Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Lamaran Dadakan


__ADS_3

Heru menatap kepergian Aira, setelah punggung Aira menghilang, sejenak ia terdiam menatap kepergian orang yang telah di cari oleh saudaranya selama enam tahun.


Brumm ....suara mengaung dari motor Aira masih terdengar.


Dengan cepat Heru masuk kembali kedalam mobilnya.


Dengan kecepatan tinggi Heru bermaksud membuntuti kemana Aira pergi dengan harapan ia bisa menemukan jejak Aira.


Mobil yang di kemudikan Heru berada tepat di belakang Aira.


Aira melirik kearah spionya dan mencurigai jika Heru membuntutinya.


Aira mempercepat laju motornya, berharap Heru tak bisa menyusulnya.


Namun Heru tak menyerah ia pun mempercepat mobilnya, namun ia masih menahan agar menjaga jarak antara ia dan Aira.


Aira menilik pergerakan Heru melalui kaca spionnya dan ternyata dugaanya memang benar, jika Heru berusaha membuntutinya.


Aira pun tak kehabisan cara, ia masuk kedalam jalan kecil kemudian masuk menembus gang demi gang agar Heru tak dapat menemukan jejaknya.


Benar saja, Heru membuntuti kemana saja, Aira, saat Aira masuk ke jalan kecil ia pun masuk kejalan kecil, namun pada saat Aira masuk ke gang kecil Heru hanya bisa mendengus kesal seraya memukul stir.


Mau-mau tak mau Heru pun memutar arah kembali kejalan utama.


Heru tak patah arah ia pun mencari pos polisi terdekat untuk mengintai Aira kembali.


Heru menuju pos polisi dan menanyakan Aira di sana.


Namun petugas tersebut tak mengenali Aira.


Iya pun melanjutkan mencari jejak Aira pada setiap titik pos polisi, baik itu poltabes, polsek dan sebagainya.


Namun ia tak juga menemukan jejak Aira.


Aira kembali menghilang bak di telan bumi.


Pukul sepuluh Alia pun pulang, Aira sudah menunggu kepulangan putrinya tersebut di depan gerbang sekolah.


Saat itu Alia keluar bersama teman sebayanya.


"Bunda!"panggil Alia seraya melambaikan tanganya kerah Aira.


"Sayang!" Seru Aira bahagia melihat wajah putrinya yang ceria.


Salsa teman Alia melihat jika yang di panggil Alia dengan sebutan bunda ialah seorang polwan cantik.


"Alia, Bunda kamu itu seorang polisi ya?"tanya Salsa.


"Iya Salsa, kata bunda pekerjaan polisi itu mulia,.karna menangkap orang jahat dan melindungi orang yang membutuhkan pertolongan,"papar Alia kepada Salsa.


"Wah hebat dong,bearti ibu kamu wonder women dong?"Salsa.


"Wonder women itu apa?"tanya Alia.

__ADS_1


"Wonder women itu wanita hebat, mampu melawan penjahat," tutur Salsa menjelaskan dengan sederhana.


"Oh iya, kata bunda juga seperti itu, sahut Alia.


Mereka pun tiba di depan Aira.


"Selamat pagi ibu polwan,"sapa Salsa sambil mencium punggung tangan Aira.


"Selamat pagi juga anak pintar," ucap Aira seraya mengacak rambut Salsa.


"Bunda apa benar kata Salsa, pekerjaan bunda seperti wonder women yang punya kekuatan untuk melawan penjahat?"tanya Alia polos.


Aira tersenyum mendengar pertanyaan polos dari Alia.


"Ngak gitu kok sayang, bunda ngak sehebat itu, cerita wonder itu hanya fiksi, dan ngak ada di dunia nyata, tapi dari kisah tersebut bisa kita petik pelajaran jika wanita juga bisa menjadi pahlawan, bahkan untuk menolong seseorang pria," papar Aira.


"Iya kata bunda meski kita kaum wanita, kita harus punya cita-cita yang tinggi, iya kan bunda?" Alia


Aira tersenyum, tanganya mengacak rambut putrinya seraya menciumnya.


"Iya sayang, kalau begitu, ayo kita pulang sayang, "ucap Aira sambil meletakan Alia di atas motornya mereka pun pulang.


***


Heru masih terus mencari keberadaan Aira hingga malam, berbagai pos polisi pun ia jambangi hanya untuk menemukan


mantan adik iparnya tersebut.


Karna terlalu bersemangat mencari keberadaan Aira, Heru sampai lupa menghubungi Aldi untuk memberi tahu keberadaan Aira dan anaknya.


Pandangan Aldi mengedar penuh kehampaan, setelah enam tahun penantiannya, namun tak satu pun kabar berita yang ia terima tentang keberadaan Aira, sekarang ayahnya justru menuntut ia untuk segera menikah.


Aldi tak ingin mengulangi kesalahannya, ia takut mengecewakan Satria jika ia menolak perjodohan ini.


Aldi kembali menarik napas panjang dan menghembuskannya.


Dilema kembali hadir di hidupnya.


Aldi kembali menatap langit seraya menengadah kan kepalanya menahan tetesan air matanya agar tak jatuh menetes begitu saja di pipi mulusnya.


Kebimbangan melanda pikirannya, harus kah ia mengakhiri penantinya selama enam tahun terakhir.


Aldi kembali menarik napas panjang dan menghembuskannya.


"Ya tuhan jika memang dia adalah bidadari yang kau ciptakan hanya untuk ku, maka pertemukan lah aku dengan nya sebelum lamaran ini terjadi." Aldi.


"Jujur aku tak mau mengecewakan orang tua ku, yang tinggal satu-satunya itu, aku tak ingin kembali kehilangan papa dalam keadaan mengecewakannya."


"Dimana kamu Aira, sebegitu marahnya kamu hingga kau sudah melupakan semua janji-janji kita, kau pergi begitu saja di saat hati ku sedang terluka," guman Aldi dengan mata yang memerah.


Puas menatap hamparan alam di atas balkon kamarnya, Aldi pun masuk kembali ke kamarnya dan menutup pintu kamar yang menuju balkon.


Matanya tertuju pada tempat tidur yang ia dan Aira gunakan saat berbagi cinta, masa- masa indah yang tak mungkin bisa terlupa.

__ADS_1


Masih segar dalam ingatan Aldi bagaimana bahagianya ia dan Aira menjalani rumah tangga mereka, memang tak seindah kisah romansa cinta, karna begitu banyak rintangan dan cobaan menghadang, namun kebahagian yang sempurna telah ia rasakan bersama mantan istrinya tersebut.


Aldi duduk di tempat tidurnya menyapu lembut spreinya, Air mata jatuh menetes secara perlahan, mengingat kembali kisah cintanya. "Apa aku mampu sayang, membawa wanita lain untuk tidur di ranjang ini, apa aku mampu membawa wanita lain untuk menggantikan mu sebagai ratu penguasa hatiku, sungguh aku tak mampu Aira, aku tak mampu melakukanya sampai saat ini," ucap Aldi lirih, tik tik Aira mata jatuh menetes secara perlahan.


"Dimana kamu sayang? apa kamu tak merasakan rindu sedikit pun terhadapku?" ucap Aldi lirih.


Sejenak ia membiarkan rasanya tertumpah begitu saja melalui air mata, menahan kerinduan dan kesepian yang terus saja menyiksa perasaanya.


Tok tok tok terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.


"Aldi!Aldi!" teriak Satria.


Secepatnya Aldi menghapus titik air matanya.


Aldi membasuh wajahnya untuk mengurangi kesan bahwa ia habis menangis.


Aldi membuka pintu kamarnya.


"Kamu sudah siap Di, ayo cepat sedikit nanti kita terlambat," papar Satria.


Aldi hanya menggangguk tanpa berucap sepatah kata pun.


Mereka pun turun dan langsung menuju mobil.


Sepanjang perjalanan Aldi hanya diam.


Dua puluh menit mereka pun sampai di sebuah rumah mewah.


Kedatangan Aldi dan keluarganya di sambut antusias oleh pak Darman.


Begitupun dengan putrinya yang bernama Tania, gadis itu berdandan dengan cantik agar bisa menarik hati calon suami yang akan di jodohkan dengannya.


Mereka pun berjabat tangan seraya berbasa- basi, tak ketinggalan Tania dan Aldi juga berjabat tangan.


Tania melempar senyum semanis mungkin melihat ketampanan pria yang ada di hadapannya.


Ia tak menyangka jika calon suami yang akan di jodohkan dengannya tak hanya kaya, tapi juga tampan luar biasa, dengan bentuk tubuh yang proposional pula.


Mereka pun duduk untuk berbincang kan tentang perjodohan putra putri mereka.


"Jadi bagaimana Pak, kalau anda setuju kita percepat saja pernikahan keduanya, "usul Satria.


Tania merasa senang, ia pun tersenyum kearah ayahnya yang meminta persetujuan darinya.


"Baik lah pak jika begitu, bagaimana jika dua bulan lagi, kita nikahkan mereka, kita bikin pesta yang meriah semeriah mungkin," usul pak Darman kembali.


"Ok kalau begitu saya setuju," ucap Satria tanpa meminta persetujuan Aldi, Aldi hanya melongok.


Saat tengah membicarakan hari baik tentang pernikahan kedua putra-putri mereka. Aldi mendapat telpon dari Heru.


Iya pun beranjak untuk menjauh.


"Hallo mas Heru"...

__ADS_1


Bersambung guys, bagi kamu yang dukung pertemuan Aira dan Aldi please minta vote dan hadiah yang banyak ya, karna dukungan kamu sangat berarti bagi author, tanpa dukungan kamu karya author hanya akan jadi sampah di rak buku noveltoon 😭


__ADS_2