Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Kebaikan yang tersembunyi


__ADS_3

Hari yang melelahkan bagi Heru setelah seharian ia bekerja dan harus bolak balik antara kantor dan pabrik.


Pabrik pengolahan kayu tersebut mengalami kebocoran saluran pembuangan, hingga bocor ke area permukiman warga sekitar pabrik.


Saat stres menangani pekerjaan nya, kini Heru di tuntut oleh Rita untuk mengurusi masalah pernikahanya yang akan berlangsung tiga minggu lagi.


"Bagaimana Heru, kamu sudah membuat daftar nama siapa saja yang akan kamu undang?"Tanya Rita yang duduk di hadapan Heru di ruang keluarga.


"Heru belum sempat Bunda, tak bisakah pernikahan tersebut di tunda sampai Aldi selesai dengan urusannya."


"Alah istri gila saja di urusi, lagi pula ngapain sih Aldi itu ikut-ikutan tinggal di rumah sakit jiwa, biarkan saja Aira tinggal di sana, memang pantes kok ia tinggal di sana," sarkas Rita.


"Tapi Aldi memang punya tanggung jawab penuh terhadap Aira bunda, apalagi terkait masalah hukum yang sedang menimpa Aira untuk saat ini," sangah Heru.


Rita kaget mendengar pemaparan Heru.


"Kasus hukum?.kasus apa Heru?" Tanya Rita dengan antusias.


"Aira melakukan penusukan terhadap lelaki parohbaya, dan sekarang kasusnya sedang bergulir, "papar Heru.


Rita membelalakan matanya sekaligus menyunggingkan senyum lebarnya.


"Oh bagus kalau seperti itu, aku tak perlu repot menyingkirkanya dari kehidupan Aldi." ucap Rita sambil mengulas senyum tanda kepuasanya.


Heru menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Rita yang seperti kekanakan.


"Maaf bunda, kenapa sih kayaknya bunda ngak suka sama Aira? emang Aira salah apa?" cetus Heru.


"Ya salah lah, gadis kumuh seperti dia bermimpi jadi nyonya di rumah ini, lagi pula lelaki kayak Aldi ngak pantas dapetin wanita seperti dia, ngak layak dan ngak level," papar Rita dengan nada sinisnya.


"Tapi mereka sudah jadi suami istri bunda, bukanya yang terpenting itu adalah kebahagian Aldi bunda, ia mencintai Aira, dan Aira juga begitu, lalu kenapa mereka harus di pisahkan hanya karna alasan yang tak masuk akal," sangah Heru, ia merasa kesal akan sikaf Rita yang egois.


"Apa katamu, tak masuk akal Heru, bunda hanya ingin yang terbaik untuk Aldi." sambar Rita.


"Terseralah, tapi Heru takkan membiarkan sesuatu yang buruk menimpa keluarga Heru, Heru adalah kepala keluarga di rumah ini, Heru wajib menjaga dan melindungi Aldi dan Aira," papar Heru.


Heru pun beranjak dari duduknya dan melangkah menaiki anak tangga.


Rita menyunggingkan senyum sinisnya, "Ini semua karna mama kamu, si pelakor itu, dialah yang telah merebut Satria dari ku, aku ku hancurkan kau dan keturunanmu Maya," dengus Rita pelan.


Ia pun meninggalkan rumah yang ia bangun bersama Satria tersebut.


***


Aira melepaskan pakaianya karna hari sudah sore, ia bermaksud untuk mandi.

__ADS_1


Tatapan nakal Aldi membuat Aira merasa tak nyaman sejak tadi siang, Aldi membujuknya untuk melakukan hubungan suami istri.


Aira masih merasa takut, selain karna baru dua minggu ia mengalami keguguran, pikiranya masih fokus terhadap kasus hukum yang menimpanya kini.


Saat menuju kamar mandi, tiba-tiba saja tangannya di tarik oleh Aldi.


Tubuh Aira yang oleng,langsung di sambar Aldi.


Aldi langsung mendaratkan ciuman di bibir Aira, dengan penuh gairah ia mengulum, menyesapnya,dan menggigit lembut bibir Aira, tak sedikit pun Aldi memberi jeda, hingga ia sendiri kehabisan nafas.


Tangan kanannya menyusuri meraba bagian bukit kembar yang kini tertutup handuk, dengan gesit tangan Aldi menarik handuk hingga terlepas.


Tubuh Aira menjadi bugil seketika.


"Mas, " cegah Aira saat Aldi mulai menyesap puncak bukit yang berwarna muda tersebut.


"Akh, "lengkuh Aira,


Saat Aldi menyesap dengan pelan, lidah Aldi pun bergerelia menari di atas puncak bukit tersebut mengulumnya nya dan menyesapnya kembali, sementara satu tangan lagi meremes sisi yang lainya.


Aldi membaring kan tubuh Aira dengan perlahan, kenakalan Aldi membuat Aira menjadi pasrah, meski ada kekhawatiran dalam dirinya.


Nafas Aldi terengah-engah, ia sudah tak mampu menahan konaknya.


Kini keduanya dalam keadaan bugil, tanpa menunggu lama Aldi langsung memposisikan tubuh bugilnya di atas tubuh bugil sang istri.


"Sayang, mas ngak tahan nih, boleh ya masukin sekarang," bisik Aldi di telinga Aira.


Aira hening sesaat, rasa cinta dan sayangnya terhadap Aldi membuatnya merelakan apa saja, termasuk berhubungan,padahal ia sendiri belum siap lahir dan batin.


"emh pelan-pelan ya mas," guman Aira pelan, ia pun menutup matanya saat merasa ada benda yang menegang milik Aldi berada dekat sekali di daerah **** * nya.


Dengan sedikit gemetar Aira membuka pangkal pa*ha nya agar Aldi bisa leluasa membenamkan senjatanya.


Tanpa nenunggu lagi, Aldi langsung memasukan senjatanya pada celah sempit milik sang istri.


"Auw pelan-pelan mas," lirih Aira.


"Iya sayang," sahut Aldi berbisik di telinga Aira.


Saat memasukan sibuyung, Aldi merasa sedikit kesulitan, dengan sedikit memaksa, Akhirnya rudal tersebut terbenam juga di dalam tempatnya.


Aira memejamkan matanya, sebetulnya ia juga merindukan saat-saat seperti ini, namun masalah yang menimpanya kini membuat pikiran terkuras, ia merasa stres dan tertekan.


Aldi bergerak pelan maju dan mundur, dengan suara lengkuhan panjang saat tubuhnya bersatu secara sempurna dengan sang istri.

__ADS_1


Aldi bergerak pelan di atas tubuh istrinya, tangganya merem*mas lembut puncak bukit sang istri, dengan bibir yang terus menyesap pada bagian leher dan dada, kemudian wajahnya terangkat kembali, dengan mata yang merem melek, Aldi masih mengayunkan gerakanya, dengan suara lengkuhan-lengkuhan lirihnya, membuat Aira merasa ikut terbawa suasana, ia pun perlahan menikmati permainan suaminya, dan sesekali terdengar suara lengkuhan dirinya sendiri menikmati sensasi nikmat dari permainan lembut sang suami.


Aira merasa haru saat melihat sang suami yang begitu menikmati tubuhnya.


Aira menyentuh wajah Aldi dengan jemarinya, mengusap peluh yang perlahan keluar kening dan dari sekujur tubuh Aldi.


Hampir setengah jam Aldi konsisten dengan gerakannya, maju mundur dengan teratur, gerakan tersebut di buat slow motion agar tak menyakiti sang istri.


Saat mendekati ******* nya, Aira berbisik di telinga Aldi, "Mas sampahnya jangan di masukin ya, di buang aja keluar,"ucapnya.


"Apa sayang, kalau di buang sembarangan ntar kena denda sama pemda loh," sahut Aldi masih mengayunkan senjatanya


"Ah mas, masih saja bercanda, "ucap Aira, ia pun cekikikan.


"Aw aw Aira jangan tertawa Aira geli," sungut Aldi, ia pun menarik senjatanya karna akan melepas lahar hangatnya di luar tempat semestinya.


"Akh, meski ngak terlalu puas tapi lega rasanya," ucap Aldi setelah membuang sampahnya ketempat tak semestinya, Aldi merangkat maju, wajahnya mendekati wajah Aira, dengan senyum manis nya ia mengecup kening istrinya.


Wajah Aira seketika mengkerucut," Mas Aldi ngak puas ya dengan pelayanan Aira?" tanya Aira dengan nada kecewa.


"Puas kok sayang, tapi lebih puas jika laharnya melelah di dalam goa," papar Aldi.


"Tapi seperti apa pun pelayanan kamu, Mas Aldi selalu merasa puas dan akan selalu menghargai, karna hanya dengan kamu Mas Aldi mau melakukanya," ucapnya sambil mengecup bibir Aira yang mengkerucut.


"Tapi mas bagaimana jika Aira di penjara dalam waktu yang lama?" Mas Aldi pasti tak kan sanggup menahanya kan?"


"Jika Aira di penjara dalam waktu yang lama, Aira rela kok jika mas Aldi menikah lagi, "ucap Aira sedih, matanya pun mulai berembun.


"Ngak sayang, mas Aldi ngak akan nikah lagi, mas janji akan menunggu kamu sampai kapan pun," ucap Aldi sambil menatap lekat mata Aira.


"Mas Aldi akan setia menunggu kamu Aira, tapi mas Aldi akan upayakan agar kanu tak sampai di penjara, " ucap Aldi sambil mengelus pipi Aira, sorot mata Aldi memang menunjukan kesunguhanya, dalam bertutur kata.


Aira merangkul Aldi dan memeluknya," Aira ngak sangup hidup sendiri di dalam penjara mas, Aira takut," ucapnya segegukan.


"Ngak akan sayang, kamu percaya sama mas Aldi kan?" Aldi meraih tangan Aira dan menciumnya.


"Iya mas Aira percaya," ucap Aira segegukan, tanganya kembali merangkul Aldi dalam dekapanya, tak ada yang bisa di lakukan Aira selain pasrah.


sampai di sini dulu ya reader, tetap dukung Author, dengan like, komentar, hadiah dan vote, episode selanjutnya Aira akan di periksa oleh kepolisian nih gimana yah,


Senyum bahagia


Aira kamu kenapa tanya Aldi yang melihat tubuh Aira yang menegangg.


Aira menutup matanya.

__ADS_1


__ADS_2