
"Non Aira!"
"Iya mbok." Aira menghampiri si mbok.
"Non, sekarang non Aira mandi, dan berdandan yang cantik."
"Emang ada apa sih Mbok?" Tanya Aira.
"Ibunya mas Aldi sebentar lagi datang Non, Non harus siap-siap," kata si mbok sambil menarik pelan tangan Aira.
"Ibunya mas Aldi mbok?" tanyanya gusar.
"Iya, Nyoya baru tiba dari luar negri, kata mas Aldi Non harus berdandan dengan cantik, mas Aldi dan mas Heru, sebentar lagi juga akan pulang."
Aira menelan salivanya, ia merasa gugup.
Sesampainya di kamar Aira melihat kearah jendelanya, dan ternyata Romeo masih ada disana.
Mbok Jum mempersiapkan keperluan untuk Aira spa di rumah, melihat mbok Jum yang sedang sibuk, Aira mengirim pesan ke Romeo agar Romeo segera pulang.
Romeo melihat pesan dari Aira, sebenarnya ia tak ingin beranjak dari sana, tapi jika ketahuan Aldi atau pun Heru, maka ia akan semakin sulit menemui Aira
Romeo berjalan gontai menuju pagar depan rumah Aldi, satpam yang melihat Romeo pun heran, ia pun menghampiri Romeo.
"Mas, kok bisa ada di sini sih, perasaan dari tadi saya ngak ada lihat mas masuk rumah?" Tanya satpam tersebut dengan heran.
Iya, ya gue sampai lupa, tadi gue masuk kan dengan memanjat pagar di bagian samping, batin Romeo.
"Ngak kok Pak, bukannya tadi saya datang bapak yang bukain saya pagar," kilahnya.
"Masa' sih Mas, saya ngak mungkin membukakan mas Romeo, kan mas Aldi yang melarang saya, untuk membuka kan pintu bagi mas," kata pak Satpam.
"Ah barusan bapak tidur kali Pak, jadi lupa, udah pak, buka kan saya pintunya, nanti kalau Aldi tahu bapak yang membukakan saya pintu, Aldi bisa memecat bapak," kata Romeo mencoba ngles.
"Iya mas, tapi mas Romeo jangan bilang sama mas Aldi, jika saya yang membukakan pintu," kata Satpam tersebut.
"Iya, saya ngak akan bilang, tapi bapak juga jangan bilang sama Aldi, jika saya datang kemari."Romeo.
" Beres Mas,"
Satpam pun membukakan pintu bagi Romeo.
Romeo tersenyum geli," Kalau gini kan gue ngak perlu lompat pagar lagi, aduh pak satpam, gue yang terlalu pintar, atau loh yang terlalu begok sih, mau aja gue bodohin," kata Romeo pada dirinya sendiri.
Romeo pun masuk ke dalam mobil yang ia parkirkan agak jauh dari rumah Aldi.
Baru saja ia keluar dari komplek, mobilnya berpapasan dengan mobil Aldi, untung saja Aldi tak begitu memperhatikan.
Sesampainya di rumah, Pak satpam membuka kan pagar untuk Aldi, Aldi pun masuk dan memakir kan mobil nya dengan tergesa-gesa.
Aldi berlari ke lantai atas untuk menemui Aira, ia pun membuka kamar Aira tanpa mengetuknya.
Aldi dan Aira kager, karna saat itu, Aira hanya mengenakan pakaian dalam saja.
"Ahkk," teriak keduanya sama-sama kaget, Aldi pun langsung menutup pintu kamar Aira lagi.
"Mas Aldi, kenapa masuk ngak ketuk pintu dulu!" teriak Aira dari dalam kamar.
"Sory Aira, mas Aldi ngak sengaja, ada yang ingin mas Aldi bicarakan sama kamu," sahut Aldi di balik pintu.
Aira pun kembali mengenakan pakaianya, setelah itu, ia membukakan Aldi pintu.
Meski hanya tak sengaja melihat tubuh bagian belakang Aira, namun Aldi masih bisa melihat, ada beberapa luka Aira yang masih membekas.
Aldi masuk kedalam kamar Aira, ia pun menutup dan mengunci kamar Aira.
Aira kaget, ia sedikit ketakutan saat Aldi mendekatinya.
"Ih mas Aldi mau ngapain, kok pintunya di kunci sih?" Tanya Aira khawatir, ia pun menggeser posisinya saat Aldi duduk di sampingnya.
"Kamu tenang saja, mas Aldi mau bicara hal yang penting kepada kamu, jadi ngak ada orang lain yang boleh masuk dan mendengarkan pembicaraan kita."
__ADS_1
"Aira, luka kamu kok masih membekas Aira?" Tanya Aldi sambil menyibak baju Aira ke atas, agar bisa melihat punggungnya.
"Apa an sih mas Aldi. main buka-buka aja," Aira pun menepis tangan Aldi.
"Mas Aldi cuma ingin lihat saja, ngak ada maksud apa-apa."
"Luka karna cambukannya bisa hilang mas, tapi luka bakar karna sulutan rokok, kayaknya ngak bisa hilang mas," jawab Aira dengan sedih.
"Dengan teknologi yang semakin maju saat ini, ngak ada luka yang ngak bisa di hilangkan Aira," kata Aldi.
"Ada mas, luka karna cinta, ngak bisa hilang Mas, dan masih akan tetap membekas," jawab Aira enteng.
Aldi merasa tersindir oleh Aira.
"Bisa saja kamu Aira."
" Nanti mas Aldi akan bawa kamu ke dokter spesialis kulit yang modern untuk menghilangkan bekas luka kamu,"
"Ngak perlu juga mas, kan Aira cuma jadi istri bohongan untuk mas Aldi," sahut Aira lagi.
Kali ini Aldi kembali tersentak dengan kata-kata Aira, ternyata selama ini secara tak sadar ia telah menyakiti hati Aira, dan Aira tak pernah sekali pun protes.
"Mana ada istri bobongan Aira, ya mas Aldi akan menikahi kamu secara sah," jawab Aldi merasa tak enak hati.
"Mas Aldi juga akan bertanggung jawab sepenuhnya sama kamu Aira," tambahnya lagi.
Aira melihat wajah Aldi.
"Ngak apa-apa kok mas, cinta itu kan ngak bisa di paksakan, seperti janji mas Aldi sebelumnya, mas Aldi akan menikahi Aira selama setahun, tapi mas Aldi ngak boleh nyentuh Aira sekali pun, dan setelah setahun, mas Aldi akan menceraikan Aira, dan setelah bercerai nanti, Aira boleh dong nikah sama lelaki mana pun yang Aira cintai," paparnya.
Aldi tertegun dengan kata-kata Aira.
Aira mengangkat jari kelingking nya.
"Ayo mas, janji sama Aira," ucapnya sambil menyodor kan jari kelingkingnya, Aldi pun mengikuti Aira.
"Iya mas Aldi janji," ucapnya sambil memaut jari kelingking Aira.
"Oya, tadi katanya Mas Aldi mau bicara apa sama Aira?" Tanya Aira yang mengingatkan tujuan Aldi menemuinya.
"Oh ya, mas Aldi sampai lupa, sebentar lagi Mamanya mas Aldi mau menemui kamu, mas Aldi ingin kita bersikaf mesra layaknya pasangan yang sedang di mabuk cinta," papar Aldi.
"Oh, seperti mas Aldi dan mbak Tari ya?" tanya nya santai, meski ada rasa sakit di hati Aira saat mengatakan hal itu pada Aldi, tapi ia berusaha menyembunyikanya.
Kali ini Aldi kembali seperti mendapat tamparan keras dari kata-kata Aira.
"Seperti itu kan Mas?" tanya Aira lagi.
"Iya, kira-kira seperti itu," jawab Aldi gugup.
"Beres Mas, kalau cuma sandiwara Aira bisa kok, asal ngak berlebihan, awas saja jika mas Aldi cari kesempatan," ancamnya sambil mengepal kan tinju nya kerah Aldi.
Aldi tertawa ketika melihat kepalan tunju Aira yang tak sedikit pun membuatnya gentar.
"Coba saja kalau berani pukul mas Ald...," belum selesai Aldi bicara, Aira sudah meninju wajah Aldi
Buk,
Seketika wajah Aldi memerah
Karna kaget, Aldi sedikit emosi, "Aira kenapa pukul mas Aldi sih?" tanya nya.
Sementara Aira sudah menjauh darinya.
"Kata mas Aldi tadi suruh pukul, ya Aira pukul," jawab nya sambil meledek Aldi.
Aldi yang geram dengan Aira, ia pun mengejar Aira, Aira berlari mengelilingi kamar nya mencoba menghindari kejaran Aldi.
Mereka seperti main kucing-kucingan.
Aira tertawa dan semakin mengejek Aldi dengan menjulurkan lidahnya, "Ngak dapat uek ngak dapat," ucapnya sambil berlari menghindari Aldi.
__ADS_1
"Awas kamu Aira, kalau mas Aldi dapat, kamu mas Aldi kelitikin sampai kamu pingsan," kata Aldi sambil mengejar Aira.
Aira naik turun di atas tempat tidurnya untuk menghindari Aldi, tempat tidurnya pun jadi berantakan.
Dan ketika ia coba menaiki tempat tidurnya kembali, kaki nya malah tersandung sesuatu, tubuhnya pun tertelungkup di atas tempat tidur.
"Ha, dapat kamu Aira," kata Aldi sambil mengunci kedua lengan Aira.
" Lepasin Mas," ucap Aira sambil tertawa.
"Ngak bisa, kamu harus di beri hukuman dulu, baru mas Aldi lepasin."
Aldi pun menahan tubuh Aira dengan memegang kedua lenganya dengan satu tanggan, sedangkan yang satunya lagi menggelitiki bagian samping dari perut Aira.
Aira meronta karna merasa geli.
"Ampun mas, lepasin, Aira geli mas," ucapnya sambil tertawa geli.
"Siapa suruh kamu pukul mas Aldi," kata Aldi sambil tetap menggelitik Aira.
"Ampun mas Aldi, tolong lepasin Aira mas Aldi, Aira ngak kuat, Aira geli," ucapnya sambil tertawa karna di gelitik.
Heru baru pulang dari bekerja, ia pun mendengar teriakan Aira.
"Sudah mas Aldi, Aira ngak kuat, geli!!"
Mendengar teriakan Aira, Heru pun panik, ia menyangka Aldi telah berbuat tak senono pada Aira.
Heru mengetuk pintu kamar Aira dengan kasar.
Tok...tok...
"Aira, Aldi apa yang kalian lakukan," ketuk Heru bertalu-talu.
Mendengar suara Heru, Aira kembali teriak.
"Mas Heru tolong Aira," seru Aira.
"Diam Aira, nanti Heru berprasangka bukan-bukan," ucap Aldi yang menutup mulut Aira.
"Buka pintu ini Di, kalau ngak gue dobrak ni," ancam Heru.
Mendengar ancaman Heru, Aldi pun membuka pintu.
Heru langsung mendobrak pintu kamar Aira, dan di lihatnya, tempat tidur yang berantakan, tak hanya itu, Aira juga terlihat berantakan dengan rambut acak-acakan, di tambah dengan keadaan Aira yang mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah, melihat yang demikian, Heru pun emosi.
"Di,kamu apain Aira Di?" tanya Heru emosi.
"Ngak ngapa-ngapain," jawab Aldi.
"Ngak ngapa-ngapain, kamu itu sudah keterlaluan Di, lihat saja, sebentar lagi mama kamu datang, akan aku ceritakan perbuatan bejat kamu ke Aira, biar kalian cepat di nikahin," kata Heru sambil menunjuk Aldi.
Heru pun pergi dari hadapan Aldi, sementara Aira, ia merapi kan rambutnya, yang berantakan.
Aira mendekati Aldi.
"Mas Heru kenapa Mas?" tanya Aira ke Aldi.
"Pakai nanya lagi, gara-gara kamu teriak-teriak, si Heru mengira kita berbuat macam lagi."
"Kok Aira sih mas, bukanya mas Aldi yang mengelitik Aira," sahut Aira.
Aldi diam sejenak.
"Sudah kamu berdandan yang cantik, sebentar lagi, mama mas Aldi akan tiba di sini," kata Aldi sambil meninggalkan Aira.
Nanti kan kisah selanjutnya ya!!!
Jangan lupa like, komen dan vote.
sambil nunggu author up, baca novel autbor yang lainya yuk, di jamin lebih keren.
__ADS_1