerti kenapa Tari merasa sungkan untuk membaur dengan mereka, karna itu ia berusaha agar Tari tak menjaga jarak dengan Heru.


Tari melepaskan pelampungnya dan memeluk Aldi dari belakang mereka pun mengejar Heru dan Aira yang hampir tiba di seberang kolam.


Dengan berenang di belakang Aldi, Tari bisa merasa sensasi menyelam.


Sesampainya di tepi kolam, mereka di sambut dengan tawa renyah Aira.


"Ayo mas Aldi, kita lomba lagi, tapi kali ini ganti pasangan ya, Mas Heru sama mbak Tari saja, biar Aira mas Aldi, " ujar Aira.


Ia pun berjalan mendekati Aldi dan memeluknya dari belakang.


"Ayo mbak Tari sama mas Heru sana," ujar Aira.


Tari menggelengkan kepalanya, ia benar-benar malu jika harus dekat, apalagi memeluk Heru.


"Ish, kalian kan saudara kenapa harus malu," ucap Aira yang menarik tangan Tari mendekati Heru.


"Udah ayo peluk mas Herunya, jangan sampai lepas loh, nanti tenggelam," titah Aira.


Tari menggangguk pelan ia pun memeluk Heru dari belakang.


Aira sudah berada di belakang Aldi, "Ayo kita mulai ya," ujar Aira ia pun mulai menghitung.


Satu...dua tiga...


Mereka pun mulai berenang.


"Ayo mas Aldi sayang, kita kalah kan mereka."


"Iya Aira sayang, tapi sebelum itu sun dulu dong," sahut Aldi.


Dengan senang hati Aira pun mencium kedua pipi suaminya.


Cup..cup kecupan mendarat di pipi basah Aldi.


"Ini baru dp ya sayang, sisanya lanjut di kamar."


"Ok mas Aldi sayang, kalau menang Aira hadiah kan servis plus-plus," sahut Aira.


"Asek!" teriak Aldi senangat, mereka pun berenang menyusul Heru dan Tari, sesekali terdengar tawa riang Aira dan yang lainya di kolam renang tersebut.


Maya dan Satria tersenyum melihat mereka yang bercanda-canda di kolam tersebut.


"Lihat Pa, baru beberapa hari Tari sudah mulai menyesuaikan diri dengan saudara-saudaranya," ujar Maya dengan senyum terkembang di wajahnya.


"Iya Ma, melihat mereka berkumpul dan bercanda seperti melihat keindahan dunia, kita sering mengunjungi tempat tempat indah di seluruh belahan dunia, agar kita bisa merasa tenang dan rehat dari aktifitas kita sejenak, tapi tak pernah kita sadari jika tempat terindah tersebut adalah rumah kita sendiri."


"Kita telah kehilangan waktu dan kesempatan untuk bersama mereka, tanpa kita sadari mereka semua tlah tumbuh menjadi orang dewasa, kita terlalu sibuk mengejar dunia untuk mencari kebahagiaan, hingga kita lupa bahwa kebahagian yang sesungguhnya adalah saat kita berkumpul bersama mereka, dan pemandangan yang paling indah bukan lah tujuh keahaiban dunia, tapi tawa riang anak menantu kita Ma," papar Satria bahagia, matanya terus memandangi kearah kolam


Maya menarik nafas panjangnya, senyum terlukis kembali di wajah cerianya.


"Pastinya akan lebih bahagia Pa jika kita bisa menimang cucuk, Mama rasanya tak ingin pulang ke Malaysia, mama ingin tetap di sini menikmati masa tua bersama mereka," ucap Maya.


"Iya Ma, perjuangan papa selama ini tidak lah sia-sia, setelah Tari menikah, kita juga punya perusahaan yang bisa di wariskan untuknya."


"Ehm, Mama ngak sabar melihat kebahagiaan anak, menantu dan cucu kita Pa, pasti bahagia sekali bisa menjadi nenek dan kakek ya?"


"Ehm, biar jadi kakek, papa juga masih ganteng Ma, "cetus Satria dengan maksud bercanda.


"Iya Pa, papa memang akan selalu terlihat ganteng di mata mama," sahut Maya.


Mereka pun tertawa bersama sambil merangkul, menyaksikan kebahagian dan keceriaan anak-anak mereka.


please


like


komen.


vote


dan hadihnya, mumpung hari senin boleh dong vote karya receh ini dari pada mubazir, hehehe.

__ADS_1


__ADS_2