
Hari ini adalah hari pertama Aira berada di rumah sakit jiwa, Igun membawa Aira keruangan yang mungkin akan mengingatkannya kembali saat berada di tempat ini.
Aira masih menggunakan kursi rodanya,bukan karna ia tak mampu berjalan, tapi keadaanya yang masih lemah pasca mengalami pendarahan saat keguguran.
Igun mendorong dan membawa Aira di sebuah ruang perawatan baginya.
Saat menjalani terapi, Aira memang tak di dampingi Aldi, hanya ia dan Igun saja berada di dalam ruangan tersebut, Igun pun memutar musik klasik dengan tajuk River flows in you,musik dengan lantunan piano yang merdu lagi menenangkan.
"Aira kamu ingat kamar ini?" tanya Igun sambil menyibak rambut panjang Aira.
Aira tak menjawab, namun ia seperti tengah menikmati musik yang di putar oleh Igun.
"Aira kalau kamu dengar kakak, menoleh lah sekali saja," ucap Igun.
Aira masih tak bergeming, tapi Igun tak memaksanya lagi, Igun membuka almunium foil yang membungkus coklat batang dengan isian kacang mente, kemudian menyuapi Aira, menurut riset, coklat dan musik klasik bisa membuat pikiran seseorang menjadi rileks.
"Aira kakak tahu kamu pasti mendengar kakak Aira, kakak sedih melihat kamu seperti ini lagi Aira, Aira bukankah kamu sendiri yang bilang pada kakak saat perpisahan kita, kalau kamu ingin jadi wanita yang kuat, kamu ngak akan patah semangat, kamu bisa menghadapi semua masalah kamu sendiri, tapi baru beberapa bulan kamu pergi, kamu sudah kembali kesini lagi dan dengan keadaan yang lebih parah," ucap Igun sambil mengusap rambut Aira.
Aira hanya diam, tubuhnya tak bereaksi namun mata Aira perlahan memerah, melihat keadaan Aira, Igun merasa jika Aira mendengar ucapanya.
Igun meraih tanggan Aira," Aira bukan kah kakak adalah orang yang paling kamu percayai Aira, ayo bicarakan semuanya pada kakak , tentang masalah kamu, kakak bersedia mendengar segala keluh kesah kamu Aira, kakak akan berusaha membantu setiap masalah yang kamu hadapi." tutur Igun sambil mengusap punggung tangan Aira.
Igun melihat bulir bening jatuh menetes perlahan di sudut mata Aira.
"Ya sudah kamu tenang saja, ngak apa-apa jika kamu belum siap untuk mengatakanya Aira," ucapnya sambil menyapu titik air mata Aira yang perlahan menetes.
"Yuk, kita keruangan terapi khusus, di sana kamu akan bertemu dokter yang akan memeriksa kamu," papar Igun ia pun mendorong kursi roda Aira.
Igun membawa Aira kesebuah ruangan, di sana Suci bersama asistennya telah menyiapakan terapi khusus untuk menenangkan jiwa pasien, sambil menganalisa sensitifitas pasien terhadap ransangan.
Aira duduk di hadapan Suci, setelah membaca data diri Aira secara lengkap termasuk rekam medisnya, Suci pun memulai pemeriksaanya.
__ADS_1
"Aira," sapa Suci.
"Aira kamu dengar saya," Suci mengulangi sejenak Aira menggangkat wajahnya tapi beberapa detik kemudian ia kembali menunduduk.
Asisten Suci memasang alat pencatat detak jantung di dada Aira, dan memasang belenggu di tangan Aira agar ia tak bergerak.
"Aira kamu dengar saya?" tanya Suci, sambil memperhatikan irama jantung Aira.
Jantung Aira masih dalam keadaan stabil, itu bearti Aira belum merasakan rangsangan.
"Aira, coba ceritakan masalah kamu Aira, apa yang membuat kamu tertekan sampai seperti ini?" tanya Suci.
"Apakah masalah rumah tangga?" Suci.
Deg,Deg, Deg, jantung Aira mulai berdetak kencang.
Suci menangkap adanya reaksi dari irama jantung Aira.
"Atau masalah hukum yang sedang menjerat kamu?" tanya Suci dengan lebih tegas.
"Kamu takut di penjara? Atau kamu sedih karna kehilangan anak kamu, atau kamu takut suami kamu menikah lagi?" tanya Suci dengan penekanan-penekanan pada setiap pertanyaanya.
Wajah Aira mulai menunjukan kecemasan, diagfamanya terlihat turun naik, Aira mengenadahkan kepala, ia seperti kesulitan bernafas.
Igun pun panik," Ma, apa tidak bisa lebih pelan Ma, pertanyaan itu malah membuat Aira tertekan," bantah Igun.
"Tak apa, mama tahu apa yang mama lakukan, kita harus membuatnya sadar dari lamunan hampa nya, saat ini ia sedang menghindari masalahnya dengan berhalusinasi jika dirinya kini berada dalam ketenangan, tanpa gangguan dan masalah, kita harus membuatnya mengingat kembali permasalahan-permasalahan yang menimpanya kini, kamu tenang saja,cara ini lebih efektif dalam memulihkan memorinya."
"Ingatkan dia tentang permasalahan yang di hadapinya saat ini, biarkan dia menjerit berteriak dan menangis, dengan demikian kita tahu, permasalahan apa yang membuat jiwa terguncang, " papar Suci.
Igun pun menggangguk.
__ADS_1
Suci kembali menanyakan hal itu berulang-ulang, hingga Aira menujukan reaksinya, Aira berteriak dan menangis, setelah itu ia kembali pingsan.
***
Sementara itu Aldi dan Doni mendatangi lembaga bantuan hukum, selain mereka akan menyewa pengacara pribadi untuk Aira, alasannya mereka mendatangi LBH adalah untuk memimta dukungan morir, di sana Aldi bisa sharing tentang kasus yang menimpa istrinya, LBH sendiri sebagai lembaga bantuan akan memberi saran dan langkah hukum yang bisa di tempuh mengenai kasus yang menimpa Aira, di sana mereka berkonsultasi tentang kasus yang tengah di hadapinya saat ini, dari LBH nantinya akan merekrud advocat yang berpengalaman dalam menangani kasus pidana yang di lakukan oleh anak di bawah umur, atau anak yang belum genap berusia delapan belas tahun, selain itu di sini Aldi bisa berkonsultasi tentang langkah-langkah yang harus diambil sebagai pendamping bagi tersangka dalam persidanggan nantinya.
Karna sidang pra peradilan akan di gelar pada awal minggu ini,.Aldi mengkonsultasikan kasusnya tersebut dalam upaya mencari bukti untuk meringankan tersangka.
"Setelah mendengar pemaparan anda pak Aldi, kami merasa ada beberapa kejanggalan dari kasus ini, pertama korban di tuntut dengan pasal penganiyaan yang menyebabkan korban meninggal, menurut saya pribadi tuntutan tersebut tak sesuai, jika kasus di sebut penganiyayaan tak ada alasan mendasar, mengingat pelaku hanya melakukan penusukan sekali, jika memang tak ada luka yang lain pada tubuh korban maka itu terjadi tanpa unsur kesengajaan, itu point pertama."
"Dan yang kedua, tusuk kan pisau dapur yang yang berhulu tak seberapa lancip dengan tenaga yang tak cukup kuat, hanya akan menembus bagian kulit tanpa merusak organ dalam, selain itu luka robekan pada kulit tanpa mengenai oragan dalam, maka luka tersebut mengering dalam beberapa saat, dan tak akan sampai mengancam nyawa, jika memang korban meninggal karna tusukan tersebut, kenapa meninggalnya setelah enam hari di rawat di rumah sakit," papar pria yang bernama Hilman tersebut.
Aldi terperangah dengan pernyataan dari pengacara tersebut.
"Benar juga pak, lalu apa yang harus saya lakukan?" Tanya Aldi bersemangat.
"Lakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, kita juga akan meminta rekam medis dan riwayat penyakit pasien, mungkin saja pasien menderita komplikasi penyakit lain atau karna efek dari interaksi obat yang di komumsi secara bersamaan," papar Hilman.
Dan point ke tiga, jika memang korban sudah mengincar istri anda sebelumnya, itu bearti korban sudah merencanakan tindakan pelecehan tersebut sebelumnya."
"Di sini kita akan minta keterangan dari beberapa saksi yang mengetahui keseharian korban, ada dugaan pelaku tak hanya mengincar istri anda, mungkin ada beberapa korban lain yang hampir serupa dengan istri anda, kemungkinan besar korban adalah seorang penyuka gadis remaja."
Aldi menggangguk," Jika memang begitu, apa istri saya bisa terbebas dari tuntutan hukum?" tanya Aldi.
"Tergantung dari pembuktian di depan hakim, sebagai advokad kami hanya mengupayakan keringanan hukuman korban, jika alat bukti dan saksi bisa memberatkan korban, bisa jadi istri anda mendapat keringanan atau bisa terbebas dari segala tuntutan," papar pengacara tersebut.
Aldi menarim nafas lega, meski harapanya kecil, tapi masih ada harapan bagi Aira untuk bebas dari segala tuntutan.
"Terima kasih pak, senang berkonsultasi dengan anda," ucap Aldi sambil menjabat tangan Hilman.
"Baiklah kami akan merekrut beberapa orang advokat untuk menjadi kuasa hukum anda, " Hilman
__ADS_1
Aldi menyambut baik maksud dari pengacara tersebut, Terima kasih pak, saya tunggu kabar terbaru dari anda, ucap Aldi sambil melepaskan jabatan tangan mereka.
Bersambung dulu guys, semoga kamu tetap suka dan tetap menyimak sampai akhir kisah ini sampai tamat, dukung author juga ya, dukungan kamu sangat berati bagi author.terima kasih yang sudah mendukung author ya salam hangat dari author