
Tok...tok...tok..."Tari...Tari,!"
Suara ketukan pintu berhasil membuat Tari bergegas menyudahi ritual mandinya.
Dengan menggunakan bathrobe ia berjalan cepat menuju pintu dan langsung membukan pintu.
"Ada apa Ma? " tanya Tari ketika pintu terbuka.
"Tari, kamu harus berdandan yang cantik ya, karna malam ini calon mertua kamu akan datang melamar kamu," ucap Maya dengan mata yang berbinar.
Hah, Tari merasa syok,
"Iya deh Ma, Tari ganti baju dulu, " ucap Tari datar sambil menutup pintu.
"Hah kok ekspresi Tari biasa saja ya," guman Maya, ia pun berlalu dari tempat tersebut.
Di dalam kamarnya Tari melonjak kegirangan," Yes! akhirnya aku dan Romeo akan bertunangan, oh my lovely, my honey Romeo " ucapnya sambil melompat-lompat hingga merasakan sakit karna buah dadanya berguncang.
"Aw! sakit, habisnya belum pakai bra, untung rumput hitam di bawah ngak jatuh berceceran, hehe hehe," Tari bermonolog sendiri dan tertawa sendiri, ia merasa senang atas kabar yang baru saja di terimanya.
Tari menghambur menuju lemari, ia membongkar seluruh isi lemari dan ternyata hanya ada pakaian sporty nya saja, hanya satu gaun saja yang ada di lemarinya dan itu pun telah di gunakanya sebelum nya, saat acara makan malam kemaren.
"Aduh pakaianku tertinggal di rumah mama lagi, " gumannya sambil memilah milih pakaian yang ada di lemari.
"Keburu ngak ya? kalau di ambil sekarang, ini sudah jam berapa ?" Tari melirik jam dindingnya, "Ya ampun sudah setengah enam, mana keburu."
Tari menatap pakaian-pakaian yang telah di bongkarnya, sejenak ia berpikir bagaimana caranya agar ia bisa tampil cantik dan menarik.
Setelah beberapa lama berfikir ia pun mendapat ide untuk meminjam gaun Aira.
"Oh iya pinjam punya Aira saja, " gumanya ia pun berjalan cepat menuju pintu keluar saat tiba di depan pintu, ia teringat jika dirinya belum menggunakan pakaian dalam.
"Es iya ya, gue belum pakai daleman, pastesan ngak enak terasa ada goyang-goyang." Ia kembali ke laci penyimpanan pakaian dalamanya.
Setelah membuka bathrobe nya Tari mengenakan bra dan segitianya nya, setelah keduanya terpasang , ia kembali menggunakan bathrobe menuju kamar Aira.
Baru beberapa langkah berjalan ia merasa ada yang aneh," Kok ngak nyaman ya, apa gue pakai celana da*lamnya ke balik ya? guman Tari ia pun kembali memeriksanya, dan ternyata memang benar, saat itu ia kebalik mengenakan pakaian **********, yang di depan di pakainya untuk bagian belakang.
"Ya ampun, pantes saja ngak enak banget , udah error kayaknya otak gue nih! ampun dah, kalau ketahuan Romeo kelakuan gue seperti ini, bisa-bisa ngak jadi di lamar gue," gerutunya pada dirinya sendiri sambil mengenakan kembali segitiganya, setelah selesai dengan berjalan cepat ia menuju kamar Aira.
Tari mengetok pintu kamar Aira tapi ternyata pintunya tak teekunci dan dilihatnya Aira masih terlelap tidur.
Karna merasa Aldi tak ada, Tari pun langsung masuk dengan santai kekamar tersebut.
Ia mendekati Aira yang masih tertidur lelap, "Ya ampun si Aira, jam sengini masih tidur saja, woy Aira bangun!!!" teriak Tari sambil mengoyang-goyangkan tubuh Aira.
Ehm, Aira mulai mengeliat, dan membuka matanya perlahan.
"Hah, Mbak Tari kenapa ada di kamar Aira sih?" ucapnya dengan gerutu.
"Aira masih ngantuk mbak, capek, mau tidur lagi," ucapnya sambil menarik selimutnya kembali.
"Eh Aira, ini tuh sudah setengah enam.sore, sebentar lagi suami loh pulang, lo masih butek kayak gini, " ucap Tari berusaha membangunankan Aira.
__ADS_1
Mata Aira terbuka lebar, "Ha iya ya, kok Aira sudah ada di kamar sih, perasaan tadi Aira sama mas Aldi," ucapnya sambil menguap.
"Elo di antar Aldi doang, trus dia pergi lagi tuh sama mas Heru."
"Ehm oh gitu," sahut Aira sambil merenggangkan tubuhnya.
"Eh Aira ada kabar baik,"ucap Tari dengan greget bahagianya.
"Kabar apa sih mbak?"tanya Aira sambil menyisir rambutnya.
"Hari ini keluarga Romeo mau melamar mbak, OMG seneng banget." ucap Tari dengan menggelepar bahagia.
"Ha... yang bener mbak? kalau gitu Aira mandi dulu ya," ucapnya sambil melempar sisir ke meja riasnya.
"Eh, gue yang di lamar, kenapa loh yang sibuk," ucap Tari sambil menarik tangan Aira yang hendak menuju kamar mandinya.
"Lo mau godain calon laki gue?!"
"He he, Aira juga mau tampil cantik mbak," sahutnya dengan bibir manyun.
"Nanti dulu, gue ngak punya dress nih, mau pinjam ke loh, buruan bongkar lemari loh, gue mau cari yang cocok buat gue," ucap Tari sambil berjalan, menuju pintu lemari Aira.
"Kalau dress, koleksi Aira ngak banyak mbak, ngak suka juga pakai drees, pilih saja yang mana mbak suka."
Tanpa menunggu persetujuan.Aira, Tari langsung membuka kunci lemari pakaianya dan langsung memilih pakaian tersebut.
Setelah memilih dan memilah koleksi dress milik Aira, pilihanya jatuh pada dress merah berbahan bludru yang anggun.
"Nah yang ini nih, pas banget nih, " ucap Tari sambil mengeluarkan hangers yang menggantung kan dres merah maron tersebut.
"Ehm, oh jadi ini dress yang kamu gunakan saat kita hujan-hujanan itu?"tanya Tari sedikit syok, ia pun melempar pakaian tersebut ke sembarang tempat.
"Ih amit-amit,"
"Eh kenapa di buang! dress ini tuh begitu istemewa untuk Aira, bahkan dress ini sempat sobek, tapi Aira jahit karna menyimpan kenangan indah untuk Aira, paparAira sambil memungut dress tersebut.
"Hm, kenangan indah apaan, saat itu kan kita berantem, Aldi dan Romeo juga," sahut Tari dengan ketus.
"Eh, jangan salah, dress ini menjadi saksi ciuman pertama Aira, "ucapnya dengan tersipu.
Hem, Tari berdehem.
"Dengan siapa? dengan Aldi kan?!"
"He he he, sayang nya tebakan mbak Tari salah, yang benar itu dengan bang Romeo," ucap Aira dengan maksud mengejek Tari.
"Apa?! gue saja selama pacaran sama dia ngak pernah di cium, hiks.."
Hehe, Aira terkekeh.
"Yang ini saja mbak Tari," ucapnya menarik dress berwarna purple dengan leher berbentuk v.
"Aira ngak pernah pakai yang ini mbak, coba saja," menyerahkan gaun tersebut ke pada Tari.
__ADS_1
"Eh boleh juga nih, gue coba ya," ucap Tari sambil membuka bathrobenya.
"Iya coba saja, Aira mandi dulu."
***
Aldi dan Heru telah sampai di rumah, mereka pun menuju kamar masing-masing.
Aldi membuka pintu kamarnya, dan kaget melihat Tari yang sedang membuka jubah mandinya.
" Ahk!! teriak Aldi spontan karna syok.
Aldi! prak dengan replek Tari meraih semprotan anti nyamuk yang ada di dekatnya dan melemparnya ke wajah Aldi.
Semprotan berukuran besar tersebut mendarat tepat mengenai wajah Aldi sebelum Aldi menutup pintu.
"Aldi! main buka aja! sengaja loh mau ngintip gue?! " teriak Tari dari dalam kamar.
"Siapa yang mau ngintip loh Tar! gue mau masuk ke kamar gue!" sahut Aldi dari luar sambil mengusap keningnya yang terkena lemparan Tari.
"Kenapa ngak ketuk pintu dulu sih?!"tanya Tari.
"Kamar gue juga! daerah pribadi gue, kenapa gue yang harus ketuk pintu!" sahut Aldi ia pun mendengus kesal.
Aira kaget mendengar kejadian keributan yang terjadi di kamarnya, ia pun bergegas ke luar dari kamar mandi.
"Ada apa sih mbak?"tanya Aira.
"Itu suami loh, main buka aja, untung ngak sempat kelihatan milik gue," dengus Tari.
Aira geleng-geleng kepala sambil tersenyum,"Lagian mbak, kenapa sih ngak di kunci dulu pintunya."
"Iya lupa he he he habisnya nervous sih," sahut Tari.
"Akh... kirain ada apaan, udah ah Aira mandi dulu, mas Aldi juga sudah datang," ucap nya sambil berlalu menuju kamar mandinya.
***
Sambil menunggu Tari membuka pintu, Aldi kembali turun menuju dapur, karna tak sempat makan siang, ia mencoba mencari sesuatu di dapur.
Di dapur Aldi melihat mbok Jum dan beberapa asisten rumah tangga lainya tengah mempersiapkan masakan yang banyak di dapur.
"Ada apa nih mbok? kok kelihatanya sibuk?" tanya Aldi sambil membuka pintu kulkas. dan mengambil minuman soda kegemarannya.
"Eh Den Aldi, Malam ini akan di adakan acara pertunangan mbak Tari dan mas Romeo Den," ucap simbok.
Uhuk uhuk ... Aldi tersedak karna dia tengan meminum sesuatu.
"Apa? tunangan? tapi kenapa tak memberi ada yang memberi tahu Aldi mbok?" tanyanya dengan nada kecewa.
"Mendadak Den, baru satu jam yang lalu nyonya di telpon sama keluarga mas Romeo,"papar si mbok.
Aldi merasa kesal mendengar penjelasan dari simbok, Aldi meletakan sisa minuman sodanya di atas meja dengan mendengus kesal menuju kamarnya.
__ADS_1
Tidak bisa di biarkan, bagaimana pun caranya aku harus menghentikan pertunangan ini, aku ngak mau karna kehadiran Romeo di keluarga ku, bisa berakibat buruk pada rumah tanggaku, lagi pula aku yakin, Romeo hanya memanfaatkan Tari untuk mendekati Aira, batin Aldi