Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Rumah Impian


__ADS_3

Alita dan Bagas bersiap untuk berangkat bekerja.


Sebelum keluar dari kamar Mereka ,Alita menyimpul dasi Bagas terlebih dahulu kemudian mengrnakannya jas.


Bagas menatap ke arah Alita.


Di lihatnya wajah istrinya yang terlihat lelah.


"Sayang kalau kamu capek, istirahat dulu di rumah," usul Bagas.


"Ehm, Ngak lah Mas.Justru di rumah aku malah bosen. " Alita.


"Yah sudah, tapi ngak usah terlalu di porsir.Aku ngak mau terjadi sesuatu pada kandungan kamu. " Bagas.


Ehm. Alita menggangguk.


"Kalau gitu, kita sarapan dulu." Bagas.


Keduanya pun menuju meja makan. Di sana juga sudah berkumpul Edo dan saudara-saudra Bagas .


Melihat Edo,Bagas kembali merasa dongkol.


Ada saja ulah Edo yang selalu bikin Bagas sakit hati.


Bagas duduk dengan bibir yang mengkerucut dan tatapan mata yang sinis mengarah ke Edo.


Dengan santainya Edo malah menguyunyah makanannya, meski ia tahu Bagas tengah menatapnya sinis.


"Gas, kamu kenapa sih menatap Ayah kamu seperti itu?" tanya Nina yang heran dengan tatapan Bagas.


"Ibu tanya saja sendiri dengan orangnya. Tuh mumpung masih hidup!" sarkas Bagas menunjuk ke arah Edo.


Yang di tunjuk malah semakin acu dan membuat wajahnya semakin tak berdosa.


"Bagas! Ngak boleh begitu." Nina.


"Biarin saja, " dengus Bagas.


Bagas menggigit rotinya dengan mengunggisnya sambil menatap sinis wajah Edo. melihat Bagas yang terlihat begitu dendam terhadapnya, Ia pun tersenyum sambil memainkan alisnya.


***


Bagas sekarang berada di ruangannya. Dia meminta Alita membawa kontrak kerja sama yang di tawarkan oleh salah seorang penguhasa kepada perusahaannya.


Alita masuk ke dalam ruangan Bagas


Alita menyodorkan beberapa berkas ke meja kerja suaminya.


Ia pun sedikit membungkukkan tubuhnya di samping Bagas.


"Mas. Ini ini kontrak kita dengan pak Rocky yang Mas pinta," ucap Alita sambil menunjuk pada berkas yang ia sodorkannya.


Bagas tersenyum dan menarik pinggang Alia agar duduk di pangkuannya.


"Ada kursi empuk.Duduk saja di sini, "ucap Bagas sambil melingkarkan lengannya pada perut Alita yang kini duduk di pangkuannya.


Alita pun tersenyum menatap Bagas.


Dengan manja ia melingkarkan lengannya pada leher Bagas.

__ADS_1


Keduanya saling menatap dan semakin mendekatkan wajah mereka.


Dalam sekejap mata ,bibir mereka sudah menyatu dan saling berpaut. Keduanya bercumbu.


Maklum saja baru kali ini Bagas merasakan jatuh cinta untuk yang kedua kalinya.


Kali ini cintanya begitu berbabalas,


sosok yang selalu sabar menunggunya membuka hati. Sebuah hadiah Istimewa yang di kirim kan tuhan padanya, untuk mengobati rasa patah hati dan kekecewaannya selama ini.


Selama ini, ia berusaha mempertahankan perasaannya dan berharap pada sesuatu yang tak lagi pantas untuk di miliki olehnya.Namun,Alita hadir saat dirinya patahati dan mau menerima serta menunggu cinta itu kembali bersemi di hatinya.


Tuhan nemang selalu memiliki rencana, segala yang ia berikan adalah yang terbaik. Kini ia juga bisa merasakan bahagia tanpa harus menyakiti atau pun merampas milik orang lain.


Di saat cinta itu bersemi ia bisa mengungkapkannya dan mengekspresikanya dalam bentuk apapun, karna telah menjadi sesuatu yang halal baginya.


Kedua pasangan tersebut sedang asik bercumbu.Namun, tiba-tiba saja pintu terdengar di dorong oleh seseorang.


Pak Yanto tanpa sengaja memergoki keduanya yang tengah asik bercumbu.


Alita dan Bagas pun melepas pangutannya dengan wajah yang merona.


Pak Yanto jadi serba salah.


"Maaf pak, Anda memanggil saya tadi? " tanya pak Yanto yang menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


Bagas pun lupa, jika sebumnya ia memanggil pak Yanto untuk membantu Alita.


Agar istrinya tersebut tak terlalu lelah.


"Iya Pak. Tolong bikin profosal untuk pak Rocky. Beliau begitu tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan kita. " Bagas.


Alita dan Bagas saling memandang.


"Sudah kamu istirahat saja. Kita makan siang yuk." Bagas.


"Ayuk. " Alita.


Keduanya pun keluar dari kantor dengan bergandeng mesra. Tentu saja hal itu membuat karyawti mereka semakin iri terhadap Alita.


***


Ghael dan Alia sedang berada di mobil menuju sebuah lokasi proyek perumahan.


Mobil Ghael berhenti pada sebuah rumah d type 180, dengan dua lantai.


"Ini rumah kita? " tanya Alia sambil membuka sealbetlnya.


"Iya Sayang, itu juga kalau kamu mau dan setuju." Ghael.


Alia tersenyum ke arah Ghael.


"Tentu saja aku mau Bang.yuk kita masuk! kita lihat bagaimana rumah masa depan kita nanti, " ucap Alia dengan penuh semangat.


Ghael melepas seatbeltnya.


Keduanya sudah di tunggu oleh petugas developer yang sudah janjian bertemu Ghae


"Selamat pagi Pak, "ucap lelaki tersebut sambil menyodorkan tangannya pada Ghael.

__ADS_1


"Selamat pagi juga Pak. Istri saya ingin melihat bagian dalam rumah ini." Ghael menyambut jabatan tangan pria tersebut.


"Oh iya Pak, kami sudah menunggu Anda. Silahkan masuk. "


Lelaki tersebut membuka kunci rumah, Ghael dan Alia pun masuk ke dalam rumah tersebut sambil melihat lihat keadaan sekelilingnya


Alia masuk dan mengedar pandangannya, ia pun tersenyum.


"Bagaimana sayang? " tanya Ghael yang tersenyum melihat ke arah istrinya yang tersenyum.


"Ehm, aku suka design-nya Mas. Aku tak sabar untuk mendesign ulang rumah kita dengan perabotan dan alat-alat rumah tangga, " ucap Alia dengan semangat.


"Aku juga ngak sabar untuk membawa keluarga kecil kita tinggal di rumah ini," ucap Ghael sambil mengusap perut istrinya yang sudah terlihat membuncit.


Ia pun merangkul pundak istrinya sambil berjalan-jalan mengikari sekeliling rumah.


Mereka berada di lantai dua. " Sayang kamu tinggal pilih ruangan yang mana yang akan kita jadikan kamar untuk kita. "


Setelah berkeliling, Alia pun menentukan sebuah kamar untuk kamar mereka.


"Bagaimana kalau yang ini saja Mas," ucap Alia.


"Iya Sayang. Kamu atur saja. " Ghael.


Petugas devloper tersebut terdenyum melihat pasangan muda yang terlihat begitu serasi dan harmonis tersebut.


"Bagaimana Pak? " tanya petugas tersebut.


"Ehm, saya dan istri saya setuju. Kami ambil rumah ini.Iya kan Sayang? "


Iya Mas, sahut Alia sambil memeluk pinggang suaminya.


"Baiklah Pak, silahkan berkeliling-keliling saja dulu. Nanti saya yang urus semua. "


"Terima kasih Pak. " Ghael.


Petugas tersebut pun meninggalkan mereka berdua.


Alia dan Ghael menuju balkon rumah rumah tersebut, dari atas ia melihat suasana yang terasa berbeda dari yang pernah ia rasakan.


Ghael memeluk istrinya dari belakang


"Sayang menurut kamu kita pindahnya setelah melahirkan atau sebelum kamu melahirkan? " tanya Ghael.


"'Ehm, setelah melahirkan saja Mas. Karna Bunda juga akan melahirkan dalam waktu yang hampir bersamaan. Dari itu alangkah baiknya saat-saat seperti itu kita ada bersama-sama.Lagi pula kita tak punya pengalaman untuk mengurus bayikan? " Alia.


Ghael semakin erat memeluk isyrinya dari belakang.


"Iya Sayang. semua terserah pada mu, Yang jelas aku pingin punya anak yang banyak," ucap Ghael sambil mendaratkan ciuman pada pipi Alia.


"Ehm, Tentu saja Mas.Asal kau tetap setia padaku selamanya. Aku rela melahirkan sebanyak apa pun anak yang kau pinta. " Alita


"Ehm, benarkah? I love you. " Ghael.


"Love you too Mas. "


Keduanya merasa bahagia, membayangkan masa depan rumah tangga mereka yang akan di karunia keturunan yang banyak.


Bersambung dulu ya guys. kira-kira anak Ghael dan Alia cewek atau cowok ya.

__ADS_1


__ADS_2