
'"Lo kenapa kayak gitu sih Men, sama Aldi, biar gimana juga Aira itu calon istrinya Aldi." Doni.
"Emang gue kenapa?" tanya Romeo.
"Loh ngak sadar dengan apa yang sudah lo ucapin, Lo bilang ke Aira kalau Aldi ngak bisa membahagia kan Aira, lo yang akan membahagiakanya," jawab Doni.
"Nah emang gue salah di mana, gue cuma menghibur dia," sahut Romeo.
"Romeo, Aira itu masih labil, lo ngomong kayak gitu ntar di kiranya nya kamu ngasi harapan ke dia, bagaimana kalau ternyata dia jatuh cinta beneran sama elo, bukan sama Aldi?" sahut Doni
"Ah gue ma biasa aja, ngak ada perasaan khusus, ya kalau Aira cinta sama gue, ya tinggal gue kawinin," sahutnya asal.
"Emang lo sangup bayar seratus juta ke orang tuanya Aira," cetus Doni.
Romeo hanya mampu menelan salivanya, mendengar seratus juta.
"Boro-boro seratus juta, lima puluh ribu aja, gue ngak punya," sahutnya.
"Rom, Aira itu bukan gadis yang terbiasa dengan kehidupan seperti kita, bebas bergaul dan ngomong apa saja, ingat dia pernah trauma dan depresi, gimana jika dia baper sama loh," tukas Doni.
"Yah gue ngak ada maksud apa-apa gue kasihan sama dia," jawab Romeo.
"Kasihan apanya, lo juga bisa jatuh cinta sama dia beneran, jika loh terlalu dekat dengan dia, mending loh jauhin dia, ngak usah dekat-dekat Aira lagi." Doni.
"Jatuh cinta, eh Doni, di kampus itu banyak banget cewek yang ngejar gue, dan mereka itu cantik-cantik, dan ngak mungkin banget lah aku jatuh cinta sama Aira, lo tau sendiri gue kayak gimana," sahut Romeo.
"Ihs..., songong amat," cibir Doni.
"Eh Don, malam valentin lo kemana?," tanya Romeo.
"Ya sama cewek gue lah, loh sendiri? mau kencan sama siapa?" tanya Doni.
"Ngak tau lah, duit aja gue ngak punya, jaman sekarang kan, ngak ada cewek yang mau jalan sama cowek kere kayak gue Don," jawab Romeo dengan nada merendah.
"Ye terselah elo deh Rom, tapi jangan ngikut gue nge-date, lo diam di rumah aja deh, ntar lo nyusahin gue dan bikin berantakan kencan gue" Ancam Doni.
"Iye, sadar diri gue," sahutnya.
***
Aldi masuk dan langsung di sambut Heru, Heru begitu khawatir terhadap Aira, apalagi di lihatnya Aira seperti habis menangis dan bajunya pun terlihat kotor.
__ADS_1
"Aira kamu kenapa?" tanya Heru, sambil memperhatikan setiap inci tubuh gadis itu.
Aira hanya mengelengkan kepalanya.
"Aldi, ada apa dengan Aira, kenapa dia seperti habis menangis?" tanya Heru.
"Ngak gue apa-apain," Aldi langsung naik menuju lantai atas kamarnya.
"Aira kamu mandi dulu, setelah itu kamu temui Mas heru kembali, Mas Heru mau bicara sama kamu," ucapnya pada Aira.
Aira pun menaiki anak tangga dan masuk menuju kamarnya, setelah mandi dan memakai pakaian ia pun bermaksud untuk menemui Heru di meja makan.
Aira membuka pintu dan kaget ternyata di hadapanya sudah ada Aldi yang menunggu di luar pintu.
"Eh Aira, sini masuk dulu." kata Aldi sambil membawa Aira masuk ke dalam kamar nya kembali.
Aldi menutup pintu kamar Aira, sementara Aira ia hanya membuang muka, ketika Aldi semakin mendekat denganya.
"Aira, tolong jangan beri tahu Mas Heru tentang kejadian tadi sore ya, please," ucapnya dengan menutup kedua tangan di dada.
Aira hanya diam, ia menatap Aldi dengan tatapan tajam.
"Aira, Mas Aldi tahu Aira marah, tapi Mas Aldi minta maaf sama Aira dan Mas Aldi janji tak akan mengulanginya lagi," ungkap Aldi sambil memegang tangan Aira.
"Bukan salah Mas Aldi, tidak seharusnya Aira marah pada Mas Aldi, Aira bukan siapa-siapa Mas, Aira sadar jika Aira hanya seorang perempuan yang sudah Mas Aldi beli dengan orang tua Aira, Aira sepenuhnya milik Mas Aldi, Mas Aldi boleh lakukan apa pun kepada Aira, dan Aira tak boleh marah, karna sesungguhnya Aira hanya budak yang di perlakukan seperti seorang putri, harus nya Aira sadar Mas, jika bukan karna Mas Aldi, Aira tak kan bisa menikmati semua ini, mungkin nasib Aira lebih buruk jika Aira berada di luar sana, Mas Aldi tenang saja, Aira janji ngak akan memberi tahu apa pun kepada Mas Heru, dan Mas Aldi boleh lakukan apa saja yang Mas Aldi inginkan, jangan kan punya pacar, setelah kita menikah nanti, Aira juga sudah siap jika harus di madu, bahkan dengan seribu wanita," tuturnya terbata-bata, namun air mata terus mengalir di pipinya.
"Tapi Aira..., " kata-kata Aldi terhenti, karna kini Aira terlah berlalu dari nya.
Aira turun sambil menghapus air matanya yang masih tersisa.
Ia pun menghampiri Heru yang sudah menunggunya di meja makan.
Melihat Aira yang bersedih, Heru pun menghampirinya.
"Kamu kenapa Aira ?" tanya Heru.
"Ngak apa-apa Mas, Aira hanya kangen sama ibu Aira, sudah sepuluh tahun Aira tak pernah bertemu dengan nya," ujarnya berbohong.
"Oh, Mas Heru pikir Aldi menyakiti Aira," sahutnya.
Aira pun menggelengkan kepalanya, mereka pun menikmati santapan makan malam, dan Aldi juga ada di sana makan malam bersama Heru dan Aira.
__ADS_1
"Aldi, besok aku mau ke luar kota mungkin beberapa hari, ingat kau jaga Aira baik-baik, jangan biarkan ia bergaul dengan teman mu yang ngak bener seperti Romeo dan Doni, " kata Heru pada Aldi.
"Iye, pergi aja lo, gue bisa jagain Aira," sahutnya.
"Aira selama Mas Heru keluar kota, kamu jangan pergi kemana-mana sendiri ya, kalau terjadi sesuatu pada kamu, siapa yang akan menolong kamu," tambah Heru kembali.
"Iya Mas," jawab Aira singkat.
Setelah makan malam, mereka kembali kekamarnya masing-masing.
Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, tapi mata Aira belum juga bisa terpejam.
Aira mendengar seseorang melangkah mendekati kamarnya, dan membuka pintu kamarnya.
Aira pura-pura tertidur ketika Aldi mendekatinya.
Aldi menarik selimut Aira dan menutupi seluruh tubuhnya terkecuali leher dan kepala, setelah mengusap rambut Aira, ia pun pergi dari kamar itu.
Aira merasa yakin jika Aldi hanya kasihan pada nya, nyatanya Aldi tak pernah memperlakukan Aira seperti pacarnya, ia tak pernah menyentuh Aira apalagi menciumnya, seperti apa yang di lakukan oleh Aldi terhadap pacarnya.
Aira bangkit dari baringnya, ia pun menyandar kan tubuh nya di dinding.
Hidup begitu rumit baginya, satu sisi ia harus menikah dengan Aldi, padahal ia tahu sendiri, jika Aldi tak mencintainya.
Dan sisi lainya, ia ingin bebas menentukan hidupnya, ia ingin menikah dengan orang yang ia cintai dan mencintainya.
Aira hanya ingin bebas, bebas berkeliaran pergi kemana pun yang ia sukai bersama teman sebayanya, bebas menentukan jodohnya, sangat disayangkan hidup hanya sekali, tapi ia tak pernah menikmatinya, Aira ingin cinta yang tulus, seperti romansa cinta yang pernah hadir dalam mimpinya.
Aira merebahkan tubuhnya kembali, tak ada gunanya menangisi dan meratapi semua ini, ia coba menutup kembali matanya, dan berharap seorang pangeran hadir dalam mimpinya, ia ingin kisah hidupnya seperti cerita dongeng, yang selalu berakhir bahagia di akhir kisah.
please
like
komen
vote
hadiahnya
biar author semangat up nya
__ADS_1
Mampir juga di novel author yg lain dengan cerita yg lebih seru, dengan judul :Ketika takdir menyatukan aku dan mereka