
Tok..tok..
"Non Aira," suara mbok jum dari luar kamar.
Dengan malas Aira membuka kan pintu karna ia masih ngantuk.
"Ada apa mbok," ucap Aira sambil menguap.
"ini sarapanya, mas Heru yang memerintahkan mbok untuk membawa sarapan ini langsung kekamar non Aira."
Mbok jum langsung masuk kekamar sementara Aira, ia langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
Setelah mencuci wajahnya, ia pun kembali kekamar dan meminum segelas susu coklat.
uhuk..., Aira tersedak .
"Kenapa Non?" tanya mbok Jum.
"Ini susu apa mbok? kok rasanya ngak seperti yang Aira minum?" tanya nya sambil memperhatikan gelas susu.
"Oh itu, susu untuk wanita hamil, Mas Heru pagi-pagi sudah ke supermarket hanya untuk membeli susu untuk wanita hamil, katanya keponakanya harus sehat," papar si mbok.
Aira menelan salivanya, "Siapa yang hamil," ucapnya sambil mengangkat kedua pundaknya
"Mas Heru juga membeli sendal anti slip untuk non Aira, katanya non Aira itu kalau jalan suka ngak hati-hati, takut terpeleset jadi ia mencari sendal anti slip khusus untuk non Aira," papar si mbok sambil membereskan tempat tidur Aira.
"Oh ya non, semalam Mas Aldi pesan sama si mbok, katanya pagi-pagi sekali non harus bersiap dan berdandan yang cantik, karna non Aira akan di bawa ke apartemenya nyonya Rita," kata si mbok sambil membentang sprei baru ke tempat tidur Aira.
"Berdandan terus, Aira malas pakai make up mbok, yang biasa-biasa aja emang ngak boleh ya?" tanya Aira sedikit protes.
"Ya gitu non, kalau mau jadi calon istri dari tuan Reynaldi Alfian, harus cantik dan seger supaya serasi sama mas Aldi yang gantenya selangit," papar mbok.
"Sebentar lagi non Aira akan berganti dengan nama nyonya Reynaldi Alfian," sambung Mbok Jum.
Aira memutar bola malasnya pertanda ia malas mendendar pemaparan Mbok Jum.
"Mas Aldinya mana Mbok?" tanya Aira.
"Mas Aldi masih tidur Non,"sahut mbok.
"Kalau mas Aldi masih tidur ngapain Aira harus sibuk, Aira juga mau tidur mbok masih ngantuk," ucapnya sambil menguap.
Aira memang tidur hingga dini hari, setelah Romeo pulang, mereka kembali ngobrol
lewat sambungan telpon.
Ternyata suara ketukan pintu Aldi semalam, hanya untuk mengingatkanya untuk menjaga kerahasiaan, agar semua orang mengira bahwa Aira memang hamil.
"Eh non Aira ngak boleh tidur dulu, non harus luluran, keramas dan mandi air angat, setelah itu pijit refleksi pada seluruh badan biar segar dan untuk memperlancar aliran darah non, Non Aira kan sedang hamil muda jadi mas Heru mengharus kan menjaga non dan merawat non Aira," papar si mbok.
Aira kaget,
" Aduh mbok kok mas Heru yang ribet sih?" tanya Aira.
"Mas Heru memang begitu non, jangan kan non Aira, si Clara aja yang hamil dan melahirkan dia yang jadi bidannya," sahut si mbok.
__ADS_1
"Si Clara? Clara siapa mbok?" tanya Aira penasaran.
"Si Clara itu kucing persia milik mas Aldi, yang punya cuek aja, malah mas Heru yang merawatnya."
"Iya mbok, Jangan-jangan si Clara juga hamil karna mas Aldi," sahut Aira sambil tertawa.
Mbok Jum juga tertawa kecil," Non Aira jangan gitulah, masak cowok seganteng mas Aldi doyan sama kucing sih, apa kata dunia," sahut si mbok.
"Udah Non ayo kita mulai, nanti terlambat Mas Aldi ngomel lagi."
Aira pun membuka piyamanya dan si mbok mulai memberi lulur keseluruh tubuh Aira.
Aira memang tak pernah melakukan pekerjaan berat di rumah itu, sepanjang harinya, ia dilayani dengan baik dari bangun tidur sampai saat mandi pun Aira selalu di layani oleh Mbok Jum, hal itu yang kadang membuatnya jenuh, tinggal di rumah yang mewah dan besar, tapi ruang geraknya di batasi.
Ada rasa rindu di hati Aira untuk kembali ke rumah bapaknya, di sana biasanya pagi-pagi ia sudah sibuk masak dan membereskan rumah, setelah pulang sekolah, ia langsung membantu menggiling kedelai, keringat selalu bercucuran di tubuhnya karna pekerjaan berat nya, ia juga rindu untuk kembali kesekolah, rindu untuk memakai seragam, rindu untuk bertemu dengan guru dan teman-temanya, kehidupan yang di jalani nya sekarang memang menjadi impian setiap orang, tinggal di rumah mewah dan serba tersedia, tapi ini bukan impin dari Aira, ia seperti terpenjara tinggal di rumah itu, ia tak bebas kemana-mana, ia juga tak punya kawan, selai Heru dan mbok Jum, sedangkan Aldi ia hanya sibuk dengan urusanya.
Saat kecil Aira bercita-cita ingin menjadi guru, tapi sepertinya semua itu hanya mimpi yang tak kan pernah terwujud.
Aira duduk di meja hiasnya, sekali lagi ia menatap wajahnya, semakin hari usianya semakin bertambah, sebentar lagi masa remajanya akan beranjak dan ia akan menjadi orang dewasa, apalagi sebentar lagi ia akan menikah, Aira merasa kehilangan masa mudanya.
Setelah siap, Aira pun keluar dari kamarnya karna sudah di tunggu Aldi.
"Lama banget sih kamu Aira, mama ku udah telpon terus nih," ucap Aldi dengan keras.
"Ayo Aira buruan,"
Aldi menarik tangan Aira, sebenarnya Aira enggan bertemu dengan Rita, tapi apa boleh buat dia harus nurut dan nurut.
Di dalam mobil, mereka tak bicara sepatah kata pun, Aldi hanya sibuk dengan handphonenya, sementara Aira hanya diam.
Sesampainya di aparten Ritau mereka langsung di sambut oleh Rita.
Mereka hanya bicara berdua saja, sementara Aira duduk di ruang tamu sambil memain kan game online, dan nonton film kartun kesayanganya.
Waktu menunjukan tengah hari, Aldi dan Rita pergi entah kemana dan meninggal kan Aira sendiri di apartemen, hanya ada asisten rumah tangga di sana.
"Kenapa juga mas Aldi harus repot-repot membawa ku, jika aku hanya akan di tingga sendirian," ucap Aira kesal.
Sementara Aldi dan Rita pergi bersama.
"Ma, sebenarnya kita mau kemana sih? kenapa Aira ngak boleh ikut?" tanya aldi.
"Mama mau kenalin kamu sama Anak gadis dari teman Mama Aldi, dia cantik Aldi, ibunya itu mantan mod terkenal, dan anaknya juga model, kalau kamu menikahi dia, kamu juga pasti akan terkenal," ucap Rita.
"Tapi kan Ma, Aldi sudah punya calon istri, kenapa harus di jodohin lagi" Aldi.
"Emangnya kenapa Aldi, Aira itu kan cuma jadi istri sirih kamu, dan emangnya ada masalah jika kamu menikah lagi setelah menikahi Aira," ucap Rita.
Aldi hanya diam mendengar kata-kata Rita.
"Nanti kamu juga akan suka sama Aura," tambah Rita lagi.
Setelah setengah jam perjalanan mereka pun sampai pada sebuah rumah yang lumayan besar, meski tak semewah rumah milik orang tuanya.
Kedatangam Rita suda di sambut oleh Siska.
__ADS_1
"Halo jeng," sapa Rita.
"Eh jeng Rita sudah di tungguin loh dari tadi." Siska.
"Mari masuk jeng," ajak Siska.
"Ini Aldi ya?" tanya Siska.
"Iya ini Aldi" sahut Rita.
"Oh ganteng nya," ucap siska.
"Duduk dulu jeng, saya panggil Aura dulu ya.
Tak lama kemudian, Siska membawa gadis cantik, mereka pun memperkenalkan Aura pada Aldi.
Aldi terpesona pada kecantikan Aura, menurutnya Aura bahkan lebih cantik dari Aira dan Tari, jiwa playboy Aldi pun bergelora.
Mereka memang sudah sepakat menjodohkan Aura dan Aldi, sejak lama, Apalagi di lihatnya Aira tak seperti gadis yang di impikanya untuk jadi menantu.
Rita ingin Aldi menikahi wanita berkelas, terkenal dan berpendidikan tinggi, bukan gadis kampung seperti Aira.
Aldi dan Aura berbincang meski baru kenal ternyata mereka dengan mudah akrab dan dapat menyesuaikan diri, melihat keduanya tak canggung, Rita dan Siska pun kembali berniat menjodohkan Aldi dan Aura.
"Jeng, kayak nya mereka cocok deh, kita jodohin aja yuk, ajak Rita.
"Saya sih setuju saja, tergantung dari mereka saja," ucap Siska.
Setelah berbincang-bincang cukup lama mereka pun pulang.
Di dalam mobil,
"Aldi gimana Aura cantik kan?" tanya Rita.
"Cantik banget Ma," ucap Aldi.
"Kamu mau ngak nikah sama Aura?"
"Nikah Ma, sama Aura?" tanya Aldi ragu.
Sebenarnya Aldi mau saja menikahi Aura tapi ia sendiri masih ragu, apa dia bisa melakukan hubungan suami istri, mengingat ia sudah pernah trauma beberapa kali ingin menyentuh wanita tapi meriam nya malah ngak bisa di pakai, itu lah sebab nya, ia memilih menikahi Aira, setelah menikah baru lah Aldi ingin mengobati penyakit yang menurutnya memalukan itu.
"Tapi Aldi akan menikahi Aira ma," tolaknya halus.
"Aldi mama punya rencana, setelah kamu nikahin Aira secara sirih, dalam sebulan kamu cerain dia saja, jadi kamu bisa menikahi Aura, sayang loh Di, kalau kelamaan nanti Aura bisa keduluan orang," sahut Rita.
Aldi hanya diam, sambil memikirkam kata-kata dari mamanya.
"Masalah Aira yang mengandung anak kamu, kamu bisa beri dia nafkah kan, itu juga sudah tanggung jawab, dan kamu menikahi Aura, karna memang dia pantas mendampingi kamu," ucap Rita kembali.
"Ia Ma nanti Aldi pikirkan," sahut Aldi
"Bagus Aldi itu baru namanya anak mama, percayalah mama ingin yang terbaik untuk kamu, kata Rita membujuk Aldi.
Bersambung dulu ya ges,
__ADS_1
Tinggalin like, komentar dan vote dong untuk karya remahan author ini.
Kunjungi Ig @lucyv146, di sana kamu bisa lihat video singkat dari novel para author novetoon.