Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Tunangan Alita dan Bagas


__ADS_3

Setelah pulang dari kantornya bagas terlihat begitu kacau, ia pun langsung masuk menuju tempat tidurnya.


Bagas menghempaskan tubuhnya hingga tertungkup, dengan bantal ia membenam ke wajahnya.


Akh!!! teriak nya sambil memukul mukul tempat tidur.


Harapannya untuk bersama Alia kini sakin jauh dari harapan.


Bagaimana tidak! ia bisa melihat kebencian di wajah Alia, saat iitu


"Akh! kenapa semua ini terjadi, padahal aku berharap Alia bisa kembali kepada ku hiks hiks Akh!" teriak Bagas meluapkan emosinya.


Nina buru-buru menghampiri Bagas karna mendengar suara keributan.


"Bagas? kamu kenapa Nak?"tanya Nina sambil mengusap rambut Bagas dengan lembut.


"Bagas kesal Bu! Bagas tak merasa menyentuh Thalita tapi kenapa semua orang menuduh Bagas!"


Bagas terlihat begitu emosi, ia pun mendengus.


"Alia jadi benci sama Bagas Bu, Alia jadi benci! benci! sama Bagas Bu!" teriaknya dengan kesal.


Nina menggelengkan kepalanya, mendengar ungkapan ke kesalan Bagas.


"Bagas! kamu tak pantas berharap pada Alia lagi, dia sudah menjadi milik orang lain Bagas! " teriak Nina.


Bagas terhenyak.


"Apa begini cara kamu Gas? setelah menodai gadis lain kamu malah memikirkan istri orang?! harusnya kamu pikirkan nasib gadis yang sudah kamu nodai, kasihan dia! dia pasti trauma Gas!" cecar Nina.


Bagas kaget dengan penuturan Nina tersebut.


"Apa Bu?!"jadi ibu percaya kalau Bagas yang melakukan semua itu?"tanya Bagas.


Tapi Nina tetap percaya.


"Bagas! kamu masih ngak ngaku juga?! di mana tanggung jawab kamu Gas?!


"Ibu sama saja, " dengusnya lagi.


"Sudah ibu ngak mau tahu, sebaiknya kamu siap-siap karna sebentar lagi Ayah kamu sampai, malam ini juga kita akan melamar keluarga Thalita." Niba.


"Tapi Bu?! Bagas ngak cinta sama Thalita,"sahutnya.


"Bagas ! cinta atau ngak cinta, kamu harus nikahin Thalita."


Atau kamu sekarang jadi seperti ayah biologis mu Gas! ibu ini waniya yang pernah jadi korban perkosaan! dan ibu begitu menderita dengan kejadian yang menimpa Ibu! dan berharap tak ada lagi wanita malang yang mengalami nasib seperti Ibu! jika kamu menolak perjodohan ini maka anggap saja kamu tak punya Ibu!" cecar Nina ia pun berlalu dari Bagas.

__ADS_1


Tinggalah Bagas yang melongo melirik ke arah Nina yang menjauh darinya.


Ia pun semakin kesal namun tak bis berbuat apa-apa


"Akh! serba salah, kenapa sih tak ada yang percaya jika bukan aku yang melakukannya!"


"Akh!" teriak Bagas meluapkan emosinya.


Nina tak mengetahui jika Bagas sebenarnya tidak bersalah, mendengar keterangan dari Edo ia pun percaya, apalagi banyak bumbu-bumbu yang di tambahkan oleh Edo untuk meyakinkan Nina.


***


Keluarga besar Alita sudah berkumpul, mulai dari keluarga Doni maupun dari keluarga Dasti.


Mereka ingin melihat langsung pertunangan Alita dengan seorang CEO yang di kabarkan putra dari gubernur.


Maklum saja Doni dan Dasti dari keluarga yang sederhana.


Jadi mereka pasti bangga jika salah satu anggota keluarga mereka bertunangan dengan CEO, putra pak gubernur pula.


Alita mengenakan kebaya putih dengan sanggul ala kadarnya,


Dasti menghampiri Alita yang mendandani dirinya sendiri.


"Aduh Alita kamu belum siap lagi?"tanya Dasti yang melihat dandanan Alita yang terlihat ala kadarnya tersebut.


"Emang kenapa sih Ma? ini cuma acara lamaran dan pertunangan, ngak perlu berdandan yang berlebihan juga, sangut Alita.


Akhirnya Alita menambah perona pipi, memakai maskara dan sebagainya.


Dasti tersenyum melihat sapuan akhir Alita.


" Nah gitu dong, kamu jadi makin cantik, Ayo turun calon suami kamu sudah menunggu di bawah,"


Dasti menuntun Alita menuruni anak tangga, di sana Edo, Nina dan Bagas, sedang menikmati suguhan yang di sajikan.


Beberapa paman dari Thalita pun sangat antusias ngobrol bersama pak gubernur yang sebentar lagi akan jadi anggota keluarga mereka.


Para sepupu Alita juga berbisik-bisik membericarakan kekaguman mereka tentang Bagas sementara yang di bicara malah tertunduk raoat.


Alita duduk tepat di hadapan Bagas.


Pak Yanto asistenten serba bisa tersebut mengambil alih sebagai MC,berbicara tanpa menggunakan mic.


"Ehm baiklah' setelah sepakat dengan tanggal pernikahannya antara dua keluarga yakni keluarga besar bapak Doni Mahesa dengan Pak Ridho setiawan, maka dengan ini kami dari pihak keluarga Ridho bermaksud untuk mengikat secara simbolis bertukar cincin antara putri dari bapak Doni yaitu ananda Thalita Iswara dengan putra kami yang bernama Mahardika Bagaskara sesuai dengan budaya kita yang biasa di sebut dengan tunangan."


"Untuk itu saya persilah kan ananda Bagas untuk menyebatkan cincin pertunangan ke jari manis calon istrinya."

__ADS_1


Bagas masih melamun dan terdiam,"Gas ayo!" desak Edo.


"Iya Yah," sahut Bagas, ia pun berjalan dengan menggunakan lututnya karna pada saat itu semua berada dalam posisi bersila.


Deg


Jantung Alita berdetak kencang ketika Bagas menghampirinya, jujur saja ia merasa rindu pada Bagas,karna beberapa hari tak bertemu Bagas, apalagi kini Bagas terlihat makin tampan dengan kemeja biru gelapnya dan blezer hitam.


Bagas membuka kotak cincin dan hendak menyematkan cincin tersebut pada Alita tapi di tahan oleh pak Yanto.


"Ops Gas, pakai budi bahasa dong, ngak bisa main nyosor saja, nih ikutin saya," ucap pak Yanto, jika di kantor Bagas lebih berkuasa,maka kali ini posisi pak Yanto yang berada di atas angin ia dn Edo pun sepakat mengerjai Bagas.


Bagas melirik sinis ke arah pak Yanto karna ia yakin pak Yanto akan mengerjainya, tapi demi menghormati para tamu yang hadir Bagas pun menuruti.


"Baca basmala dulu Gas," bisik pak Yanto.


"Bismillah," Bagas.


Jantung Bagas rasanya ingin copot karna harus melakukan semua itu di depan hadapan orang ramai.


Pak Yanto membisikkan sesuatu kepada Bagas dan langsung di ikuti oleh Bagas.


"Ananda ku sudikah kiranya kau menerima cincin ini sebagai pengikat hubungan kita," bisik Pak Yanto.


"Harus gitu pak?"tanya Bagas dengan ragu dan malu.


"Harus itu!" pak Yanto.


Bagas mengkerucutkan bibirnya, ia pun mengikuti ucapan dari pak Yanto.


Bagas menarik tangan kanan Alia dengan sedikit gemetar, begitupun Alita, keduanya sama sama sungkan untuk saling memandang, keduanya pun tertunduk malu.


Bagas mulai mengikuti ucapan yang di ajarkan oleh pak Yanto,


"Andinda ku sudikah kiranya?kau menerima cincin ini sebagai pengikat hubungan kita? ucap Bagas dengan gemetaran.


Dasti pun membisikan kata-kata untuk membalas pertanyaan Bagas.


Alita pun menyebutkannya dengan jelas.


"Kandaku ! setekah memikirkan.dan menapatkan restu dari kedua orang tua, dengan ini adinda memilih untuk menerima cincin tersebut, sebagai pengikat hubungan kita, "jawab Alita sesuai skenario dari Dasti.


Bagas menunggu instruksi selanjutnya.


"Ayo sekarang pasangkan cincinnya Gas," titah pak Yanto.


Bagas mengganguk dan dengan tangan gemetar memasukan cincin tersebut ke jari manis Alita begitupun sebaliknya, suasana saat itu hening, namun setelah keduanya selesai saling mengikat, tepuk tangan meriah pun memenuhui rumah tersebut membuat keduanya semakin malu.

__ADS_1


Pak Yanto berdiri kembali,.Karna acara lamaran dan pertunangan ini sudah selesai dan Alhamdullilah berjalan lancar, mari kita sama-sama tutup dengan doa demi kelancaran persiapan pernikahan mereka yang berlangsung dalam dua bulan kemudian, papar pak Pak Yanto sambil menadahkan tangan, begitupun yang lain mereka ikut berdoa agar di permudahkan dan di beri kelancaran selama persiapan pernikahan mereka.


Bersambung, doa untuk Bagas dan Alita mana nih?!maaf ya karna byk km nih maaf ya banyak tipo.typpo


__ADS_2