Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Rencana Busuk


__ADS_3

Nisa turun dari kamarnya karna di panggil oleh Mala.


Dengan dandanan seadanya Nisa tampak cantik dengan wajah polos tanpa make up.


"Ayo kita pergi Nisa ,aku sudah ijin dengan tante dan Om kamu." Arsyad.


Nisa menggangguk lirih, kemudian melangkah mendekati Arsyad dengan melirik sedikit ke arah Mala yang menatapnya dengan geram.


Meski ia tahu jika pulang nanti dirinya pasti jadi sasaran empuk ke kesalan tantenya.


Di dalam mobil Nisa tersenyum.Ia tak menyangka jika Arsyad bisa semudah itu di beri ijin oleh Mala.


"Kenapa tersenyum?" tanya Arsyad yang melirik ke arah Nisa.


"Ngak, aku ngak nyangka saja jika kamu begitu mudahnya dapat ijin dari tante dan Om ku. " Nisa.


'"Ehm, jika dia tak memberi ijin, aku bisa laporkan dia Nisa atas tindakan penganiayaan terhadap mu," Ucap Arsyad.


Nisa tertunduk. "Jangan Syad, biarkan saja mereka. Aku tak punya siapa-siapa lagi selain mereka. "


"Tapi mereka sudah kelewatan Nis! aku dengar sendiri bagaimana mereka memperlakukan kamu! "


Nisa tertunduk." Ada sesuatu yang ingin ku selidiki Syad. Aku ingin tahu kenapa mereka membawa ku tinggal di rumah mereka, mereka seolah peduli padahal tak peduli sama sekali pada ku. "


"Maksud kamu? " tanya Arsyad yang menoleh kearah Nisa lagi.


"Aku curiga jika kecelakaan tersebut di sengaja. Hanya saja aku tak berdaya, aku harus cari bukti untuk membuktikan kecurigaan ku. " Nisa.


"Hm, apa polisi tak menyelidiki kasus kecelakaan yang menimpa orang tua kamu?"


"Sudah. Tapi aku sendiri tak tahu bagaimana perkembangan kasusnya. Aku tak di perbolehkan memiliki ponsek, entah apa maksud mereka sebenarnya. "


"Hm, Bunda itu seorang polisi. Kakak ku pengacara. Aku bisa meminta bantuan mereka untuk menyelidiki kasus kecelakaan yang menimpa keluarga kamu! ."


"Aku ngak mau merepotkan keluarga mu Syat. Tapi suatu saat aku janji aku akan menuntut balas jika seandainya kecelakaan tersebut memang di sengaja dan di lakukan oleh Om dan tante ku."


"Kita kumpulkan beberapa bukti. Termasuk sikap buruk mereka terhadap mu! Mereka bisa kita laporkan ke komnas perlindungan anak dan perempuan."

__ADS_1


"Tapi aku takut Syad.Jika mereka adalah orang yang menyebabkan kecelakaan orang tua ku, itu bearti mereka orang yang sangat licik dan berbahaya." Nisa.


"Kamu tenang saja Nisa, aku akan bantu dan lindungi kamu. Keluarga ku juga pasti mendukung perbuatan ku. "


Nisa tersenyum."Hm kenapa orang lain lebih peduli kepada ku. Sedangkan keluarga ku sendiri..., " Nisa tak bisa berkata-kata lagi. Ia merasa sedih.


"Sudahlah jangan menangis lagi. Aku bawa kamu agar kamu melupakan semua kesedihan kamu. Jangan pikirkan macam-macam, kamu berhak merasa bahagia Nisa, setidaknya ketika bersama ku, kau tak akan merasa sedih," tutur Arsyad.


Nisa tersenyum simpul melirik ke arah Arsyad.


Ya aku percaya, tutur Nisa sambil tertawa kecil.


"Hm, gitu dong.Baru kali ini aku melihat kamu tertawa. Kamu jadi makin cantik."


Mereka pun tiba di rumah suasana rumah sudah ramai di hadiri oleh para tamu undangan.


Selain keluarga Aldi, keluarga Romeo juga hadir, begitupun sang sahabat Doni.Saat itu mereka semua berkumpul dan mengobrol berssma.


Melihat keluarga besarnya berkumpul


" Hallo semuanya, " sapa Arsyad,ia pun bersalaman kepada semua anggota keluarganya.


Tari senang melihat Nisa, ia pun tersenyum.


"Sini Nisa!" Panggil Tari sambil menepuk lantai di sampingnya.


Nisa pun mendekat ke arah Tari.


"Nisa bagaimana? Kamu mau ngak ikut tinggal bersama tante? Biar Tante yang membiayai sekolah kamu. "


Tari memang merasa sepi. Anak-anaknya sudah dewasa, Apalagi ia begitu ingin memiliki anak perempuan.Jadi ia punya niat tulus untuk membawa Nisa.


"Hm Nanti saja tante, Nisa saat ini sudah tinggal bersama Tante dan Om Nisa. "


"Lo jangan bawa kemana-mana Tar, Calon menantu gue tuh! " cetus Aldi.


"Oh Ya?! Masa' sih? " Tari.

__ADS_1


Nisa Tersenyum simpul.


"Oh ini pacarnya Arsyad ya? " tanya Dasti tersenyum.Ia senang karna Asyad punya kekasih setelah Dinda lebih memilih Arsel.


Namun, Dinda justru tak senang. Kini keraguan mulai muncul di hatinya. Jika benar ia tak menyukai Arsyad. Kenapa ia merasa cemburu jika melihat Arsyad jalan bersama gadis lain.


Sementara Nisa hanya tersenyum simpul. Ia sendiri tak pernah memikirkan hal tersebut. Ia hanya menggangap Arsyad sebagai teman.


Mereka pun ngobrol bersama, tanpa canggung Nisa berkumpul dan membaur bersama keluarga Arsyad, yang terlihat hangat tersebut. Nisa sejenak bisa melupakan kesedihan dan kesepiannya. Ia seperti berada di tengah-tengah keluarga besar yang menyayangi nya.


***


Sementara di rumah.


Mala dan Nando ia merasa kesal dengan kepergian Nisa bersama Arsyad, dan yang membuat mereka lebih kesal adalah Hubungan Nisa dengan anak dari pengusaha kaya raya yang notabennya adalah pemilik saham kedua terbesar di perusahaan Nando. Mereka pun menggunakan bahan bangunan dari perusahaan Aldi. Jadi mereka tak mungkin tak mengijinkan Arsyad untuk membawa Annisa.


"Bagaimana cara kita memisahkan mereka berdua papi? Aku tak rela jika Nisa mendapat calon suami yang lebih kaya dari kita." Mala.


"Aku juga begitu mommy. Kita bisa hancur dan rahasia kita bisa terbongkar jika Nisa sampai menjadi menantu pak Aldi.Apalagi sepertinya Arsyad akan menjadi penerus perusahaan ayahnya."


"Hm, pikiran ku juga seperti itu. Dari pada Arsyad untuk Nisa, mending Arsyad untuk Gladis saja. Lebih serasi! Uh tak sabarmya punya calon memantu kaya raya. " Mala.


Gladis tersenyum, ia begitu bahagia mendengar usulan kedua orang tuanya. Kesempatannya untuk jadi pacar Arsyad terbuka lebar.


"Aku punya ide Mami Bagaimana jika kita jodohkan saja Annisa dengan salah satu pengusaha menengah . Biar anaknya bos Aldi sama Gladis saja. "Nando.


"Tapi bagaimana caranya? Arsyad pasti akan mencari Nisa. "


"Kita bawa Nisa keluar kota. Kita pisahkan mereka, Kita langsung cari lelaki yang mau menikahi Nisa. Dan langsung nikahkan mereka. Mau tak mau Nisa harus ikut suaminya," cetus Nando.


"Tapi bagaimana jika Arsyad mencari Nisa? " tanya Mala.


"Kita bilang saja Nisa melarikan diri dari rumah ini. Dengan begitu dia tak akan mencari Nisa. Kemudian aku akan mendekati pak Aldi. Dan membujuknya agar menjodohkan Arsyad dan Gladis. "


"Hm, setuju Daddy. Rencana yang begitu mantap. " Mala.


Bersambung. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Mohon maaf lahir dan batin 🙏

__ADS_1


__ADS_2