Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Terlaksana


__ADS_3

Matahari belum juga terbit, namun dari arah kamar mandi sudah terdengar bunyi kran air yang berbunyi.


Petunjuk masih berada di pukul tiga pagi, namun Aldi sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dan ceria.


Hari ini adalah hari yang ia tunggu setelah penantiannya selama enam tahun, hal itu yang membuatnya begitu semangat meski suasana masih terasa sunyi.


Aldi seperti tak sabar menanti waktu, karna dalam beberapa jam lagi, ia dan Aira akan resmi menjadi sepasang suami-istri.


Aldi memaku di sudut kamar, tak tahu apa yang harus di lakukannya lagi.


Ia pun meraih handphonenya mencari kontak calon istrinya.


Beberapa saat melakukan panggilan akhirnya telpon tersebut di angkat juga.


***


Aira masih terlelap di atas tempat tidurnya, suara dering handphone membuatnya tersadar.


Aira meraba handphone tersebut dengan mata yang terpejam.


"Hallo," ucapnya dengan suara yang serak karna bangun dari tidur.


"Hallo sayang, kamu belum bangun?"tanya Aldi yang tak punya kerjaan.


"Mas kamu tuh ngapain sih nelpon sepagi, tadi malam aku tidur larut jadi masih ngantuk Mas," ucapnya seraya menguap.


"Eh ini sudah pagi nanti kamu terlambat," sahut Aldi.


"Mas ini tuh masih pukul tiga pagi, kamu itu ngak tidur apa?"tanyanya dengan nada malas.


"Bukan ngak tidur sayang, tapi ngak bisa tidur, sudah ngak sabar lagi." Aldi.


"Ehm, masih beberapa jam lagi Mas, Aira masih sempat tidur, ntar kalau kurang istirahat nanti malam kelelahan, trus ngak bisa deh melayani mas Aldi dengan baik."Aira coba memberi alasan.


"Iya juga sayang, si buyungkan malam ini mau berbuka puasa setelah enam tahun semedi di sangkar segitiganya, ya sudah kamu tidur lagi beberapa jam kemudian mas Aldi akan bangunkan kamu kembali."


"Iya Mas," sahut Aira seraya tersenyum, akhirnya ia bisa kembali melanjutkan tidurnya meski hanya beberapa jam.


Matahari mulai menampakan diri seraya tersenyum ramah menyapa setiap mahluk di bumi.


Kediaman Aldi sudah di sibukan dengan persiapan pernikahan, rencananya Aira dan Aldi akan menikah di sebuah Masjid tepat pukul delapan pagi.


Barang-barang hantaran berjejer rapi di ruang tamu, semia sudah di persiapan karna sebentar lagi di angkut menggunakan pickup.


Aldi mulai bersiap mengenakan pakaian pengantin prianya dengan strelan jas dan celana yang berwarna putih, wajahnya semakin terlihat tampan saja kala itu, karna selalu tersenyum bahagia.

__ADS_1


Dengan antusias Maya membantu Aldi mengenakan segala atribut perlengkapan mempelai prianya.


"Sudah siap Aldi," ucap Maya ketika semua di rasa sudah lengkap.


"Iya, terima kasih Bunda," ucap Aldi bahagia.


Keluarga sudah berkumpul dan bersiap menuju tempat ijab qabul.


Keluarga Aldi mengutus seseorang untuk menjemput Pak Tarman yang akan menjadi wali nikah mereka.


Sementara Aira, akan menggunakan mobil terpisah bersama sang ibunda Nirmala.


Arak-arakan mobil penganten yang berjumlah puluhan mobil tersebut langsung menuju tempat yang akan di langsungkannya akad nikah sekitar dua puluh kilometer dari rumah mewah Aldi.


Senyum selalu mengembang di wajah pria tampan yang sebentar lagi akan melepas status dudanya tersebut.


Terima kasih Tuhan, karna engkau telah persatukan kami kembali, ada begitu banyak hikmah dari kejadian yang dapat di jadikan pelajaran, semoga kali ini adalah pernikahan terakhir bagi kami, Engkau lah menyatukan kami dan Engkau juga yang akan memisahkan kami hingga mau merenggut salah seorang dari kami.


Aldi menitikan air mata di balik senyum bahagianya.


Sementara itu, di rumah Aira tak terlalu sibuk, hanya beberapa tetangga dan rekan sesama anggota polisi yang akan mengiringi mobilnya ketika menuju tempat berlangsungnya ikrar ijab qabul.


Aira berada di depan meja riasnya di dampingi oleh Nyonya Nirmala yang membantunya merapikan dandanannya.


Dengan menggunakan kebaya putih berbahan sutra dan tile, serta sanggul dengan hiasan mutiara Asli.


Nirmala tersenyum penuh haru dan bangga melihat sang putri yang kembali akan menikah, namun inilah pertama kalinya ia melihat putrinya tersebut mengenakan kebaya pengantinnya.


Nirmala menghampiri putrinya kemudian melingkarkan tangan nya pada bahu Aira. "Ibu bersyukur Aira, karna bisa melihat kamu menikah, hal yang begitu ibu impikan kini menjadi kenyataan, kamu sekarang sudah dewasa Nak, banyak hal yang telah ibu lewati dalam hidup ini, seperti melihat kamu yang tumbuh menjadi seorang gadis, pasti kamu sangat berat melewatinya sendirian,namun Ibu bangga, meski melewati banyak rintangan yang sangat sulit tapi kamu bisa menghadapinya, kamu jadi wanita yang lebih tangguh saat ini," papar Nirmala seraya menitikan air matanya.


Aira tersenyum seraya memutar tubuhnya menghadap sang ibunda.


"Sudahlah Bu, kadang luka dan air mata, bisa membuat kita lebih dewasa dan lebih tegar lagi dalam menghadapi setiap cobaan , Aira yakin apa yang di berikan Tuhan adalah yang terbaik, karna Allah tak akan memberi ujian di luar batas kempuan umatnya," tutur Aira.


Nirmala tersenyum dengan bangga dan haru kembali," Kamu benar Nak, karna kamu kuat makanya di beri ujian yang berat, dan Alhamdullilah kamu mampu menakluk kan nya," papar Nirmala sambil memeluk erat putrinya.


Dengan penuh kasih sayang Nirmala mengusap punggung putrinya tersebut, beberapa saat mereka merenggangkan pelukannya.


Aira meraih tangan Nirmala kemudian mencium punggung tangganya.


"Bu Aira mohon restu dan doa kepada Ibu, karna sebentar lagi Aira kembali membina rumah tangga Aira, semoga kali ini kami tak pernah terpisahkan lagi, keluarga kami akan jadi sakinah, mawardah dan warohma,"


"Iya Nak, di setiap doa ibu selalu ibu selitkan permohonan agar kamu bahagia selalu, ibu hanya memberi nasehat agar kamu selalu mematuhi suami mu, setinggi apa pun jabatan karir kamu, maka saat berada di rumah kamu adalah seorang istri yang harus mengabdi kepada suami kamu,"ucap Nirmala.


"Iya Bu Aira mengerti."

__ADS_1


"Maaf kan ibu ya Nak, karna tak pernah ada saat kamu membutuh kan kasih sayang ibu, namun tak henti-hentinya ibu berdoa agar kamu selalu di mudah segala urusan kamu," papar Nirmala.


"Iya Bu, mungkin karna doa dari ibu, Aira mampu melewati semua ini, "ungkap Aira, ia pun memeluk sang ibunda.


"Nirmala meneteskan air mata harunya, Tak terasa kamu sudah sebesar ini Nak," ucap Nirmala yang seolah tak percaya melihat semua ini.


***


Keluarga sang calon pengantin pria sudah sampai di halaman masjid raya, di mana para tamu undangan serta karib kerabad juga ikut menghadiri acara sakral tersebut.


Salah satu tamu yang hadir adalah Letnan Airlangga yang tengah berbincang dengan sesorang yang tak asing lagi yaitu Edo.


Dengan di dampingi istri mudanya kini Laura Monica resmi menjadi ibu Bupati, yang membuatnya semakin menengadahkan kepala.


Rupanya kedua pria tersebut saling mengenal.


Ada juga beberapa dari anggota kesatuan anak buah Aira yang ikut hadir dan berpastipasi mengamankan dan mengawal selama acara tersebut berlangsung hingga selesai resepsinya.


Pukul delapan tepat.


Aldi dan Pak Tarman saling berhadap-hadapan di dampingi seorang penghulu dan beberapa orang yang menjadi saksi.


Suasana menjadi hening sejenak, "Kita mulai saja," ucap Penghulu.


"Pak Tarman anda siap?"tanya penghulu tersebut kepada Pak Tarman.


"Siap!" Pak Tarman.


"Saudara Reynaldi anda siap?"tanya pak penghulu.


"Sangat siap!"ucap Aldi berapi-api meski jantungnya berdetak karna merasa gugup saat itu.


Pak Tarman membaca doa sebelum memulai ijab qabulnya, begitu pun Aldi, tak hentinya ia memohon kelancaran ucapannya agar tak salah.


Pak Tarman menjabat tangan Aldi, dan langsung di sambut oleh Aldi.


"Reynaldi Alfian saya nikah dan kawinkan kamu dengan putri kandung saya dengan mahar seperangkat alat sholat di bayar tunai."Pak Tarman.


Aldi menarik nafas panjangnya dan menahannya selama beberapa detik kemudian menghembuskannya dengan perlahan.


"Saya terima nikah dan kawinnya, Ryanti Alfaira dengan mas kawin tersebut di bayar tunai," dengan satu helaan napas Aldi menghentak jabatan tangan calon mertuanya.


Sejenak mereka semua bergeming.


"Bagaimana para saksi, apakah sah?"tanya penghulu.

__ADS_1


Bersambung guys, he he.


Buah pepaya buah kedondong bagi hadiahnya dong, fans Aira dan Aldi suara nya mana nih, sekali-sekali nimbul dong di kolom komentar, heran deh, kyknya cuma novel author yang sepi kolom komentarnya he he curhat dikit, masih mau lanjut ngak nih?????


__ADS_2