Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Mencintai mu


__ADS_3

🌷Mengandung adegan dewasa, bijak dalam membaca ya reader, yang ngak suka skip aja🌷


Romeo dan Tari berada diruang pemotretan untuk melakukan sesi foto pre wedd mereka.


Dengan menggunakan jas bewarna merah Romeo semakin terlihat ganteng.



Begitupun Tari saat menggenakan gaun putih, yang tampak terlihat semakin cantik.



Melihat pasangannya yang terlihat tampan,.membuat Tari semakin salah tingkah jika berhadapan dengan Romeo.


Duh, kalau lihat Romeo seganteng itu,.rasanya gue pingin nikah hari ini juga, batin Tari


"Ok kita mulai pemotretanya ya!" fotografer mulai mengambil posisi.


Untuk fose pertama Romeo akan memeluk Tari dari belakang.


"Ok siap?" fotografer memberi aba-aba.


Mereka berdua pun memeluai fosenya, hati Tari seakan berbunga saat tangan Romeo melingkar di perut rampingnya.


"Senyum!" sang Fotografer memberi aba-aba kepada Romeo agar ia tersenyum, karna saat pengambilan gambar pertama nya wajahnya masih terlihat datar.


"Senyum dong Rom, gimana sih," dengus Tari.


"Iya gue dah senyum, nih,." sahut Romeo sambil menunjukan senyum terpaksanya.


Klik tombol camera berbarengan dengan lampu flash mengabadikan salah satu momen penting mereka.


"Ok,.fose berikutnya," ucap Fotografer,.kali ini mereka harus mengganti gaya berfose.


Mereka pun berfoto dengan beberapa fose, dan fose terakhir menggunakan fose ala bridal style di mana Romeo harus mengangkat tubuh Tari.


Dengan senang hati Tari menjatuh kan tubuhnya agar Romeo bisa menggendongnya, namun Romeo yang belum siap terpaksa harus menopang tubuh Tari yang terlanjur menjatuhkan dirinya, karna terjadi ketidak seimbangan akhirnya mereka pun jatuh ambruk di atas lantai, tubuh Tari menindih lengan kanan Romeo, Akh...Romeo mengerang merasakan sakit pada lenganya karna tertimpa tubuh Tari.


Sang fotografer menghampiri keduanya.


Tari meringis kesakitan apalagi ia merasakan kesakitan pada lenganya.


Aw,.Romeo meringis, "


Tari segera bangkit dan menjauhi Romeo.


"Rom loh ngak apa-apa kan Rom?"tanya Tari panik karna melihat wajah Romeo yang terlihat memerah.


Para kru yang terlibat pun menghampiri keduanya dan membantu Romeo.


Seseorang memeriksa tangan Romeo,."Sepertinya tanganya terkilir," ucap pria tersebut kepada mereka berdua.


Romeo mengerang tertahan saat pria tersebut memeriksa tanganya.


"Bawa kerumah sakit saja," ucap salah satu dari mereka.


Tari semakin panik," Rom maafin gue ya, gue emang selalu bikin masalah," sesal Tari sambil menangis sedih.


"Ngak apa kok Tar, semua ini bukan salah kamu, "sahutnya sambil meringis.


Seorang pria membantu Romeo berdiri.


"Ya sudah aku antar kalian kerumah sakit," ucap salah seorang kru.


Selain pergelangan tanganya Romeo juga mengalami cedera pada bagian kakinya, ia pun terpaksa berjalan dengan berjingrak.


Dengan di topang, Romeo keluar dari tempat tersebut, mereka bahkan tak sempat berganti pakaian.


Didalam mobil Tari menyandarkan kepala Romeo di pundaknya, "Rom lo mikirin apa sih Rom? kok kayaknya ngak fokus gitu?" tanya Tari sambil mengusap kepala Romeo dengan lembut.


"Ngak kok Tar," sahutnya dengan nada datar.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan mereka habiskan dengan diam, sesekali Romeo meringis sambil menahan lengan tanganya agar tak terguncang.


Setibanya di rumah sakit ia langsung mendapat kan penangan di ruang UGD dan setelah melakukan pemeriksaan Lengan Romeo mengalami keretakan dan kaki kirinya juga terkilir.


Dengan terpaksa Romeo harus di rawat inap.


Tari selalu setia mendampingi dirinya, mengingat orang tua Romeo yang berada di luar kota, lagi pula karna tak terlalu berbahaya Romeo enggan memberitahu kedua orang tuanya.


Tari terlihat sedih, ia tak ingin rencana pernikahan mereka diundur apalagi sampai batal.


Ya Tuhan semoga Romeo cepat sembuh dan keadaanya pulih sebelum hari pernikahan kami, satukan lah kami dalam ikatan suci,.aku benar-benar mencintainya, semoga setelah ini tak ada lagi aral dan rintangan yang menghalangi jalan kami untuk bersatu.Tari berdoa dalam hatinya.


Setelah memastikan keadaan Romeo baik-baik saja,Tari pun merebah kan tubuhnya di samping Romeo yang tertidur pulas.


Ia merasa semakin takut kehilangan Romeo, meski sifat Romeo terlihat acu namun ia merasakan ketengan saat bersama dengan pria tersebut.


Romeo memang tak pernah mengunggkapkan perasaan cintan terhadap dirinya, namun di balik sikaf diamnya ia yakin jika Romeo sedang berusaha membuka hati untuknya.


Tari mencoba memejamkan matanya, bibirnya tersenyum sambil melirik pria yang ada di sampingnya kini.


***


Aldi menghampiri Aira yang berada di atas tempat tidur, ia mendekati Aira yang sedang ngambek.


Aldi memeluk Aira yang membelakangi nya.


"Tidur di luar!" ucap Aira sambil melempar bantal dan selimut kearah Aldi.


Aira masih terlihat kesal, sejak dari tadi ia tak bicara pada Aldi,.wanita mana yang tak sakit, melihat suaminya di cumbui oleh wanita lain.


Jadi ngak ada kata maaf buat mas Aldi "sayang? padahal Mas masih rindu sama kamu, " ucap Aldi sambil berlutut menghadap Aira.


"Ah pasti saat Aira tak ada di rumah kamu mesra-mesraan sama


model itu kan?" Aira masih mendengus.


"Ngak lah, selama kamu ngak ada di sini,mas ngak pernah tidur di kamar ini, mas tidur di balkon sayang." Aldi.


Aira merebahkan tubuhnya keatas ranjang dan menarik selimut.


Matanya melirik kearah Aldi yang menyandarkan kepalanya pada tempat tidur.


Ada rasa di hati Aira terhadap Aldi, namun rasa cemburu dan fikiran negative menghantui perasaanya.


Aira menarik selimut dan mulai memejamkan matanya.


Baru beberapa menit terlelap, ia sudah merasakan seperti ada yang menggerayangi tubuhnya.


Sapuan lembut Aldi perlahan menyusup pada bagian bawah tubuhnya.


Jari nakal itu meraba dengaan lembut bagian tubuh yang tertutupi segitiga berenda, dan dengan gesit jari Aldi menari menggelitiki biji kecambah milik Aira.


Aira melengkuh tertahan sambil menggigit bibir bagian bawahnya.


Ish, lengkuhnya lirih sambil menarik nafas panjangnya, jari nakal Aldi terus menggetarkan biji kacang tersebut hingga membuat tubuh Aira mengeliat merasakan sentuhan yang luar biasa.


Aira masih mencoba menguatkan imanya agar tak tergoda dengan sentuhan jemari nakal Aldi.


Aira mende*sah lirih saat getaran nikmat merasuki pikirannya, bayangan percintaan yang nikmat bersama sang suami mulai menggoyah imanya.


Dengan perlahan Aldi melepaskan segitiga berenda tersebut, tubuh Aldi menempel pada tubuh Aira yang berbaring miring tersebut.


Aira merasakan harumya hembusan nafas Aldi dan aroma tubuhnya yang menggoda pertahanannya.


Apalagi saat ia merasakan sesuatu yang menegang dan besar sedang menempel pada bagian belakang tubuhnya.


Tangan Aldi kembali merayap menyentuh lembah yang mulai basah tersebut, dengan jari tengahnya Aldi coba menerobos gue sempit yang selalu mencengram tongkat sakti milik Aldi.


Dengan gerakan keluar masuk,jari Aldi mengguncang daerah terlarang tersebut hingga membuat tubuh Aira mengelinjang nikmat.


Aira memekik tertahan, tubuhnya yang berbaring miring kini ia telentangkan agar Aldi bisa dengan leluasa menerebos goa miliknya dengan senjata yang lebih besar dan lebih panjang.

__ADS_1


Aldi tersenyum puas karna berhasil menggoda istrinya.


Tubuh Aldi sudah berada di atas tubuh Aira kedua mata bening tersebut kemudian saling bertentangan.


Aira menatap suaminya penuh damba tak ada lagi kemarahan pada tatapan sayu wajahnya, yang ada kini hanya isyarat kepada Aldi agar menuntaskan segera hasratnya.


Untuk lebih mebuat istrinya tersiksa, Aldi melepaskan penutup tubuh Aira hingga tampaklah dua bukit kembar yang menegang.


Tanpa basa-basi Aldi melahap bukit tersebut mengu*lum,menjilat dan menggigit kedua puncak bukit tersebut secara bergantian sementara jemarinya masih keluar masuk secara cepat hingga membuat Aira merasakan getaran nikmat hingga mampu menguncang tubuhnya.


Akh akh, lengkuhanya terdengar dan membuat Aldi semakin semangat untuk membiarkan istrinya tersebut tersiksa karna penundaan penyatuan mereka.


"Ow akh Mas, udah dong mas,".ucap Aira lirih sambil menggerang nikmat.


Aldi tersenuyum sambil tetap melahap kedua bukit kembar tersebut secara rakus.


"Mas,.Aira ngak kuat ayo kita lakukan," ajaknya sambil menarik tangan Aldi.


Wajah Aldi berada tepat di wajahnya, ia melihat tatapan sayu dari istrinya yang begitu menginginkan penyatuan mereka.


Aldi menghentikan seranganya.


"Maaf sayang, tapi hari ini mas Aldi mendapat hukuman untuk tidur di luar, jadi mas tak bisa melakukanya," tolak Aldi ia pun menarik tubuhnya.


"Ngak jadi di hukum deh Mas, ayo kita lanjutkan," ucap Aira yang kembali menarik tubuh Aldi hingga menindih tubuhnya dan dengan gesit ia menyambar bibir seksi suaminya.


Aldi tersenyum puas,.dengan tak kalah ganas Aldi membalas lum*atan penuh gairah dari sang istri.


Aira membuka lebah selang*kanganya dan membiarkan meriam sakti milik Aldi menyerangnya secara membabi buta.


Akh, Aira terpekik tertahan saat si buyung masuk perlahan pada gua sempit miliknya.


Mereka masih saling melu*mat dengan penuh gairah, sementara Aldi masih bergerak secara aktif menerobos secara membabi buta hingga membuat Aira mengelinjang merasaka nikmat yang tak bisa di ungkapan.


Aldi mengatur nafasnya yang terus memburu saat gerakanya semakin cepat.


Akh akh, desa*han keluar dari mulut Aldi seiring gerakanya yang semakin cepat.


Aira semakin membuka lebar jalan bagi si buyung agar si buyung bisa masuk dan menerobos lebih dalam lagi.


Akh..Akh!!! jerit Aira di sela-sela suara lengkuhanya, saat Aldi menghentak hentakan senjatanya menuju palung yang paling dalam.


Keringat terus mengalir di tubuh mereka, peluh Aldi bercucuran menetes pada wajah Aira,.ia meraba wajah suaminya yang terlihat begitu menikmati permainan mereka.


"Akh sayang, nikmat sekali,"ucap Aldi sambil menyentak nyentak senjatanya menghantam pada bagian bawah tubuh Aira.


Aira mende*sah lirih hampir setengah jam pertempuran panas tersebut terjadi dan tak satu pun dari mereka yang ingin menyudahinya.


Aira justru semakin erat memeluk Aldi, menikmati guncangan dan serangan brutal sang suami.


"Mas Aldi, Aira sayang sama Mas Aldi," bisiknya di telinga Aldi yang masih aktif dengan gerakanya.


"Mas Aldi juga sayang sama kamu,"ucap Aldi sambil mengecup kening istrinya.


Gerakan Aldi semakin cepat saat merasakan cengraman dan denyutan yang mengukung si buyung dan membuat buyung merasakan nikmat luar biasa.


"Sayang sebentar lagu nih," ucap Aldi dengan menggigit bibir bagian bawahnya.


Akh,.he em!!, Aira mengerang saat satu hentakan terakhir Aldi berhasil menembakan lahar panas pada rahimnya.


Akh! Teriak Aldi tertahan, tubuhnya tumbang di atas tubuh istrinya.


Aira menyambut hangat dengan memeluk tubuh suaminya yang terkulai lemas


"Terima kasih mas, Aira sungguh puas," ucap Aira di tepi telinga Aldi.


"Sama-sama sayang,.jangan marah lagi ya,.karna cinta mas Aldi hanya untuk kamu,." ucapnya sambil mengecup kening sang istri dengan lekat.


Aira menitikan air matanya sambil mengusap rambut basah sang suami,rasa cintanya yang begitu besar terhadap Aldi membuatbya selalu takut kehilangan sang suami.


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2