Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Menanam Benih


__ADS_3

🚫Mengandung adegan dewasa, yang tidak suka skip aja ya.🚫


"Benarkah sayang?"tanya Maya.


"Iya Ma, Tari hamil, "jawabnya.


Maya langsung menghambur memeluk putrinya, kemudian ia mencium kedua pipi Tari.


"Mama senang sekali, Nak." Maya.


"Akhirnya Papa bisa menimang cucu juga, setelah Aira keguguran,"ucap Satria ia pun memeluk dan mencium Tari.


Tari merasa senang seleruh keluarga menyambut bahagia berita tersebut.


"Selamat juga ya Romeo, mantap,"ucap Maya bahagia seraya mengacungkan jempolnya.


"Iya Ma,terima kasih," jawab Romeo dengan wajah yang bahagia.


Untuk pertama kalinya, Heru menghampiri Tari memeluk dan menciumnya," Selamat ya Tari, semoga kau dan calon bayi mu selalu sehat selalu," ucap Heru.


"Terima kasih Mas," balas Tari bahagia.


"Selamat ya, Rom," ucap Heru seraya memeluk adik iparnya.


Aldi dan Aira tersenyum, Tari melihat kearah Aldi yang hanya diam.


"Eh Di, loh ngak ngasih selamat ke gue," ujarnya.


"Sini peluk dan cium gue," imbuhnya lagi.


"Ogah ah gue sungkan, meluk dan cium loh depan laki loh," canda Aldi seraya memeluk dan mencium Tari, "Selamat ya, semoga kamu dan bayi mu selalu sehat dan di beri keselamatan selamanya, amin, "


"Amin, sahut Tari, semoga kamu juga segera dapat momongan," ucap Tari.


"Amin,"ucap semua secara serempak.


"Selamat Rom, sebentar lagi loh bakalan jadi ayah dari keponakan gue," ucap Aldi.


"Amin, semoga semua lancar," sahut Romeo.


"Amin," sahut mereka secara serenta.


Bak sedang pesta, mereka semua terlihat bahagia menikmati hidangan makan malam tersebut, di mana senyum selalu terbit di sela-sela obrolan mereka.


Yang merasa paling bahagia adalah Tari, karna semua orang terlihat perhatian dan begitu menyayanginya.


"Ma, Pa, setelah makan malam ini, Tari dan Romeo, ijin menginap di rumah mertua Tari,"


"Tari ingin memberi kabar bahagia ini langsung kepada mama dan papa di sana," ucap Tari dengan senyum sumringahnya.


"Tentu Nak, Mama dan Papa kamu pasti bahagia mendengar berita ini," ucap Maya sambil meminum air di gelasnya.


"Akhirnya papa dan Hadi bisa memiliki cucu bersama, selama dua puluh tahun lebih kami menunggu ini," ucap Satria.


"Iya mbak, doain Aira juga ya biar cepat menyusul mbak Tari, Aira juga ingin hamil secepatnya," ucap Aira.


Aldi langsung melirik kearah Aira," Kamu serius sayang?"tanya Aldi.


"Iya Mas, Aira sudah ngak mengkomsumsi pil KB lagi, Aira berharap bisa hamil secepatnya," ucap Aira.

__ADS_1


"Gitu dong sayang, mas Aldi bahagia mendengarnya, " ucap Aldi seraya mencium pucuk kepala istrinya.


"Amin, semoga Aira cepat menyusul ya," ucap Maya.


"Amin," ucap mereka serempak.


Eh Aira, kalau anak kita sepasang kita jodohin aja yuk, "ajak Tari.


"Ngak,!"sahut Aldi dan Romeo serempak.


"Eh, emangnya kenapa? anak kita sama anak Aldi boleh kok nikah, mereka kan sepupu, jelas lagi keturunannya," tutur Tari.


"Gue ngak mau anak gue bapak mertuanya Romeo, " sahut Aldi bercanda.


"Ah gue juga ogah, anak gue punya bapak mertua loh Di,"sahut Romeo.


Mereka pun tertawa.


"Tuh Heru lihat adik-adik kamu, mereka sudah menikah dan segera mempunyai momongan, kamu sendiri calon aja belum punya,"cetus Maya.


"Ya, Gue lagi yang di sindir,"dengus Heru.


"Makanya mas, ngak usah jual mahal, ngak laku kan?" Aira.


"Ah, kamu lagi, bikin mas Heru semakin terpojokan saja,"dengus Heru.


Setelah makan malam, mereka berbincang sebentar, kemudian masing-masing kembali ke haluannya.


Tari dan Romeo sedang berada di mobil, sepanjang perjalanan Tari terus menyandarkan kepalanya di bahu Romeo.


"Rom, loh mau anak cowok atau cewek?" tanya Tari.


"Gue terserah saja Tar, asal kamu dan janin yang ada di rahim kamu sehat dan selamat," ucap Romeo.


"Gue juga bahagia Tar, kamu ngak usah banyak pikiran, ngak usah terlalu lelah serta jaga pola makan kamu, agar kamu dan anak kita sehat," sahut Romeo.


"Iya Rom,tapi kamu jangan macam-macam ya, " ancam Tari.


"Gue ngak akan macam-macam Tar, gue kerja yang benar kok, itu semua untuk kamu dan calon anak kita," ucap Romeo.


Tari merasa bahagia mendengar ucapan suaminya tersebut, senyum selalu terlukis wajahnya, bagaimana tidak, Romeo jauh berubah, ia lebih lembut dan Romantis.


***


Setelah makan malam, Aira dan Aldi kembali kekamar mereka.


Keduanya langsung menuju balkon kamarnya untuk menghirup udara segar seraya menikmati pemandangan indah dimana langit cerah yang dipenuhi taburan bintang yang menghias angkasa.


Aldi memeluk Aira dari belakang, hembusan angin sepoi-sepoi menemani mereka menikmati sinar rembulan.


"Sayang kamu serius dengan keputusan kamu untuk berhenti mengkomsumsi pil tersebut?"tanya Aldi yang sedang memeluk Aira dari belakang.


"Serius Mas, Aira sudah ambil sekolah online, jadi seandainya saja Aira hamil, itu ngak masalah,"jawab Aira.


"Ehm, kalau gitu yuk kita bikin anaknya," bisik Aldi di telinga Aira.


"Iya mas Tapi bentar lagi ya, kita kan habis makan malam."


"Iya tapi mas Aldi sudah ngak sabar nih, udah lama ngak bercocok tanam, kangen banget,"ucap Aldi berbisik di telinga Aira.

__ADS_1


Aira membalikan tubuhnya menghadap sang suami, "Aira juga kangen mas," balasnya sambil mengecup bibir Aldi.


Aldi langsung menyambar bibir mungil istrinya tersebut, keduanya mulai beradu di bawah sinar rembulan dan gemerlap bintang.


Setelah cukup lama saling menyesap, keduanya memutuskan untuk melanjutkan nya diatas ranjang.


Aira berbaring terlentang, menyambut tubuh Aldi yang berada di atas tubuhnya.


Mereka kembali bercumbu seraya saling melepaskan penutup tubuh masing-masing.


Satu persatu Aldi melepaskan kancing piyama Aira, dengan bibir yang saling memaut bergerak aktif.


Aldi menundukan wajahnya agar bisa menikmati aroma khas dari tubuh Aira, begitu pun Aira, ia sudah tergila dengan aroma yang keluar dari tubuh suaminya, hingga saat ia menghirup aroma tersebut, itu sudah bisa membuatnya terbakar gairah, belum lagi sentuhan lembut Aldi yang selalu membuatnya tak mampu untuk menahan lebih lama lagi.


Tubuh keduanya sudah bugil, si buyung pun sudah siap mengembur serangan nya.


Awal yang lembut saat si buyung mulai memasuki celah yang sempit.


"Akh,!" Aira menutup matanya seraya menelan salivanya saat sibuyung masuk perlahan ke goa sempitnya.


Dengan perlahan, si buyung mondar-mandir, seraya melumuri pelumas agar goa tersebut lebih licin.


Setelah beberapa kali sibuyung keluar masuk di celah sempit tersebut, barulah serangan mematikan di mulai.


Aira memperlebar jalan Aldi, agar senjatanya tersebut masuk lebih dalam lagi, dengan gerakan cepat Aldi menghentak hentak, sesekali ia berhenti untuk menikmati sensasi berdenyut, beberapa lama tak menikmati gua tersebut membuat si buyung merasa lebih sempit dan lebih nikmat,


Akh, ehm, akh, desa*h, Aldi ia mengerang sambil menghujami lawanya dengan serangan yang bertubi-tubi, tubuh kecil Aira berguncang, karna di guncang dengan dashat.


"Akh ehm esk, mas Aldi!" racau Aira.


"Iya sayang, mau di serang lagi?"tanya Aldi yang terus melakukan serangan secara membabi buta.


Aira meremas sprey, tubuhnya berguncang dan mengelinjang, sibuyung masuk semakin dalam hingga dua keleren Aldi menempel pada sensitip Aira.


"Akh, Oh Mas, pelan-pelan, Aira ngak mau selesai lebih cepat," racaunya seraya merem melek menikmati serangan yang menghujam bagian bawahnya hingga basah dan berlendir.


"Tenang sayang, ini hanya pemanasan, kita lanjut di ronde selanjutnya, " ujar Aldi kemudian melanjutkan perburuannya.


Aldi terus bergerak maju mundur, berkali kali ia mengerang menikmati seranganya sendiri, sementara Aira ia sudah pasrah menikamti sensasi luar biasa yang menghujam bagian bawah tubuhnya


Terlebih lagi jemari Aldi tak henti-hentinya meremas lembut bagian kedua bukit kembarnya, hingga membuat Aira memekik tertahan


Akh, Mas, Ehk, serangan Aldi semakin brutal menerobos celah sempit yang mulai licin.


"Sayang ngak kuat," guman Aldi sambil mengerang, ia semakin memperlacu gerakanya.


Akh!!! keduanya serentak mengerang,


Satu hentakan terakhir pada serangan pertama bearkhir dalam beberapa menit saja, namun cukup membuat Aldi kehabisan tenaga.


Tubuh Aldi pun tumbang di samping tubuh istrinya.


Keduanya sudah basah oleh keringat


Aldi mengatur napasnya, seraya merangkul tubuh Aira," Mas Aldi Aira belum puas, ucap Aira santai.


" Iya sayang, mas Aldi atur napas dulu," ucap Aldi sambil mengatur napasnya.


Setelah napasnya normal kembali, Aldi kembali bangkit seraya bangkitnya si buyung dari peristirahanya.

__ADS_1


Tanpa aba-aba Aira membuka pang*kal pa*hanya, pertempuran sengit pun di mulai, beberapa gaya pun mereka peragakan hingga membuat tempat tidur mereka berantakan seperti kapal pecah.


Sampai di sini dulu ya guys, jangan lupa dukungannya. like, komen, vote dan hadiah nya.


__ADS_2