
"Pak Rt! pak Rt, kami mau berdemo, tetang gadis yang bernama Aira!" Mery.
Pak Rt keluar dari rumah nya dan kaget melihat sekitar 10 orang wanita berkumpul di depan rumahnya.
"Ada apa ini?!" tanya Pak Rt.
"Pak Rt, kampung kita ternoda dengan hadirnya gadis bernama Aira itu!"teriak Merry.
"Ada apa?memangnya kenapa dengan Aira?" pak Rt menenangkan massa.
"Aira itu hamil di luar nikah, kenapa malah di tampung di kampung kita, bikin kotor kampung kita saja!" Pia.
"Tenang, tenang, kalian salah sangka terhadap gadis tersebut, dia memang seorang janda yang di talaq suaminya saat mengandung, " ujar Pak Rt.
"Alah mana buktinya Pak Rt jangan percaya begitu saja dong!" Mery.
"Saya tidak bicara tanpa bukti, sebentar saya ada bukti keterangan yang menyatakan jika Aira pernah menikah dengan seorang pengusaha," papar pak Rt.
Pak Rt masuk kedalam rumah, dan kembali lagi dengan membawa bukti, foto pernikahan Aira dan fotokopi surat keterangan nikah.
Sebelumnya mbok Jum sudah mengira akan terjadi hal demikian jadi ia melapor beberapa saat setelah Aira berada di rumahnya,
Untung nya Aira membawa surat keterangan menikah dari Rt setempat.
Beberapa bulan berlalu
Aira meraba perutnya yang mulai membesar,sebuah senyum terbit di bibirnya saat menatap dirinya di depan cermin.
beberapa bulan telah berlalu, meski berat akhirnya Aira bisa membiasakan dirinya hidup tanpa Aldi.
Meski setiap malam ia harus menangis menahan kerinduannya.
Aira bersiap di depan rumahnya menunggu kedatangan Pak Adi.
Meski jarak antara rumah mbok Jum dan rumah Pak Adi memakan waktu satu jam perjalanan, tapi Aira lebih memilih diantar Pak Adi untuk mengantar jemputnya kemana saja.
"Selain merasa aman, Aira selalu memberi uang lebih untuk pak Adi, agar bisa membantu sedikit perkenomian pak Aldi dan keluarganya.
"Mbok! Pak Adi sudah tiba Mbok!"seru Aira memanggil siMbok ketika mobil pak Adi memasuki perkarangan rumahnya.
"Iya Non, sebentar, "sahut si mbok.
Aira menggunakan baju babydoll yang longgar pada bagian perut dengan panjang selutut, wajah cantik dan ayunya membuat jejaka sekitar kampung tersebut mengantri untuk mendekatinya, meski mereka tahu jika Aira seorang janda yang sedang mengandung.
Beberapa laki-laki pun sudah ada yang menyatakan maksudnya untuk melamar Aira setelah ia melahirkan, dari yang perjaka sampai duda, dari orang biasa sampai pejabat setempat.
Namun Aira tak menggubris mereka, ia pun menolak dengan halus setiap lamaran yang datang kepadanya.
__ADS_1
Beberapa dari mereka yang telah di tolak tak putus asa begitu saja, mereka pun meminta mbok Jum untuk membujuk Aira agar mau menerima lamaran mereka.
Namun mbok Jum mengembalikan semuanya kepada Aira, karna ia tahu, Aira masih ingin mengejar cita-citanya.
Aira berencana akan melanjutkan kuliah setelah ia melahirkan.
Dengan hati-hati mbok Jum menuntun Aira untuk masuk kedalam mobil, mengingat perutnya yang besar, karna usia kandungannya menginjak tujuh bulan.
Mereka duduk dengan tenang di dalam mobil.
"Mbok Aira tak sabar ingin memeriksakan kandungan Aira, " ucapnya dengan bahagia.
"Iya Non, semoga keadaanya baik-baik saja ya, Non Aira ngak usah sedih terus kasihan anak Non, "nasehat mbok Jum.
Aira menyandarkan kepalanya ke bahu mbok Jum.
"Iya Mbok, apa pun akan Aira lakukan demi kesehatan anak Aira, karna cuma dialah yang membuat Aira semangat untuk hidup." paparnya lirih.
"Gitu dong Non, setiap peristiwa pasti ada hikmahnya, jadi kan ini sebagai ujian yang menguji ketangguhan non Aira, jika Non Aira berhasil melalui semuanya niscaya Non akan menjadi wanita yang tangguh," papar Simbok.
"Iya mbok, dari kecil juga Aira sudah terbiasa hidup sengsara, jadi Aira sudah ngak heran Mbok," sahutnya.
Asik asik mengobrol mereka pun sudah sampai di praktek dokter obgiin.
Beberapa lama menunggu dan mengantri akhirnya tiba juga gilirannya.
Aira meneteskan air matanya ketika layar menampak wajah calon buah hatinya.
"Hasilnya baik bu, pertumbuhan janin nya juga normal, taksiran persalinannya sekitar dua bulan dari sekarang, "papar dokter tersebut.
Aira dan Mbok jum tersenyum bahagia.
"Jenis kel*min anak saya apa dok?"tanya Aira.
"Belum terlihat Bu," yang terpenting janin anda tumbuh dengan sempurna, berikut sata resepkan vitamin penambah darah dan vitamin E ya." Dokter.
"Iya dokter, terima kasih,"ucap Aira.
Setelah pemeriksaan tersebut, mereka pun keluar dari ruangan dokter dengan perasaan bahagia.
Mata Aira berkaca-kaca ketika melihat sepasang suami istri bergandengan tangan dengan mesra, sepasang suami itu duduk, mereka pun saling melemparkan senyum saat keduanya mengelus perut buncit sang istri.
Alangkah bahagianya wanita itu, saat seperti ini di dampingi oleh suaminya, batin Aira.
Mbok Jum memperhatikan wajah Aira yang tiba-tiba berhenti, mbok Jum menatap pandangan yang Aira tuju.
Wajah Aira seketika menjadi sedih.
__ADS_1
Simbok menepuk pelan pundak Aira,."Sabar Non," ucap simbok.
"Iya Mbok," Aira mengalihkan pandanganya menahan air matanya agar tak jatuh.
Aku wanita yang kuat, dan aku tak ingin menjadi lemah.Aira.
Setelah dari praktek dokter, mereka pun berbelanja kebutuhan Aira untuk persalinan.
Mobil yang di kendarai pak Adi menuju sebuah toko perlengkapan bayi.
Aira sangat antusias ketika melihat perkelengkapan bayi.
Aira melihat stroler, ia pun membelinya setelah membelinya, kemudian Aira dan mbok jum memilih pakaian bayi.
"Ih mbok, lucu-lucu sekali bajunya, "ucap Aira gemes.
"Pilih yang mana ya?"tanya Aira seraya mengedar pandangannya.
"Non karna jenis ke*lamin anak Non belum jelas, pilih baju netral saja, pilih baju bayi dulu, yang warna putih atau biru, " papar simbok.
"Ih ini mbok Aira gemes banget pingin beli mbok, " ucap Aira sambil menunjuk pakaian untuk bayi perempuan.
"Ih ini lagi mbok, Aira pingin beli semuanya, "ucapnya menggeram.
"Non, kan kita belum tahu anaknya cewek apa cowok, kan mubazir kalau beli yang salah, "cetus si mbok.
"Ah ngak apa Mbok, Aira mau beli baju cewek dan baju cowok mbok, kalau anak Aira cewek, baju anak cowoknya Aira sumbangin mbok, siapa tahu anak teh lilis tetangga kita butuh "ucap Aira.
Simbok tersenyum," Iya Non, asal niatnya baik dapatnya juga pasti baik," papar simbok.
setelah puas berkeliling di toko tersebut, Aira pun membeli banyak pakaian bayinya, mulai dari pakaian bayi baru lahir sampai bayi yang sudah berusia beberapa bulan.
Semua barang di incar Aira, ia sangat senang melihat perlengkapan bayi yang menggemaskan.
Setelah membeli perlengkapan bayinya, Aira pun membeli baju daster untuk dirinya dan simbok.
"Mbok pilih saja pakaian yang si mbok suka, jangan sungkan mbok," ucsap Aira.
Aira memilih pakaian untuknya sehari-hari dan untuk persiapannya menjelang persalinannya.
Begitu pun simbok yang juga memilih baju untuknya dan mang ujang.
Aira merasa bahagia karna uang yang ia belanjakan merupakan hasil keuntungan dari usaha penjualan kripik usus ayamnya.
Sebagai sujud syukurnya, Aira juga membeli pakaian muslim untuk anak-anak dan istri pak Adi dan baju daster untuk sepuluh karyawan wanita yang bekerja dengannya.
Bersambung ya guys, dukung author terus.
__ADS_1