Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Menunggu kamu


__ADS_3

Aira menangis sejadi-jadinya, saat tubuh Romeo tumbang di pelukanya.


"Aira peluk bang Romeo, agar kamu tak dibawa penculik itu, Bang Romeo akan melindungi kamu Aira," kata-kata itu terucap dari bibir Romeo, ia yang sempoyangan langsung memeluk Aira, agar penculik itu tak membawa Aira.


Seketika pandangan Romeo menjadi gelap, karna banyak darah yang keluar dari luka tusukan tersebut.


Aira menangis sejadi-jadinya dan segerombolan warga pun menghampirinya, mereka yang membawa mobil, langsung melarikan Romeo ke rumah sakit.


Aira memangku kepala Romeo, dan tanganya terus menggenggam erat tangan Romeo.


Sepanjang perjalanan ia hanya menagis, sambil memanggil nama Romeo.


"Bang Romeo bangun bang, maafkan Aira bang karna melindungi Aira bang Romeo jadi begini."


Mendengar tangisan lirih dari Aira, sopir dari mobil tersebut merasa kasihan.


"Dek tenang ya, abang kamu pasti selamat," tuturnya.


"Iya Pak, bawa kami kerumah sakit terdekat saja Pak," tuturnya sambil menangis segegukan.


Sepuluh menit mereka pun sampai, Romeo langsung di bawa menuju ruang UGD, sementara Aira merasa khawatir sekaligus binggung, bagaimana caranya ia menghubungi keluarga Romeo.


Aira masih memegang handphone milik Romeo, ia pun mencari nama Aldi atau pun Doni.


Aira menemukan nomor Aldi di kontaknya, ia pun coba menghubungi Aldi, namun sepertinya Aldi tak menganggkat, atau ia sengaja tak mau menggangkat telpon tersebut.


Aira pun menghubungi Doni dan dalam beberapa detik langsung tersambung.


"Halo Rom, ada apa sih, gangguin gue saja," gerutu Doni, ia masih kesal karna coklatnya di ambil sama Romeo.


"Hallo bang Doni," ucapnya dengan gemetar.


"Aira, kamu kenapa hubungi abang pakai handphone bang Romeo?" tanyanya heran.


"Aira di rumah sakit bang, bang Romeo di tusuk orang tak di kenal, karna melindungi Aira," tuturnya dengan gemetar karna menahan tangis.


"Apa, kenapa bisa seperti itu sih ?" tanya Doni.


Mendengar suara Aira yang menamgis, Doni pun tak tega," Ya sudah Aira, Aira tenang ya, abang langsung kesana sekarang, Aira sudah hubungi Mas Aldi?" tanya Doni.


"Sudah Mas, tapi tak diangkat, Aira sendiri di sini, Aira takut bang," tuturnya masih dengan terbata-bata.


"Ya nanti biar bang Doni yang hubungi mas Aldi, Aira tenangnya," ucapnya dengan lembut, sementara pacar Doni wajahnya jadi cemberut.


"Yank kita kerumah sakit sekarang, Romeo kena tusuk orang yang tak di kenal," jelasnya.


"Ihs, gangguin aja deh si Romeo, itu juga Aira itu siapanya, pacarnya Romeo ya?" dengusnya dengan kesal.


"Ngak usah gitu dong yank, biar bagaimana, Romeo itu sahabat ku, dan sekarang keadaanya sedang kritis, Ayo kita kerumah sakit sekarang." ia pun menarik tangan Dasti.


Di dalam perjalanan Doni berusaha menghubungi Aldi, tapi tidak diangkat olehnya.


"Ihs, kesal gue sama Aldi, handphonenya ngak aktif lagi." Doni pun mengirim pesan suara kepada Aldi.


***


Aldi dan Tari tengah menikmati suasana di pantai, karna bertepatan dengan hari valentin, pihak pengelola pantai mengadakan beberapa even, salah satunya mengundang band papan atas, sebagai hiburan tambahan di pantai tersebut.

__ADS_1


Karna suara bising dari lantunan lagu-lagu dari beberapa band, mereka pun pergi menjauh, dan kembali menikmati malam romantisnya, seperti kejadian di pantai, mereka bercumbu di bawah remang-remang sinar rembulan, dan saat ponselnya bergetar, Aldi pun melihat pangilan telpon dari Romeo dan langsung diabaikanya.


Mereka pun melanjutkan keromantisan mereka, Aldi dan Tari semakin bergairah mereka hampir kebablasan, Aldi yang trauma berhubungan dengan wanita pun takut, jika Tari mengetahui rahasianya.


Aldi pun urung melakukanya, ia sendiri masih meragukan kejantanannya.


Akibat dari ulah Romeo kini Aldi menjadi tak percaya diri jika harus melakukan sejauh itu pada wanita.


Ada benarnya apa yang dikatakan Romeo, Romeo sengaja mengerjai Aldi, agar ia tak terbawa pergaulan bebas, maklum saja Aldi punya segalanya, wajah yang tampan dan rupawan, uang yang melimpah, banyak sekali wanita yang mengantri dan siap menyerahkan diri mereka pada Aldi. jika Aldi tak bisa menahan nafsunya, maka ia akan hancur sendiri.


Ada dampak positif dan negatif dari kejahilan Romeo, meski ia jahil, tapi sebagai sahabat, hati kecil Romeo ingin melindunginya.


Mereka pun keluar dari pantai dan saat melihat handphonenya, ada beberapa panggilan tak terjawab dari Doni dan Romeo.


Aldi mendengar pesan suara yang dikirim oleh Doni setengah jam yang lalu.


*Woi Di, kerumah sakit sekarang, Aira ada bersama Romeo di rumah sakit,* pesan suara.


"Romeo dan Aira ada di rumah sakit ? apa yang terjadi?" tanyanya sendiri.


"Tari ayo aku antar kau pulang sekarang, aku harus kerumah sakit." tutur Aldi


"Aduh handpone aku lowbatt lagi, " Aldi.


Perjalanan dari pantai hingga kerumah sakit memakan waktu satu jam, belum lagi ia harus mengantar Tari terlebih dahulu.


"Aduh kalau ada apa-apa sama Aira, bisa mampus gue, mau bilang apa sama bokapnya, dan Heru pasti ngomelin gue habis-habisan," sungutnya dengan kesal.


"Ada apa sih Yang?" gelisah banget ?" tanya Tari.


"Aira sama Romeo masuk rumah sakit, dan aku ngak tahu apa yang terjadi pada mereka," dengusnya dengan kesal.


***


Doni langsung menghampiri Aira dan menyapa nya.


"Di mana Romeo Aira?" tanya Doni.


Melihat Doni di hadapanya, Aira pun langsung menghambur memeluknya dan menangis, tubuhnya gemetar seperti ketakutan.


"Tenang Aira, tenang ya, kita doa kan agar tak terjadi sesuatu pada Romeo," ucapnya sambil mengelus pundak Doni.


"Ini semua karna Aira Bang, Aira yang mengajak bang Romeo untuk jalan-jalan," tuturnya terisak dalam pelukan Doni, sepertinya Aira begitu menyesal.


Melihat kedekatan mereka, Dasti menjadi cemburu, wajahnya pun mengkerut dan mencibir Aira.


"Sudah kamu tenang ya, kita doa-in saja bang Romeo baik-baik saja." Doni menuntun Aira duduk di kursi.


Aira masih memeluk Doni, tangganya pun masih gemetar.


Doni merasa iba pada gadis itu, ia begitu terpukul atas tragedi yang menimpa Romeo.


Sementara Dasti terus bersungut karna merasa cemburu pada Aira, bagaimana tidak, Aira adalah gadis yang sangat cantik.


Setelah satu jam menunggu, akhirnya Romeo pun di bawa keruangan perawatan, Aira, Doni dan Dasti, mengikuti perawat yang mengantar Romeo ke ruang perawatan.


Setelah tugas mereka selesai, para perawat tersebut langsung meninggalkan mereka di kamar perawatan.

__ADS_1


Aira langsung menangis memeluk Romeo yang masih belum sadar.


Ia terus berada di samping Romeo dan menunggu Romeo sadar.


"Eh aku lupa memberi tahu keluarga Romeo," Doni pun menghubungi keluarga Romeo.


Ternyata mereka semua berada di luar kota, dan mungkin besok pagi baru sampai kemari.


Aira masih duduk di samping Romeo, beberapa kali ia memanggil nama Romeo, tapi tak ada jawaban, Aira semakin sedih saat wajah Romeo yang biasanya ganteng dan ceria kini menjadi pucat, seperti mayat.


Sesal terus menghampiri perasaan Aira, hingga ia tak mau sedikit pun jauh dari Romeo.


Aldi masuk keruang perawatan Romeo, dan di lihatnya Aira sedang menangis, sambil menggenggam tangan Romeo.


Ada rasa kesal dalam dirinya, ia pun menarik tanggan Aira dan itu membuat Aira kaget.


"Mas Aldi," ucapnya kaget.


"Sini kamu Aira." Aldi menarik tanggan Aira dan membawanya keluar.


"Kenapa semua ini bisa terjadi Aira?" tanyanya dengan luapan emosi.


"Aira yang mengajak bang Romeo keluar komplek, kami makan bakso di depan komplek dan saat kami kembali, ada dua lelaki yang ingin menculik Aira, tapi bang Romeo melindungi Aira, hingga ia ditusuk, oleh kedua penjahat itu," paparnya dengan terbata-bata.


"Aira!!!, kamu sudah mas Aldi peringatkan berkali-kali, jangan pernah keluar rumah, karna itu pesan dari bapakmu pada Mas Aldi." katanya dengan nada sedikit tinggi.


Aira kaget mendengar penuturan Aldi.


"Kalau kamu masih bandel, Mas Aldi akan suruh bapak kamu mempercepat pernikahan kita, dan setelah kita menikah kamu ngak boleh bergaul pada siapa pun, mengerti kamu Aira," bentak Aldi, Aira kaget karna tak biasanya Aldi berkata kasar.


Aira menangis, "Ayo kita pulang Aira, biar Doni yang menunggu Romeo." Aldi berusaha menarik tanggan Aira, tapi di tepis oleh Aira.


"Ngak Mas, Aira ngak mau pulang sampai Aira yakin bang Romeo sudah sadar dan selamat," ucapnya sambil melepas cengraman tangan Aldi, setelah lepas, ia pun kembali masuk ke kamar Romeo.


Aldi ingin mengejar Aira tapi di tahan oleh Doni.


"Tunggu Di, lo jangan terus menyalahkan Aira, dia itu korban, korban dari loh, dan dari Romeo juga, kalian itu membuat wanita seperti barang yang dengan mudah lo pertaruhkan, jika loh ngak cinta dan ngak bisa jaga Aira, mending loh kembaliin dia ke orang tuanya, atau loh kasih ke Romeo, suruh dia yang kawinin Aira." ucap Doni dengan emosi.


"Apa maksud lo ngomong gitu Don?" tanya Aldi tak mengerti


"Maksud gue, jika loh lebih memilih Tari dari pada Aira, mendingan loh suruh si Romeo saja yang menikahinya, karna gue sudah melihat sudah ada benih cinta diantara mereka berdua, dan ini juga semua salah loh Di," tunjuk Doni dengan kesal ke muka Aldi.


Aldi semakin emosi mendengar penuturan Doni, bagaimana mungkin, Aira dan Romeo bisa terlibat cinta, sementara mereka baru beberapa kali bertemu, meski menginggkari rasa cemburunya, tetap saja dalam hati Aldi merasa risih dengan penuturan Doni.


Please


like


komen


vote


dan hadiahya.


Mampir juga di novel author yang lainya lebih seru dan sudah end lagi


Ketika takdir menyatukan aku dan mereka

__ADS_1



__ADS_2