Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Membalas


__ADS_3

Sudah seminggu Aira tak bertemu dengan Romeo.


Iya semakin merasa kesepian di rumah ini.


Mbok Jum datang membawa perlengkapan mandi untuk Aira, selama di rumah itu, Aira memang di perlakukan bak putri raja.


Mbok jum yang melulur dan memijat lembut kulitnya dengan minyak zaitun, setelah mandi di lanjut kan dengan menggunakan handbody khusus, Aira juga minum beberapa vitamin untuk meregenerasi kulitnya, agar luka yang ada pada tubuhnya segera memudar.


"Non Aira, kok kayaknya sedih sih Non, bukan kah sebentar lagi Non Aira akan menikah?" tanya mbok jum sambil memijit ringgan rambut Aira yang telah di beri vitamin.


"Aira belum mau menikah Mbok, Aira ingin bermain-main dengan teman-teman sebaya Aira, dari kecil, Aira di suruh bekerja sama bapak, pulang sekolah harus bantu bapak giling kedelai untuk di jadiin tempe atau pun tahu, Aira ngak sempat main, klau Aira terlambat sedikit saja pulang dari sekolah, Aira pasti di pukuli," tuturnya sedih.


"Kasihan Non, bapak tiri ya Non ?" tanya si mbok.


" Bapak kandung Mbok, tapi sejak bapak berpisah sama ibu Aira, bapak jadi suka mabuk-mabukan, hingga hutangnya pun banyak, sampai puluhan juta Mbok, dan Aira di suruh menikah sama pak kades, yang usianya sama seperti bapak Aira, Pak kades berjanji akan melunasi hutang bapak dan memberi bapak uang setiap bulan, jika Aira mau menikah dengan Pak kades tersebut Mbok," tutur Aira sedih.


"Kasihan Non Aira, bearti non Aira beruntung bisa nikah sama Mas Aldi, Mas Aldi itu baik Non, meski orangnya rada cuek dan jutek gitu,"


"Iya mbok setidak nya dengan menikah dengan Mas Aldi, Aira bisa terbebas dari tuntutan bapak Aira sendiri," ujar sedih.


"Yang sabar Non, suatu saat mbok yakin non Aira akan mendapatkan ke bahagian," tutur si mbok.


"Semoga saja Mbok," ucapnya.


"Sudah selesai, duh Non cantik sekali, ngak kalah kok sama cewek-cewek yang pernah di bawa Mas Aldi kerumah ini."


Mbok Jum mengoles krim malam dan memberi Aira lipbalm untuk menambah manis wajahnya.


Rambutnya pun di biarkan tergerai, menambah kesan anggun, meski Aira masih menggunakan piyama bermotif kartun kesayangannya.


"Terima kasih Mbok."


"Sama-sama Non, sekarang Non makan malam ya, sudah di tungguin Mas Heru,"


"Iya mbok."


Aira turun untuk makan malam, Heru sudah menunggunya di sana, ia pun menuju meja makan.


Heru sedikit pangling melihat penampilan Aira saat itu, ia lebih terlihat dewasa di banding dengan umurnya.


Aldi turun ke lantai bawah tapi bukan untuk makan malam, tapi untuk keluar bersama pacarnya, maklum saja, malam ini adalah malam minggu.


Melihat Aldi yang sudah rapi dengan stellan branded nya, Heru pun memanggilnya.


"Aldi !!" seru Heru.


Aldi berhenti dan menunggu Heru mendekatinya.


"Aldi, kamu mau kemana ?" tanya Heru.


"Mau keluar, kenapa sih ?" tanya nya balik.


"Kamu keluar tapi kenapa kamu ngak pernah bawa Aira, aku tuh heran sama kalian, kalian bukan seperti pasangan kekasih." Heru


Aduh kalau Heru curiga bisa berantakan rencana gua, mau bawa Aira ngak mungkin, ntar dia bikin kacau, kalau ngak di bawa Heru pasti curiga.


"Iya gue bawa Aira, Airanya mana?" tanya Aldi.


"Dia lagi makan selesaikan dia makan dulu." Heru.


Aldi pun menunggu Aira selesai makan.


Selesai makan Aira pun naik menuju kamarnya.


"Aira kamu bersiap untuk ikut Mas Aldi," ajaknya.


Dan seperti biasanya Aira hanya menurut.


***


Sementara Romeo duduk di balkon rumahnya.


Malam minggu yang kelabu, di mana ia hanya menghabiskan waktunya hanya duduk di tepi kasur dan bermain game on line, yang akhir-akhir ini membuatnya bosan.


Nadira membuka kamar Romeo.


"Rom, kamu ngak keluar ?" tanya Nadira.


"Sudah seminggu ini kamu mekap saja di kamar, ngak bosan apa?" tanya Nadira.


"Bosan tapi mau kemana, duit ngak punya, pacar pun ngak ada," jawab nya datar.


"Nih kakak kasih duit buat malam mingguan." Nadira menunjukan beberapa lembar pecahan seratus ribu, tapi Romeo hanya melihat uang tersebut, tanpa ada reaksi untuk mengambil.


"Ambil, kenapa ? kurang ya? Nadira pun menambah beberapa lembar lagi."


Romeo mengambilnya, dan menyimpan di saku celana.

__ADS_1


Nadira mendekati adik kesayangannya itu, "Rom, kamu kok akhir-akhir ini jadi pemurung sih Rom?" tanya nya sambil merangkul pundak Romeo.


"Entah lah Kak, kayaknya ada yang salah di hidup aku, ngak bersemangat aja," jawabnya datar.


"Apa karna gadis bernama Aira itu ?" tanya Nadira sinis.


"Ngak kok," masih datar.


"Rom, kakak bukanya marah kamu bergaul sama dia, tapi kakak ngak mau kamu salah memilih jalan, gadis itu kita ngak tau asal usulnya Rom, dan saat kamu jalan sama dia, kamu sudah di buatnya celaka."


"Rom, kakak itu sayang sama kamu, lagi pula, kamu tuh ganteng, pasti bisa dapat cewek lebih dari dia," katanya pada Romeo.


"Apaan sih, orang aku ngak ada hubungan apa-apa sama dia," jawab Romeo.


"Ngak ada hubungan apa-apa?, dari gestur, bahasa tubuh kalian aja tuh sudah beda," tukasnya lagi.


"Sudahlah cowok ganteng dan keren kayak kamu, ngak pantas sama cewek yang ngak jelas seperti dia," ucapnya sambil keluar dari kamar Romeo.


***


Aira menggunakan minidress berwarna merah maroon, sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih.


Aira menggunakan bedak tipis dan lipstik berwarna soft, semakin membuatnya anggun dengan rambut yang di buat sedikit bergelombang.


Aldi terkesima melihat penambilan Aira, Ternyata Aira cantik juga, gumannya.


"Kamu kenapa pakai baju seperti ini Aira, kita bukan mau ke kondangan," ucapnya ketus.


"Mbok Jum yang menyuruh Aira menggunakan baju ini," sahutnya.


"Ya sudah, ayo ikut Mas Aldi."


Mereka masuk dalam mobil.


"Aira dua hari lagi Mama Mas Aldi akan datang, dan ingin melihat kamu, kamu harus pandai jaga sikaf kamu Aira."


"Jangan sampai pernikahan kita batal."


"Dan satu lagi Mas Aldi akan memberitahu kamu, kita akan menikah, tapi itu hanya sementara, selama setahun, kamu akan jadi istri Mas Aldi, setelah satu tahun kamu boleh memilih jalan hidup kamu sendiri, dan kamu juga boleh menikah dengan laki-laki mana pun, tapi selama kamu menjadi istri Mas Aldi, kamu ngak boleh selingkuh, Mas Aldi janji ngak akan menyentuh kamu selama kita menikah, dan kamu harus bersikaf selayaknya seorang istri, jika depan keluarga dan orang tua Mas Aldi, dan selama kita menikah kamu ngak boleh nanya Mas Aldi kemana dan pergi dengan siapa," katanya dengan tegas.


Aira mendengarkan setiap kata demi kata, yang di ucapkan Aldi, setiap satu kata seperti satu goresan yang menyayat hatinya.


"Kamu mengertikan Aira?" tanya Aldi.


Aira hanya mengangguk, karna bibirnya tak sanggup untuk mengatakan iya.


Aldi menelpon Doni," Don, lo dimana ?" tanya Aldi.


"Ya sudah deh ngak jadi."Aldi menutup telponya.


"Aira, Mas Aldi mau pergi bersama Tari, Mas titip kamu di rumah Mbok Yuyun, adiknya Mbok Jum," ucapnya santai.


"Iya Mas," jawabnya datar.


Sudah dandan seperti ini, ternyata cuma di titipkan seperti barang, batin Aira.


Aldi mengantar Aira ke rumah mbok yun, setelah bicara sebentar dan menjelaskan pada mbok Yun, Aldi langsung pamit.


"Aira, kamu jangan kemana-mana tunggu sampai Mas Aldi pulang." katanya pada Aira.


***


Baru setengah jam Aira menunggu, ia merasa tidak betah.


Aira merasa bosan, ia pun coba menghubungi Romeo.


Melihat ada panggilan masuk, Romeo pun meraih handphone yang ia simpan di nakasnya.


Mata yang tadinya sendu, menjadi belok ketika melihat panggil telpon itu.


"Hallo Aira," sapanya menggoda.


"Hallo Bang, temani Aira dong," sahutnya.


"Temani? kamu di mana ?" tanya Romeo.


"Mas Aldi ninggalin Aira di rumah Mbok Yu, Aira share lok ya?" tuturnya sedih.


"Iya bang Romeo langsung ke sana sekarang."


Romeo pun mengganti pakaianya, dan bergegas menuruni tangga, ia langsung mengambil kunci mobil yang ada di bufet diruang tamu.


Ia pun membawa mobilnya melaju menuju lokasi yang di kirim Aira.


Sesampainya di sana, Romeo langsung di sambut bahagia oleh Aira.


"Bang Romeo," Aira langsung berlari mendekati Romeo yang baru saja keluar dari mobil.

__ADS_1


"Aira, " kenapa Aira ada disini ?" tanya Romeo.


"Mas Aldi ninggalin Aira di sini, karna ia jalan sama Tari," jawab Aira.


"Jadi dia bawa kamu, cuma untuk ninggalin kamu di sini?" tanya Romeo kesal.


"Ya sudah, ikut bang Romeo yuk," ajaknya.


Romeo melihat GPS nya untuk melihat keberadaan Aldi, setelah di dapatinya, ia pun membawa Aira, ke sebuah restoran mewah.


Tunggu saja lo Di, lo akan rasakan apa yang di rasakan aira, batin Romeo.


Benar saja, keduanya melihat mobil Aldi terpakir di restoran tersebut.


"Bang kenapa kita ke sini ? sepertinya ini mobil Mas Aldi," Aira menunjuk mobil Aldi.


"Sengaja Aira, Aldi harus tahu rasanya menjadi kamu, biar dia sadar, dan ngak terus-terusan menyakiti kamu, kita bikin Aldi cemburu"


"Tapi Mas Aldi ngak mungkin cemburu Mas, dia kan ngak cinta sama Aira," sanggah Aira.


Romeo menyungging kan senyum tipisnya, "Kita lihat saja Aira,"


Mereka berdua pun masuk, Romeo sengaja menggenggam mesra tanggan Aira saat masuk kedalam restoran itu.


Dan benar saja di pojok kiri ada Aldi dan Tari yang sedang menikmati makan malam romantis mereka.


Aira dan Romeo, bergandengan nesra masuk ke dalam restoran teesebut, mereka sengaja memilih meja yang bisa terlihat oleh Aldi dan Tari.


Tari melihat Romeo dan Aira berjalan mendekati mereka.


"Sayang ada Romeo tuh," kata Tari pada Aldi yang tengah menikmati makan malamnya.


"Ah biarin saja, ngak perduli " sahut Aldi santai, sambil tetap menikmati makanannya.


"Kalau Romeo sama Aira ? masih ngak perduli juga ?" pancing Tari.


Ehk , Aldi langsung tersedak, ia pun meneguk habis segelas Air yang ada di hadapanya.


"Sama Aira ? mana ?" tanya Aldi.


"Tuh," Tari menunjuk kearah Aira dan Romeo.


Aldi menjadi naik pitam melihat kedekatan mereka, di depan matanya sang calon istri malah menggandeng mesra pria lain.


Wajah Aldi memerah, ia tak bisa menahan emosi, Aldi bangkit dan hendak menghampiri mereka.


Tapi tanganya di tarik oleh Mentari.


"Kamu mau ngapain Di? mau bikin keributan disini ?" Tari berusaha menahan tangan Aldi.


Aldi masih mendengus kasar,


"Kamu cemburu ya Di? kenapa setiap Romeo dan Aira jalan berdua, wajah kamu tuh berubah banget, atau jangan-jangan kamu cinta sama Aira?" tanya Tari tanpa Jeda.


Aldi duduk, ia berusaha meredam emosinya.


Sementara Aira dan Romeo, mereka asik menikmati hidangan yang ada di atas meja.


"Aira kamu ngak makan ?" tanya Romeo.


"Aira sudah makan malam Bang di rumah,"


"Coba-in saja sedikit, sini abang suapin," dengan santainya Romeo menyuapi Aira, mereka tak perduli meski gaya mereka di anggap norak oleh sebagian orang.


Melihat semua itu Aldi semakin kesal, ia sudah kehilangan selera makannya.


Selesai makan mereka memberi jeda perut mereka, untuk mencerna makanan yang baru saja masuk.


Setelah itu Aira dan Romeo menutuskan untuk pulang, mereka pun berjalan melewati meja Aldi, tanpa rasa berdosa sedikit pun Aira kembali menggandeng mesra Romeo.


Mereka menuju pintu keluar, dan ternyata hujan mengguyur tempat itu, ingin pulang, tapi parkiran mobil lumayan jauh dari tempat mereka berdiri.


Aira yang menggunakan pakaian terbuka bagian tangan dan dadanya merasa kedinginan, ia pun mendekap tubuhnya dengan tanganya sendiri.


Melihat Aira yang kedinginan, Romeo langsung memeluknya dari belakang.


Aira kaget dengan gerakan yang tiba-tiba itu, tapi ia cukup menikmati pelukan hangat Romeo, sebelum nya ia tak pernah merasakan perasaan seperti ini.


Perasaan hangat yang membuatnya nyaman dan begitu tenang, sulit baginya menolak semua ini, Aira tak pernah merasakan cinta di usia remaja, ia selalu mendapatkan perlakuan buruk dari orang sekitarnya.


Pelukan Romeo begitu hangat, menenangkan dan membuatnya nyaman, apalagi Romeo menyandarkan kepalanya di di kepala Aira, henbusan nafas Romeo hangat meyapu bagian leher dan dadanya.


Sejenak waktu seperti berhenti, pelukan itu semakin lama semakin nyaman, Aira coba menutup matanya merasakan getaran halus yang menjalar sekujur tubuhnya.


"Aira!!!!", pekikan itu membuat mereka melepaskan dekapan tersebut, dan di lihatnya Aldi dengan wajah yang penuh emosi menghampiri ke duanya.


Apa yang terjadi selanjutnya, next episode aja ya,

__ADS_1


jangan lupa dukung Autor


dengan Like, komen, vote dan hadiah, biar author semangat up nya.


__ADS_2