
Aira dan Aldi bersanding duduk bersila mendengarkan ceramah ustad tentang pernikahan.
Tentang tanggung jawab suami dan istri.
"Jadi saudara Aldi, sebagai suami, anda punya tanggup jawab untuk memberi nafkah lahir dan batin."
"Nafkah lahir itu seperti mencukupi kebutuhan nya secara materi, umpama pakaianya, makan, minumnya, dan sebagainya."
"Sedangkan nafkah batinnya, sebagai suami, anda harus menggauli istri anda dengan baik, membahagiankannya, dan mendidiknya menjadi istri yang sholeha, sekali lagi itu wajib, ya Nak Aldi," sang ustad memberi tekanan pada kalimat-kalimat yang di akhir.
Aduh wajib ternyata, asik jadi ngak ada alasan bagi Aira untuk nolak gue, batin Aldi.
Aldi tersenyum simpul, otak konak nya mulai bekerja, apa lagi malam ini ia melihat Aira yang begitu cantik dan menggemaskan.
Aira hanya tertunduk lesu, ia begitu merasa lelah, belum terpikir bagi Aira, bagaimana malam pertamanya, ia tidur bersama Aldi.
Berbagai berbagai nasehat pernikahan yang di ucapkan oleh ustad hanya mengalir masuk ke telinga kiri dan tembus telinga kanan, tanpa di dengar sepenuhnya oleh Aldi, pikiranya sudah melalang buana tentang malam pertamanya, yang ia ingat hanya nasehat jika memberi nafkah batin itu wajib.
Setelah serangkaian acara, kini tibalah saat nya untuk menjamu tamu.
Karna sudah lelah, Aira pun lebih memilih untuk naik ke lantai atas dan menuju kamarnya.
Didampingi si mbok, Aira menaiki satu persatu anak tangga dan menuju kamarnya.
"Non,langsung di kamar mas Aldi saja, baju Non Aira sudah mbok pindahkan kesana semua," kata simbok.
Dengan langkah berat Aira pun masuk kedalam kamar Aldi.
Aira kaget setelah membuka pintu kamar Aldi, ia melihat kamar tersebut sangat indah, di hiasi dengan aneka bunga dengan nuansa putih.
Ia duduk di depan cermin dan simbok mulai melepas sanggul yang di kenakan Aira.
Setelah itu simbok membantu melepaskan kebaya yang di kenakanya.
"Non, mandi dulu keramas, nanti simbok pakaikan minyak wangi beraroma lembut. " ujar si mbok sambil melepas kan pengait pada rok batik Aira.
Aira pun menggangguk, kini ia hanya menggunakan handuk masuk ke kamar mandi Aldi.
Bunda Maya datang membawa lingeri dengan model babydoll berwarna hitam dengan dalaman berwarna senada.
"Mbok, nanti suruh Aira pakai baju ini ya Mbok, biar tambah cantik," ucap bunda Maya.
Setelah keramas ia merasa begitu segar, aroma dari sabun dan shampo yang ia kenakan juga tercium semerbak hingga di hidung si Mbok.
Aira mencari piyamanya di lemari,
"Cari apa Non?" Tanya si mbok.
"Piyama mbok," sahut Aira sambil menarik piyama bewarna biru gelap dengan gambar pikachu.
__ADS_1
"Aduh si non, jangan pakai yang itu lagi Non, pakai yang ini saja," tunjuk si mbok, pada lingeri hitam.
Aira merentangkan kain hitam halus namun terlihat **** itu ke udara, lalu melemparnya di atas kasur.
"Ihs, ngak mau mbok, Aira malu," ucapnya sambil bergidik.
"kenapa harus malu, sih non, ini kan bukan pertama kalinya non Aira sama mas Aldi melakuanya?"
"Lagi pula itu hadiah dari nyonya Maya, kalau non Aira ngak pakai, nanti nyonya tersinggung," bujuk si mbok.
Aira hanya diam, ia pun mengenakanya pakaian tersebut tanpa bra, sesuai instruksi si mbok.
"Tuh kan cantik dan seksi, lihat non Aira kayak gini simbok jadi ingat malam pertama si mbok dengan mang ujang," si mbok memulai ceritanya sambil menyisir nona muda kesayangannya itu.
"Trus mbok?"
"Ya gitu non, awalnya malu, eh lama-lama jadi malu, pakai acara ektra part lagi non," ucap si mbok tersipu.
"Tapi mbok Aira ngak cinta sama mas Aldi, cintanya sama bang Romeo," ucapnya jujur.
"Kalau cinta sama Mas Romeo, kenapa bikin anaknya sama mas Aldi?" Tanya si mbok.
"Siapa yang bikin anak mbok."
"Mbok, sebenarnya Aira ngak hamil mbok, Aira juga ngak pernah melakukanya sama Mas Aldi mbok," tuturnya sangat pelan.
"Ehm, simbok si udah curiga Non, kalau non itu ngak hamil, tapi ya simbok nurut aja," ucap simbok sambil meletakan sisir di meja rias Aira.
Aira belajar menghias dirinya sendiri, karna besok si mbok ngak akan datang untuk mempersiapkan kebutuhan mandi, dan makanya.
Setelah selesai Aira pun tersenyum melihat wajahnya di depan cermin, akhirnya ia bisa merias sendiri wajah nys.
Setelah seelesai membereskan kamar pengantin dan membantu Aira , si mbok pun keluar dari kamar.
Aldi masih melayani tamu ia pun menyapa dan berbincang -bincang dengan tamu, termasuk Doni.
"Don, tadi gue lihat Romeo sama Tari kemana mereka?" tanya Aldi yang melihat Doni hanya sendiri.
"Pulang," sahut Doni singkat.
"Oh iya Di, gue ucapkan selamat atas pernikahan lo, sampaikan salam gue sama Aira, " ucap Doni.
"Iya sama-sama Don,"
"Dan satu lagi Di, gue harap lo bisa menepati janji lo untuk menjaga Aira, lo harus belajar untuk jadi lelaki yang setia Di, kasihan Aira Di," ucap Doni sambil menepuk pundak Aldi.
"Gue pulang dulu," Doni pun berlalu.
Karna tamu sudah sepi dan tinggal beberapa orang saja, Aldi pun memetuskan untuk naik kelantai dua dan menuju kamarnya.
__ADS_1
Jantungnya bedetak kencang, rasanya ia sudah tak sabar menunaikan kewajibanya.
Krek pintu dibuka.
Aldi pun melihat sesosok, cewek cantik dengan pakaian yang menggoda.
Aira yang melamun memikirkan Romeo itu pun, tersadar ketika handle pintu berbunyi.
Aldi menahan salivanya ketika melihat Aira yang begitu menggoda.
Melihat tatapan nakal Aldi, Aira meraih boneka beruang miliknya dan berusaha menutupi tubuhnya.
Jantung Aira berdetak dengan kencang saat Aldi perlahan menghampirinya dengan senyum nakalnya.
Aldi duduk di samping Aira," Aira, Aira sengaja ya pakai baju seperti ini untuk menggoda mas Aldi ya?"
"Ngak kok Mas, ini baju dari bunda Maya, Kalau ngak di pakai nanti bunda malah tersinggung," ucap Aira gugup.
"Masa' sih?" Senyum Aldi menggoda.
Aldi berdiri dan mengunci pintu kamarnya.
Aldi kembali menghampiri Aira, Tangannya menyibak rambut yang menutupi leher jenjang istrinya.
Dengan perlahan Aldi mencium area leher Aira dan perlahan naik hingga ke bibir sensual milik gadis itu.
Aldi mengecupnya bibir Aira pelan, memangutnya nya lembut,ia merasa kan sensai kenyal saat mengulum bibir tersebut, hingga menimbul kan sensasi panas dingin.
Aira mematung, ia membiarkan apa saja yang di lakukan Aldi terhadapnya.
Nafasnya bergemuruh lirih, dengan detak jantung yang memompa lebih cepat.
Si buyung pun menegang.
Aldi membaringkan Aira perlahan, sementara bibir nya masih sibuk menjajal bibir empuk nan kenyal itu, sementara tangannya merayap merepas kan pakaian Aira.
Aira merasa gemetar, tangan Aldi menyusup perlahan di atas bukit kembar dan meremasnya lembut, sementara bibirnya kini berganti menari di atas bukit yang lain.
Si buyung sudah menegang dengan tegangan tinggi mencapai 2200 volt.
Seperti si buyung milik Aldi, tubuh Aira pun menegang.
Aldi sudah bersiap memasang senjata nya, ia pun menarik diri untuk melepaskan satu persatu pakaianya.
Ada rasa ke khawatiran pada Aldi, di mana si bunyungnya beberapa kali tak menegang saat akan melakukan serangan.
*Aduh tapi si buyung gimana ya, semoga aja dia ngak bikin ulah, ini halal loh buyung lulus sertifikasi halal oleh mui, food gred lagi* batin Aldi.
" hehehe, " tawanya terkekeh.
__ADS_1
Duh jadi ngak ya mereka Ml nantikan episode selanjut nya, dukung author terus dengan like, komen, vote dan hadiah yang banyak, karna ada kejutan di episode selanjut nya.