
Setelah sarapan kedua pengganti baru itu berkumpul bersama keluarga yang lainya.
Bagas tampak canggung, karna berkumpul dengan orang orang yang tak di kenalnya, ia hanya jadi penyimak dari obrolan mereka.
Sesekali ia menjawab pertanyaan yang terlontar kepadanya.
Setelah ngobrol mereka melanjutkan acara santai mereka dengan makan siang bersama.
Bagas terlihat mengikuti kemana istrinya berada, maklum saja dia orangnya pemalu dan tak ada yang di kenalnya selain Alita. .
Di hari pertama menjadi suami -istri saja Alita sudah mengerti akan tugas-tugasnya sebagai seorang istri.
Bagas dan lainya duduk bersila bersama keluarga yang lain.
Alita pun menyendok nasi dan mengautnya ke piring Bagas, begitu pun lauk pauk yang tersedia.
Ia pun duduk di samping suaminya agar bisa melayani makan minum suaminya.
Doni dan Dasti tersenyum bahagia melihat sang putri terlihat bahagia.
Karna jarang bertemu dengan anggota keluarga yang lainya mereka ngobrol dan berbincang hingga malam hari.
Pukul delapan malam, setelah melaksana sholat berjamaah mereka pun melanjutkan kan makan malam bersama.
Setelah makan malam, pasangan pengantin baru tersebut kembali ke kamarnya.
Kini mereka berdua kembali canggung.
Bagas meraih handuknya kemudian menuju kamar mandi.
Sebagai istri siaga, Alita segera menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya dan menyiapkannya di atas tempat tidur.
Sambil menunggu sang suami yang sedang mandi, ia merapikan spreaynya.
Alita tersenyum merasakan jantungnya yang berdetak kencang. 'Akan kah malam ini aku dan Bagas kembali melakukan penyatuan?' batin Alita yang berdebar-debar seraya tersenyum.
Bagas keluar dari kamar mandi seketika bau harum tercium menyebar di kamar tersebut, membuat jantung Alita semakin berdebar.
Apalagi ketika ia melihat tubuh elok sang suami yang hanya melilitkan handuk sebatas pinggang.
Wajah tampan dengan rambut yang sedikit basah membuat Alita menelan air liurnya.
"Mas bajunya sudah aku siapin semua," ucap Alita seraya menunjuk pakaian yang tergeletak di atas tempat tidur.
"Iya terima kasih'"Bagas.
Alita pun menuju kamar mandi, beberapa saat kemudian ia keluar lagi dari kamar mandi dalam keadaan bersih.
Alita langsung menuju lemari pakaiananya. menarik sebuah daster, ia tak berani menggunakan linggerinya saat itu takut di kira memancing Bagas,
Alita kemudian berjalan di salah satu sisi tempat tidur seraya melirik ke arah Bagas yang sedang mengutak katik handphonenya.
"Mas kamu balikan tubuh kamu, aku mau pakai baju," pinta Alita.
Ehm.. Bagas hanya berguman kemudian membalikkan tubuhnya lagi.
__ADS_1
Dengan santai Alita melepas bathrobenya kemudian menggunakan pakaian dalamnya satu persatu.
Bagas sengaja menoleh ke arahnya Alita, karena dia masih penasaran bagaimana nikmatnya saat berhubungan suami istri.
Itu karena yang mereka lakukan semalam dalam keadaan setengah sadar.
Jantungnya berdetak kencang melihat lekuk tubuh Alita, ia pun menelan salivanya.
Setelah memakai pakaiannya, Alita menggantungkan bathrobenya di tempat yang sudah di sediakan.
Kemudian ia pun berbaring telentang seraya membaca novel online.
Sesekali matanya melirik kearah Bagas, dengan jantung yang berdetak tak karuan.
Bagas kemudian berbaring di samping Alita, keduanya saling melirik kemudian saling melempar senyum.
Beberapa saat berlalu Alita merasa resah karena tak ada pergerakan dari Bagas.
Di liriknya Bagas yang masih terlihat asik memainkan game onlinenya.
'Aku kenapa ya berharap banget di bisa melakukannya lagi, tapi sepertinya Bagas biasa saja.' batin Alita yang merasa kecewa.
Akhirnya Alita memutuskan untuk tidur dan melupakan hasratnya.
"Selamat malam mas, "ucap Alita yang kemudian berbalik membelakangi Bagas.
"Selamat malam," balas Bagas yang melirik ke arah Alita beberapa saat.
Pada saat itu pakaian yang di kenakan Alita sedikit tersingkap hingga menampakan pakaian dal*amnya ketika berbalik.
Membuat napas Bagas tersengal, pikirannya pun seketika traveling.
Beberapa detik bungkam Bagas coba menahan hasratnya dengan memejamkan mata.Namun tak juga mau terpejam , malah pikirannya melayang menginginkan penyatuan , akhirnya Bagas memberanikan dirinya untuk mendekat kearah Alita, kemudian memeluknya.
Alita kaget. Namun seketika ia tersenyum tersipu semua sesuai dengan harapan nya, aroma segar dari napas Bagas tercium semerbak di indra penciumannya membuat Alita semakin di mabuk kepayang, ia hanya bisa menunggu gerakan selanjutnya dari sang suami.
Pelukan tersebut terasa nyaman, apalagi aroma yang keluar dari tubuh Alita membuat Bagas semakin terbakar gairah.
Bagas mulai mempererat pelukannya, kemudian mendaratkan kecupan pada ceruk leher Alita.
Seketika keduanya merasakan hasrat yang semakin bergelora, Alita memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan dari Bagas.
Seakan memiliki keberanian lebih, Bagas semakin dalam memasukkan telapak tangannya melalui celah-celah pakaian Alita.
Dengan lembut ia mengusap setiap permukaan kulit yang ia sentuh di setiap incinya, kini sentuhannya berada di salah satu dua bukit kenyal milik sang istri.
Jemari Bagas meremas salah satu dari kedua bukit kembarnya, sementara bibirnya menyesap di ceruk leher Alita.
Seketika tubuh Alita mengelinjang dengan bulu roma yang merenggang.
Ehm, Alita berguman, ketika kecupan itu tak hanya mendarat di satu titik tapi hampir setiap jengkal tubuhnya, dari lehernya yang jenjang hingga pada bagian dada.
Bagas menarik tubuh Alita hingga membuatnya terlentang.
Dengan cepat ia melepas pakaian yang menutupi tubuh sang istri.
__ADS_1
Alita sudah begitu pasrah lagi pula ia juga menginginkan penyatuan bersama suaminya tersebut.
Kini giliran Bagas yang melepas pakaiannya tanpa malu malu, ia pun tiarap di atas tubuh sang istri .
Ehm, Bagas memejamkan mata seraya beguman, merasakan hangat dan kenyal ketika berada di atas tubuh Alita, membuat semakin terbakar gairah.
Seperti sudah mahir Bagas seperti tahu titik kelemahan sang istri.
Ia pun menyesap salah satu bukit kenyal tersebut hingga membuat tubuh Alita gemetar seraya mengelinjang dengan hebat.
Ehm, ucapnya ketika merasakan sebuah benda yang mirip rudal membesar berkali-kali lipat pada paangkal pahaanya.
Alita menggigit bibir bagian bawahnya dengan lembut, ia penasaran seperti apa rasanya jika benda tumpul tersebut masuk ke dalam goa sempit milinya.
Bagas masih melakukan gerakan pemanasan hingga ia sendiri tak mampu menahannya lagi.
Setelah membuat istrinya terkulai tak berdaya, Bagas pun memulai serangannya dengan memasukan senjatanya pada celah sempit milik sang istri
Uwah, ehm. Bagas melengkuh merasakan sensasi nikmat yang luar bisa di tambah dengan sensai berdenyut membuatnya semakin tak sabar memulai gencatan senjatanya.
Akh, Alita menjerit tertahan, ketika rudal milik sang suami kembali berhasil menerobos celah sempit milinya.
Ehk matanya terpejam menikmati penyatuan mereka.
Alita memeluk tubuh Bagas yang bergerak tak beraturan di atas tubuhnya, gerakan Bagas semakin liar hingga membuat tubuhnya sedikit berguncang.
Suara deesahaan terdengar lirih, dengan gumanan yang menyatakan kenikmatan.
Keduanya saling menatap dengan tatapan berembun, kemudian Bagas kembali mendaratkan kecupan pada bibir istri nya, yang langsung di sambar ganas oleh Alita.
Keduanya benar-benar menikmati penyatuan mereka.
Bagas terus berayun di atas tubuh sang istri dengan gerakan memompanya semakim cepat.
Keringat terus mengucur membasahi tubuhnya, sudah setengah jam mereka melakukan pertempuran panas yang di iringi suara lengkuhan dan desaahan.
Satu hentakan terakhir Bagas berhasil mengakhiri pertempuran sengit mereka.
Alita mejamkan matanya menikmati sensasi hangat yang mengalir melalui goa sempitnya.
Bagas tumbang di atas tubuh sang istri yang sudah bersimbah peluh.
Alita langsung memeluk tubuh Bagas dan mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang.
Beberapa saat mengatur napas akhirnya Bagas bangkit dengan melempar senyuman kepuasan kearah Alita.
Alita merasa begitu bahagia karena bisa membuat suaminya tersenyum puas.
Bagas merebahkan tubuhnya di samping Alita seraya mengusap bulir keringat yang keluar pada permukaan wajah istrinya
Keduanya saling menatap teduh seraya melempar senyum.
"Mas mau mandi? aku siapin air hangat," Alita.
"Bentar lagi lah, ademin dulu, "ucap Bagas seraya mengatur napasnya sambil memeluk Alita, mereka seperti tak lagi sungkan, Alita dengan senang hati membalas pelukan suaminya seraya menitikan bulir bening, awal yang indah dalam menjalani rumah tangga bersama Bagas.
__ADS_1
'Tuhan semoga saja, rumah tangga kami akan kekal untuk selamanya' batin Alita.
Bersambung