Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Jodoh tak kan tertukar


__ADS_3

Mobil mewah Aldi melaju di jalanan lenggang ibu kota, Aldi menyetir dengan perasaan bahagia karna ada istri tercinta yang berada di sampingnya kini.


Aldi tak henti hentinya menebar senyum bahagianya, sambil sesekali menciumi pucuk kepala dan punggung tangan sang istri.


Sementara Aira, tubuhnya selalu menempel pada lengan Aldi, "Mas Aldi kangen banget sama kamu sayang," ucap Aldi.


"Aira juga,"sahutnya dengan manja.


"Kalau gitu pulang dari sini kita langsung uwuk-uwukya," ucap Aldi dengan santai.


"Iya Mas Aldi tenang saja, malam ini kita bergadang goyang sampai pagi," sahut Aira dengan tawa terkekehnya.


Ha haha mereka tertawa.


Obrolan mereka tersebut terdengar di telinga Heru hingga ia menggerucutkan bibirnya.


"Bener-bener ngak ada akhlaq nya mereka berdua," dengus Heru.


"Nasib banget jadi jomlo," imbuhnya lagi.


Heru hanya bisa mendengus kesal entah kenapa akhir-akhir ini ia begitu sensitif dengan masalah jodoh, mungkin karna Maya yang mendesaknya untuk segera mencari pendamping hidup.


Bebera menit berlalu, suasana tetap sama, pasangan suami istri itu hanya ngobrol berdua, mereka seolah lupa jika di belakang mereka ada seorang jomlo yang sedang merana mendengar dan melihat adegan romantis mereka.


Romeo dan Tari membuntuti mobil Aldi, dalam beberapa menit perjalanan mereka habiskan hanya dengan diam.


Tari sendiri binggung dengan sikaf Romeo yang berubah jadi dingin jika berada bersamanya.


Tari memperhatikan wajah Romeo yang masih datar tersebut.


"Rom muka kamu kok datar gitu sih? kaya talenan aja," cetus Tari yang risih karna sikaf diam Romeo.


"Ehm, masak sih? biasa aja,," cetusnya.


"Biasa saja apanya Rom!, gue tahu Rom, loh belum bisa menerima gue, gue sadar,gue ngak pernah ada di hati loh sedikit pun," ucap Tari dengan nada yang melemah di akhir katanya.


Romeo melirik kearah Tari yang terlihat sedih," Siapa yang bilang seperti itu Tar?Gue ada di sini juga karna loh, " sahut Romeo dengan nada seriusnya.


"Iya Rom, jika loh ngak ingin ikut Aldi, kita langsung pulang saja, gue ngak masalah kok." Tari.


"Ngak apa Tar, sepertinya gue harus membiasakan diri untuk membaur bersama keluarga loh,"


Tari tersenyum kearah Romeo," Terima kasih ya Rom, loh bersedia gabung sama Aldi lagi, meski gue tahu itu pasti berat buat, loh, " ucap Tari.


"Tapi bagaimana pun juga Aldi itu adik gue Rom, dan jika kita menikah nanti, maka dia juga akan jadi adik loh, gue cuma minta kalian bisa akur Rom, lupakan saja apa yang pernah terjadi antara kalian berdua," ucap Tari dengan nada yang melemah dia akhir kalimatnya.


Romeo menggangguk," Iya, gue akan berusaha," sahutnya datar tanpa menoleh kearah Tari.


Romeo melajukan mobilnya dengan kecepatan stabil, setelah pembicaraan tersebut tak ada lagi obrolan dari mereka.


Beberapa menit di perjalana mereka pun Sampai di restoran langganan Aldi, Aldi memakirkan mobilnya dengan rapi di ikuti dengan kedua mobil dibelakangnya.


Aira menggandeng mesra tangan Aldi sambil berjalan menuju pintu masuk restoran tersebut.


Kedatanganya di sambut oleh seseorang waiters yang langsung mengantar mereka menuju meja yang sudah di pesan Aldi.


Saat memasuki restoran tersebut, Aira terkenang dengan salah satu peristiwa bersejarahnya, saat itu ia dan Romeo mendatangi restoran tersebut dengan maksud memanasi Aldi, saat Aldi berpacaran dengan Tari.


Aira masih mengingat bagaimana saat itu Aldi mengabaikannya dan memilih menjalin cinta dengan beberaa wanita di belakangnya.


Untung saja saat itu ada Romeo yang selalu menghiburnya, saat ia merasa patah hati atas sikaf Aldi yang selalu mempermainkanya, hingga tanpa sengaja ia dan Romeo sempat saling jatuh cinta.


Di tempat ini juga, ia pertama kalinya ia merasakan ciuman pertamanya bersama Romeo.


Bahkan saat itu, Aldi dan Romeo sempat berduel, begitu pun dengan dirinya dan Tari.


Tapi saat ini justru kebalikan dari semua itu, kini yang ada di sampingnya adalah Aldi yang telah resmi menjadi miliknya, begitupun Tari dan Romeo yang tak lama lagi akan menikah.


Ini kah namanya jodoh?, seperti apa pun jalannya, jodoh tak akan tertukar.


Aira menggenggam erat tangan suaminya, saat ini ia merasa bahagia, karna perubahan sikaf Aldi terhadapnya, awalnya mereka menikah hanya untuk memenuhi kontrak taruhan antara Aldi dan Romeo, tapi kini tujuan mereka berdua menikah adalah untuk menjadikan rumah tangga mereka yang sakinah untuk selamanya dan bukan hanya untuk sesaat seperti yang tertera di kontrak nikah yang pernah di tanda tanggani keduanya.


Selain untuk merayakan kebahagian ia dan Aira, berkumpulnya mereka di sini seperti reuni, mengingat hubungan persahabatan mereka sempat merenggang akibat Aldi dan Romeo yang bersitegang, begitu pun Aldi yang selalu sibuk dengan masalah pekerjaan dan masalah rumah tangganya hingga tak ada waktu untuk sahabatnya Doni.


Mau tidak mau, suka tak suka, Aldi harus menerima kehadiran Romeo yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarganya.


Masing-masing mereka memesan makanan favorite mereka.

__ADS_1


Sebelum menu utama tersaji dua orang waiter membawa deserts sebagai hidangan pembuka.


Rasa canggung masih terlihat antara Aldi dan Romeo, keduanya terlihat enggan saling menyapa.


Meski begitu mereka mencoba untuk bersikaf tenang.


Mereka duduk bersila di atas lantai dengan meja yang lumayan besar.


Sambil menunggu hidangan mereka pun ngobrol.


Aira dan Aldi tetap mengobrol berdua, dunia seakan milik mereka berdua saja saat itu, sementara Heru sendiri hanya mengutak atik handphonenya tanpa berbicara sedikit pun dan ia duduk tepat di samping Doni.


Doni mengarahkan wajahnya menghadap Romeo.


"Bagaimana persiapan pernikahan kalian Rom?" Tanya Doni pada Romeo dan Tari, karna sepertinya tak ada yang akan memulai obrolan terlebih dahulu.


"Baru fitting baju sama beli barang hantaran, itu juga belum semuanya, "jawab Romeo.


"Loh sendiri bagaimana jadi ngak melamar Dasti?"tanya Romeo sambil mengaduk minumanya..


"Guenya sih jadi, tapi kata orang tuanya harus nunggu kakaknya Dasti kawin dulu, baru boleh melamar Dasti, soalnya cewek gue kan anak bungsu bro,2 kakaknya cewek semua lagi, yang pertama untungnya udah nikah, tinggal kakaknya yang nomer dua yang belum nikah, kelamaan kan? jadinya, jika harus nunggu kakanya kawin baru bisa melamar dia, mana kakaknya baru putus lagi, dan menurut adat mereka kalau Dasty kawin lebih dulu, kakaknya bakalan susah laku bro," dengus Doni kesal.


Mendengar penuturan Doni itu Romeo tersenyum simpul.


"Trus bro?" Romeo.


"Gue jadi binggung Rom, orang tuanya ngak mikir kaliya, gue udah lima tahun pacaran dan niat baget minang anaknya baik-baik, tapi di tolak gegara kakaknya belum nikah, kenapa ngak di obral aja sih kakanya si Dasti, biar cepat lakunya, kalau ngak, gue jodohin saja sama mas Heru,.biar kita jadi keluarga besar, "cetus Doni denga tawa terkekehnya.


Hm ehek, Heru tersedak.


"Lo ngomong apa Don?" Tanya Heru.


"Ngak Mas, itu kakaknya Dasti! cewek gue baru putus dari pacarnya, gue mau melamar Dasti terhalang restu karna harus nunggu kakaknya nikah dulu, nah dari pada Mas Heru jadi jomlo akut, mendingan sama kakaknya Dasti tuh, kawinin, kita bareng-bareng aja nikahnya, lumayan gue bisa ngirit dikit,paling ngak ngak perlu sewa gedung dan katring lagi."cetus Doni dengan tertawa terkekeh kembali.


"Modus, ngak modal," sahut Romeo.


"Oh gitu boleh tuh tu Don, asal loh ngak masalah aja," sahut Heru semangat.


"Boleh mas? Gue mah ngak masalah sama sekali, Mas" sahut Doni nyengir


"Ehm boleh, maksudnya boleh di getok kepala loh, lo pikir gue ngak laku apa?!" Dengus Heru sambil menyerup es kelapanya.


"Ye, gue kira mas Heru,.mau," sungut Doni sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Gue binggung nih, ada solusi ngak bro?" tanya nya sambil menepuk pundak Romeo.


"Ah kalau orang tuanya mau nya gitu, loh gandeng aja dua-dua nya sekalian ke pelaminan,"sahut Romeo asal.


"2in1 maksud loh?" Doni Terkekeh.


"Tapi gue ngak kuat Rom, gak kuat bayar maharnya," sahut Doni dengan tawa kecilnya.


"Yakin banget ya loh ! kakaknya mau sama loh," sungut Romeo.


Obrolan mereka terhenti ketika datangnya waiters yang mengantar makan untuk mereka.


Mereka memesan mix seafood yang di sajikan langsung di atas meja beralaskan daun pisang.


Sajian seafood tersebut terdiri dari aneka makan laut, seperti udang cumi dan kepiting.


Untuk menikmati sajian tersebut mereka juga menggunakan daun pisang sebagai alas.


mereka makan dengan berpasang-pasangan.


Aira langsung mengaut nasi untuk Aldi, terdapat empat bakul nasi yang ada di hadapan mereka.


Ia pun menyendok kepiting sebagai santapan pertamanya, Aira sepertinya kesulitan menggunakan Alat untuk menghancurkan cangkang kepiting, melihat istrinya yang kesulitan Aldi meraih penjepit dan menghancurka capit kepiting untuk Aira.


"Sayang sini biar Mas yang buka cangkang kepitingnya", ucap Aldi, ia pun membuka cangkang kepiting dan kulit udang kemudian menyuapi Aira.


Aldi yang menyuapi lauknya sedangkan Aira yang menyuapi nasi ke mulut Aldi.


Adegan Romantis mereka menjadi perhatian sekian pasang mata yang ada di sana, kecuali Doni yang terlihat santai dan begitu menikmati hidangan yang ada di hadapanya.


Sementara Tari dan Romeo juga makan dalam wadah yang sama, terlihat sekali kebahagian di wajah Tari.


Meski tak seperti kemestraan Aldi dan Aira namun Romeo juga membuka cangkang kepiting untuk Tari, hingga Tari tak perlu merasa repot lagi.

__ADS_1


Apa yang di lakukan Romeo sudah lebih cukup baginya, ia juga tahu jika sang kekasih masih memendam rasa terhadap Aira, hingga membuat Romeo tak banyak bicara saat mereka makan bersama.


Melihat kedua adiknya yang terlihat bahagia bersama pasangan nya masing-masing, ada rasa sepi yang kembali mengusik hati Heru, bahkan di umurnya yang menginjak dua puluh lima tahun ia masih belum memiliki pacar apalagi calon istri.


Pikiran Heru menerawang tentang Miranda yang hingga kini tak ada kabar sedikit pun tentangnya.


Ia dan Miranda pacaran sejak SMA, sejak tamat SMA Heru sudah sibuk mengurusi perusahaan ayahnya, ia jadi tak punya waktu banyak untuk menikmati masa remajanya, bahkan ia dan Miranda sempat putus karna Heru yang tak punya banyak waktu untuknya, Namun Heru sudah berjanji pada Miranda, jika ia telah menyelesaikan kuliahnya di Australia, Heru akan meminangnya, namun lagi-lagi rencana itu batal, karna sepertinya Miranda terkesan menghindarinya saat ini


Banyak sekali gadis yang bersedia mengisi hatinya, tapi tak satu pun  yang membuatnya tertarik, bahkan rekan bisnisnya sendiri ada juga yang mengusulkan perjodohan Heru dengan anak-anak mereka.


Namun Heru kesulitan untuk membuka hatinya.


Sementara seorang gadis yang bernama Gintan, ia sendiri tak tahu siapa gadis itu.


Iya hanya bertemu sekali, tapi mata teduh gadis tersebut membuat hatinya menjadi gelisah dan ingin mencari tahu keberadaan gadis tersebut.


Tak banyak kisah cinta yang terjadi dalam hidupnya, ia memiliki kesibukan yang padat,  sulit baginya untuk membuka hati, saat ia merasakan sesuatu yang berbeda terhadap Aira, ia hanya bisa memendam perasaanya tersebut dan menyimpanya di lubuk hati yang paling dalam dan tersembunyi.


Tawa dan canda Aira terdengar renyah, hatinya begitu bahagia bisa berkumpul bersama mereka lagi, seakan beban di pundaknya pun terasa hilang, tak ada yang mengganjal di hatinya, perasaan tersebut membuatnya menjadi seorang yang periang.


Ia dan Aldi tak sungkang untuk bersenda gurau dan bermesraan di depan mereka.


Sementara Romeo mencoba menahan perasaannya dengan diam, kemestraan mereka justru membuat hatinya terluka.


Rasanya ingin sekali ia untuk pergi dari tempat itu.


Tari melirik kearah Romeo yang sepertinya tak berselera dengan hidangan di depannya.


Wajah Romeo juga terlihat cemberut, Gue tahu Rom, loh pasti ngak nyaman berada antara Aldi dan Aira, batin Tari sambil melirik ke arah Romeo


Selesai makan Tari memutuskan untuk pulang terlebih dahulu, ia paham sekali semakin lama di tempat itu, Romeo akan semakin terluka.


Tari mencoba untuk mengerti keadaan, dirinya bukan tak merasa sakit, hanya saja ia mengalah demi kenyamanan mereka bersama.


"Eh, gue dan Romeo cabut duluan ya, karna kita masih banyak urusan, " ucap Tari.


Romeo melirik kearah Tari, ia sendiri binggung dengan keputusan Tari, meski ia setuju dengan Tari untuk pergi secepatnya dari tempat itu.


"Iya, loh hati-hati Tar, jangan sampai pulang malam, " sahut Aldi.


"Berisik loh, urusan gue," sahut Tari nyolot.


"Eh, ngak bisa.. selama papa ngak ada, loh itu tanggung jawab gue sama mas Heru, jadi loh jangan macam-macam apa lagi sampai ngak pulang ya!," ancam Aldi.


"Ih tau gue!" dengus Tari sambil berlalu dari tempat itu.


Meski kekhawatiran Aldi terlihat berlebihan, tapi nyatanya perasaannya memang seperti itu, ia tak ingin Tari di sakiti apalagi sampai celaka.


Meski ia dan Tari tak tak seibu, tapi ia merasa punya hak untuk melindungi dan menjaga saudara perempuanya itu.


Meski Aldi percaya jika Romeo tak macam-macam, tetap saja ada perasaan khawatir.


Romeo dan Tari keluar dari Restoran tersebut dan langsung menuju halaman Parkir.


"Kenapa kita harus pulang terlebih dahulu Tar?"tanya Romeo heran.


"Ah ngak gue cuma pengen berduaan sama loh saja," kilah Tari memberi alasan.


Ehm, Romeo menyunggingkan senyum tipisnya.


"Kalau gitu, sekarang kita ke hotel saja," ucap Romeo datar


"Hah ke hotel?!" tanya Tari syok.


Em, Romeo melirik kearah Tari," Kenapa? bukan nya sebentar lagi kita akan menikah? tanya Romeo dengan wajah serius nya.


Tari mengulum senyumnya, Kenapa kalau dengar hotel, otak gue garcep aja ya? jadi mesum gue, Hm gue memang cinta sama Romeo, tapi masa iya sih gue harus menyerahkan kegadisan gue saat ini.


Tari menggenggam erat tanganya yang seketika menjadi dingin, membayangkan apa yang akan terjadi padanya dan Roneo.


Tari terlihat gelisah, ia menggigit bibirnya sambil melihat pria tampan yang ada di sampingnya, Gue memang sangat ingin memiliki Romeo, tapi apa iya sampai harus melakukan dosa seperti itu.


Romeo melihat Tari yang terlihat gelisah, "loh kenapa Tar?" tanya Romeo dengan wajah seriusnya.


Tari semakin salah tingkah, "Enggak Rom, gue cuma nervous," sahutnya sambil nyengir kearah Romeo.


Sementara Romeo menggelengkan kepalanya, seraya tetap konsentrasi menyetir.

__ADS_1


Hayo babang Romeo kamu jangan nakal ya!!!


Bersambung ya reader, ada yang penasaran ngak apa yang terjadi pada mereka berdua, like dan komen dulu ya, kalau bisa plus hadiahnya 😆.


__ADS_2