Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Malam Indah


__ADS_3

❎Mengandung adegan dewasa, yang belum menikah skip aja ya ❎


Malam semakin sunyi setelah pertarungan yang pertama, Aldi merobohkan tubuhnya di samping sang istri, di kecupnya kening Aira.


Aira tersenyum, meski masih merasakan sakit pada bagian bawah tubuhnya.


Aldi membersihkan kotoran yang keluar dari gawang yang baru saja bobol tersebut.


Es, desis Aira merasakan Sakit ketika Aldi menyapu lembut dengan tissu.


Sungguh pengalaman yang meneganggkan bagi Aira untuk ke dua kalinya, untung saja dirinya tak sampai pingsan kali ini.


Setelah membersihkan istrinya ala kadarnya, Aldi kembali merebahkan tubuhnya di samping sang istri, di kecupnya kening Aira.


Mereka saling melepas senyum haru dan bahagia.


Aldi meraih tangan Aira kemudian kembali mengecup punggung tangannya.


"Terima kasih sayang," ucapnya seraya menyapu lembut pipi sang istri.


Aira tak mau kalah, di rabanya wajah tampan sang suami yang sudah basah oleh keringat.


"Sama-sama Mas," ucapnya seraya mengecup punggung tangan suaminya.


"Sayang Mas siapin air hangat ya untuk kita berendam," ucap Aldi.


Aira tersenyum dan menggangguk, Aldi turun dari ranjang dan menuju kamar mandi, setelah menyiapkan Air, Aldi sengaja menuang sabun cair beraroma terapi ke dalam bathub yang telah terisi air hangat.


Setelah siap Aldi kembali ke kamar.


Dan melihat Aira yang sadang melepas sprey yang sudah ternoda tersebut.


"Jangan di lepas sayang, bisiknya di dekat daun telinga Aira, sambil memeluk Aira yang hanya menggunakan handuk untuk berkemban.


"Kenapa Mas?"tanya Aira pura-pura tak mengerti ia pun menyunggingkan senyum simpulnya.


"Sayang, sebenarnya mas Aldi ingin lanjut satu ronde lagi, tapi jadi takut menyakiti kamu, " bisiknya seraya menggigit pelan daun telinga Aira.

__ADS_1


Aira tersenyum seraya memutar tubuhnya " Ayo mas Aira juga belum puas kalau hanya satu ronde, nunggunya lama banget udah enam tahun puasa," ucapnya seraya mendaratkan kecupan kembali pada bibir Aldi yang memereh karna keberingasannya.


"Tapi Mas Aldi takut menyakiti kamu sayang," ucap Aldi menatap wajah sang istri yang terlihat lelah.


"Ehm, pelan-pelan saja Mas," bisik Aira mesra di telinga Aldi hingga, kembali merenggangkan bulu romanya.


Aldi tersenyum mesum, si buyung pun kembali menegang dan siap menyerang.


"Iya sayang,"sahut Aldi .


Aldi merebahkan kembali tubuh Aira, kemudian ia mengecup bibir sang istri dengan mengganas, geloranya pun semakin terbakar


Keduanya saling memaut, menyesap, puas dengan pautan bibir. Aldi membenamkan kepalanya pada ceruk leher Aira, bibinya nenyesap memberi beberapa tanda kepemilikan pada daerah yang ia inginkan.


Aira menggigit bibirnya, sungguh sesuatu yang sudah lama ia rindunkan, tangannya memeluk tubuh Aldi yang sudah basah bermandi keringat, puas memberi tanda pada leher Aira, wajahnya beralih pada kedua bukit kenyal yang semakin padat berisi.


Dengan penuh hasrat, ia menyesap salah satunya dan meremas lembut pada bagian yang lain, gerakan Aldi tersebut membuat Aira mengelinjang.


Aira menggigit bibir bagian bawahnya, ingin rasanya ia berteriak, karna merasakan sensasi yang mengelinjang kan tubuhnya yang sudah bugil kembali tersebut.


Tangan Aldi perlahan turun sembari mengusap lembut setiap inci tubuhnya.


"Akh ehm, mas Aldi mulai lagi," gumanya lirih.


Aira begitu menikmati permainan tangan Aldi, yang begitu ia rindukan tersebut.


Aks. esk ehm, des*ah Aira, seraya menggingit bibir bagian bawahnya dengan tubuh yang menggelepar.


Tangan Aldi tak henti hentinya mengelitik biji kecambah, sementara bibirnya menghisap secara rakus bukit kembar secara bergantian.


Akh esh. tubuh Aira mengelinjang merasakan hasrat yang tak tertahan kan.


Mas Sudah mas," gumannya lirih namun ia masih menikmati permainan nakal Aldi.


Rasa yang begitu nikmat membuat tubuh Aira bergetar hebat. Esh em, Aira sudah tak mampu menahan, namun Aldi menggetarkannya semakin cepat.


"Huh huh hu, udah mas Aira ngak kuat," ucapnya dengan nafas yang memburu meminta pelampiasan.

__ADS_1


Aldi tersenyum, melihat sang istri benar-benar menginginkannya kembali,


Aldi mengukung tubuh istri dengan lembut ia mendarakkan kecupan di bibir Aira namun langsung di sambar oleh Aira dengan buas dan rakus, Aira sidah seperti kehilangan kewibaan nya, berkali-kali ia mendes*ah meminta Aldi untuk segera menuntaskanya.


Tapi sepertinya Aldi benar-benar ingin membuatnya tersiksa.


Seolah tak sabar Aira menarik si buyung dan langsung memasukan kedalam goa licinnya, keduanya pun melengkuh merasakan sensai yang luar biasa.


Aldi berayun di atas tubuh sang istri, sambil mel*umat bibir sensual milik melahap nya dengan rakus hinga suara lengkuhan kenikmatan Aira tertahan di tenggorokan, matanya merem melek merasakan sensasi panas dingin karna terbakarnya gairah.


Setelah puas ******* bibir sang istrinya Aldi kembali menjajal dua bukit kembar dan melahapnya secara rakus dan bergantian.


Ehm. esk, berkali kali ******* tersebut keluar dari bibir Aira yang begetar dan merah, tubuhnya mengelinjang menahan hantaman senjata tumpul yang terus meyodok bagian bawahnya tanpa ampun, meski terasa sedikit perih, namun Aira menikmatinya karna rasa tersebut sudah lama tak ia rasakan.


Peluh sudah bercucuran, tubuh Aldi benar-benar bermandi keringan, satu jam berayan di atas tubuh sang istri ternyata belum membuatnya puas, namun gesekan yang ia ciptakan semakin membuat si buyung seperti tercengram benda sempit yang berdenyut-denyut , Aldi sudah tak mampu menahan untuk menembak peluru berpadu dan menabur kan benih-beninya kembali ke rahim sang istri.


"Sayang sudah ngak kuat," ucap Aldi lirih sembari menghentak-hentak dengan kuat gerakannya pun semakin cepat.


"Ehm, silahkan saja Mas, " guman Aira, ia juga merasa lelah namun masih menikmati permainan suaminya, Aldi menambah kecepatannya, si buyung semakin melesat semakin cepat di area licin akibat banjir dari muntahan sibuyung sebelumnya,


gerakannya terus memompa dengan kuat, hingga tubuh Aira terguncang hebat, lengkugan dan desa*ahan terus saja keluar dari keduanya hingga hentakan teakhir Aldi membuat mereka berteriak tertahan.


"Akh!"


Tubuh Aldi lemas, begitu pun si buyung yang langsung lunglai seperti balon yang mengempis.


Aldi sengaja membiarkan si buyung tenggelam dalam telaga kenikmatan, agar benih-benihnya dapat masuk sempurna dan segera memberi mereka keturunan kembali.


"Ah leganya," guman Aldi menarik si buyung dari sangkarnya setelah tugas menabur benih selesai.


Aldi mengatur nafas beberapa saat dan menumbangkan tubuhnya di samping Aira. kemudian memeluk kembali penggantinnya, seraya tersenyum.


"Sayang mas Aldi lapar, setelah mandi kita makan malam ya, saking semangatnya kita sampai lupa untuk makan, "ucap Aldi.


"Iya Mas, "ucap Aira.


Mereka pun bangkit untuk mandi di dalam bathub, namun air hangat tersebut kembali pada suhu normal karna terlalu la.a di biarkan begitu saja.

__ADS_1


Akhirnya pengantin baru tersebut, tak jadi berendam air hangat.


Ah, bersambung guys, author sengaja nih up malam-malam biar bisa langsung di praktek kan ya, sebelum prakter jangan lupa like dan komentarnya, vote kalau bisa lope u All.


__ADS_2