
Romeo tiba di kampus dan memarkirkan mobilnya.
Saat akan memasuki koridor, tanganya di tarik oleh seseorang.
"Romeo, sini ikut aku." Tari menarik tangan Romeo dan membawanya ke sudut ruangan.
"Apaan sih lo Tar, lepasin." Romeo menepis tangan Tari.
"Eh, mana Aldi?" tanya Tari, sambil tetap memegang lengan Romeo, agar dia tak lari.
"Aldi? Mana gue tahu?"
"Rom, sebenarnya apa hubungan Aldi sama Aira, Rom?"
Romeo hanya diam, sambil melepas cengraman tangan Tari.
"Gue ngak ada urusan sama lo, jadi jangan tanya tentang Aldi ke gue,"
Romeo beranjak dan meninggalkan Tari, tapi tanganya kembali di tarik oleh Tari.
Tari meraih handpone dari dalam tas dan mengeluarkanya.
"Ni Rom, foto Aldi dan Aira, mereka sedang bertukar cincin, apa maksud dari semua ini Rom, lo bilang kalau Aira itu cewek lo, dan Aira itu sepupunya Aldi, tapi kenapa mereka bisa bertunangan Rom?" tanya Tari sambil menitikan air matanya.
"Please Rom jelasin ke gue, apa maksud dari semua ini?" Tanya tari mengiba.
Melihat Tari menangis, Romeo pun merasa iba.
"Sini Tar, gue jelasin ke elo." Romeo mengajak Tari untuk duduk ke sebuah bangku yang ada di taman.
"Lo dapat foto itu dari Mana?" tanya Romeo sambil melirik ke arah Tari.
"Dari status Wa nya Heru," jawabnya sedih.
"Bukan hanya fotonya Rom, tapi videonya juga," tambahnya sambil menghapus air matanya sendiri.
"Apa sebenarnya yang terjadi antara Aira, Aldi dan lo Rom, kalau memang Aldi akan bertunangan dengan Aira, kenapa dia masih menjalin cinta sama gue." ucapnya terbata-bata, karna menahan tangisnya.
Romeo memikirkan bagaimana cara menjelaskanya ke Tari agar ia tak terluka.
"Sebenarnya gue dan Aldi itu taruhan balapan mobil, gue sama dia memang sering melakukan taruhan,"
"Kami mempertaruh kan apa saja, termasuk mobil dan wanita," ungkap Romeo lirih.
Tari yang mendengar itu langsung menatap Romeo dengan tajam.
Plak...,
Satu tamparan keras mengena di wajah Romeo.
Romeo hanya tertunduk, ia tak begeming.
"Bajingan," ucap Tari.
"Apa kamu dan Aldi menjadikan Aira sebagai barang taruhan?" tanya Tari sambil terisak.
Romeo diam dan tertunduk.
Plak..., sekali lagi tamparan mendarat di wajah Romeo.
"Dan Aldi kalah dalam taruhan, sehingga harus menikahi Aira?"tanya Tari semakin emosi.
Romeo tetap diam, ia tetap tak bergeming.
" Sebenarnya Aldi tak mau menikahi Aira, dan berencana akan membatalkan kontrak taruhan kami, tapi gue yang memaksa nya, gue beri dia pilihan antara mobilnya atau gadis yang sempat depresi di rumah sakit jiwa, yang bernama Aira."
"Melihat Aira yang polos dan mudah di kendalikan, Aldi pun setuju, apalagi ia bisa mendapat pembagian harta perusahan setelah dia menikah, dengan menikahi Aira, dia akan tetap bebas memacari wanita lain termasuk elo Tar, Aira hanya akan di nikahi selama setahun, setelah itu Aldi akan mengembalikannya kepada Bapak kandung Aira." ungkap Romeo lirih.
__ADS_1
Mendengar penuturan Romeo, Tari semakin emosi ia pun bangkit, dan menarik kemeja Romeo, Romeo pun terpaksa berdiri, karna kemejanya di tarik Tari ke atas.
"Kalian itu gila, kejam, tega-teganya kalian mempermainkan perasaan Aira.
Tari mengamuk dan memukul mukul dada Romeo, tapi Romeo membiarkan Tari menumpahkan kekesalannya.
Setelah puas memukul dada Romeo, Tari pun terpuruk, ia pun terkulai lemas, untung Romeo sembat menyambar tubuhnya.
Romeo menahan tubuh Tari yang lemah, ia seperti kehilangan keseimbanganya.
Tari menangis kembali.
"Lalu bagaimana dengan gue Rom?" tanya Tari lirih.
"Gue sudah terlanjur cinta sama Aldi?" paparnya lagi.
"Kamu tenang Tari, gue juga terlanjur cinta sama Aira, jika lo memang cinta sama Aldi, lo bersediakan menikahi Aldi, dan menggantikan posisi Aira ?" tanya Romeo.
"Menikah dengan Aldi?" tanya Tari ragu.
"Iya, kamu menikah dengannya, dengan demikian, Aldi tak perlu menikahi Aira untuk mewujutkan obsesinya sebagai pewaris perusahaan Ayahnya, lagi pula Aldi tak mencintai Aira, dengan demikian, gue bisa memiliki Aira" paparnya.
Tari menghapus air matanya, ia menatap Romeo sejenak sambil memikirkan kata-kata Romeo.
"Tapi Rom, apa Aldi mau menikah dengan gue, sementara gue lihat sendiri, sepertinya Aldi juga mencintai Aira, hanya ia tak menyadarinya, apalagi mereka tinggal dalam satu rumah dan setiap harinya bertemu, benih-benih cinta akan mudah tumbuh di antara mereka, dan jujur gue akui Aira memang cantik," papar Tari.
"Justru itu Tar, sebelum ada benih cinta yang tumbuh di antara mereka, lo perjuangkan cinta lo, dan gue akan perjuangkan cinta gue dengan cara gue sendiri," kata Romeo meyakinkan Tari.
"Tapi bagaimana caranya, gue minta Aldi untuk menikahi gue?" tanya Tari lagi.
"Lo suruh Aldi pilih antara lo dan Aira." sahut Romeo.
"Kalau dia lebih milih Aira, bagaimana?"
" Kalau ngak bisa dengan cara halus, ya dengan cara kasar, kalau perlu gue culik Aira," Romeo.
"Iya Rom, kalau loh culik Aira, gue punya rumah kosong di pinggir kota, gua bakalan bantuin lo, lo tinggal bersama Aira di sana untuk sementara waktu, sambil gue bujuk Aldi untuk menikah dengan gue," usul Tari.
"Eh Tar, gue mau tanya hal yang pribadi tentang hubungan lo dan Aldi, tapi loh harus jujur ya?" Romeo.
"Tanya apa?"
"Lo sama Aldi pernah kebablasan ngak?" tanya Romeo serius.
Tari tersenyum kemudian tertawa kecil,
"Gue malu," ungkap Tari sambil tersenyum.
"Ah gue udah curiga, lihat gaya lo bedua pacaran gue dah bisa nebak," kata Romeo sambil menyungging kan senyum tipisnya.
"Bukan gitu Rom, gue dah sering ngajak dia, tapi Aldi nya ngak mau," ungkap Tari malu-malu kucing.
"Anjritt," Romeo
"Lo jadi perempuan murahan banget sih," ucapnya sambil bercanda.
"Enak saja lo ngomong sembarangan, sampai detik ini, gue masih perawan tau, dan gue cuma mau sama Aldi, karna gue cinta mati sama dia," papar Tari.
"Gue ngak nanya," sahut Romeo.
Mereka pun tertawa kecil
Suasana yang menegangkan tadi, perlahan mulai mencair.
"Dah kita ngobrol sambil jalan, ntar kita terlambat."Romeo
"Eh Tar,sebenarnya ada rahasia Aldi yang ingin gue ungkapkan ke dia, tapi berhubung dia mau menikahi Aira, jadi gue urungkan."
__ADS_1
"Rahasia apa Rom?" tanya Tari.
"Gue pernah beberapa kali ngerjain Aldi, sebenarnya gue kesal, karna setiap gue taruhan sama dia, dia selalu menang, suatu ketika dia kembali menang, dan gue sewa perempuan sebagai hadiah dari kemenangganya, tapi sebelum dia nyentuh perempuan itu, gue beri dia minuman yang menyebab kan burungnya ngak hidup, tak hanya sekali, bahkan beberapa kali, hingga Aldi mengira, dirinya benar-benar impoten, padahal gue yang mengerjai dia, sejak dari itu, dia ngak pede untuk melakukan hubungan intim dengan wanita, bahkan gue pernah pancing dia kembali, tapi dia menolak, katanya dia malu takut burungnya ngak hidup" ungkap Romeo dengan tertawa pelan.
"Anjir, lo Rom, pantesan saja Aldi waktu bercumbu ke gue, nafsunya udah kemana-mana, tapi pas gue ajak beneran, dianya malah nolak," ucap Tari tertawa geli.
"Lagian lo ada-ada aja Rom, bener-bener kelewatan loh," kata Tari sambil memukul lengan Romeo, ia pun tertawa.
"Gue tuh emang suka berantem sama Aldi, gue suka curangin dia, tapi jauh dari lubuk hati gue yang paling dalam, gue ngak mau Aldi hancur, Aldi itu susah mengendalikan diri dan hawa nafsunya, kalau gue ngak ngerjain dia, mungkin saat ini Aldi sudah hancur karna pergaulan bebasnya." ungkapnya.
Tari berhenti sebentar, memperhatikan Romeo.
"Gue ngak percaya lo bisa care ke Aldi sampai segitunya," ungkap Tari.
"Ya lo pikir cowok kayak gue itu ngak ada baik-baiknya sama sekali ya, gue memang playboy Tar, tapi gue ngak pernah nyentuh cewek gue, hingga melakukan sampai sejauh itu, gue punya kakak perempuan, gue juga ngak mau jika kakak perempuan gue di permainkan," papar Romeo.
"Salut gue sama loh Rom, gue kita lo bajingan tengil," sahut Tari mencibir.
"Makanya, jangan menilai buku dari sampulnya saja," ucap Romeo.
Kemudian ia pun berjalan lebih cepat dari Tari, karna ingin menyusul Doni yang berjalan di depannya.
"Hai Don," sapa Romeo sambil merangkul Doni.
"Eh lo Rom, gue pikir lo ngak kuliah, jadi gue ngak nyusul lo."
"Sory ya Don, gue nonjok muka lo tadi malam, gue emosi, " ucap Romeo tulus.
"Ah sudah lah men, kita itu sahabat, masalah kecil ngak usah di besarin," ucapnya sambil menepuk pundak Romeo.
"Eh gue cari Aldi, dari tadi kok ngak ketemu ya?" Tanya Doni sambil celingak-celinguk.
"Ngak masuk kali dia, si Tari juga mencari dia." Romeo.
"Lo gimana Rom, sudah dapat solusinya?"
"Aira ngak mau gue ajak kabur," jawab Romeo lesu.
"Benar kata Aira Rom, lari bukan malah menyelesaikan masalah, tapi hanya menambah masalah saja." Doni.
"Trus rencana lo selanjutnya apa Rom?"
"Gue tetap nungguin Aira, hingga dia berpisah sama Aldi, Aldi bikin perjanjian pada Aira, mereka akan menikah selama setahun, kemudian Aldi akan menceraikan Aira dan mengembalikanya pada orang tua Aira," papar Romeo.
Doni menyunggingkan senyum sinis nya.
"Habis manis sepah di buang," cetus Doni.
"Bisa-bisanya Aldi mempermainkan pernikahan, gue makin kasihan aja sama Aira, gadis seperti dia, kenapa harus terus merasa menderita, di nikahi kemudian di campakan, dan lo sendiri hanya diam Rom, tanpa berbuat sesutu?" Tanya Doni sambil menatap mata Romeo.
"Tapi Aldi sudah janji Don, selama mereka menikah, dia tak akan menyentuh Aira," kata Romeo.
Doni tertawa kecil.
"Don, gue laki-laki, lo laki-laki dan Aldi juga laki-laki, sekarang lo pikir, jika lo punya istri dan setiap malam tidur bersama lo, apa lo bisa menahan diri untuk tidak menyentuh nya?" Tanya Doni.
"Pikir Rom," kata Doni sambil menunjuk kening Romeo.
Romeo pun terpengaruh dengan kata-kata Doni.
"Iya, ya bagaimana caranya gue bisa mencegah pernikahan itu agar tak terjadi," batin Romeo
Apa yang akan di lakukan Romeo ya untuk bisa mencegah pernikahan Aldi dan Aira, bantu Romeo ya reader, tulis komentar kalian ya reader.
Di tunggu like, komentar dan hadiahnya, apalagi vote nya, lope u All.
sambil nunggu author up mampir di novel authot yang lebih seru yuk, dengan judul: Ketika takdir menyatukan aku dan mereka.
__ADS_1
Mampir ke ig author@lucyv146 banyak kejutan disana.😊😊