Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Aku dan Dia


__ADS_3

Bagas sudah berpakaian rapi berkemeja putih dan celana hitam, hari ini adalah hari pertama ia bekerja.


Bagas mulai mengerjakan tugas sesuai arahan yang di beri atasannya.


Kali ini Bagas di suruh mengantar berkas antara divisi dan mengantar minuman untuk para karyawan.


Alangkah kagetnya Bagas ketika sedang menjalankan tugasnya, ia justru bertemu dengan Ghael.


Ghael yang tampan dengan jas dan dasi yang kini duduk di kursi salah satu direktur.


Terlihat semakin banyak perbedaan antara mereka, sementara dirinya hanya sebagai office boy yang melayani kebutuhan karyawan lainnya.


Bagas tertunduk malu menyadari dirinya yang semakin tak pantas bersanding dengan Alia.


Meski merasa kucil,tapi Bagas melanjutkan kerjanya baginya ini adalah batu lonjakan untuk mencapai kesuksesnyanya, dengan ijasah SMA maka memamg hanya ini perkejaan yang bisa ia dapati.


Ghael melangkah menuju ruangannya, berjalan tegak penuh karisma, siapa yang tak kagum melihat penampilannya ketika itu, tampan, keren, macho dan cool,hampir seluruh karyawan wanita dan pria mengagumi kharismanya.


Apa lagi ia seorang yang lebih banyak kerja dari pada bicara, Al hasil Ghael jadi primadona baru kantor tersebut.


***


Waktu terus berlalu, sudah hampir seminggu Bagas bekerja di kantor ini, hari ini akan di adakan acara Peringatan Anniversary kantor yang di adakan di aula gedung, Bagas dan rekanan-rekannya bertugas untuk mendekorasi gedung utama dan Aula, agar lebih semarak gedung tersebut pun di beri beberapa hiasan dan ornamen ala Aniniversary seperti gapura yang terbuat dari balon, dan sebagainya, ada pula balon gas raksasa yang bertulisan Anniversary perusahan yang melayang di udara.


Anniversary kali ini akan di adakan sangat meriah, pada hari sabtu akan di adakan lomba antar karyawan, di antaranya tarik tambang beregu, lomba nyanyi dan sebagainya ada pula doorprize dengan beragam hadiah.


Untuk menyemarakkan lomba, CEO dari perusahaan tersebut mengundang artis ibukota dan beberapa band ternama sebagai penghibur.


Meski hari ini karyawan libur bekerja namun ada beberapa karyawan yang tetap harus bekerja salah satunya divisi OB mereka tetap bekerja menggunakan shift.


Sebagai CEO dari perusahaan tersebut, Aldi membawa seluruh anggota keluarga untuk menikmati tontonan yang telah hadirkan di atas panggung.


Keluarga besar Aldi berada di sebuah tenda dengan panggung dadakan begitupun para staf dan direksi yang membawa keluarga mereka.


Alunan musik merdu silih berganti di panggung tersebut, mulai dari musik dangdut dan group band pop tanah air.


tak ketinggalan beberapa orang terkenal dan kepala daerah juga di undang dalam perhelatan tersebut termasuk Edo sahabat Aldi mitra bisnis, sekaligus gubernur daerah tersebut.


Alia dan Aira pun juga hadir, saat itu Aira dan beberapa jajaran angota kepolisian juga ikut hadir sebagai tamu undangan.


Aira datang dengan mengguna seragamnya, selain istri dari Aldi dia juga merupaka wakapolres di daerah tersebut.


Keluarga Aldi membaur bersama pejabat dan orang penting lainya, selain kedua anaknya, Ghael juga hadir sebagai bagian dari keluarga Aldi.

__ADS_1


Dari kejauhan Bagas melihat Alia dan keluarganya, barulah ia sadari ternyata dirinya kini bekerja di perusahaan ayahnya Alia sebagai OB.


Tak hanya itu, Bagas juga melihat Edo yang hadir beserta istri dan beberapa orang jajarannya, sedang menikmati hiburan dari persembahan group band yang di hadirkan perusahaan tersebut.


Jadi perusahaan ini milik ayah Alia, lihatlah Bagas keluarga Alia, mereka semua orang sukses, Ayahnya seorang CEO perusahan besar,ibunya seorang polisi,adiknya atlet basket professional, lalu apa yang bisa kau bangga kan dari dirimu.


"Apa yang terjadi seandainya ayah Alia tahu jika kekasih anaknya hanya seorang OB di perusahaannya." guman Bagas.


***


Malam harinya acara di lanjukan kembali dengan acara pemotongan tumpeng, kali ini yang hadir beberapa rekan dan kolega Aldi dan beberapa pengusaha.


Alia berdiri di samping ayahnya di sisi kanan sementara di sisi kiri ada Aira sang istri tercinta.


Satu persatu tamu yang datang hadir menemui Aldi, mereka juga membawa istri putra atau putri mereka yang di perkenalkan sebagai penerus perusahaan mereka.


Alia tampak sangat cantik dan anggun dengan mididress berbahan satin berwarna peace, dengan rambut yang di biarkan tergerai dan di buat bergembong.


Beberapa dari pengusaha tersebut berniat untuk menjodohkan putra-putra mereka kepada Alia.


Namun Aldi membebeskan putrinya tersebut untuk memilih salah satu di antara mereka.


Seorang pria muda datang menghampiri Aldi.


"Selamat malam pak Aldi,"ucap Pria tersebut sambil menjabat tangan Aldi.


Raka melirik kearah Aira dan menjabat tangannya kemudian ia melirik ke arah Alia seraya menyodorkan tangannya.


Tapi Alia hanya tersenyum sembari menakup telapak tangannya.


Raka pun mengerti, seorang putri sepertinya tidak bisa di sentuh oleh sembarang orang.


"Hm pak Raka, ini putri saya yang bernana Alia yang saya ceritakan kemaren." Aldi.


"Senang bertemu dengan anda nona Alia."


Raka tersenyum, baru pertama kali melihatnya ia sudah tertarik.


Sebelumnya Aldi memang berencana untuk menjodohkan Raka dan Alia, karna selain Raka itu seorang yang pekerja keras dan berpendidikan, ia juga orang yang sopan dengan tutur katanya yang lembut membuat orang senang jika berada di dekatnya.


"Ehm, senang bertemu dengan anda tuan Raka."Alia.


Alia tersenyum simpul, ia gelisah menuunggu kehadiran Bagas.

__ADS_1


Aldi masih berbincang dengan Raka, Aldi pun memperkenalkan Ghael sebagai keponakannya.


Mereka pun berbincang sebentar, terdengar di telinga Ghael jika Raka berniat melamar Alia.


"Setelah melihat putri Bapak saya sangat tertarik sekali, dan bermaksud untuk segera melamarnya," ucap Raka secara lugas.


Ghael melirik sinis ke arah Raka.


Sepertinya jika aku tak segera mengatakan pada uncle tentang perasaanku, bisa-bisa aku terlambat dan Alia sudah terlanjur di jodohkan*Batin Ghael.


"Hm, baiklah tapi keputusan sepenuhnya berada di tangan putri saya," ucap Aldi.


"Iya Pak saya mengerti, tapi ijinkan saya untuk mendekati putri bapak, supaya kami bisa saling mengenal."Raka.


"Tentu saja, nanti saya atur pertemuan untuk kamu agar lebih mengenal Alia " Aldi.


"Terima kasih Pak," ucap Raka seraya melirik ke arah Alia.


Alia mengedar pandangannya melihat beberapa tamu yang hadir dan berharap Bagas ada di antara mereka.


Alia akan memperkenalkan Bagas sebagai teman baiknya, ia ingin melihat reaksi Ayah dan Bundanya ketika melihat Bagas.


Alia tersenyum ketika melihat seorang pria tampan menggunakan blazer hitam berjalan beriringan dengan pak gubernur.


Akhirnya Bagas datang juga.


Alia memperhatikan Bagas yang berjalan menghampiri mereka, namun puluhan pasang mata justru memperhatikannya, serta mengangumi kecantikannya.


Mereka adalah para pengusaha muda yang


tertarik dengannya.


Edo dan Bagas menghampiri Aldi mereka pun berjabat tangan.


"Terima kasih karna pak gubernur yang sibuk ini masih menyempatkan diri untuk hadir,"ucap Aldi.


"Sama-sama Pak Aldi, perkenalkan putra saya Bagas," ucap Edo.


Aldi tersenyum, "Bagas sekarang kamu sudah besar seperti ini! kerja di mana sekarang?"tanya Aldi sambil menjabat tangan Bagas.


Deg


"Apa yang harus ku jawab?" Bagas.

__ADS_1


Bersambung


 


__ADS_2