Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Kekuatan yang tersembunyi


__ADS_3

*Kasih sayang tanpa kekuatan itu kelemahan,


Kekuatan tanpa kasih sayang, itu kezaliman.


Takluk kan diri sendiri, sebelum menaklukan orang lain,* palsapah bela diri Kempo.


Tari membereskan semua barang-barang mereka, karna siang ini, Romeo sudah di ijin kan untuk pulang.


"Sudah Rom, semua sudah beres, administrasinya juga sudah gua beresin."


"Ayo kita pulang," ajak Tari sambil menggaitkan tangannya ke tangan kiri Romeo.


Romeo pun beranjak dari tempat duduknya, ia menuruti saja kemana Tari membawanya saat itu.


Dengan terjingkat-jingkat Romeo melangkahkan kakinya yang di topang oleh tubuh Tari.


Romeo sedikit meringis ketika kakinya tersebut di injak kan ke lantai.


"Kenapa Rom? Kalau loh ngak kuat biar aku minta suster bawa kursi rodanya." Tari.


"Ngak usah lah Tar, biar saja gue berlatih berjalan, kalau terus di manjaain kapan sembuhnya, bisa-bisa nanti kebiasaan ntar gue jalannya pincang,"jawab Romeo.


"Oke lah kalau begitu," ucap Tari mereka pun jalan bergandengan menuju Lift.


Setelah sampai di lantai dasar rumah sakit, Romeo melepaskan rangkulannya lenggan tanganya pada pundak Tari.


"Kok di lepasin sih Rom?"tanya Tari.


"Ngak apalah malu gue," ujarnya seraya berjalan sendiri.


Tari mendekati Romeo," Kenapa harus malu Rom? Gue ngak masalah dengan keadaan loh seperti ini, bahkan jika loh akan seperti ini selamanya, gue juga ngak akan malu dan keberatan, gue akan terima loh apa adanya," ujar Tari sambil menatap mata Romeo.


Hati Romeo terenyuh mendengar ucapan yang terdengar tulus tersebut.


"Ayo Rom, gue bantu loh," ujar Tari sambil meraih tangan kiri Romeo dan menopangnya.


"Loh ngak perlu sungkan Rom, gue kan calon istri loh, dan apapun keadaan loh saat ini dan nantinya gue akan terima loh apa adanya." tegasnya lagi.


"Bukanya bagus jika kita berjalan seperti ini, ini buktinya jika kita menjadi suami istri, kita harus saling menopang, harus selalu setia dalam suka dan duka,.dan harus saling menerima kekurangan dan kelebihan diri dan pasangan kita."


"Manusia itu ngak ada yang sempurna, kita terlahir dengan ke khasan dan keunikan kita sendiri dan itu salah satu tanda adanya Tuhan yang maha kuasa, ia menciptakan mahluk secara berpasang-pasangan agar kita saling melengkapi dan menutupi segala kekurangan, dia juga menciptakan perasaan cinta yang buta, hingga seperti apa pun cacat yang ada pada pasangan kita, maka cintalah yang akan menutupinya dengan sempurna, " ucap Tari dengan berbinar.


Romeo tertunduk, hati siapa yang tak terenyuh mendengar kata-kata yang keluar dari seseorang yang pernah ia sakiti sebelumnya, sesekali ia melirik ke arah Tari yang menopang tubuhnya, Romeo menghentikan langkahnya dengan demikian Tari juga berhenti.


"Kenapa Rom?"tanya Tari.


Romeo melepaskan pegangan tanganya lalu berdiri tegak menatap Tari, senyum terukir di bibirnya, sejurus kemudian ia pun memeluk Tari.


Tari merasa kaget karna tiba-tiba saja Romeo memeluknya.


"Maafin gue Tar, selama ini sudah mengabaikan perasaan loh," ucap Romeo, sambil memeluk Tari erat.


"Ngak masalah bagi gue, Rom."


"Hati loh boleh singgah kemana saja, pergi sejauh apa pun, yang terpenting bagi gue adalah, gue akan jadi  tempat persinggahan hati loh untuk yang terakhir," ujarnya dengan haru.


Beberapa saat mereka pun melepas pelukanya.


Romeo tersenyum sambil menghapus titik air mata Tari kemudian mencium keningnya.


"Gue sedang mencoba untuk itu Tar," Romeo.


"Iya gue tahu," sahut Tari seraya melempar senyuman kearah Romeo.


"Kalau gitu yuk kita lanjut lagi,"ucap Romeo yang kembali merangkul Tari.


Mereka pun berjalan hingga di lobby rumah sakit.


"Rom, gue pesan taksi dulu ya."


Tari melepas tas jingingnya, kemudian ia meraih handphone di tas selempangnya.


Setelah mendapatkan handphone tersebut, tiba-tiba saja ada seorang yang menarik tas selempangnya dengan kuat hingga terlepas.


Kejadian itu sangat cepat, hingga tak bisa di hindari.


"Woi balikin tas gue!" Seru Tari sambil mengejar pencopet tersebut.


"Tar, ngak usah dikejar!"Romeo berteriak kearah Tari yang mengejar pencopet tersebut.


Ia takut jika pencopet tersebut menyakiti Tari.

__ADS_1


"Tari!"teriak Romeo kembali, ia berjalan untuk mengejar Tari, namun kakinya malah terasa sakit.


Dengan berlari kencang Tari mengejar pencopet tersebut, karna merasa tak mampu mengejarnya, ia pun melepaskan sendalnya dan melempar kearah jalanan yang di lewati si pencopet, karna berlari terlalu kencang penjambret tersebut tersandung, ia pun kehilaangan keseimbangan dan tersungkur.


Melihat korbanya tersungkur Tari terus berlari mendekati penjambret tersebut.


Si penjamnret ingin bangkit dan kembali melarikan diri, tapi kerah bajunya keburu di tarik oleh Tari.


"Hah, mau kemana loh?" dengan kuat Tari menarik kerah baju lelaki tersebut.


"Kembalikan tas gue, atau gue hajar!"ucap Tari.


"Alah banyak bacot loh perempuan," ujar si penjambret sambil menyerang Tari dengan satu pukulan.


Romeo tetap berjalan mendekati Tari meski kakinya terasa semakin sakit, ia harus menolong Tari, meski saat itu ia sendiri dalam keadaan tak berdaya.


Dengan gesit Tari mengelak dan membalas serangan penjahat tersebut secara bertubi-tubi, kepalan tangan Tari mendarat bertubi-tubi pada wajah penjahat, sedangkan lututnya berkali-kali menendang pada perut pencopet tersebut.


apalagi yang terakhirnya Tari melayangkan tendanganya tepat mengenai perkutut penjahat tersebut.


"Akh!"jerit si penjahat.


Tanpa menunggu lagi ,Tari memutar lengan pria tersebut dan menguncinya ke belakang, sedangkan lututnya mendorong pria tersebut hingga jatuh berlutut membelakangi nya.


"Loh mau gue laporin ke polisi?!"tanya Tari dengan nafas yang menderu.


"Ampun Mbak, saya terpaksa melakukanya, karna saya tidak punya pilihan Mbak, anak saya sakit dan di rawat karna demam berdarah, saya tidak punya uang untuk menebus obatnya, jadi saya terpaksa melakukan ini," ucap Pria tersebut sambil menangis.


"Loh bohong kan?!" tanya Tari sambil memperkuat kuncian tanganya.


"Ngak Mbak,.kalau Mbak ngak percaya, Mbak boleh lihat ini resep yang harus saya tebus, sedang saya tak punya uang, putri saya sedang menunggu obat mbak, saya tak punya pilihan lain, " ujar pria nerumur 40 tahun tersebut.


Tari meraih secarik kertas dari pria tersebut, resep tersebut memang di tulis hari ini, karna merasa kasihan ia pun melepaskan lelaki tersebut.


"Terima kasih mbak, ini tasnya, maaf saya sudah_"


"Sudalah," Tari menarik tasnya dan mengeluarkan pecahan uang seratus ribu yang baru ia tarik di atmnya tadi pagi.


"Ini untuk beli obat anak kamu,.kamu ngak perlu mencuri untuk menebus resep obat anak kamu, kasihan anak kamu kan? jika obat yang di dapatkan untuknya, adalah hasil rampasan, bukanya malah sembuh nanti anak kamu makin sakit," ujar Tari sambil menyodorkan pecahan uang seratus ribu yang berjumlah dua juta tersebut.


Lelaki tersebut syok melihat uang yang ada di hadapanya.


"Udah ambil saja, ayo cepat pergi! Anak kamu pasti sudah menunggu." Tari.


Lelaki tersebut menangis tergugu, ia pun berlutut di hadapan Tari.


"Eh mau ngapain, "tolak Tari sambil menepis tangan pria tersebut.


"Terima kasih mbak, saya tak menyangka ada orang yang berhati mulia seperti mbak, jika saja orang lain, saya pasti sudah di jebloskan di penjara," ucapnya sambil menangis.


"Eh apa pun alasanya, cara yang kamu lakukan tetaplah salah, hari ini gue maafkan loh, tapi lain kali gue ngak segan-segan laporin loh kepolisi,"ucap Tari tegas.


"Iya mbak, saya tidak bisa membalas kebaikan Mbak semoga saja Tuhan yang akan membalas kebaikan Mbak, saya doain Mbak dapat jodoh yang baik, dan selalu di beri kesehatan dan limpahan rezeki," ucap Pria tersebut dengan tulus.


"Amin, tapi doain juga calon suami gue ya, semoga dia cepat sembuh dan pernikahan kami akan berjalan dengan  lancar ," ucap Tari.


"Tentu Mbak," laki-laki tersebut pun menadahkan tanganya dan mendongkakkan kepala "Ya Tuhan semoga calon suami mbak ini cepat sembuh dan pernikahan mereka berjalan lancar, "ucap Pria tersebut.


Tari tersenyum,"Terima kasih ya pak atas doanya," ucap Tari.


"Saya yang harusnya berterima kasih Neng," ucap pria tersebut.


Romeo mendekati Tari dan dan pria tersebut.


"Ada apa Tar?"tanya Romeo.


"Ngak, ada apa-apa kok, " ucap Tari sambil menyibak rambutnya yang sedikit berantakan karna perkelahianya tadi.


"Oh ini calon suami anda?"tanya Pria tersebut sambil menunjuk Romeo dengan jempolnya.


"He he iya Pak," ucap Tari dengan jengah.


Pria tersebut mendekati Romeo sementara Romeo menatapnya dengan binggung.


"Oala anda beruntung sekali dapat calon istri baik seperti neng ini, bahkan ia sangat perhatian kepada anda, di saat apa pun dia selalu ingat tentang anda." Ujar pria tersebut kepada Romeo.


Romeo menyeritkan keningnya, tanda ia masih tak mengerti ucapan lelaki tersebut.


"Mbak ini meminta saya untuk mendoakan kesembuhan anda dan kelancaran pernikahan kalian, itu artinya ia benar-benar sayang dan mencintai anda, "ucap Pria tersebut sambil tersenyum.


Romeo melirik kearah Tari yang tersenyum.

__ADS_1


"Kalau begitu saya pamit Ya Neng, terima kasih," ucap Pria tersebur sambil berlalu.


"Iya pak sama-sama semoga anak bapak cepat sembuh ya pak!" Ucap Tari dengan sedikit berteriak kearah pria tersebut.


Pria tersebut menoleh dan mengganguk, kemudian berlari cepat menuju apotek.


"Rom loh kok ada di sini, kaki loh gimana?"tanya Tari sambil melihat keadaan kaki Romeo.


"Ngak apa-apa, gue khawatir sama loh, takutnya loh diapa-apain sama bapak itu, ngak tahunya loh lebih jago," dengus Romeo.


"Sory ya, tadi gue atraksi dikit ,lumayan pemanasan," ujarnya sambil meregangkan otot-ototnya.


"Tapi gue senang kok, loh menghawatirkan gue, tandanya loh sayang sama gue," ucapnya jengah sambil mencolet hidung Romeo.


Romeo tersenyum kecil melihat kearah Tari.


"Kita pesan taxi di sini saja Rom,kasihan jika loh harus jalan lagi," ucap Tari.


"Tapi tas kita di sana Tar, "ucap Romeo.


"Ya sudah loh tunggu di sini saja, gue ambil tasnya, "ucap Tari.


"Ngak usah, kita di sana saja, gue ngak apa-apa kok," ucap Romeo sambil berlalu.


Mau tak mau Tari pun mengikuti Romeo, "Sini Rom gue bantu menopang loh," ucap Tari sambil menarik lengan kiri Romeo.


"Ngak usah Tar, gue bisa kok, tadi juga gue sendiri berjalan ke mari."Romeo.


Tari menggangguk dan membiarkan Romeo untuk berjalan sendiri, ia pun menggandeng mesra tangan Romeo.


Keduanya berjalan namun tiba-tiba ada seorang remaja putri mendekatinya.


"Senpai!" teriak seorang anak memanggil Tari, seketika ia pun menoleh.


Anak tersebut berlari mendekati Tari," Hus Sempai, "ucapnya sambil memberi salam ala bela diri Kempo.


"Eh ngapai kamu ada di sini?" tanya Tari kepada gadis tersebut.


"Senpai, kenapa Senpai Tak lagi melatih di dhojo kami?"tanya gadis tersebut.


"Ehm, aku ngak bisa lagi melatih kalian,karna sebentar lagi sempai akan menikah," jawab Tari sambil tersenyum.


"Menikah?.dengan abang ganteng ini?"tanya gadis tersebut sambil menujuk kearah Romeo.


"Iya, kenapa?"tanya Tari sambil tersenyum.


"Ehm Kalian pasangan yang serasi, Sempai Tari cantik, abangnya juga ganteng, jadi serasi banget," ujar gadis tersebut memuji dengan polos.


Tari merasa begitu senang," Masa' sih?"tanya nya jengah.


"Iya Sempai, saya kesini mau jenguk adek sepupu saya, eh tadi saya lihat sendiri bagaimana Senpai menghajar jamret tadi,saya jadi ingin jago seperti Sempai, udah jago, cantik lagi, kalau gitu saya permisi ya," ucap gadis tersebut.


"Eh mau kemana?"tanya Tari.


"Nih uang buat kamu, "menyodorkan uang seratus ribu ke arah gadis itu.


"Wah terima kasih Sempai, ngak sia-sia ngejar Sempai, Sempai memang baik,"ucapnya sambil mencium uang pemberian Tari.


Gadis kecil itu berlari menjauhi mereka.


Sementara Tari tersenyum kearah Romeo, hatinya begitu senang mendapat sanjungan dari gadis tersebut.


"Siapa dia?"tanya Romeo.


"Oh dia salah satu murid ku di dojo tempat ku mengajar," jawab Tari.


"Hm,pantesan galak banget,guru Kempo ternyata,"guman Romeo.


"He he, baru tahu ya?"tanya Tari.


"Jadi ngeri gue,"cetus Romeo sambil pura-pura bergidik.


He he, mereka pun melanjutkan perjalanannya.


Waduh ternyata Tari salah satu Senpai KEMPO tuh Rom, jangan macam-macam kamu Rom,


**Senpai: kakak sepeguruan.


**Dojo: tempat berlatih ilmu bela diri Kempo.


Bersambung, jangan lupa tinggalkan like komen dan votenya juga hadiah yam

__ADS_1


__ADS_2