
Arsyad sudah berada di depan rumah Nando.Ia bermaksud untuk menjemput Nisa dan menghadiri pertandingan bola basketnya.
Mala membuka pintu dan kaget melihat Arsyad berada di depan rumahnya.
"Selamat pagi Tante! " sapa Arsyad ramah, sambil menjabat tangan Mala.
"Ehm, selamat pagi juga!"
"Tante saya mau jemput Nisa, Nisanya ada Tante? " tanya Arsyad.
Ehm, Mala berfikir sejenak.
"Iya ada, sebentar tante panggilkan Nisa. "
"Nisa! Nisa!" seru Mala.
Nisa tersenyum di kamar, karna ia tahu jika Arsyad sudah tiba untuk menjemputnya.
Mala harus bersikap baik pada Annisa agar minggu depan ia bisa membawa Nisa keluar kota untuk menjalani prosesi akad nikahnya bersama Frans tanpa paksaan.
"Nisa! ada Arsyad yang menjemput kamu. " Mala.
"Iya Tante," Nisa pun keluar dari kamarnya.
Nisa pun turun dari kamarnya dan langsung menghampiri Arsyad yang menunggunya di ruang tamu. Setelah berbasa-basi pada Mala, mereka pun langsung menuju tempat Arsyad melaksanakan pertandingannya.
Seperti biasanya Arsyad mengunakan motornya ketika beraktifitas di sekolah.Mereka pun mengendarai motornya untuk sampai di tempat pertandingan
Sesampainya di tempat pertandingan Arsyad membawa Nisa untuk bertemu bersama teamnya yang lain di sebuah ruangan.
Dan Arsyad memperkenalkan Nisa kepada sesama anggota tim-nya.
"Hay guys sudah lama nunggu ya? " tanya Arsyad.
"Hey Sad, kamu sudah di tunggu oleh pelatih tuh, mau prepare, untung pertandingannya belum di mulai."
"He he maaf ya."
"Iya. Belum mulai juga."
Salah seorang mereka pun melirik Nisa.
"Eh, cewek loh ya? " tanya salah satu dari mereka.
"Hm, iya." jawab Arsyad singkat.
"Wah pastinya kamu jadi lebih semangat dong dalam pertandingan kali ini? " tanya salah satu dari anggota timnya.
"Hm, harusnya sih begitu. " Arsyad
Melihat kedatangan kapten tim mereka, pelatih mengarahkan mereka untuk berkumpul dan prepare serta mendengarkan arahan dari sang pelatih tentang strategi yang akan Mereka gunakan dalam pertandingan nanti.
Nisa duduk di sudut ruangan, menunggu Arsyad dan timnya selesai berdiskusi .
Setelah beberapa saat , tim tersebut pun selesai berdiskusi merekapun bersiap menuju lapangan. Sebelum itu Arsyad mengantar Nisa untuk duduk di atas kursi penonton, di sana juga sudah ada Arsel dan Dinda yang hadir untuk mendukung Arsyad.
Arsel berdiri ketika melihat Arsyad menghampiri mereka.
"Eh ada Nisa," cetus Arsel.
Dinda mengkerucut bibirnya matanya melirik ke arah Nisa dengan sinis.
__ADS_1
"Iya gue titip Nisa ya. Selama gue bertanding." Arsyad.
"Iya tenang aja. Segitu-gitunya loh, takut di ambil orang lagi ya? " tanya Arsel menyindir dirinya sendiri, karna telah merebut Dinda dari Arsyad.
Arsyad tersenyum.
"Ngak lah, gue yakin dia setia kok," ucap Arsyad melirik ke arah Dinda.
"Syad! "pelatih menanggil Arsyad yang masih berada di bangku penonton.
Arsyad pun menoleh kearah pelati yang memanggilnya.
"Nis aku pergi dulu ya." Arsyad.
"Iya Syad semoga menang! "ucap Nisa sambil menyiku tanganya keatas.
"Iya, terima kasih. Semoga menang! "
Arsyad pun menuju lapangan berkumpul karna permainan basket segera di mulai.
Nisa duduk manis di samping Dinda yang terlihat cemburu terhadapnya.
Pertandingan pun di mulai. Sorak-sorak penonton yang di dominasi oleh cewek-cewek tersebut terus menyoraki Arsyad yang kala itu menembak ke ring basket melalui beberapa kali lay-up dan tembakan langsung dari garis pinalti.
Pertandingan semakin seru, mereka pun terbawa alur dari pertandingan sengit tersebut.
Nisa terus memberi dukungan kepada Arsyad dengan bertepuk tangan setiap kali Arsyad mencetak poin.Dan setiap kali ia berhasil melakukan shooting ke ring basket , Arsyad selalu melambaikan tangannya ke arah Nisa. Begitu pun Nisa yang semangat menyemangati Arsyad.
Nama Arsyad menggema di ruangan tersebut , supporter yang hadir kebanyakan mereka adalah pengagum Arsyad. karna dirinya lah yang paling banyak menyumbang point untuk timnya, selain itu juga Arsyad terkenal dengan ketampanannya dan memiliki banyak penggemar.
Detik-detik berlalu kini permainan telah memasuki babak akhir dan shooting akhir Arsyad di depan garis pinalti membuat teamnya menjadi pemenang
"Yes! menang! " sorak pendukung Arsyad dan timnya.
Mereka bahkan ada yang terang-terangan menggungkap perasaannya terhadap Arsyad dan semua itu di dengar sendiri oleh Nisa.
"Ih Arsyad keren banget deh! gue ngefans banget sama dia, huh! Andai dia mau jadi pacar gue, "ucap salah satu fans Arsyad.
"Gue juga mau jadi pacarnya, ngak peduli jadi yang kedua atau yang ketiga-nya yang penting jadi pacarnya. Hm my lovely Arsyad. " Gadis yang lainya.
Dinda tersenyum sinis ke arah mereka.
'Hm, gue jadi nyesel nolak perjodohan dengan Arsyad,' batin Dinda ia pun tertunduk.
Dinda melirik ke arah Nisa yang tersenyum seraya melambaikan tangannya ke Arsyad.
'Kenapa harus dia yang merebut Arsyad dari gue,' batin Dinda.
Setelah pertandingan berarkhir. Tim Arsyad naik ke atas podium untuk menerima tropi dan piagan serta jaket juara pertama yang di pasangkan langsung oleh panitia.
Sebelum itu para penonton di suguhkan dengan perform dari cheerleader.
Pertunjukan pun usai.
Kini para pemenang naik di atas podium untuk mendapatkan penghargaan berupa medali tropy dan jaket.
Tepuk tangan meriah memenuhi ruangan tertutup tersebut, mereka ikut berbahagia atas kemenangan Arsyad dan timnya.
Setelah selesai penyerahan hadiah dan penghargaan Arsel mengajak Dinda dan Nisa menghampiri Arsyad yang ada di lapangan.
"Din, Nis yuk kita hampiri Arsyad, "ajak. Arsel.
__ADS_1
"Hm, yuk." Dinda.
Sementara Nisa juga ikut mereka menemui Arsyad yang sedang berkumpul bersama tim-nya.
"Hey Syad! gila mantap loh, sebagai saudara gue bangga terhadap loh. Loh emang the best.Ngak pernah kalah," ucap Arsel sambil memeluk Arsyad.
"Biasa aja Sel, mungkin lagi beruntung kali," sahut Arsyad merendah.
Dinda tersenyum seraya menyodorkan tangannya kearah Arsyad." Selamat ya Syad! "
"Iya terima kasih," jawab Arsyad menyambut uluran tangan Dinda.
Arsyad pun menoleh kearah Nisa yang tersenyum kepadanya.
Arsyad mendekat ke arah Nisa, ia melepas piagam yang menggantung di lehernya kemudian mengalungkanya pada Nisa.
Aku persembahkan kebangga ini orang orang yang spesial, ucap Arsyad seraya menggalukan piagam tersebut ke leher Nisa.
Nisa syok, begitupun dengan Dinda.
"Ehm, maksud kamu spesial apanya ?"tanya Nisa seraya tersenyum malu.
"Ehm, karna kami orang yang spesial buat aku. Kamu mau kan jadi pacar aku? " tanya Arsyad langsung.
Arsel tersenyum simpul, sementara Dinda semakin merasa cemburu. Namun ia berusaha menyembunyikan perasaannya.
Nisa tersipu, ia tersenyum seraya menundukan pipinya yang merona.
Rasanya malu untuk bilang ia, tapi juga sulit untuk mengatakan tidak.
Arsyad masih berdiri menanti jawaban dari Nisa yang masih terlihat ragu.
"Ayo Nis, terima aja! " seru Arsel.
Nisa semakin menundukkan wajahnya dengan senyuman malu dan wajah yang merah merona.
"Hm, iya gue mau jadi pacar eloh," sahut Nisa lirih.
Yey, Arsyad pun melepas jaket juara yang ia kenakan dan memakaikannya kembali pada Nisa.
'Kalau yang ini spesial untuk pacar aku," ucap Arsyad ia pun meraih tangan Nisa dan mencium punggung tangan.
Arsyad begitu romantis, di balik sikap diamnya.
Bahkan ia tak segan menembak Nisa di hadapan para fansnya. Seketika perbuatan Arsyad tersebut membuat Nisa merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia saat itu. Dan karna perbuatan Arsyad tersebut banyak para cewek menjadi patah hati, termasuk Dinda.
"Kalau gitu yuk kita langsung pulang, kita makan siang bersama untuk merayakan hari jadian kita, "ucap Arsyad seraya menggenggam erat tangan Nisa, ia pun membawanya keluar dari lapangan tersebut.
Sekali lagi mereka jadi pusat perhatian, hingga membuat para gadis menjadi iri terhadap Arsyad.
Dinda menatap sinis ke arah keduanya yang pergi meninggalkan lapangan basket, Arsel yang memperhatikan Dinda, ia pun menjadi curiga terhadap perasaan Dinda pada Arsyad.
"Sayang kenapa kamu terlihat ngak senang gitu melihat mereka jadian? "tanya Arsel.
Dinda gelalapan ketika di tanya hal tersebut.
"Ehm ngak kok. Perasaan kamu saja.Ayo kita pulang, "cetus Dinda berusaha mengalihkan pembicaraannya.
Dinda melangkah lebih dulu meninggalkan Arsel yang terpaku menatap ke arahnya.
"Apa Dinda juga menyukai Arsyad." guman Arsel dengan nada kecewa.
__ADS_1
Bersambung. tinggalkan jejaknya ya reafer. like komen, hadiah vote serta saran atau kesan-kesannya. Terima kasih 😍😘🙏