
Aldi membawa Rita kembali kerumah mereka, netra Rita berkaca-kaca saat dirinya kembali menginjak rumah mewah yang di bagunnya bersama Satria.
Di sini di tempat ini, ia dan Satria memulai segala sesuatunya dari nol.
"Ayo Ma,kamar mama sudah di siapkan, " tutur Aldi seraya menuntun mamanya untuk masuk kedalam rumah mereka.
Aldi menuju kamar utama di ruangan tersebut yang berada di lantai bawah.
Kamar tersebut memang kamar Rita, tak ada yang boleh membukanya, terkecuali seminggu sekali untuk di bersihkan.
"Ma, mama istirahat dulu, "ucap Aldi.
Yang kemudian meninggalkanya.
Aldi menyewa jasa seorang perawat untuk mengurusi Rita.
Rita tersenyum sembari melihat-lihat keadaan sekelilingnya.
"Akhirnya aku kembali lagi di kamar ini, aku akan menunggu mas Satria ku disini," ucapnya seraya tersenyum menyeringai.
Setelah mengantar Rita di kamarnya, Aldi pun menunjukan Kamar Meli perawat Rita, yang berada di lantai atas.
"Ini kamar kamu Meli, setelah tugas kamu selesai, kamu bisa istirahat." Aldi membuka kan pintu untuk Meli.
"Ada pertanyaan?"tanya Aldi.
"Ngak ada pak," sahut Meli seraya melihat kesekeliling kamarnya.
"Baiklah Meli, tugasmu hanya mengawasi mama ku, mulai dari makan minum dan obat-obatnya, ingat keadaan mama nasih tak stabil, jangan pernah terlambat untuk memberinya obat. "paparnya pada Meli.
Meli mengganguk, ia terus menatap wajah tampan Aldi yang menimbulkan kekaguman di hatinya.
Ya ampun pak Aldi tampan sekali, muda ganteng kaya lagi.gumanya dalam hati.
Setelah mengantar Meli Aldi segera menemui Aira.
Setelah mengantar Rita, Aira langsung menuju dapur untuk mencari sesuatu yang bisa di makan.
"Mbok, ada makanan apa?"tanya Aira seraya membuka tudung saji di meja makan yang ada di dapur.
Meja tersebut merupakan tempat makan para pekerja di rumah tersebut.
Yang tersaji di sana ada tumis kanggung dan ikan asin, tanpa sungkan ia duduk di meja makan tersebut kemudian mengaut nasi.
"Mbok Aira makan!" serunya kepada simbok.
Simbok menoleh kearah Aira.
"Aduh Non, makan kok ngak ada lauknya, si mbok goreng ayam ya untuk Non," tanya simbok yang sedang memegang spantula.
"Udah ah Mbok, ngak keburu," sahut Aira sambil menyuap makan tersebut kedalam mulutnya.
"Ya itu sebenarnya lauk untuk mang ujang Non, mang ujang ngak bisa makan kalau ngak ada ikan asinnya,"tutur si mbok.
"Ngak apa, dulu Aira sebelum tinggal di sini setiap hari makannya ikan asin, sampai bosan, sekarang malah kangen masakan seperti ini,"ujarnya seraya kembali menyuap makanannya.
__ADS_1
Aldi menuju kamar mereka dan tak menemukan Aira, ia kembali turun ke lantai bawah dan langsung menuju meja makan, namun istrinya juga tak ada.
"Sayang!.kamu di mana?"tanya Aldi.
"Aira di dapur Mas!," sahutan terdengar di telinga Aldi.
Aldi langsung menghampiri istrinya, senyum kecil terbit di bibirnya tak kala melihat sang istri makan dengan lahap.
"Sayang! kok sepertinya kamu lapar sekali, makan cah cangkung dan ikan asin aja, lahap?" Aldi.
"Iya Mas Aldi, tandanya Non Aira ngak rewel, makan apa saja mau,"ujar simbok.
"Iya Mbok, mulai hari ini mbok harus masak empat kali sehari Mbok. bahan makana juga di stok yang banyak, jadi jika Aira lagi pingin makan, langsung bisa di masak, Aldi ngak mau anak Aldi sampai ileran gara-gara keinginannya tak di penuhi," papar Aldi.
"Beres Den!"sahut simbok sambil melanjutkan memasak.
"Satu lagi Mbok, nanti malam mbok masak lebih banyak ya, masak masakan kesukaan mama, ada Meli juga," ujar Aldi.
"Iya Den," sahut si mbok.
Setelah menghabiskan makanannya mereka pun kembali ke kamar mereka.
Dengan mesra mereka bergandengan menuju tangga dan saat itu berpapasan dengan Meli.
Meli tersenyum melihat keduanya yang selalu tampak mesra dan harmonis
"Eh Meli, sekarang kamu ke kamar mama ya, lihat jika dia butuh sesuatu tolong bantu dia,"ujar Aldi pada Meli.
"Iya pak, sahut Meli," ia pun langsung menuju kamar Rita.
"Ha ha ha ha, hi hi hi, aku cantik sekali," ucapnya di depan cermin, Rita memakai pakaian seksi, rok mini dan tanktop.
Meli menelan saliva, jantungnya deg..deg gan.
Ternyata, nyonya Rita belum sembuh sepenuhnya.
Ada rasa takut di hatinya melihat keadaan Rita seperti itu maklum saja, ia biasanya merawat orang sakit secara fisik bukan gangguan kejiwaan.
"Ah mas Satria, lihat lah betapa cantiknya diri ku, ha ha ha, " ucap Rita lagi.
Meli mengetuk pintu kamar Rita," Permisi nyonya, ucap Meli.
"Eh siapa kamu?"tanya Rita dengan mencekak pingganya.
"Saya Melli nyonya, orang yang di tugaskan untuk merawat nyonya," ucap Meli.
"Siapa yang sakit, saya tidak sakit!" teriaknya.
"Pergi kamu!" teriaknya sambil menunjuk Meli.
Meli yang takut tak berani membantah.
"Iya nyonya saya permisi," ucap Meli sambil menutup pintu.
Meli kembali kekamarnya, karna takut dengan keadaan Rita.
__ADS_1
***
Waktunya untuk makan malam, Aldi dan Aira turun, rumah tersebut terasa sepi tanpa kehadiran Heru.
Keduanya langsung menuju meja makan.
Aldi menarik kursi untuk Aira duduk.
"Sayang,"mas Aldi panggil mama ya untuk makan malam bersama kita.
"Iya Mas,"
Aldi pergi dan beberapa saat kembali bersama Rita.
"Sini Ma duduk di sini," ucap Aldi seraya menarik kursi untuk Rita.
Rita duduk tepat berhadapan dengan Aira.
Setelah memastikan Rita duduk, Aldi kembali ke tempat duduknya di samping Aira.
"Rita menarik tangan Aldi, kamu duduk di sini sama Mama," ucap Rita seraya menepuk kursi yang ada di sampingnya.
Aldi merilik kearah Aira, Aira pun menggangguk.
Mereka pun makan malam dengan khitnat tak ada obrolan yang terjadi selama mereka menikmati makanan mereka.
Setelah makan Aldi mengantar Rita ke kamarnya.
"Mama istirahat ya, nanti Aldi suruh Meli untuk mengurusi kebutuhan Mama,"ucap.Aldi.
"Ngak mau, mama mau kamu saja yang mengurus Mama." tolaknya.
"Aldi malam ini kamu tidur disini ya bersama Mama, Mama kangen sama kamu, mama ingin cerita panjang lebar sama kamu," pinta Rita.
"Ehm tapi Ma?"Aldi ragu.
"Ya sudah, kamu memang ngak sayang sama Mama Aldi, kamu lebih sayang dengan istri kamu kan?" dengusnya sambil menyilangkan kedua lenganya di dada.
"Bukan begitu Ma, tapi kan Aira istri Aldi, Aldi juga sudah dewasa, masak tidur sama Mama sih." Aldi.
"Ya sudah! kalau begitu Mama mau pergi saja dari sini,.sama saja kalau begitu mama tetap sendiri," masih mendengus.
Aldi menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Iya Ma, tapi Aldi ijin dulu sama Aira ya, dia pasti nungguin Aldi."
"Alah ngak usah ijin segala, kamu itu anak mama, kenapa harus ijin." Rita mulai menunjukan sikap angkuhnya kembali.
"Tapi Ma_" Aldi.
"Sudalah Aldi kamu kenapa sih? kamu takut istri kamu marah, ya sudah kalau di marah kamu ceraikan saja, toh masih banyak perempuan yang mau sama kamu." cecarnya.
"Astaga Ma, Mama masih saja punya sifat seperti yang dulu Ma, Aldi pikir mama sudah sadar Ma," ucap Aldi dengan mata yang memerah.
Bersambung guys, semoga tetap setia dan tetapn mendukung Author.
__ADS_1