Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Kisah cinta


__ADS_3

Dua bulan berlalu.


Aira bangun dengan mata yang sedikit mengantuk, setelah menerjab-nerjabkan matanya, ia langsung turun dari ranjang dan menuju laci pada meja riasnya.


Jari lentiknya meraih tespack yang sudah ia persiapakan sejak dua bulan yang lalu, setiap minggunya Aira melakukan tes kehamilan, selama dua bulan berturut-turut namun dirinya tak juga hamil.


Di bulan kedua ini, ia berharap bisa memberi kabar gembira untuk sang suami.


Aira bersemangat menuju kamar mandi, setelah beberapa saat di kamar mandi ia justru keluar dengan wajah yang murung.


Aira melempar tespack tersebut pada tong sampah yang ada samping meja riasnya, matanya melirik kearah cermin, bayangan suaminya tertidur pulas terlihat dari pantulan cermin tersebut.


Aira menghampiri Aldi, dengan pelan mendaratkan bokongnya di samping Aldi.


Aira membelai rambut Aldi dan mencium pipinya," Maaf mas Aldi, Aira belum bisa memberi kabar bahagia tentang kehamilan Aira," ucap Aira lirih sekali, bulir bening menetes perlahan di pipinya, beberapa bulan lagi Aldi akan berusia genap 23 tahun dan rencananya Aira ingin memberi kabar bahagia tersebut di hari ulang tahun suaminya.


Tiba-tiba saja Aldi menarik tangan Aira, "Ngak apa sayang, kita bisa coba lagi," sahut Aldi dengan mata setengah terpejamnya.


Aira kaget," Mas jadi mas Aldi dengar apa yang Aira ucapkan?tanya Aira sambil menghapus titik air matanya.


"Dengar sayang, bahkan di dalam hati kamu saja mas bisa dengar," sahut Aldi seraya merangkul pinggang Aira dan memeluknya.


Aldi menarik tubuh Aira dan membawanya ke dalam selimut tebal," Jangan putus asa, kita coba saja lagi," ucap Aldi yang langsung melepas penutup tubuh sang istri.


Pertarungan sengit pun terjadi saat matahari belum terbit hingga sinar nya masuk perlahan di balik jendela.


Tubuh Aldi Ambruk, setelah pergulatan panas di hari yang dingin tersebut.


Aira langsung mendekap tubuh Aldi yang sudah basah oleh keringat tersebut, berkali-kali ia mencium pipi empuk sang suami, semakin hari perasaan cintanya semakin besar terhadap Aldi.


"Mas Aldi jika bulan depan Aira ngak hamil, kita ikut program hamil saja ya," ucap Aira lirih seraya menyapu keringat yang membasahi tubuh Aldi.


"Ngak usah di pikirkan sayang, mungkin belum rejekinya, kamu sabar saja yang penting kita sudah berusaha." Aldi


"Atau usahanya kuran kali ya?"tanya Aldi seraya melihat wajah istrinya dengan senyum sejuta makna.


"Ish, sudah setiap hari masih kurang apanya, Aira cuma di kasih libur beberapa hari saja, itupun karna lagi PMS," dengus Aira.


"Makanya, ngak usah di pikirkan, nanti kamu sakit, jalani saja sayang, mas Aldi sudah merasa bahagia kok, masalah anak biar Tuhan yang mengatur, dia maha tahu segalanya," ucap Aldi sambil mencium kening sang istri.


"Sekolah kamu bagaimana sayang?" Aldi.


"Lumayan mas, meski ngak terlalu rame, tapi Aira senang, punya banyak teman meski hanya lewat virtual, karna Aira sadar teman sejati Aira adalah mas Aldi" jawab Aira kemudian mencium pipi Aldi.


Aldi tersenyum menatap istrinya, "Duh senangnya pagi-pagi sudah di bucinin."


"Kita mandi yuk mas,"ajak Aira.


"Bentar lagi lah sayang, mas Aldi masih betah bermesra-mesraan sama kamu, "ucap Aldi seraya kembali menarik selimutnya dan kembali bersiap melakukan pertempuran ronde keduanya.


"Mas, Ish mas Aldi nakal!" seru Aira di dalam selimut nya.


Tempat tidur tersebut kembali berguncang akibat gempa lokal yang mereka ciptakan.


***


Tari membuka matanya dan segera turun dari atas ranjang kemudian berlari menuju kamar mandi.


Huek, huek, terdengar suara dari kamar mandi yang membuat Romeo tersadar.


Romeo menyibak selimutnya dan kaget ketika melihat tubuhnya dalam keadaan bugil.


Ia pun memungut segi tiga pengamanya dan langsung memakainya.


Suatu permintaan aneh dari istrinya, Tari meminta agar Romeo tidur dalam keadaan bugil, katanya sih lagi ngidam, hiks ngidam apa modus Tari.


Setelah memakai boxernya, Romeo segera menghampiri Tari yang sedang meringis meremas perutnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa Tar?"tanya Romeo sambil menyapu keringat di wajah Tari.


"Mual gue Rom, pagi-pagi makan daging mentah," seloroh Tati.


"Is keadaan kayak gini saja bisa-bisanya pikiran loh mesum, ayo," ujar Romeo seraya membawa Tari menuju tempat tidur.


"Itu celana gue, siapa yang melepasin?"tanya Romeo.


"Siapa lagi ya, gue lah," he he he, sahut Tari santai.


"Dasar mesum, "sahut Romeo ketus.


"Ihs Tapi lo suka kan?" ledek Tari.


"Iya, kucing di pancing dengan ikan ya ngak mau nolak," sahut Romeo.


Romeo menata bantal agar Tari bisa bersandar.


"Hari ini kamu istirahat saja Tar, ngak usah menyiapkan makan siang untuk aku," ucap Romeo seraya memijit telapak kaki Tari yang terasa dingin.


Tari tersenyum melihat Romeo, meski Romeo bersikap cuek, namun di sebalik itu dia seorang suami yang pengertian dan perhatian.


Tari menikmati pijitan lembut suaminya.


"Aku buatin susu dan Roti untuk kamu ya,?"tanya Romeo.


Dan dijawab dengan anggukan oleh Tari.


Ehm kapan lagi bermanja-manjaan dengan suami kalau ngak sekarang, batin Tari, ia pun tersenyum.


Romeo keluar dari kamar mereka, menuju dapur, ia mencari susu ibu hamil, karna tak menemukanya ia pun bertanya pada si mbok.


"Mbok, susu Tari yang mana ya?"tanyanya.


"Oh, sebentar Den," Simbok berjalan menuju sebuah Rak dengan deretan susu.


"Yang ini punya mbak Tari, dan yang ini punya Non Aira, jangan sampai tertukar ya Den," terang simbok, seraya menujukan toples susunya ke Romeo.


"Eh si aden kepo, mentang-mentang non Aira mantan pacarnya?" ejek si mbok.


"Cie-cie," tambah simbok membuat Romeo salah tingkah.


"Ihs, si mbok, cuma nanya doang," cetus Romeo.


"Den susunya ngak boleh di tuang air panas langsung ya,"ujar Simbok.


"Emang kenapa mbok?"


"Nanti vitaminya dalam kandungan susunya rusak, begini Den, campur air panas dengan sedikit air , kira-kira sampai 70 derajat masukin susunya," ucap simbok, seraya mempraktekanya.


"Oh ya mbok terima kasih ya," ucap Romeo seraya meletakan susu tersebut di atas nampan.


"Susu buat siapa Rom?"tanya Maya yang tiba-tiba datang menghampirinya.


"Buat Tari Ma, dia habis muntah, trus wajahnya pucat dengan keringat dingin," jawab Romeo.


"Oh, ya sudah, kamu suruh dia sarapan saja dulu, sebentar lagi mama lihat keadaanya," ucap Maya.


"Iya, Ma," jawab Romeo yang langsung berlalu dari tempat tersebut.


Sesampainya di kamar, Romeo malah tak menenui Tari di atas tempat tidur, ternyata Tari kembali muntah di dalam kamar mandi, setelah meletakan sarapanya diatas nakas, Romeo segera menghampirinya.


Romeo merasa iba melihat Tubuh Tari yang lemas terkulai bersandar pada dinding.


"Tar, loh kenapa?"tanya Romeo panik.


Tangan Tari gemetar," Gue lemas Rom," ucap Tari.

__ADS_1


Romeo kemudian mengangkat tubuh Tari dan kembali membawa nya di atas tempat tidur.


Dengan hati-hati ia meletakan tubuh istrinya, kemudian menyelimutinya.


"Tar, kamu sarapan dulu ya?"tanya nya sambil menyodorkan susu.


"Ehm, ngak Rom, gue ngak bisa minum susu nanti makin mual," jawabnya lirih.


"Ya sudah, aku suapin Roti?"tanya Romeo.


"Ngak Rom, perut ku masih mual, aku belum bisa makan, nanti kalau perut aku sudah enakan, baru aku makan."


"Kamu bersiap saja Rom, nanti kamu bisa terlambat kerja," imbuh Tari lagi seraya menarik selimutnya.


"Aku ngak bisa kerja kalau seperti ini Tar, aku ngak bisa tenang jika belum memastikan bahwa keadaan kamu baik baik saja," ucap Romeo seraya mengusap kening Tari.


Tari tersenyum menatap Romeo, "Bernarkah Rom, apa aku seberharga itu di mata kamu?"tanya Tari dengan mata yang berembun.


"Tentu saja Tar, kamu sangat berhaga bagi aku," jawab Romeo membalas tatapan Tari.


Tari merasa senang, ini lah kesempatan baginya untuk bermanja-manja bersama sang suami.


"Kalau begitu hari ini kamu ngak usah kerja Rom, kamu peluk aku saja," ucap Tari sambil menarik tangan suaminya.


Romeo menggangguk, kemudian langsung naik di atas tempat dan menyibak selimut untuk masuk kedalam selimut Tari.


Romeo memeluk tubuh Tari yang gemetar karna meriang, seketika Tari merasa hangat dan nyaman.


"Rom," guman Tari.


"Hm, apa Tar,"


"Pelukan kamu hangat Rom, bagiku kamu adalah selimut yang membuat aku hangat tenang dan nyaman,"ucap Tari.


Romeo tersenyum, seraya mencium pipi Tari." Bisa saja kamu," sahutnya.


"Rom, kamu tetap peluk aku ya, sampai aku tertidur," pinta Tari seraya menguap.


"Iya kamu tenang saja, hari ini spesial untuk kamu, aku ngak kemana-mana, menjaga kamu disini," ucap Romeo.


"Tari tersenyum bahagia, Terima kasih ya Rom," ucapnya seraya menyentuh wajah Romeo dengan telapak tanganya.


"Terima kasih juga, karna kamu bersedia menderita karna mengandung anak kita," sahut Romeo.


"Ehm, cinta ngak pernah memberi penderitaan Rom, justru aku merasa bahagia bisa mengandung anak kamu," ucap Tari seraya membenamkan kepalanya di ceruk leher Romeo.


Romeo membelai rambut Tari hingga ia terlelap, sesekali bibirnya mengecup pucuk kepala sang istri.


Bersambung, selalu dukung author hingga tamat ya, karna jalan ceritanya selanjutnya akan lebih menarik,


Author punya info nih, sambil nunggu author up, mampir di novel author terbaru, dengan judul: Istri Pengganti Tuan Muda yang cacat, kilik pfofil author juga bisa tuh.


Sinopsis:


Barley dan Sania merencanakan resepsi pernikahan mereka yang mewah, tak tanggung-tanggung, untuk membuktikan cintanya pada Sania, Barley membangun sebuah gedung megah yang berdinding dari kaca dan krystal, hanya untuk menggelar resepsi pernikahanya.


Tak hanya itu, sebuah gaun mewah bertahta berlian pun di pesan langsung oleh Barley langsung dari paris.


Namun cinta yang begitu besar, tak mampu melawan takdir mereka, dimana Sania meninggal dalam.sebuah kecelakaan.


kecelakaan tersebut tak hanya mematahkan kaki Barley namun juga semangat hidupnya.


Diakhir hayatnya, Sania meminta Santi untuk menjadi pengantin penggantinya serta menjadi istri dari seorang tuan muda bernama Barley.


Tak mudah menata hati yang rapuh karna kelihangan cinta,apalagi Barley sangat mencintai Sania, mampu kah Santi merebut hati Barley yang terkenal dengan Arogan dan begis.


Mampir ya author tunggu.

__ADS_1



.


__ADS_2