Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Kesalah pahaman


__ADS_3

Dua jam perjalan mereka lewati hanya dengan keheningan, tiba-tiba Aira merasa kedinginan, tubuhnya pun menggigil.


Aira bersanda pada bahu Heru, dan saat tanpa sengaja Heru menyentuh telapak tangan Aira, Heru merasakan tubuh Aira terasa hangat.


Sudah menjadi kebiasaan Aira, jika ia stres dan tertekan, tubuhnya akan langsung bereaksi, mungkin karna ia tak sanggup berpikir hingga memperngaruhi imun tubuhnya.


"Aira, kamu kenapa?" tanya Heru sambil meraba kening Aira.


Aira tak menjawab, matanya terpejam dan menggigil.


Baru beberapa hari ini Aira merasa tenang, kesehatanya pun berangsur membaik, kehadiran Romeo yang konyol mampu membuat Aira terhibur, hingga ia dapat merefleksi kembali sarap-sarapnya yang menegang.


Namun setelah melihat sikaf Aldi, Aira kembali merasa down, ia kembali merasa tertekan, masalah dengan Aldi, mau pun kasus penusukan yang ia lakukan terhadap pak Retno, selalu membebani pikiranya.


"Di, kita cari hotel atau penginapan Di, Aira sepertnya sedang sakit, kita tak mungkin untuk melanjut kan perjalanan ini," ucap Heru.


"Iya terserah saja, "sahut Aldi dengan ketus.


"Di, lo pindah duduk bersama Aira di sini Di, Aira sepertinya kedinginan," tambah Heru.


"Apa hubungannya dengan gue, yang kedinginan dia kok, " sahut Aldi semakin ketus.


"Tapi Di, Aira itu istri kamu, kamu bisa peluk dia kan Di." sanggah Heru.


"Lo aja yang peluk, gue ngak mau menyentuh, yang sudah di sentuh orang lain," sarkas Aldi.


"Kalau lo ngak mau menyentuh dia, ngapain lo bawa dia pulang, biar saja dia bersama Romeo," sahut Heru dengan jengkel.


"Gue jemput dia, hanya karna dia mengandung anak gue, ngak lebih, kalau dia kedinginan lo aja yang peluk." ucap Aldi secara sinis.


Mata Aira memang terpejam, namun ia masih bisa mendengar perdebatan antara Aldi dan Heru batinya kembali menangis, dadanya terasa semakin sesak.


Aira sudah tak mampu untuk menyahut pembicaraan mereka, hati nya semaki sakit saja mendengar ucapan Aldi.


Aira menaikan kakinya di atas jok mobil, dinggin perlahan merayap di sekujur tubuhnya.


Aira meringuk menahan dinggin, hanya bersandar pada bahu Heru, dengan blazer yang di pakaikan Heru.


Mereka berhenti di sebuah hotel bintang tiga.


Heru hanya memesan dua kamar, untuk Aira dan untuk dirinya yang akan sekamar bersama Aldi.


Melihat hubungangan Aldi dan Aira yang sedingin es, ia pun tak ingin memaksa Aldi untuk menemani Aira.


Heru juga takut jika kehadiran Aldi akan memperburuk situasi, mengigat Aldi yang masih sangat emosi.


Heru mengantar Aira menuju kamarnya, sedangkan Aldi menuju lamar lainnya.


"Aira kamu ngak apa-apakan tidur sendiri?" tanya Heru.


"Iya mas, Aira ngak apa-apa kok," ucap Aira dengan bibir gemetar menahan dinggin.


Heru merebahkan tubuhAira di atas tempat tidur, namun ia merasa tubuh Aira semakin panas saja.

__ADS_1


"Aira, mas Heru akan cari obat untuk kamu, kamu istirahat saja ya," ucap Heru sambil meraba kembali kening Aira.


Aira hanya menggangguk, sambil meringkut terbaring di atas tempat tidur dengan selimut tebal, tak mampu berpikir lagi, akhirnya Aira biarkan saja anggapan Aldi tentangnya, toh nyatanya Aira mengikuti mereka, hanya karna Aira ingin menyerahkan diri ke polisi.


***


Aldi mondar-mandir di dalam kamarnya menunggu kedatangan Heru yang juga tak kembali, sebenarnya ia sendiri merasa khawatir terhadap kondisi Aira, setelah beberapa saat mempertimbangkan, Aldi memutuskan untuk menenui Heru di kamar Aira.


Aldi masuk kedalam kamar Aira yang tak di kunci oleh Heru, di sana ia justru tak menemui Heru, hanya Aira yang terbaring dengan bibir yang gemetar tapi matanya terpejam, terlihat sekali jika Aira sedang menggigil saat itu.


Aldi meraba kening Aira dan merasa suhu tubuh Aira tak lagi hangat, tapi panas sekali.


Aldi membalik kan tubuh Aira yang miring ke kanan, saat di balik wajah Aira terlihat memerah, mungkin karna suhu tubuh yang terlalu panas, hingga Aira kehilangan kesadaranya.


Aldi menatap wajah sayu milik sang istri, ada rasa iba di hatinya, ia pun menyibak selimut yang menutupi tubuh Aira hingga leher.


Aldi meraba perut Aira yang masih terlihat datar, ia menyentuh nya dengan lembut kemudian menciumnya, disana telah tumbuh benih dari cinta mereka.


Aira kembali merasa kedinginan karna selimutnya yang di sibak oleh Aldi.


Wajah Aldi perlahan naik mendekati wajah Aira, sementara kini tubuh nya berada tepat di tubuh Aira, hembusan nafas Aira terasa hangat menyapu wajahnya, saat itu Aldi tergaman melihat wajah Aira, ia menjadi berhasrat untuk memcumbuinya.


Aldi mendekatkan wajahnya perlahan agar bibirnya bisa menyentuh bibir Aira, dengan hati-hati ia menyentuh bibir empuk milik istrinya agar Aira tak tersadar.


Aldi menyesapnya dengan lembut menikmati sensasi yang sudah lama tak ia rasakan, tubuhnya mulai begetar karna si buyung meminta haknya kembali.


Aldi menindih tubuh Aira yang gemetar sambil. merangkul tubuh Aira dalam pelukanya, sepertinya Aira merasa hangat hingga ia berhenti menggigil.


Dengan perlahan tangan Aldi menyusup melalui kaos yang di kenakan Aira, tanganya menyusuri permukaan tubuh yang hangat itu dan menyapunya dengan lembut, Aldi menejamkan matanya saat telapak tangannya menyentuh dua bukit kembar yang kenyal milik Aira, di sibaknya kaus Aira untuk melihat bukit yang kini tanpa kaca mata pelindung tersebut.


Tanpa menunggu lagi, Aldi mengulumnya dengan pelan, pada salah satu puncak bukit, sementara tanganya meremas pelan pada bagian yang lainya, Aldi memejamkan mata, hasratnya sudah tak mampu untuk di tahan lagi.


Dengan perlahan Aldi menyibak pakaian atas Aira dan melucutinya, hingga terlihat tubuh polos sang istri, Aldi memeriksa di sekujur tubuh Aira bekas percintaan yang Aira lakukan bersama Romeo, tapi tak mendapatinya, tubuh Aira bersih tanpa tatto yang sering ia tinggalkan saat bercinta dengan sang istri.


Tangan Aldi mulai menyapu lembut pada bagian bawah tubuh Aira, saat itu Aira hanya menggunakan celana pendek dari bahan corduray.


Aldi melepaskan pengait dan resliting celana tersebut dengan pelan dan hati-hati, seperti orang yang sedang melakukan pemerkosaan saat korbanya tak sadarkan diri.


Dengan pelan ia melorotkan celana Aira, sementara nafas Aira masih terlihat berat, dengan suhu tubuh yang masih hangat.


Kini tinggal segitiga pengaman Aira yang yang masih menutupi tubuhnya yang mulus dan sangat menggiurkan bagi Aldi, belum membuka segitiganya saja Aldi sudah tak tahan ingin bercengrama, pikiranya sudah trafeling kemana-mana, berkali-kali ia menelan salivanya berusaha untuk tak melakukanya, namun apadaya hasratnya begitu kuat sudah tak bisa di bendung, meski ia sendiri tahu saat itu Aira dalam keadaan setengah sadar, atau bahkan tak sadar sama sekali, tak bisa menahan, Aldi pun menarik segitiganya dan tampaklah lembah yang menyimpan sejuta kenikmatan.


Heru datang dengan membawa obat penurun panas dan plaster kompres untuk Aira, saat ia sampai di kamar Aira, ia malah melihat Aldi sudah berada di atas tempat tidur.


Aldi pura-pura tidur, untung saja dia belum membuka pakainya sama sekali.


"Eh Di, ni parasetamol untuk Aira, sekalian kompresnya," ucap Heru sambil menyodorkan kantong plastik kresek.


Ehm, Aldi mengguman.


"Iya, dah lo keluar saja, gue capek mau tidur, " ucapnya sambil menarik selimut.


Setelah Heru keluar Aldi buru-buru mengunci pintunya.

__ADS_1


Aldi kembali mendekati tempat tidurnya dan melihat kantong kresek yang berisi obat dan kompres," Apa Aira gue kasih minum obat dulu ya?" gumanya.


"Tapi kalau gue bangunin dia, ntar ngak jadi lagi, padahal udah pingin banget."


"Ah udahlah, udah ngak kuat," guman ya, ia melucuti semua pakaian penutup pada tubuhnya, setelah keadaannya bugil, Aldi kembali menindih tubuh Aira sembari menggerayangi nya.


Dengan tak sabar ia pun membuka lebar paha Aira agar ia bisa menerobos masuk.


Tanpa bisa menunggu lagi Aldi langsung memulai serangganya dengan pelan-pelan Aldi memasukan si buyung miliknya ke dalam celah sempit yang sudah di rindukannya.


Dengan pelan Aldi mengatur gerakanya, keluar masuk dengan irama tak beraturan.


Aldi menggerang tertahan, saat celah sempit itu mencenggram sibuyung dengan erat hingga menimbulkan sensasi berdenyut.


Karna sudah lama tak merasakanya, Aldi mulai menggeram dan mengayunkan gerakannya dengan sedikit cepat, tubuh Aira sampai berguncang karna hentakan demi hentakan dan dari gerakan sorong dan tariknya.


Aldi menggigit pelan bibirnya, ia pun melahap bukit kembar itu dan mengigitnya pelan.


Akh, es ekm, lengkuhan Aldi yang merasa sensasi nikmat yang luar biasa, hingga ia sampai bisa lupa apa yang terjadi antara dirinya dan Aira saat itu.


Aldi menggigit lembut bibirnya, saat ia menerobos celah sempit itu dengan gerakan yang semakin cepat, tiba Aira mengeliatkan tubuhnya, Aira merasa ada yang menggerogoti bagian vitalnya.


"Jangan bang, jalan lakukan lagi, berhenti bang," ucapan lirih Aira saat ia setengah sadar, ia pun menangis lirih.


Karna berhari-hari ia bersama Romeo, Aira mengira Romeo yang telah melakukan itu terhadapnya, Aira pun kembali merasa frustasi karena merasa tubuhnya telah di jamah oleh Romeo.


Aldi yang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Aira langsung menghentikan gerakanya, kemudian menarik dirinya dan menjauh dari Aira.


"Jadi mereka pernah melakukanya," guman Aldi kecewa.


ia pun merasa telah di khianati Aira dan semakin yakin, jika Aira telah melakukan perzinahan dengan Romeo.


Aldi yang kesal kemudian meninggalkan Aira dan menuju kamar mandi untuk menuntaskan sendiri hasratnya.


Karna mengira Aira berzina, Aldi berjanji pada dirinya sendiri ia tak kan pernah menyentuh Aira lagi.


Sementara tubuh Aira semakin gemetar, ia pun menggigil kedinginan, dan kembali tak sadar kan diri.


Akan semakin seru nih guys, tetap setia y temani otor nih, jangan lupa dukunganya like, komen, vote atau hadiahnya, ngak maksa sih guys, nah satu lagi reperensi novel untuk kalian, author suka bgt nih,ngak percaya, lihat saja komentar author di setiap episodenya


Novel dengan judul Rakhania.



Genks, suka baca novel dengan genre romance?


Tapi bosen romance yg itu2 saja,


Yuks mampir ke RaKhania,


Kisah detektif cantik bernama Khayla yg mencari fakta tentang kematian saudara kembarnya, Khania


Di penuhi misteri dan intrik. Teka teki yg membingungkan yg akan membuatmu ikut menebak-nebak.

__ADS_1


__ADS_2