
Setelah menikah Satria dan Rita mendirikan Saw mill, Perusahan di bidang pengolahan kayu tersebut semakin maju, tak hanya menyediakan kebutuhan lokal, perusahan dengan Pt Satria kusuwa kini telah mengekspor berbagai jenis olahan kayu ke berbagai negara tetangga.
Perusahan tersebut menyediakan berbagai olahan kayu mulai dari papan dan kayu untuk berbagai kebutuhan dengan berbagai jenis dan ukuran hingga triplek multi layer berkualitar tinggi.
Perkembangan perusahan Satria bahkan kini menyaingi perusahan Dermawan ayah Rita sendiri, dan beberapa tahun setelah mereka menikah, Ayah Rita mengalami stuk dan otomatis perusahan tersebut bergabung dengan nama PT Satria kusuma group.
Meski sudah menikah, namun kegiatan Rita bukanya semakin berkurang, namun semakin padat, bahkan ia terbiasa meninggalkan Satria berminggu-minggu bahkan hingga beberapa bulan.
Satria merasa kesepian, hanya dengan bekerja, ia bisa melupakan rasa sepi yang menggelitik hatinya, meski beberapa teman Satria sendiri menyarankan Satria untuk menikah lagi, namun Satria enggan untuk mengkhianati Rita.
Kesepian selalu menghantui Satria, pertemuanya dengan Rita sangat jarang sekali.
Suatu ketika Satria membuka lowongan dengan jabatan sekertaris di kantornya, untuk menggantikan sekertarisnya yang sedang cuti melahirkan, dan seorang gadis cantik yang begitu ia kenal sedang interview di meja HRD.
Satria yang mengenali gadis tersebut langsung masuk ke ruangan HRD.
"Maya!" Ucap Satria dengan bahagia saat melihat Maya yang sedang dalam proses interview.
"Satria? Kamu bekerja di sini?" Tanya Maya yang juga senang bertemu dengan Satria.
Satria hanya tersenyum.
"Kamu mau kerja di sini?"
__ADS_1
"Iya Sat, rencananya aku mau mengisi lowonggan sekertaris predir disini."
"Oh, kalau gitu kamu langsung di terima." Pungkas Satria.
"Apa langsung di terima? Tapi aku belum selesai interview."
"Hari! mulai saat ini Maya akan jadi sekertaris saya," ucap Satria kepada kepala bagian HRD tersebut.
"Baik pak, lowongan akan saya tutup, karna bapak sendiri yang menemukan sekertaris untuk bapak." Hari.
"Apa? Jadi kamu presiden direktur disini Sat?" Tanya Maya yang seolah tak percaya.
Satria menyunggingkan senyum tipisnya, ia begitu senang akhirnya bertemu dengan Maya.
Satria yang merasa kesepian sering memita Maya untuk menemaninya, benih cinta yang pernah tumbuh di antara mereka kini seolah bersemi kembali.
Meski Maya sadar jika Satria adalah pria beristri, namun itu tak melunturkan perasaanya terhadap Satria.
Begitu pun Satria, Maya adalah cinta pertama dan cinta termanisnya, di antara sekian banyak gadis, hanya Maya yang membuat Satria tak mampu berkata jujur, tentang perasaanya.
Rita memang terkadang mendatangi kantor Satria,dan beberapa kali bertemu dengan Maya, namun ia merasa Maya bukan lah tandinganya, perempuan seperti Maya, tak kan bisa menyaingi kecantikan dan bentuk tubuh yang ia miliki.
Rita masih dengan keangkuhanya, ia tetap menolak, untuk memberi Satria keturunan, padahal ibunda Satria sudah sangat menginginkan cucu.
__ADS_1
Mereka pun berembuk untuk mengatasi masalah yang sedang menerpa rumah tangga Satria saat itu.
Kedua orang tua Satria memperingatkan dan mengancam Rita, jika ia tak bisa memberi keturunan untuk Satria, maka Rita harus merelakan Satria untuk menikah lagi, dan waktu yang di beri adalah lima tahun pernikahan mereka.
Setelah lima tahun pernikahan, Rita belum juga menunjukan tanda-tanda hamil, setelah di periksa, ternyata Rita memang sulit mempunyai keturunan, karna ia terlalu sering menggunakan obat-obat tertentu sebagai treatment untuk kecencangan dan kehalusan kulitnya serta menggunakan alat kontrasepsi yang terlalu lama.
Rita terpaksa merelakan Satria menikahi wanita lain.
Dan bak gayung bersambut, Satria memilih Maya sebagai istri keduanya.
Karna memiliki dua orang istri Satria berusaha membagi waktu dan cintanya secara adil, meski terkadang ada yang merasa tak adil.
Setelah di madu, Rita justru mengurangi aktifitasnya, bahkan ia tak pernah melewatkan kesepatannya saat bersama Satria.
Ia selalu merasa cemburu terhadap Maya, karna setelah Maya mengandung, Satria seperti lebih memperhatikan Maya dari pada dirinya.
Kecemburuan dan kebencian mulai tumbuh di hati Rita, tak hanya ingin menyingkirkan Maya dari hidup Satria, tapi juga Rita berniat menyingkirkan Maya dari dunia ini.
Waktu berlalu, usia kehamilan Maya sudah sampai pada usia delapan bulan, Maya dan Satria semakin mesra, dan seolah mengacukan dirnya, Rita yang cemburu pun berpikir bagaimana cara agar dia bisa menyingkirkan Maya untuk selamanya.
Rencana di susun dengan mantap, saat Maya sedang Mandi, Rita menuang cairan pencuci piring yang di campur dengan sedikit air , kemudian ia tumpahkan di depan pintu kamar mandi Maya.
Maya yang habis mandi itu pun tak menyadari bahaya yang mengancamnya, tanpa ragu Maya melanglahkan kakinya keluar dari kamar mandi.
__ADS_1