Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Challenge untuk Aldi


__ADS_3

Heru berada di balkon kamar mereka, ia binggung mencari uang dua miliar untuk membantu Clarisa.


Heru mondar mandir memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa membantu mantan kekasihnya tersebut.


Pikiran Heru melayang kemana-mana sesekali ia menarik nafas panjang dan menghempaskanya.


"Huh, aku harus cari kemana uang senilai dua miliar, apa aku pinjam sama Aldi saja ya," gumanya bermonolog.


Heru mengedar pandanganya ke sekeliling, kemudian matanya menangkap kedatangan mobil Aldi.


Heru sedikit meragu jika harus meminjam uang sebesar itu kepada Aldi.


Namun ia juga kasihan dengan nasib Clarisa.


Heru melangkah keluar dari kamarnya, kemudian ia turun dari lantai atas dan menuju lantai bawah.


Aira dan Aldi sampai di rumah, keduanya terus melengkungkan senyum bahagianya.


Kehadiran mereka di sambut langsung oleh Heru.


"Aldi, bisa mas bicara sama kalian berdua?"tanya Heru.


"Tentu Mas, "jawab Aldi dengan senyum yang tak pernah lepas.


Mereka pun duduk di ruang tengah, rumah tersebut kembali sepi, karna Romeo dan Tari sudah pindah di rumah baru mereka, sementara Satria dan Maya kembali ke negara mereka.


Aldi dan Aira terus bergandengan tangan, seolah menyirat kebahagian mereka yang tak terpisahkan.


"Ada apa Mas?"tanya Aldi.


Heru membungkukkan tubuhnya,.ia sendiri tak tahu harus memulai dari mana obrolan mereka.


Melihat saudaranya tersebut terlihat gelisah,Aldi pun membuka obrolan mereka.


"Ada apa sih Mas? Kok sepertinya sungkan seperti itu," ucap Aldi.


Sejenak mereka merasa tegang karna melihat ketegangan di wajah Heru.


"Aldi, mas mau pinjam uang dua miliar, nanti mas cicil perbulan," ucap Heru.


Aldi tersenyum tipis," Ngak usah pinjam mas, Aldi kasi saja," sahutnya.


Heru mendongkakkan kepalanya.


"Ngak usah, mas pinjam,secepatnya mas akan kembalikan, "sangah Heru.


"Ngak mas, Aldi kasih saja,ngak usah bayar, itung-itung itu ungkapan rasa syukur dari Aldi karna kehamilan Aira,"ucap Aldi seraya tersenyum.


Heru mendongkak kan kepalanya, melihat kedua suami istri itu.


"Hamil? Kamu hamil Aira?"tanya Heru.


Aira tersenyum bahagia.


"Iya mas Aira hamil," sahut Aira.


Heru bangkit seraya memeluk keduanya.

__ADS_1


Mereka berdua pun bangkit menerima pelukan Heru.


"Selamat ya untuk kalian berdua, mas Heru senang karna mas akan punya dua keponakan sekaligus," papar Heru.


"Iya Mas, kami berdua juga bahagia,.bahkan rencananya mas Aldi akan mengadakan syukuran besar-besaran serta memberi tambahan bonus untuk seluruh karyawannya," papar Aira.


"Oh ya, bagus kalau begitu,semoga kalian di berkahi anak-anak yang sholeh serta di mudahkan di segala urusan dan di berikan keselamatan terus menerus, "ucap Heru.


"Amin, terima kasih Mas,"ucap keduany


Mereka melepaskan pelukannya.


"Tapi mas Heru kapan memberi kabar gembira untuk kami?"tanya Aira.


Heru kembali teringat dengan Miranda Clarisa.


"Entalah Aira, mungkin suatu saat nanti,"ucap Heru.


"Ya sudah Mas, nanti Aldi langsung transfer ya ke rekening mas Heru langsung, " ucap Aldi.


"Iya Di, terima kasih ya," ucap Heru sambil menepuk pelan pundak dari adiknya.


"Kalau begitu kami naik dulu mas, Aira sepertinya lelah," ucap Aldi.


"Iya silahkan saja." Heru.


Sesampainya di kamar Aira langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Sayang kamu mau mandi?" tanya Aldi pada Aira.


" Iya Mas," tubuh Aira terasa lengket, sahutnya.


"Iya Mas," sahut Aira manja.


Aldi sangat antusias sekali, jika biasanya ia yang dilayani oleh Aira, hari ini ia yang akan melayani istrinya tersebut.


Setelah menyiapkan air hangat di dalam bathub, Aldi menghampiri Aira, dan melihat istrinya telelap, mungkin karna lelah, Aira terlelap dalam waktu sekejap saja.


Aldi merasa iba pada istrinya, setiap harinya ia selalu membawa Aira kemana saja ia pergi.


"Sayang, kamu mandi dulu ya, nanti tidur lagi,"ucap Aldi seraya mengguncang tubuh Aira dengan pelan.


Aira meliuk kan tubuhnya kemudian menerjab-nerjabkan matanya.


"Air hangatnya sudah siap mas?" tanya Aira.


"Sudah sayang, ayo kamu mandi dulu, setelah itu kamu bisa kembali istirahat Yang," ucap Aldi.


Hmm, sahut Aira berdehem.


Mereka pun menuju kamar mandi.


Aira masuk kedalam bathtub yang di ikuti oleh Aldi.


Aira menyandarkan tubuh bugilnya pada tubuh bugil Aldi.


Dengan perasaan bahagia mereka mengelus perut Aira.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana rasanya hamil?" tanya Aldi di tepi telinga Aira.


"Ehm, bahagia Mas, apalagi jika hamil dari seorang suami yang begitu kita cintai," ucap Aira.


"Mas Aldi juga bahagia Sayang, jadi kapan kita akan mengadakan syukurannya?"tanya Aldi.


"Ehm, bagaimana kalau barengan saja dengan mbak Tari, bulan depan mbak Tari tujuh bulanan, dan rencananya mereka juga akan mengadakan acara syukuran, " saran Aira.


"Iya, boleh juga, Papa dan Bunda Maya pasti akan hadir, tetapi mas Aldi ingin sekali agar mama bisa hadir di acara syukuran kita sayang, "sahut Aldi.


"Iya Mas, semoga saja, bulan depan mama bisa hadir di acara perayaan kita,"sahut Aira.


"Semoga saja, mama bisa menerima kehadiran kamu dan calon cucunya," ucap Aldi seraya mencium pipi Aira.


"Semoga saja Mas, Aira juga ingin seperti mbak Tari yang di sayang oleh kedua mertuanya," ucap Aira.


"Iya sayang," tapi kamu jangan berkecil hati ya, semua butuh proses, "ucap Aldi seraya menyadarkan kepala Aira di dadanya.


"Iya Mas," sahut Aira


Setelah beberapa lama berendam, mereka pun memutuskan untuk menuntaskan ritual mandinya.


Aldi memakaian Aira bathrobe dengan hati-hati ia menuntun istrinya tersebut menuju kamar mereka kembali.


Aldi merasa trauma, ia pernah kehilangan calon anak mereka. jadi sebisa mungkin ia akan menjaga kehamilan Aira saat ini.


"Sayang, kamu mau makan?"tanya Aldi sambil mengenakan kembali pakaianya.


"Ehm, ngak mas,Aira mau istirahat saja," sahut Aira seraya bersandar pada headboard.


"Ayolah sayang, kamu bilang saja mau makan apa biar mas Aldi yang masak spesial untuk kamu, ucap Aldi.


Aira tersenyum, "bener Mas? Mas Aldi mau masak khusus untuk Aira?" tanya Aira meyakinkannya kembali.


"Iya sayang, kamu mau makan apa?" Aldi mengulangi pertanyaannya.


"Hm, karna Aira tahu mas Aldi ngak bisa masak, Aira tantang mas Aldi untuk bikin nasi goreng untuk Aira, tapi ngak mau pakai bumbu instan, mas Aldi harus masak sendiri," titah Aira.


"Siap sayang, untuk kamu apa sih yang enggak," sahut Aldi.


"Kamu mau nasi goreng apa?"seafood atau apa.


"Ehm, Aira mau nasi goreng pakai teri medan, suir ayam, sosis dan telur orak- arik, "


"Okey, kamu tunggu di sini ya, biar mas Aldi saja yang masak," ucapnya.


"Ngak bisa Aira harus lihat cara mas Aldi masak, ntar mas Aldi curang." Aira.


Ya salam, seperti nya aku harus benar-benar memasak malam ini,batin Aldi


" Aira pakai baju dulu ya,"ucap Aira bahagia.


"Iya sayang," sahut Aldi pasrah.


Bersabung,.like dan komennya ditunggu selalu ya.


Mampir juga di novel author yang lainya dengan judul: Istri pengganti tuan muda yang cacat,

__ADS_1



__ADS_2