Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Sah ?


__ADS_3

Bulir bening terus saja manetes di pipi Tari, hingga berkali kali perias harus merapikan make upnya.


"Ayo dong Tari, ngak baik menangis terus, ini tuh hari bahagia kamu," ucap Tante Lina sambil merapi kan dandanan Tari yang berantakan akibat air mata yang terus mengalir.


"Aku sedih saja Tante, aku kan ngak tahu seperti apa kehidupan pernikahan ku nanti," ujarnya.


"Tawakal saja Tari, cinta bisa tubuh setelah perikahan kok, yang penting kamu dan calon suami saling terbuka, kalau kamu bersikaf baik, suami kamu juga akan bersikaf baik terhadap kamu, Tante yakin Heru adalah pria yang baik, orangnya sopan, ganteng, kayaknya type cowok yang ngak suka neko-noko." ucap Tante Lina sambil menggenggam erat tangan Tari.


Tari menarik nafas melalui hidungnya agar cairan di hidungnya tak sampai meleleh.


"Sudahlah, sebentar lagi akad nikah kamu berlangsung, tahan air mata kamu," ucap Tante Lina sambil menghapus air mata Tari.


Tari pun menggangguk, kemudian penata rias kembali merapikan make-up Tari.


***


Di pelaminan,


"Saya Terima nikah dan kawinya Mentari senja dengan mahar tersebut tunai," ucap Heru dengan satu helaan nafas.


Sah... para saksi menyahut.


"Alhamdullilah." Heru, hatinya menjadi lega, seolah beban berat telah lepas dari pundaknya.


"Alhamdullilah, sekarang kamu sudah sah jadi seorang suami," ucap penghulu.


Ucapan syukur juga terdengar dari para undangan dan para saksi, , doa-doa pun di panjatkan untuk kelanggenan dan kebahagian pengantin baru tersebut.


Setelah ritual doa, MC meminta Heru untuk menjemput istrinya.


"Karna kalian sudah resmi menjadi suami istri, saudara Heru anda boleh menjemput istri anda, karna akan ada penandatangan buku Nikah dan penyerahan seserahan," MC.


Nova berdiri dan menghampiri Heru.


"Ayo Heru, Mama antar kamu ke kamar Tari," ujar Nova yang berdiri menuntun langkah Heru.


"Iya Ma," sahut Heru.


Semua terlihat bahagia, tapi sepertinya yang paling bahagia adalah Rita, ia kembali menyeringaikan senyumanya.


"Berhasil," ucapnya lirih.


Aldi dan Aira juga ikut bahagia melihat pengucapan ijab qabul Heru yang lancar, mereka saling melempar senyum bahagianya.


Heru dan Nova pun menuju lantai atas untuk menjemput Tari.


***


Di kamar Tari.


Syah...suara tersebut sentak menggaget kan Tari.


"Alhamdullilah Tar, kamu sudah sah jadi seorang istri Tar," ucap Lina sambil menghambur memeluk Tari, Lina terlihat begitu bahagia, tapi tidak begitu dengan Tari, Tari merasa ketidak nyamanan pada perasaanya, seolah ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya.


Tari pun bersiap untuk menemui suaminya.


Heru benapaki anak tangga dengan hati-hati, perasaanya bercampur baur, saat akan bertemu dengan sang istri.


Satri mencari seseorang menjadi perwakilan dari keluarganya untuk menyerahkan barang-barang hantaran sebagai simbolis, dan ia memilih Aldi.


Satri mengedarkan pandanganya mencari sosok Aldi di antara para Tamu.


Setelah mendapati keberadaan orang yang di carinya, Satria melambaikan tanganya kerah Aldi, melihat Satria yang memanggilnya, Aldi pun beranjak dan menghampiri Satria.


"Sayang Mas Aldi di panggil Papa, kamu duduk di sini dulu ya," ucap Aldi sebelum beranjak meninggalkan Aira.


Aira menggangguk setuju, ia merogoh tasnya untuk mencari handphone nya.


Setelah mendapati handphonenya Aira memeriksa pesan masuk dan berselfi ria.


Saat sedang konsentrasi menatap layar handphonenya, tiba-tiba ia kaget karna ia merasa seseorang mencolet daun telinganya, sejurus kemudian ia langsung menoleh, tapi tak mendapati seseorang yang di kenalnya berada diantaranya, ia pun mendiamkan dan kembali menatap layar handphone.


Kejadian yang sama terulang kembali, saat ia konsentrasi menatap layar handphone, daun telinganya kembali di colek oleh seseorang kembali.


Aira kembali menoleh, tapi masih tak mendapati seseorang yang mencurigakan, karna ia duduk diantara orang yang tak dikenalnya.


Aira membiarkan nya sembari pura-pura kembali memainkan handphonenya, Aira melihat sebuah tangan yang merentang untuk menjangkau daun telinganya.

__ADS_1


Dah saat tangan tersebut menyentuh daun telinganya, ia pun menyambar tangan tersebut dan menariknya.


"Ahk" ucap seseorang yang tangannya di tarik oleh Aira.


Aira kaget melihat seseorang yang bersembunyi di balik seorang wanita yang ada di samping nya.


"Bang Romeo! resek baget sih," ucap Aira sambil melepaskan tangan Romeo, tapi kali ini tangan Aira yang tak bisa lepas karna di cengram oleh Romeo.


Romeo meminta seorang wanita yang duduk di samping Aira untuk bergeser ke tempat duduknya semula, agar dia bisa duduk di samping Aira.


Saat berpindah, tangan Aira masih di genggam oleh Romeo.


Romeo mendarat bokongnya untuk duduk di samping Aira, tanpa melepaskan genggaman tanganya.


"Bang lepasin tangan Aira," ucap Aira mengebas-ngebas tanganya agar terlepas.


"Ngak bisa dilepaskan begitu saja," ucap Romeo.


"Bang lepasin! ngak enak di lihat orang, nanti pikiran orang macem-macem terhadap kita," ucap Aira lirih.


"Iya deh abang lepasin", ucap Romeo. ia pun mencium punggung tangan Aira dengan lembut sebelum melepaskanya.


Aira tersipu karna sikaf Romantis Romeo terhadapnya, meski itu berlebihan menurutnya.


Romeo menyunggingkan senyumnya kearah Aira, rasa rindunya sedikit terobati, karna sejak keluar dari penjara, ia tak pernah bertemu, apalagi sampai bicara pada Aira.


Tatapan matanya tak beralih menatap Aira hingga membuat Aira salah tingkah.


"Bang, gak usah di lihatin seperti itu, Aira jadi malu," ucap Aira dengan pipi merona.


"Habisnya kangen,"cetus Romeo.


Shut.., "Ngak boleh ngomong gitu ah, ntar timbul fitnah," ucap Aira sambil menempelkan jari telunjuknya kearah bibir.


"Di fitnah juga ngak apa," sahut Romeo kembali.


Mereka tak menyadari jika sepasang mata jeli memperhatikan dan mendengarkan obrolan mereka.


*Oh jadi dia yang bernama Romeo, kekasih gelapnya Aira, cuih bisa-bisanya mereka bermain di belakang Aldi.


Its okay, tentu saja ini bisa membantu pekerjaan ku untuk memisahkan kan Aldi dan Aira kembali, sepertinya Romeo masih memiliki rasa terhadap Aira, akan ku bujuk ia untuk bekerja sama* batin Rita.


Tari terlihat cantik dan anggun saat menuruni anak tangga menuju pelaminan.


Mereka bergandengan mesra, dan membuat iri sekian pasang mata, tapi tidak dengan Maya, melihat senyum Tari hatinya seperti teriris, entah kenapa ia tak bahagia dengan pernikahan Heru dan Tari.


Kedua mempelai mendekati meja kecil , setelah keduanya duduk, mereka pun menandatangani buku nikah.


Setelah selesai menandatangani buku nikah, acara di lanjutkan dengan saling bertukar cincin.


MC kembali menguasai acara, ia berdiri di samping pelaminan dengan memegang mikropon.


"Baik lah karna mereka berdua telah menanda tangani buku nikah, maka secara resmi saya nyatakan Saudara Khauman Hero Satria dengan saudari Mentari Senja, telah resmi dan sah di mata hukum indonesia dan hukum islam," ucap Mc.


Tepuk tangan meriah pun terdengar memenuhi ruangan acara kembali di lanjutkan.


***


Aira dan Romeo duduk bersebelahan, sesekali tangan nakal Romeo kembali mencolet daun telinga Aira, membuat Aira risih dan akhirnya memukul bahu Romeo.


"Ish resek banget sih, Aira mau pindah saja," ucap Aira sambil bediri, tapi tanganya di tarik Romeo, hingga tanpa sengaja tubuh Aira jatuh dalam pelukan Romeo.


"Akh, ish lepasin bang" Aira menepis tangan Romeo.


Romeo pun melepaskan tanganya yang tanpa sengaja menyentuh tubuh Aira.


Mata Rita membelalak dengan sempurna, saat merekam kejadian tersebut "Bagus ini akan jadi fitnah yang kejam," gumanyanya sambil tersenyum menyeringai.


Acara kembali di lanjutkan, kedua mempelai pun sungkeman meminta restu dan doa untuk kelanggengan rumah tangga mereka.


Saat ini Tari sudah berhadapan dengan kedua orang tua Heru untuk sungkeman, tapi baru saja Tari mulai bersimpuh, Maya langsung memeluknya, air mata Maya sudah tak tertahankan, Entah kenapa emosinya tak dapat di kendalikan saat itu, ia pun menangis memeluk Tari.


Tari juga ikut haru, dalam pelukan Maya, ia pun meminta restu dan doa agar rumah tangga mereka langgeng sampai akhir hayat.


"Ma doakan agar rumah tangga Tari dan Mas Heru bisa sakinah, mawardah dan warohma ya," ucap Tari dalam dekapan Maya.


Maya sudah tidak dapat berkata-kata lagi, ia hanya mengangguk dan mencium Tari beberapa kali di pipinya.

__ADS_1


Senyum Rita kembali menyeringai melihat keharuan di atas pelaminan tersebut.


Setelah sungkeman acara di lanjutkan dengan saling menyuap dan saling memberi minum, sepasang suami istri yang ternyata saudara kandung tersebut, melakukan tahap demi tahap rangkaian prosesi adat pernikahan mereka, hingga tibalah di penghujung acara.


Para tamu akan mengucapkan selamat kepada mempelai.


Tak terkecuali Rita, ia seolah ingin menjadi orang pertama dalam memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai.


Rita dengan wajah bahagianya langsung menghampiri dan memeluk Heru," Heru selamat ya Nak, akhirnya kamu menikah juga, bunda merasa bahagia sekali," ucapnya sambil memeluk dan menciumi kedua belah pipi Heru.


"Terima kasih ya bunda, karna bunda telah menyiapkan semua ini untuk Heru," ucap Heru sambil mencium punggung tangan Rita.


"Ah kamu ngak usah sungkan sayang, kamu kan juga putra bunda, sudah sepatutnya bunda memberi yang terbaik untuk kamu." Rita.


Setelah berakting di depan Heru, kini aktingnya di lanjutkan di hadapan Tari, Rita menghampiri Tari yang tersenyum kecut terhadapnya.


"Tari, keponakan Tante sayang, selamat ya," ucap Rita ketika memeluk Tari.


"Terima kasih Tante," ucap Tari datar.


Rita kembali menyunggingkan senyum nya sesaat, kemudian memberi nasehat di telinga Tari


"Tari ingat loh, malam ini malam pertama kalian, kamu harus bisa memberikan pelayanan terbaik kamu untuk suami kamu loh sayang, layani dia dengan baik, maka Tante akan jamin kamu akan bahagia bersama Heru," ucapnya di dekat telinga Tari.


"Iya Tante," sahut Tari datar.


Keduanya melepaskan pelukan, Rita turun dari pelaminan dan menghampiri Laura yang sedang mengobrol bersama Aldi.


Rita memang menyuruh Aura mengajak Aldi ngobrol, untuk mengalihkan perhatian Aldi, agar ia bisa memamfaat kan Romeo.


"Romeo !"panggil Rita ketika Romeo bercanda bersama Aira dan Doni.


Romeo mengalihkan pandanganya kearah suara yang memanggilnya.


Karna melihat Rita melambaikan tangan kearahnya, Romeo pun bergegas menghampirinya.


"Ada apa Tante?" tanya Romeo.


"Sini kamu," Rita menarik tangan Romeo menuju tempat yang sepi.


Setelah sampai di pojokan, ia mengeluarkan handphonenya dan memperlihatkan video rekamanya barusan, saat itu terlihat Romeo sedang memeluk Aira yang jatuh di sampingnya.


Romeo tetap tenang melihat video tersebut, sehingga memancing Rita untuk bereaksi.


"Bukan kah kamu yang membawa Aira kabur kemarin?" tanya Rita.


Romeo diam dan tetap menatap Rita dengan tenang.


"Kamu cinta sama Aira?" tanya Rita.


Lagi-lagi Romeo tak menjawab, membuat Rita semakin penasaran atas sikaf tenang Romeo.


Rita menarik nafas panjang dan menghembuskan nafasnya, menurutnya Romeo sulit untuk di mengerti, jadi ia memutuskan untuk tak berbasa-basi.


"Kalau kamu masih mencintai Aira, saya bisa bantu kamu untuk mendapatkanya," ucap Rita berbisik di telinga Romeo ia pun tersenyum menyeringai.


Romeo tetap diam, wajahnya masih datar, entah apa yang dipikirkanya saat itu, tatapannya tetap lurus pada wajah Rita.


Sejenak mereka hening, merasa tak di respon, Rita memilih mengakhiri obrolan tersebut.


"Baiklah, mungkin kamu butuh waktu untuk memikirkanya, kalau kamu setuju kita akan bekerja sama untuk memisahkan Aira dan Aldi, kamu datang ke apartemen saya," ucap Rita sambil memberi alamat kepada kepada Romeo kemudian berlalu.


Romeo menatap kepergian Rita dan melihat alamat yang di beri oleh wanita itu, ia pun duduk pada kursi sambil memikirkan kata kata Rita.


Sementara Rita berjalan menghampiri Aldi dan Laura.


"Ayo Aura kita pulang, tugas kita sudah selesai, sekarang waktunya untuk kita bersenang senang," ucapnya sambil mencolet pipi Aldi.


"Dah sayang, Mama pulang," ucap Rita kepada Aldi.


"Iya Ma, hati-hati," ucap Aldi.


Mereka berdua pun berlalu dan meninggalkan tempat itu.


Rita dan Laura masuk kedalam mobil.


"Kita sekarang kemana Tante?" tanya Aura.

__ADS_1


"Kesuatu tempat, sekarang waktunya bersenang-senang," ucap Rita.


Nah reader episode selanjutnya, malam pertama Heru dan Tari nih, ops apa yang akan terjadi, beri dukungan yang banyak untuk author yang galau ini ya, 😆


__ADS_2